ANAK YANG HILANG

KASIH DAN PENGAMPUNAN TANPA BATAS

Lukas 15:11-24

 

Saudaraku! Perumpamaan ini muncul sebagai protes Allah terhadap diskriminasi yang diperankan oleh orang Farisi yang dikuasai pemikiran paling benar dari orang lain. Yesus ”bergaul bebas” dengan pemungut cukai yang dicap sebagai orang berdosa, najis, dan kotor. Ia tidak memandang rendah pada mereka, seperti dilakukan orang-orang Farisi. Apa yang dilakukan Yesus membuat marah guru-guru hukum Taurat dengan berkata: ”Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka” (ay. 2). Perbuatan Yesus dilihat menodai hidup keagamaan. Lalu Yesus menyampaikan perumpamaan ini.

Hidup adalah ketika kasih dan pengampunan diperankan bukan diabaikan:

  • Perumpamaan ini mestinya tidak pernah dapat disebut “Perumpamaan mengenai si Anak Hilang”, sebab anak di sini bukanlah pahlawan. Lebih baik kalau perumpamaan ini disebut “Perumpamaan mengenai Bapa yang Mengasihi”, sebab menceritakan tindakan bapa yang mengasihi dan bukan dosa si anak.
  • Perumpamaan ini juga menceritakan lebih banyak tentang pengampunan Allah. Bapa menanti dan telah menunggu lama kembalinya si anak dan ketika anak tiba, sang bapa mengampuninya tanpa tuduhan-tuduhan. Adalah buruk ketika seseorang diampuni, tetapi senantiasa disertai dengan kata dan ancaman mengenai dosa yang ditanggungkan kepadanya. Pengampunan sang bapa tidaklah seperti itu.

Kasih yang diperhitungkan dalam deret hitung upah tidak pernah dapat membebaskan.

  • Kisah saudara tua dan sebenarnya merasa sayang bahwa saudaranya telah pulang kembali adalah gambaran orang-orang Farisi yang merasa diri benar yang lebih suka melihat seorang berdosa dibinasakan daripada diselamatkan.
  • Sikapnya memperlihatkan bahwa tahun-tahun selama ia bersama dengan bapanya adalah tahun-tahun yang penuh dengan kewajiban-kewajiban bukan pelayanan yang didasarkan atas kasih. Salah satu sifat kasih sebenarnya tidak menuntut.
  • Sikapnya tidak menunjuk simpatik karena menunjuk anak yang terhilang itu bukan sebagai saudaraku tetapi sebagai anakmu. Ia masuk pada jenis orang yang memiliki watak membenarkan diri dan suka menjatuhkan orang yang sudah jatuh untuk seterusnya.

Memandang Kristus melakoni hidup demi fakta pembebasan kehidupan itu sendiri:

  • Adalah lebih mudah untuk mengaku kepada Allah daripada kepada manusia di dalam fakta Allah lebih berbelaskasih dalam penghakimanNya daripada kebanyakan manusia.
  • Adalah kasih Allah jauh lebih luas dari kasih manusia di dalam fakta Allah dapat mengampuni di mana manusia menolak untuk mengampuni. Tabiat ilahi Allah tidak dapat dikurangi oleh dosa manusia.
  • Menghadapi kasih seperti ini tidak ada lain yang dapat kita perbuat selain daripada larut tanpa memperhitungkan deret hitung perbuatan sebagai penentu penerapan kasih.
  • Kasih yang utuh sesungguhnya tidak tergantung kepada besar kecilnya jasa dan kepentingan yang diukir, namun tergantung kepada desakan hati untuk mengasihi terbebas dari jasa dan kepentingan

Datang dan tinggalkanlah cara hidupmu yang lama. Setiap orang yang dikuasai cara hidup yang lama akan menggelisahkan dan menyengsarakan, namun orang yang insaf dan datang kepada sanga Bapa yang mengasihi akan disambut dan dikenakan jubah yang terbaik,  yaitu kerajaanNya. Pintu kerajaan Allah terbuka lebar kepada setiap orang yang menyesali dosa-dosanya.

 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH,

Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan…

Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya

supaya ia hidup.

Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu!

Komentar dimatikan

UPAH MENGIKUT YESUS

UPAH MENGIKUT YESUS: ANGKA ATAU NILAI

Lukas 18: 28-30           

Saudaraku! Sepertinya bangsa ini tidak henti-hentinya diterpa oleh pergumulan dan penderitaan. Musim kemarau panjang mengakibatkan sulitnya menemukan air bersih. Banyak warga bangsa terpaksa berjalan dan berjalan kilometer demi perolehan air. Di berbagai daerah kebakaran rumah dan hutan terus terjadi mengakibatkan sesaknya dada. Kapal Motor alat transportasi laut terbakar menambah deretan jumlah korban anak-anak bangsa. Terakhir-terakhir ini berita jatuhnya pesawat Cassa antara bandara Polonia – Kutacane menambah derasnya aliran linangan air mata yang tidak di sengaja. Kapan derita ini akan berakhir? Secara khusus kita berduka atas bencana yang dialami oleh saudara-saudara kita HKBP Pangururan Samosir, bangunan gereja missionaries habis terbakar pada hari Kamis, 29 September 2011, pukul 10 pagi. Tidak ada yang tersisa, tinggal puing-puing hitam berserakan. Di mana mereka sekarang beribadah? Kiranya kita jangan pelit dan miskin mengatupkan tangan berdoa kepada Tuhan supaya mereka terhibur, kuat, dan tekun di dalam pengharapan kepada Kristus serta setia mengikut Kristus.

Saudaraku! Ditengah banyaknya pergumulan dan penderitaan yang kita alami saat ini, firman Tuhan selalu hadir menyapa kita: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” Inilah suara yang menghidupkan kita, memotivasi kita, serta menyemangati kita dalam menghadapi dan memenangkan penderitaan yang kita alami saat ini. Perolehan angka penting, namun terpenting adalah pemilikan nilai hidup kita. Nilai hidup kita bukan tergantung dari banyaknya dan panjangnya deret angka yang kita miliki, namun tergantung kepada konsistensi, komitmen, dan kesetiaan kita terhadap citra kemanusiaan sebagai gambar ciptaan Allah. Orang yang memperoleh banyak angka belum tentu memiliki nilai, namun orang yang memiliki nilai dipastikan mendapatkan angka. Mengikut Yesus bukan persoalan perolehan angka, tetapi adalah pemilikan nilai. Ketika manusia ter-obsesi mengikut Yesus untuk dan demi memperoleh angka yang terjadi adalah ratapan tanpa akhir, namun ketika obsesi kita mengikut Kristus adalah iman yang terus bertumbuh dalam kesetiaan maka kehidupan sekarang dan nanti menjadi milik kita yang dijamin oleh Kristus. Betapa sedihnya kehidupan seorang Pemuda yang kaya, datang kepada Yesus dan berkata: Hukum Taurat sudah aku turuti, apa lagi yang kulakukan untuk memperoleh hidup kekal? Yesus menjawab: Juallah hartamu dan berikan kepada orang miskin! Dengan bersedih hati sang pemuda kaya sangat berat melepaskan angka. Atas sikap itu Yesus berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Saudaraku! Apakah upahmu mengikut Yesus? Dalam hidup ini kita harus berani belajar untuk melepaskan supaya kita memiliki. Angka penting, namun terpenting adalah Nilai. Supaya kehidupan kita memiliki nilai kita harus berani belajar melepaskan deret hita angka. Angka bisa saja kuasa, jabatan, kekayaan, sukses, dsb. Bila itu yang kita inginkan dalam bungkusan intensitas agama, maka nasib kita sama seperti Pemuda kaya itu. Namun ketika kuasa, jabatan, kekayaan, dan sukses itu kita lepaskan dalam pengertian mempunyai makna membangun kehidupan orang lain, disanalah kita memiliki dalam arti yang sesungguhnya. Yang kita miliki saat ini adalah nilai, dan nanti adalah kehidupan kekal. Itulah upah kita mengikut Yesus.

Petrus seorang murid Tuhan Yesus menanyakan apa upah yang akan diperolehnya sebab  ia sudah meninggalkan segala kepunyaanya, sanak saudaranya, sudah berusaha mendahulukan Kerajaan Allah. Yesus mengatakan bahwa ia akan  memperoleh lipat ganda pada masa ini juga dan pada zaman yang akan datang yakni hidup kekal. Mengikut Yesus hidup tidak sia-sia, namun hidup yang sia-sia adalah ketika seseorang  meninggalkan Tuhan Yesus. Orang percaya hidup dalam pengharapan, dimana hidup yang sedang dijalaninya adalah bagian yang tidak terpisah dari hidupnya di masa  yang akan datang.

Saudaraku! Allah telah menyediakan upah bagi orang-orang yang selalu setia kepadaNya, serta bagi orang-orang yang  mau mendahulukan kerajaanNya. Upah mengikut Yesus  tidak selalu diidentikkan  dengan harta duniawi namun harta yang terutama adalah hidup kekal yakni keselamatan jiwanya. Keselamatan itu membuat  hidup bahagia, namun keselamatan  tidak selalu diukur dengan kekayaan, tetapi ukuran adalah sejauh mana ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Falsafah Batak mengatakan “ arta na godang i ma roha na sonang”. Bisa saja harta berlimpah tetapi jiwa dan hatinya tidak mengalami ketenangan, mengapa? sebab ia lebih menjaminkan hidupnya kepada harta bukan kepada Tuhan. Jadi harta hanyalah sarana bukan jaminan, apa yang kita miliki perlu dimaknai di dalam hidup yang saling berbagi dan  hidup dalam kemurahan hati. Mengikut Yesus bukan persoalan angka, tapi adalah nilai. Apapun kesusahanmu, jangan lemah; Tuhan Yesus besertamu, ikut tetap. Pikullah salibmu saja, ikut terus; lihatlah mahkota Raja agung kudus! Amin.

Komentar dimatikan

DATANG DAN TERIMALAH KESEMBUHAN DARI TUHAN

DISEMBUHKAN SUPAYA MENYEMBUHKAN

Markus 1:40-45

Saudaraku! Setiap orang yang sakit  menginginkan kesembuhan, apalagi keadaanya sudah kronis, ada perasaan cemas, bimbang dan kuatir membayangi alam pikirannya sehingga ia selalu berusaha dengan segala daya dan upaya untuk memperoleh kesembuhan tersebut. Dalam nats ini  seorang penyakit kusta datang kepada Yesus dengan suatu harapan memperoleh kesembuhan melalui kuasaNya. Penyakit kusta termasuk menular dan sangat berbahaya, itu sebabnya orang berpenyakit kusta dikucilkan atau dijauhkan  dari masyarakat, dan biasanya sulit disembuhkan.

Biasanya seseorang yang sakit selalu berharap adanya keperdulian dari sesamanya, sahabat atau keluarganya, hal seperti ini sangat penting untuk memberi semangat kepadanya. Seorang yang sakit kusta ini berusaha sendiri datang kepada Yesus, ia percaya  bahwa Yesus berkuasa atas segala penyakit tak terkecuali penyakitnya.  Dia percaya bahwa Yesus adalah seorang pribadi  yang sangat perduli dan mau mendengar segala keluh kesah orang-orang yang menderita. Dengan segala kehormatan ia datang dan berlutut dihadapanNya, dengan penuh harap bahwa Yesus akan mentahirkannya (menyembuhkannya). Ia berkata” Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”. Sebuah ucapan yang sangat mengharukan, ia menyadari  dan mengenal siapa dirinya dihadapan Yesus. Dalam ucapan ini tidak ada unsur memaksakan namun suatu permintaan yang menunjukkan sikap kerendahan hati.

Mendengar permohonan itu maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu, dengan berkata” Aku mau jadilah engkau tahir”. Maka seketika itu terjadilah mujizat kesembuhan, lenyaplah penyakitnya. Adanya komunikasi atau  interaksi antara orang tersebut dengan Yesus menunjukkan bahwa Yesus itu selalu terbuka terhadap siapapun tanpa memandang posisi ataupun status. Kehidupan yang diubahkan oleh kuasa Yesus membawa sukacita dan pembaharuan, keadaan berubah dari dukacita kepada sukacita. Sepanjang manusia itu percaya pada kuasa dan selalu mengandalkan anugerah Tuhan, ia akan mengenal dirinya dan mengalami hidup yang diubahkan.

Kesembuhan itu sebagai anugerah Tuhan yang perlu disyukuri, walaupun Yesus menyuruhnya untuk tidak memberitakan kepada siapapun selain kepada imam, tetapi karena sukacita  besar yang telah diterimanya ia memberitakannya dan menyebarkannya kemana-mana. Suatu hidup yang sudah diubah adalah menjadi pembawa berita sukacita, menjadi berkat bagi orang lain. Dampak dari pemberitaanya jelas terlihat dimana orang terus datang kepada Yesus dari segala penjuru walaupun Yesus tinggal diluar kota di tempat sepi. Kita semua yang sudah menerima anugerah Tuhan, dipakai untuk menyebarluaskan apa yang sudah kita imani dari Tuhan dan apa yang sudah dilakukan Tuhan kepada kita.

Saudaraku! Setiap orang pasti mengalami sakit, apakah itu ringan atau keras, biasa atau kronis. Dalam hal ini  iman kita diuji, dan sering hidup kita lemah, kurang berdaya menghadapinya sehingga dibutuhkan iman yang kokoh kepada Tuhan, percaya pada kuasa Tuhan, sebagaimana firmanNya mengatakan “ Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1,37). Pertolongan kita adalah Tuhan semesta alam, Dia pribadi yang mengenal hati dan mau memperdulikan kehidupan kita.  Keadaan apapun yang kita alami adalah sebuah tantangan yang harus dijawab dengan iman percaya. Yesus mengatakan “ Imanmulah yang menyelamatkan kamu,” iman  membuat hidup kita  lebih teguh dan berpengharapan kepadaNya.

Datang kepada Tuhan dengan lebih dahulu mengenal diri adalah penting, sebab Tuhan melihat hati, apakah sungguh-sungguh atau sekedar berbasa-basi. Kesungguhan untuk meminta kepada Tuhan sebagai tanda bahwa kita percaya sepenuhnya pada kuasaNya. Kuasa Allah melebihi kuasa dan pikiran manusia, apa yang tidak mungkin bagi manusia, tetapi bagi Allah mungkin. Apa yang dilakukan dan yang sudah kita terima dari Tuhan semata-mata adalah anugerahnya, bukan karena kebaikan kita, itu sebabnya perlu menyebarluaskannya, menjadi saluran  berkat dan sukacita bagi  semua orang.

 

Saudara! Hari ini kita sudah memasuki Minggu-minggu terakhir di bulan September 2011. Pusparagam warna kehidupan sudah kita lewati, jalani, dan terus menata kehidupan berikutnya. Berbagai informasi media sudah kita baca dan dengar: tindakan kekerasan, anarkis sepertinya tak pernah berhenti menghiasi wajah negeri ini. Pertikaian antar kampung dan kampus dipertontonkan tanpa malu. Arogansi lemahnya nilai-nilai moral di beberapa mahasiswa dan siswa ditampilkan dalam kemasan kekerasan. Sangat disayangkan dan sangat memprihatinkan. Sekolah yang diharapkan sebagai sarana perekat kesatuan dan masa depan bangsa justru memunculkan benih-benih permusuhan. Belum lagi persoalan gugatan hukum tipikor yang tidak kunjung usai menambah jumlah pergumulan bangsa ini. Terkadang membuat suasana menjadi bising, dan karenanya terkadang terlinga tidak dapat lagi mendengar seruan teriakan anak bangsa, mata tidak dapat lagi melihat penderitaan warga bangsa meminta tolong.  Bangsa ini sakit!  Ya… bangsa ini sakit. Siapa tabib yang akan menyembuhkan bangsa ini. Siapapun tidak arif bila menghilangkan tanggungjawab terlebih melimpahkan tanggungjawab itu kepada orang lain. Kuasa kasih Tuhan sudah menyembuhkan kita, dan kita pun terpanggil untuk  menjadi kesembuhan bagi bangsa ini. Aku, Anda, saudara dan kita semua terpanggil untuk menjadi kesembuhan bagi bangsa dan orang lain. Amin.

 

Comments (2) »

PERUMPAMAAN DUA ORANG ANAK

JANGAN ADA DUSTA DI ANTARA KITA:

ANTARA IDEALISME DAN REALISME HARUS ADA KEJUJURAN

Matius 21:28-32

Saudara! Tak seorang pun diantara manusia yang ingin disebut sebagai orang munafik atau pembohong. Seorang penjahat sekali pun atau pembunuh sekali pun tak ingin disebut sebagai orang munafik. Sebutan itu menghinakan dirinya, merendahkan martabatnya, dan tidak mempunyai moral sebagai seorang manusia. Kita marah bila disebut orang munafik atau pembohong! Syukur apabila kita marah dengan sebutan itu. Ini pertanda bahwa nilai-nilai kebaikan masih ada di dalam diri kita. Supaya nilai-nilai kebaikan itu terus bertumbuh sangat perlu komitmen, kejujuran, kesetiaan, integritas, dan keberpihakan diri kepada karya konstruktif mentalitas ya bila ya, tidak bila tidak. Kata sesuai dengan tindakan, keyakinan sesuai dengan perilaku. Bila tidak demikian kehidupan akan menjadi pengharapan yang mengecewakan. Dan bila kekecewaan sudah terjadi maka sikap apatis menjadi pilihan keterpaksaan. Dan bila sikap apatis sudah menjadi karakter maka runtuhlah nilai-nilai kemanusiaan, hati nurani menjadi mati. Tentu kita tidak mau apabila nilai-nilai kemanusiaan kita hilang, hati nurani kita mati. Oleh karena itu marahlah bila ada kemunafikan, marahlah bila ada kebohongan di dalam diri kita. Jangan ada dusta diantara kita.

Dalam konteks kehidupan berbangsa nilai kejujuran ini masih terus kita perjuangkan. Karena kita menginginkan bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat, bermartabat, bermoral, menjungjung tinggi hak-hak azasi setiap orang, baik suku maupun agama menuju masyarakat adil dan makmur. Kita merindu adanya akselerasi kata dan tindakan, janji dan perbuatan, kepercayaan dan perilaku. Tidak ada dusta diantara kita, tidak ada kepura-puraan, tidak ada ingkar janji. Bila pemerintah berjanji secara sungguh-sungguh memberantas korupsi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mendukungnya. Bila pemerintah berjanji menegakkan keadilan tanpa tebang pilih, semua organic bangsa harus bergerak untuk itu. Bila pemerintah berjanji secara serius mengentaskan kemiskinan, pada masa-masa mendatang jumlah penderita gizi buruk di nusantara ini tidak ada lagi, masyarakat yang tinggal di daerah-daerah perbatasan sudah mendapatkan infra-struktur yang layak dan memadai. Antara idealisme dan realisme harus kita bangun nilai kejujuran. Artinya jujur luar dalam, terutama terhadap diri sendiri. Yang jujur adalah mental kita, bukan cuma akting kita. Kejujuran mental adalah jujur terhadap hati nurani sendiri. Karena inilah awal pembangunan karakter unggul bangsa ini yang di dalamnya terpelihara nilai-nilai kebangsaan adil, makmur, dan sejahtera. Jangan ada dusta di antara kita.

Saudara! Perumpamaan Yesus tentang dua orang anak mengisahkan dua kelompok manusia dalam menyikapi idealisme dan realisme. Tipe orang pertama adalah perkataan jauh lebih baik daripada perbuatan. Orang seperti ini bercirikan kebih suka memamerkan kesalehan dan kesetiaan, memberi janji yang muluk-muluk namun prakteknya jauh dari itu. Tipe orang kedua adalah perbuatan lebih baik  dari pada perkataan. Mereka mengaku orang kasar, berdosa tetapi terbukti melakukan kebaikan. Kedua tipe ini ada di dalam  hidup ke-agamaan. Ada  orang yang mengaku percaya kepada Tuhan  tetapi tidak menuruti sesuai dengan perintahNya, begitu mudahnya orang  untuk menjawab ya, tetapi belum tentu melakukanya, pada hal  perintah Tuhan itu bukan hanya didengar tetapi lebih penting dilakukan, sebab yang berbahagia adalah orang yang melakukan perintahNya. Ada orang mengaku percaya tetapi tidak beriman, hidup keagamaanya hanyalah kelihatan dari luar tetapi isinya jauh dari hidup keagamaan itu sendiri, mereka ini lebih mementingkan dirinya sendiri serta menonjolkan hal-hal yang lahiriah yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.

Allah tidak menginginkan hidup yang berpura-pura (munafik), bagiNya lebih baik mengakui segala kekurangan daripada menutupinya. Anak pertama dalam perumpamaan ini, mengatakan  baik bapa, tetapi tidak pergi. Ini menandakan begitu sulitnya menerima keadaan diri,  tidak mau berterus terang dan akhirnya hasilnya kosong. Namun anak kedua, aku tidak mau, tetapi kemudian menyesal, lalu pergi juga. Ini menandakan bahwa ia sadar atas kekurangan dan mau belajar, dia mampu menerima keadaan dan akhirnya melakukan hal-hal yang lebih baik.. Di dalam Matius 7:21 “ bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan  kehendak BapaKu yang di sorga”. Juga dikatakan, ada orang yang terdahulu tetapi kemudian menjadi yang terakhir, tetapi ada orang yang terakhir menjadi yang terdahulu. Jadi kekristenan kita haruslah menjadi Kristen yang operasional (pelaku). Banyak orang mengaku  percaya tetapi sedikit orang yang benar-benar beriman, orang beriman adalah orang yang sungguh-sungguh melakukan apa yang dia percayai. Dia mau mempertanggungjawabkan  imanya dalam situasi atau keadaan apapun,  apa yang diucapkan sesuai dengan perbuatanya. Hendaklah kita yang mengaku percaya kepada Tuhan, mau datang dan menyesali segala kekurangan, dan mau melakukan seturut dengan perintahNya.

Saudaraku! Iman tanpa perbuatan adalah mati, jadi iman yang berbuat itulah yang akhirnya membuahkan buah-buah yang baik.  Pohon yang  baik itu kelihatan dari buah yang dihasilkanya. Jadi menilai seseorang bukanlah dari banyaknya yang diungkapkan tetapi dari banyaknya  yang  dia kerjakan. Janganlah menilai orang dari penampilanya tetapi nilailah  dia dari prestasi atau perbuatanya atau hasil  yang dikerjakanya. Ketulusan seseorang tidak dapat diukur dari hal-hal lahiriah, namun  tingkat kerohanianyalah yang menentukan. Sebagai orang percaya dan beriman,  Allah menginginkan agar hidup kita menjadi  berkat bagi sesama,  sebab bagi Allah melakukan yang baik  itu adalah kewajiban. Allah memang tidak memaksa kita untuk melakukanya namun kemauan di dalam melakukan perintahNya akan mendatangkan sukacita. Seorang tuan akan bersukacita  bilamana hambanya dengan sukarela dan tulus mau bekerja, dan tuan itu akan memberikan upah yang lebih besar karena ia sudah bekerja dengan baik. Jadi lakukanlah segala yang engkau imani dengan ketulusan, sebab itu mendatangkan sukacita. Amin

Komentar dimatikan

SION PUSAT KERAJAAN DAMAI

DI DALAM KRISTUS (BAIT ALLAH) KU TEMUKAN KEDAMAIAN

Yesaya 2: 1-5

Saudaraku! Hidup bersatu, rukun, damai dan harmonis adalah dambaan setiap orang, keluarga, kelompok, lingkungan, maupun  suatu bangsa. Dari dalam dirinya yang terdalam manusia (hati, jiwa, akal budi, kekuatan) tak seorangpun ingin memisah, menyendiri, tercerai berai, bertikai dengan saudaranya atau sesamanya, karena karya Allah yang kreatif dalam hidup manusia adalah hakikat hidup bersatu, rukun, dan damai. Namun bila kita dengan jujur melihat realitas kehidupan saat ini, hakikat hidup bersatu, rukun, dan damai sepertinya semakin lemah dalam tindakan. Dalam konteks hidup berbangsa ada sekian banyak catatan hitam yang mewarnai lemahnya hidup rukun dan damai dalam lembaran sejarah bangsa ini. Kelompok-kelompok mayoritas cenderung menunjukkan sifat arogansi dan superioritas dengan tabiat yang suka menindas kaum kecil-minoritas. Ketegangan antar kelompok masyarakat rentan terhadap benturan yang berujung pada pertikaian berdarah. Dalam konteks hidup persaudaraan dan keluarga ada banyak keluarga yang bertikai, berselisih. Masing-masing mempertahankan pikiran sendiri, kehendak sendiri, kebenaran sendiri  yang berujung kepada perceraian (broken home). Saudara sedarah satu Ayah dan Ibu memisah yang seorang memilih jalan ke kanan dan seorang memilih jalan ke kiri.

Saudaraku! Tentu saja bukan saatnya mengeluh dan menggerutu akan keadaan ini, namun menghayati dan memaknai kehadiran kita sebagai umat percaya ditengah-tengah pergumulan persaudaraan, keluarga, kelompok, lingkungan, maupun bangsa ini dalam warna lemahnya hidup bersatu, rukun, damai, dan harmonis. Panggilan kepada setiap jiwa adalah meneguhkan kembali hakikat kemanusiaan kita sebagai ciptaan karya kreatif Allah dalam ranah hidup bersatu, rukun, damai, dan harmonis. Suasana ini akan tercipta bila masing-masing orang dengan hati rela melepaskan desakan keserakahan, egoisme dan hawa nafsu untuk menguasai orang lain. Bagi umat Israel, pendirian Bait Allah merupakan sesuatu yang teramat penting. Penyebabnya ialah, Pertama : Bait Allah dianggap sebagai lambang atau gambaran otoritas iman percaya, karena tempat itu adalah pusat penyembahan kepada Tuhan. Kedua, Bait Allah merupakan gambaran tentang kekudusan Allah, sehingga orang yang datang kepadaNya mesti dalam kerendahan hati dan takut padaNya. Ketiga, Bait Allah merupakan lambang perjanjian Allah dengan umatNya, dimana Titah Tuhan akan di perdengarkan untuk mengatur perjalanan kehidupan mereka. Keempat, di BaitNyalah Allah memberi keampuanan dosa, saat umat datang bersujud menyatakan penyesalan. Kelima, di BaitNyalah diperdengarkan missi Tuhan terhadap dunia. Keenam, di BaitNya umat diberi kesempatan untuk menyatakan iman percaya kepada Allah. Ketujuh, Bait Allah menjadi tempat memuji dan berdoa.

Saudaraku…Tuhan menginginkan supaya kita yang telah memasuki BaitNya tetap tinggal di dalamNya. Membawa perubahan hidup ke arah Tuhan, dimana bentuk kegeraman, kemarahan, kebencian harus berganti menjadi kecintaan dengan menata kebaikan kepada orang lain. Menghargai orang lain serta menata kehidupan yang beraneka-ragam dengan hidup rukun sesuai yang dikehendaki oleh Tuhan, sebagai mana yang di telah firmankan : ‘alangkah indah dan baiknya bila hidup dengan rukun’ (Mzm. 133:1). Kehidupan di dalam Tuhan tidak lagi membalas kejahatan dengan kejahatan, tidak lagi dendam dibalas dengan dendam, sebab tujuan kehidupan yang di inginkan oleh Tuhan bukanlah demikian, melainkan saling bertolong-tolongan dan  dalam kedamaian. Itulah ajakan Tuhan bagi para pengikutNya; “Berjalan dalam terang Tuhan”. Kehadiran rumah Tuhan di tempat yang paling tinggi membuat seluruh penglihatan tertuju kepadaNya. KehadiranNya akan membuka mata hati serta mata iman manusia, dan setiap manusia akan mengenal Tuhan serta bersujud kepadaNya. Dengan pengenalan kepada Tuhan, setiap orang semakin memberi hidupnya untuk tetap dipenuhi oleh Firman Tuhan, bukan dari dunia. Maka terciptalah keadilan bagi seluruh pengikutNya, dimana manusia tidak lagi bertindak dengan sesuka hati terhadap sesamaNya. KehadiranNya akan membawa perubahan sehingga semakin banyak kaum yang mengenal jalanNya dan sanggup menempuhNya.

Saudaraku! Tentu saja. Hidup rukun, damai dan bersatu akan lahir bila setiap orang memahami hakikat hidupnya di dalam Tuhan sebagai ciptaan karya kreatif yang menghidupkan. Transformasi karya kreatif Kristus yang menghidupkan itu menuntut hasrat bersama untuk saling memberi diri secara penuh bagi proses kerukunan tersebut. Oleh karena itu hidup rukun, damai, dan bersatu bukan reaksi terhadap peristiwa, namun respon terhadap hakikat manusia yang diimplementasikan kepada saudara, keluarga, lingkungan dan bangsa. Apakah dendam masih terpelihara dalam hidupmu? Apakah bibit permusuhan masih menguasai hidupmu? Apakah keaktifanmu di dalam ibadah menjadi sarana membenci orang lain? Tidak saudaraku!! Kristus mengajarkan:”jangan membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi balaslah kejahatan dengan kasih”, dengan demikian habitus baru terpatri di dalam kehidupan kita. Hidup persaudaraan kita menjadi berseri, rumahtangga kita menjadi damai. Tidak ada hidup yang lebih indah daripada hidup yang rela mengampuni, mengasihi, membantu, mendukung dan menyemangati. Kristus telah mendamaikan diriNya kepada dunia ini sekalipun dunia tidak menerimaNya; Kristus telah mendamaikan diriNya kepada ini sekalipun dunia ini membenciNya. Melalui karya pendamaian yang diukirNya terciptalah sebuah habitus baru di dalam dunia. Habitus baru itu ialah dunia diselamatkan, manusia memperoleh kehidupan, maut dikalahkan kehidupan dimenangkan. Karya pendamaian yang diukir Kristus membuahkan tiga aspek kehidupan yaitu manusia diperdamaiakan dengan Tuhan, manusia dapat berdamai dengan dirinya sendiri dan manusia dimampukan berdamai dengan alam ciptaan. Inilah wajah baru dari habitus baru umat kristiani ditengah-tengah dunia ini. Di dalam Kristus ku temukan kedamaian. Amin.

Komentar dimatikan

YESUS ADALAH ROTI HIDUP

PILIHLAH HARI INI MAKANAN ATAU KRISTUS

YESUS ADALAH ROTI HIDUP

(Yoh 6:30-35)

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Saudaraku! Apakah yang kita cari dalam hidup ini? Sumber kehidupan atau sarana kehidupan? Pertanyaan ini perlu kita renungkan dan jawab di dalam hati kita masing-masing. Karena realitas begitu banyak manusia mengarahkan seluruh perhatiannya, pikirannya, kekuatannya, dan hatinya demi mencari sarana hidup. Adalah benar bahwa masalah sarana hidup bukanlah perkara yang gampang. Demi mempertahankan sarna hidup banyak orang  yang berkorban dan mengorbankan orang lain. Demi sarana hidup  banyak orang yang berusaha bekerja siang dan malam untuk mencari bahkan menyerahkan seluruh hati, pikiran, tenaga dan waktunya untuk melakukan sesuatu. Demi sarana hidup sering terjadi  manusia menjadi objek dari sesuatu bukan subjek dari sesuatu, akibatnya manusia menjadi kehilangan kemanusiaannya. Salah satu sarana hidup yang kita maksudkan adalah persoalan makanan atau roti, sebab tidak ada yang paling dibutuhkan oleh manusia yaitu makanan/roti yang menjadi lambang sesuatu yang memenuhi kebutuhan hidupnya

Saudara! realitas pengikut Yesus banyak diantara mereka mengikut Yesus hanya ingin melihat tanda-tanda mujizat dan  mendapatkan makanan. Hal ini terdengar dari ungkapan : tanda apakah yang Engkau perbuat supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepadaMu? (ay. 30). Padahal dalam pasal sebelumnya Yesus telah banyak melakukan tanda mujizat, misalnya Yesus mengubah air menjadi anggur pada pesta di Kana, Yesus menyembuhkan orang sakit ditepi kolam betesda, Yesus memberi makan 5000 orang, Yesus berjalan di atas air. Yesus telah banyak melakukan mujizat tapi menurut orang banyak itu terjadi hanya sebagai kebetulan saja. Ini adalah gambaran orang-orang yang mengatakan mengikut Yesus tapi perjuangan dan keinginan mereka sendiri yang diutamakan, mereka mengikut Yesus dengan memuaskan kepentingan-kepentingan pribadi sekaligus mendapatkan keuntungan pribadi juga. Dalam nas ini mereka kembali meminta makanan “gratis” kepada Yesus dengan alasan bahwa dulu nenek moyang mereka selalu diberi makanan oleh Musa selama di padang gurun. Yang menarik bagi mereka adalah roti nya, bukan kepada Yesus. Kemudian Yesus mengatakan “Akulah roti hidup; barang siapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi dan barangsiapa percaya kepadaKu ia tidak akan haus lagi”. Yesus meluruskan cara pandang mereka yang berusaha mengikut Yesus, bahwa yang sesungguhnya mereka butuhkan lebih dari makanan secara fisik yaitu makanan rohani.

Menerima Yesus sebagai Roti dan Hidup berarti hidup dalam keselamatan. Hidup dalam keselamatan berarti hidup berkelimpahan atau tidak kelaparan. Apakah benar hanya dengan datang dan percaya kepada Yesus kita tidak akan kelaparan? Ya. Tetapi, bukan berarti manusia tidak membutuhkan makanan lagi, tetap butuh. Hanya saja, dengan datang dan percaya kepada Yesus, manusia tidak lagi dikuasai oleh makanan. Hidupnya bukan lagi semata-mata untuk mencari makanan dan menjadi kenyang (bnd. ayat 26b). Hidup tidak lagi sebatas kenyang, melainkan hidup untuk pekerjaan Allah (menjadi rekan sekerja Allah). Menerima Yesus sebagai Roti Hidup juga berarti denganNya kita akan selalu diyakinkan dan menjadi pemenang yang sanggup bertahan menghadapi serangan si Jahat Iblis dengan kegemerlapan duniawi. Tujuan si Jahat Iblis hanya satu, yakni memporak-porandakan kehidupan kita. Mencuri satu persatu berkat-berkat Allah dalam hidup manusia sehingga menimbulkan kekacauan, misalnya : rumah tangga yang tak kunjung harmonis, generasi muda jatuh dalam cengkraman Narkoba dan Penyakit sosial masyarakat lainnya, ketidakpuasan akan apa yang dimiliki, perseteruan dalam pekerjaan, perpecahan dalam masyarakat, dll.

Saudaraku! Apa yang kita perlu, apa yang kita mau di dalam dunia ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah memuaskan kita. Apa yang Tuhan kasih adalah sesuatu yang pasti akan memuaskan kita. Tuhan kita bukan Tuhan yang tidak mengetahui kebutuhan fisik kita, tetapi kita rindu untuk memberikan satu keseimbangan yang penting supaya kita jangan sampai jatuh kepada sisi yang lain. Fil.4:19 menjadi janji Tuhan yang kita pegang baik-baik, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.” Bukan Dia tidak bisa, bukan Dia tidak sanggup, bukan Dia tidak mampu memberimu apa yang engkau butuhkan. Dia bisa, Dia sanggup, Dia mampu, sebab Dia adalah Allah yang penuh dengan kekayaan. Roti yang kita beli adalah roti yang hanya bisa memenuhi kepuasan hidupmu yang sementara, tetapi hidupmu tidak dibatasi sampai di situ. Datang kepadaKu sebab Akulah Roti Hidup, barangsiapa yang datang dan percaya kepadaKu ia akan kenyang dan tidak akan mati untuk selama-lamanya, kata Yesus. Ia memberikan jawaban bagi kebutuhan manusia. Manusia membutuhkan sesuatu yang lebih penting daripada sekedar kebutuhan fisik makan, minum, sehat, kaya, lancar di dalam dunia. Manusia perlu satu kepuasan yang lebih dalam yaitu kepuasan atas kehausan dahaga dari hidup rohani yang tidak akan pernah bisa dipuaskan dengan berapa banyaknya uang yang kita miliki di dalam dunia ini, yang tidak akan pernah bisa dipuaskan dengan berapa banyaknya kekayaan yang kita dapat dari apa yang ada di atas muka bumi ini. Itulah sebabnya Kristus mengatakan kepada kita saat ini, “Akulah Roti Hidup.” Roti hidup yang bisa kita konsumsi setiap hari adalah Firman Tuhan yang kekal selamanya.

Apakah engkau lapar secara rohani pada hari ini? Apa yang membuat rohani kita lapar? Jawabannya singkat dan sederhana, selama kita mengisi hidup rohani kita dengan sesuatu yang tidak akan pernah memuaskannya, dia akan terus lapar dan dahaga. Kita pikir keamanan keselamatan hidup kita, kekayaaan sukacita, rumah yang besar, itulah yang bisa mengenyangkan rohani kita? Bukan. Pada hari ini Yesus berkata, “Akulah Roti Hidup. Datang kepadaKu, engkau baru akan mendapatkan kekenyangan yang sungguh bagi rohanimu dan tidak akan pernah lapar lagi.” Carilah dan percayailah Tuhan maka kamu akan hidup. Mencari Tuhan berarti mencari hidup, menemukan Tuhan berarti menemukan hidup. Barangsiapa yang mencari hidup berarti mencari Tuhan, dan barangsiapa menemukan Tuhan berarti menemukan kehidupan. Setiap orang yang   makan dari Roti hidup tersebut akan hidup kekal bersama-sama dengan Yesus sang “Roti Hidup”. Amin!

 

Comments (1) »

RAPAT EVALUASI PROGRAM HKBP PERUMNAS II BEKASI

ACARA IBADAH RAPAT EVALUASI PROGRAM

HKBP PERUMNAS II BEKASI

RABU, 29-30 JULI 2011

                   ===========================================

01.   Marende BE.No. 125”Marlas ni roha hita on”

        Marlas ni roha hita on, mamuji Debata

        Ai asi ni rohaNa I do bongot tu rohanta i

        Umbahen nuaeng mardomu i:;: Dison sadarion:;:

        Dibahen I manggogo be, ma hita on sude

        Mamuji Tuhan Jesus I, parasiroha godang i

        Sibaen las ni rohanta i:;: Nuaeng nang sogot pe:;:

02.   SALAM SUKACITA

P     :   Ada salam menyapa dalam kesetiaanNya yang tidak terukur…

J      :   Itulah kasih setia Tuhan, sumber pengharpan kita.

P     :   Ada kasih lembut menawarkan damai sejahtera…

J      :   Itulah salam sejahtera Bapa, dalam Kristus penebus kita.

P     :   Ada sukacita terasa penuh bahagia dan kudus…

J      :   Itulah sukacita dalam kuasa persekutuan Roh Kudus.

03.   Marende BE,No. 361 “Na denggan Situtu”

Na denggan situtu do mamuji Debata

Jahowa na tumimbo Na sai tongtong basa

Denggan do paboahon Manogot asiMi

Bodari mangendehon BurjuM nang sintongMi

Martumbur do partigor Tudoshon bagot i

Martunas do nasida Songon hau ares i

Nasida na sinuan Di bagasjoro i

        Do na marbungabunga Di alamanna i

04.BERBUAH DALAM SEGALA PEKERJAAN YANG BAIK

P     :   Kami meminta supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna

J      :   Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal,

P    :   Dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

J      :   Dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

P     :   Dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

05. Bernyanyi BE. 518: “ Marsinondang di baen Jesus”

Marsinondang dibaen Jesus asi rohana i,

Jala hita do disuru , asa ta paboa i.

Ta pagalak palitonta, ta patiur dalan i,

Ai torop dope na lilu, sai hatopma mulak i.

Dongan, so tung mintop lampu na ringkot tu dongan i,

So tung mago angka jolma dibaen halembaonmi.

Tapagalak…..

 

06. PERMENUNGAN: JADILAH BERMAKNA

P     :   Kalau kamu tidak sanggup menjadi pohon beringin yang tumbuh perkasa di puncak bukit..

 J     :   Jadilah pohon peneduh di tepi jalan raya, menaungi pejalan kaki dari sengat matahari.

P     :   Kalau kamu tidak sanggup menjadi pohon peneduh di tepi jalan raya…

J      :   Jadilah semak belukar di tanggul sungai, yang akarnya jauh tertanam ke dalam tanah.

P     :   Kalau kamu tak sanggup menjadi semak belukar di tanggul sungai…

J      :   Jadilah bunga bakung di sudut ladang, yang berbunga diam-diam di musim kemarau atau penghujan.

P     :   Kalau kamu tak sanggup menjadi bunga bakung di sudut ladang…

J      :   Jadilah rumput kecil, tetapi rumput kecil yang tumbuh di jalan setapak menuju mata air kehidupan.

P     :   Karena tidak semua orang harus menjadi besar, tegar dan perkasa, dan nilai hidupmu tidak ditentukan oleh besar kecilmu, tetapi oleh makna yang kamu berikan kepada kehidupan.

J      :   Hidup ini sesungguhnya belumlah sempurna, namun berjalan menuju kesempurnaan.

P     :   Belumlah sehat, namun dalam proses menuju penyembuhan, belumlah adil, namun berkembang menuju keadilan.

J      :   Hidup ini bukan keberadaan, melainkan proses menjadi, bukan istirahat melainkan latihan.

P     :   Kita belum menjadi yang seharusnya, namun kita sedang dalam proses bertumbuh ke arah itu. Proses yang belum selesai, namun sedang berlangsung. Ini bukanlah yang akhir, melainkan jalan.

J      :   Semuanya belum memancarkan keagungan, namun semua sedang dikuduskan.

P     :   Mari saudara! Jadikanlah hidupmu dan pelayananmu bemakna. Berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. Amin

07. Bernyanyi BE. 467: “ Asi Ni Roham Hupuji”

Asi ni rohaM hupu ji ala Ho manobus au.

Di paias Ho rohangku, ga-be soranganMuAu.

IngananMu rohanami. TondiMi manggohi i.

Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

08. Renungan:

09.  Marende BE.No. 467 “Asi Ni RohaM Hupuji”

        Sai papulik rohanami, gabe pangoloi di Ho

        Asa marsahala hami, lao manghatindangkon Ho

        IngananMu rohanami, tondiMi manggohi i

        Pangke dohot ngolunami, gabe ulaulaMi

        Naeng huhatindangkon hami, hagogoonMi tongtong

        Paluahon na mardosa, nang parjahat na bolong

        IngananMu… dst.

10.  Tangiang Panutup.

 

 

 

 

 

PATUJOLO

Hamu angka Amanami/Inanami dongan Parhalado partohonan HKBP Perumnas II Bekasi on, mandok mauliate do hita tu Tuhan i, na paloashon hita patupahon rapat evaluasi program panghobasion ni hurianta di ari sadari on. Dibagasan asi ni rohaNa nunga mardalan panghobasion ni hurianta saleleng onom bulan manipat. Di saluhut pardalanan na ganjang I, tahatindangkon do na Debata dibagasan Yesus Kristus na patauhon hita saluhut parhalado dohot ruas ni huria manghobasi huriaNa on. Dibagasan Asi ni rohaNa tarpatupa hita do panghobasion hombar tu na tuk tahobasi, nang pe sipata ingkon taparungkilhon panghobasion na lam dumasip dope. Songon huria na tongtong maniop haporseaon di Kristus Yesus Tuhanta I, tongtong do hita hinsat dibagasan panghirimon mamereng pandonganion dohot pangaramotion ni Debata di huriaNa, jala na pahinsathon roha, pingkiran dohot gogo di hita parhalado dohot ruas, patomu-tomuhon  panghobasion na lam tu ulina di huria on.

Di naung mardalan huria on dibagasan onom bulan lelengna, mansai bahat do sihamauliatehonon ni rohanta tu Tuhan i: ngolu parhuriaon na lam tu hinsatna, ngolu parsaoran na lam tu torasna,  panghobasion na lam tu hembangna dohot lan na asing naung tabereng dohot naung tapanghilalahon. Alai songon huria na mangolu hita tongtong do ndang manutup parnidaan, perbinegean, dohot pingkiran, di angka usaha-usaha na paulihon dohot padasiphon panghobasion na lam tu maju na dope. Tahamaulitehon ma ruas ni hurianta na mangalehon roha, pingkiran, dohot gogo domu tu parsidohoton nasida pataridahon tanggungjawab di hamajuon panghobasion ni huria.

Manatap hita tu angka naung tabolus jala mamereng tu angka rumang ni siadopanta tu tingki na naeng ro, godang do tantangan siadopanta sekaligus peluang sipatupaonta hombar tu na paulihon, padasiphon, paimbaruhon dohot pahembangkon angka program panghobasion di huria on. Mardomu tu si ma tapatupa rapat evaluasi program dibagasan sadari on, asa saluhutna do hita sada roha, sada tahi, sada pingkiran dohot sada pamerengan patulushon panghobasion  hombar tu haputusan-haputasan naung tatotophon di rapot huria taon 2010. “Tondi” ni rapot evaluasion ndang na holan laho mamereng tulus manang na gagal, denggan manang na buruk, margogo manang gale, tercapai manang tertunda angka program I, alai lobi sian i ima pahinsathon roha, pingkiran dohot gogonta patulushon saluhut angka naung tatotophon di rapot huria na salpu.

Antong tajalo ma habisuhon dohot gogo na sian Tuhan i anggiat saluhut na ta hatai dohot na ta patupa di rapot evaluasion boi tulus jala marimpola tu hamajuon panghobasion ni huria HKBP Perumnas II Bekasi, asa lam tu ulina, tu majuna panghobasionta.

PANATAPON DI PROGRAM HURIA 2011 (JANUARI S/D JUNI

Dos do tahi ni hurianta manontuhon arah panghobasion ni hurianta taon 2011 on ima: Cari yang Hilang, Bawa Pulang yang Tersesat, Cegah Jangan Keluar (CBC). Ta totophon arah on hombar do i tu sihol ni rohanta di parsaoran ni saluhut ruas ni huria na so haru rimpun do pe saluhutna, dohot na adong deba sian ruas ni hurianta na mangharingkothon parsaoran di huria na asing. Ala ni i ta arahon do sude rumang ni panghobasionta, program umum dohot khusus (ima program ni angka kategorial) mangeahi arah panghobasion i. Ndang boi dope bahenonta sada pangarimpunan hombar tu usaha-usaha panghobasion mengeahi arah panghobasion i, ala mardalan do pe hita di program-program mengeahi arah panghobasion i. Ala i nang pe songon i, ndang na gabe so hita mambahen angka evaluasi di angka naung ta hobasi domu tu na patulushon arah panghobasion i. Marhite on adong ma sitataponta di rapot evaluasi on hombar tu program panghobasion ni hurianta bulan Januari sahat tu bulan JuNI:

1.       PARMINGGUON:

Tabereng jala tapanghilalahon do hauason dohot sihol ni roha ruas ni hurianta mangharingkothon parsaoran dohot Tuhan i di ganup Minggu. Alai mamereng tu godang ni anggota ruas ni hurianta ndang apala singhop do pe las ni rohanta di bilangan ni parminggu siganup Minggu. Taparungkilhon do pe hahihinsat ni ruas ni hurianta laho mandohoti parmingguon i di hurianta on. Sihamauliatehononta do angka program-program naung tulus di acara parmingguon on domu tu harentaon dohot tu ”hahohomon” ni acara parmingguon, nang pe ingkon torus dope sipareahanta panghobasion na lam dumasip marhitehite panghobasion na terpadu. (Song Leader, penanggungjawab, penyambut jemaat, petugas operator, penataan sound sistem, penjadualan kelompok koor).

Di awal bulan Maret nunga tamulai parmingguon khusus tu angka remaja. Tahahamauliatehon do tu Tuhan i parsitutuon ni angka team  musik (naposo, remaja) na mangalehon rohana mandohoti latihan dohot mangiringi musik drum band di acara parmingguon on. Sian torop ni remaja na mandohoti parmingguon on tongtong do pe siparungkilhononta, ala mayoritas na mandohoti holan angka ianakkonta pelajar sidi do. Hape sasaran parmingguon on tasanghapi do tu sude remaja ni hurianta on do nian.

2.       PARTANGIANGAN WILAYAH:

Taparungkilhon do hahihinsat ni angka ruas ni hurianta mandohoti partangiangan wilayah. Taida hira na so diharingkothon deba ruas ni hurianta do partangiangan on, ala jarang do taida ’wajah-wajah’ na imbaru na gabe ruas ni partangiangan i. Hira di sude wilayah do songon i. Ndang pola binoto manang aha simbosirina. Alai taida ma i sian ronsot dohot dao ni parkarejoan ni ruas ni hurianta na so sanga tingkina be mangeahi partangiangan i.

Di metode partangiangan na tapatupa ingkon tongtong do pangoluonta diskusi, alai unang ma sebatas tanya jawab (kognitif) – gumodang ma tu na mamparungkilhon hombar tu pengalaman parngoluon siganup ari (afeksi dan motorik) asa ”mangolu” angka diskusi.

Siparungkilhononta do rumang ni partangianganta, ambeha dumenggan bahenonta dua halima partangiangan, jala dua hali ”kunjungan pastoral” sude parhalado tu bagas ni ruas di wilayah na be. Molo adong opat parhalado di sada wilayah opatsa ma borhat manopot opat halak ruas ni huria di sada borngin i. Dipatupa ma marende, manjaha bibel, martangiang, dohot manghatahatai. On pe denggan ma taparungkilhon.

3.       PELAYANAN PASTORAL: KONSELING-VISITASI

Sahata sapingkiran do hita mamereng hinauli dohot marnida hinaringhot ni panghobasion on tu ruas ni hurianta. Domu do i tu sasaran misi panghobasion ni hurianta. Nene do mardalan ulaon on jala lungun siala partingkian na so masitomuan. Tabahen do target boi nian takunjungi 200 kk ruas ni hurianta dibagasan sataon on, alai ndang piga do pe na boi tapatulus. Sihataanta jala sipingkirhononta do angka cara na lebih efektif asa boi tercapai hombar tu target. Nian ndang na mengejar target hita, alai molo rap hita mamparungkilhonsa disi do ngolu ni panghobasion on.

4.       IBADAH SYUKUR ULTAH KELAHIRAN & PERKAWINAN

Nunga mardalan opat hali acara syukuran di hurianta. Dipasahat hurianta do undangan marhitehite majelis tu ganup ruas ni huria na marulangtahun, jala tagorahon do i marhitehite warta jemaat. Tahalashon do las ni roha ni ruas ta mandohoti acara on. Anggo di mulana i mansai torop do ruas ni hurianta na ro mandohotisa, alai dinamangihutna ndang piga halak na ro.

Taparungkilhon do cara na efektif dohot efisien laho memaksimalhon kehadiran ni ruas ni hurianta mandohoti acara on, alai manang na behape ingkon tarbuka do hita mamereng partingkian na umbuk asa boi ndang mangganggu kegiatan ni ruasta. Sian substansi ni acara on tung dihalashon ruas ni hurianta do.

5.       GERAKAN AEK SANTETEK:

Tahalashon do haungkapon ruas ni hurianta manumpahi ulaon parasinirohaon marhite aek santetek. Marhite on boi hurianta manghobasi angka ruas ni huria hombar tu keadaan ekonomi  na ingkon si urupan. Tabege do las ni roha dohot panghamauliatehonon ruas ni hurianta tu Debata hombar tu ulaon on, nang pe sipata taparungkilhon haumbuhon hasahatan ni aek santetek on. Ala i dohononta ma asa unang tarajumi aek santetek on songon parsagi ni parjambaran tu ruas ni hurianta. (Pendataan, hasahatan, panghobasion, team aek santetek, administrasi)

6.       JUBILEUM 150 TAHUN HKBP TINGKAT HURIA

Di ari Minggu 11 Juni 2011 nunga tapatupa pesta jubileum 150 tahun HKBP di tingkat huria. Tung mansai tahalashon do peran serta ruas ni hurianta mandohoti pesta on, sian mulai ianakhonta sikkola minggu sahat tu lansia saluhut marolopolop. Tahamauliatehon do nang kerja keras ni angka panitia na patulushon acara perayaan on (jalan santai bersama ruas dohot ibadah pesta perayaan). Marhite ulaon on taparsinta do kelanjutan bangunan na mo numental ima ruang Sikola Minggu. Rap ma hita mamingkirhon hatutulus ni ulaon on.

7.       PEMBERDAYAAN KOPERASI TABITAKUM

Hira na so tarida do saleleng on keberadaan ni Koperasi Tabitakum parompuan na adong di hurianta. Hape sasintongna mansai arga jala mansai porlu do on sikembanghononta laho memberdayakan dohot mangurupi ruas ni hurianta. Nunga tacoba laho mamingkirhon hahihinsat  ni koperasi on dohot angka pengurusna, jala nunga dimulai parataratahon administrasi na mardalan salaleleng on. Domu tuson siurupan ni hurianta do pengurus na boi mangalehon tingkina, gogona, dohot talenta laho pahembangkon hamajuon ni koperasi on. Nian nunga adong pengurus ni koperasi on, alai ndang saluhutna dope pataridahon parsitutuon domu tu pengembanganna. Ala bagian panghobasion ni hurianta do koperasi on, tung mansai denggan lehononta perhatian marhitehite sosialisasi, sistim kerja, pelaporan, anggaran dasar/anggaran Rumah Tangga. Jala sasaran boi jongjong CUM di hurianta.

8.       PROGRAM TERPADU TIGA DEWAN

Adong do manang piga-piga program sihobasan ni hurianta marhite na tolu dewan domu tu Bina warga/keluarga dohot pemberdayaan ruas ni hurianta di bidang profesi, keluarga muda, dohot motivasi marhitehite seminar, lokakarya. Alai ndang jumpang hita dope  keterpaduan na sistimatis di pelaksanaanna. Di kegiatan naung mardalan dohot nanaeng sidalanta mansia denggan molo tondi ni keterpaduan i ta pajongjong asa umbidang jala gumajang na tardungdung.

9.       PARHEPENGON

Secara umum denggan do keuangan ni hurianta na boi mandungdung saluhut pelaksanaan ni program naung ta totophon. Nang pe dimulana i mansai gamang jala marungkil do hita mamingkirhon hatutulus ni program marhitehite parhepengon, alai ingkon dohononta do mauliate tu Tuhan i na mangalusi saluhut parungkilonta dohot hagamangonta boi tulus program parhepengon ni hurianta andul demenggan sian na tapingkiri, (pelean dua, namarboho, persepuluhan, dohot angka guguan na so ta anggarhon).

Diprogram anggaran ni hurianta tahun 2011 jumlah pemasukan dohot pengeluaran ta anggarhon do Rp. 1.159.364.040. Sahat tu bulan Juni 2011 hepeng na masuk Rp. 506.093.067, jala marsaldo ma hurianta bulan Juni Rp. 152.509.017,-. Tahamauliatehon do tu Tuhan hatutulus ni persembahan Perpuluhan, nang pe dimulanai gamang jala hira na pesimis hita patupahonsa. Ta anggarhon do pemasukan sian perpuluhan taon on Rp. 216.000.000,- jala naung masuk sahat tu bulan Juni 2011 Rp. 101.550.000,-. Sian pelean Tahunan/bulanan ta anggarhon Rp. 180.000.000,- naung masuk sahat tu bulan Juni 2011 Rp. 59.880.000,-. Suang songoni nang hagamangonta pasahathon pelean II dohot na marboho 100% tu pusat, alai dung ta patupa na pasahathon 100% tu pusat tung so mangganggu do tu anggaranta, malah adong peningkatan.

Di keadaan on sada pengalaman siauhononta jala sihangoluhononta do i di tonga-tonga ni na marhuria, asa unang gumodang rasa pesimis na mangarajai pingkiran dohot rohanta. Dihaburjuon dohot haringgasonta manghobasi huriaNa tung singhop do las ni roha dipasahat Tuhan i tu hita. Taringot tu keadaan parhepengon ni hurianta idaonta ma i annon dipasahat bendahara dohot parartaonta.

Data  5:  PERSEMBAHAN TAHUNAN

DAFTAR JEMAAT YANG TELAH

 MEMBAYAR IURAN BULANAN  TAHUN 2011

TINGTING JAN S/D JUNI 2011

WILAYAH

JUMLAH KK

YG TLH

JUMLAH (Rp.)

MEMBAYAR

I

142

KK

44

KK

          14,255,000

II

130

KK

30

KK

            6,530,000

III

195

KK

50

KK

          13,995,000

IV

338

KK

69

KK

          25,100,000

JUMLAH

 

805

KK

 

193

KK

          59,880,000

PAMERENGAN TU JOLO

Sian angka program naung tatotophon taon 2011 on, mansai bahat dope nanaeng sihobasanta. Tahalashon do angka ragam ni siparungkilhononta. Rajumanta do i songon sada dalan mangeahi panghobasion na lam dumasip do pe, ai i do hataridaan na mangolu panghobasionta di huria on. Marhite na ta adopi rumang ni angka siparungkilhonon hombar tu hasasaut ni program, sada dalan do i di hita pasadahon tahi patomutomuhon panghobasion na lam tu ulina dohot na lam tu hembangna marhite na mamangke hatauon na tajalo sian Tuhan i. Marhite i siberengonta tu jolo domu tu hinauli dohot hasasaut ni program sihobasanta di taon on:

1.       PERAYAAN JUBILEUM 150 TAON HKBP DI TINGKAT DISTRIK DOHOT NASIONAL.

Direncanahon do pelaksanaan perayaan Jubileum tingkat Distrik di bulan Oktober 2011, dohot tingkat nasional bulan November 2011 di Senayan. Domu tuson siparadeonta do keterlibatan ni hurianta mandohoti saluhut kegiatan na pahinsathon partondion (festifal koor), dohot angka usaha-usaha mobilisasi ruas mandohoti perayaan on. Mansai denggan tibu taparade asa unang tarhipu-hipu di ari naung tinotophonna.

2.       PESTA PANEN/GOTILON DOHOT PERAYAAN NATAL

Diprogram ni hurianta patupaonta do ulaon on di bulan Oktober dohot Desember. Jala pelasakna ni na dua ulaon on pabangkiton ni hurianta do panitia. Nunga ta totophon personal sian tonga-tonga ni Majelis na patulushon kepanitian i (Pesta gotilon & Natal). Jala di bulan Juli sasintongna nunga mulai mardalan. Alani i sipareahanta ma hatutulus ni ulaon on jala tangkas masiurupan hita: partordingna, partingkianna, kepanitianna, dohot bidang ni ulaonta.

3.       PENGADAAN/ RENOVASI SARANA GEDUNG IBADAH

Mamereng kuantitas dohot dinamisasi penghobasion di hurianta tung taparungkilhon do keterbatasan ruang na adong nuaeng. Taida jala tapinghilalahon do parmingguon ni angka ianakonta sikkola Minggu na sampe dialaman ni garejanta, partingkian parmasuk parmingguon jam 9.30, dohot angka latihan koor, rapat-rapat, pengajaran sidi na terganggu ala ruang na terbatas. Tahamauliatehon do tu Tuhan i marhite perayaan Jubileum di hurianta ditotophon sada program pembangunan monumental ruang/gedung sikola Minggu. Jala marhite hasil ni pesta i tapabahir tu dana awal pembangunan ruang sikola Minggu. Asa tulus nian ulaon on jala berkesinambungan sipingkirhononta do angka usaha-usaha dohot gerak cepat patulushon.

4.       RE-STRUKTURISASI PELAYANAN WILAYAH (PEMEKARAN WILAYAH)

Marhite program on taharaphon do parsaoran dohot efektivitas panghobasion na lam jumonok tu ruas ni huria. Nunga leleng ta parungkilhon pengembangan manang pemekaran wilayah di hurianta, alai ndang boi dope tulus sahat tu tingkion. Taida jala tapanghilalahon do bidang ni wilayah 1, 2, dohot 4, sipata ndang tardalani hita sudena. Nian nunga tapatupa pembagian jemaat gembalaan ni masing-masing parhalado, alai ipe ndang sahat do pe tu tujuanna. Ala program sipatulusonta do on di taon on ta hobasi ma dohot denggan jala nunga jumpang wilayah na imbaru di bulan Oktober 2011 on.

5.       PENYUSUNAN SOP (STANDART OPERASIONAL PROCEDURE)

Disihol ni rohanta patomutomuhon panghobasion na lam tu ulina “Rapi Tersusun” dibagasan sada sistim na marojahan tu perangkat-perangkat na adong di HKBP, taparungkilhon do asa adong buku sitiopon di hurianta. Di rapot evaluasi on tung tangkas ma ta patomutomui hombar tu konsep na pinaandar ni team. Ala mansai arga do i saluhutna ma hita mangalehon kontribusi.

6.       DEWAN-DEWAN

Tahamauliatehon do hahihinsat ni angka dewan patulushon program ni angka seksi-seksi na ni uluhonna. Marhite angka dewan lam tarida do hahihinsat ni angka  program  kategorial dohot seksi-seksi. Di angka program-program na naeng sihobasanta, tung mansai une do marhitehite angka dewan mangalehon pingkiran rap dohot pengurus seksi-seksi di pelaksanaan ni program asa lam mamora jala mencapai sasaran domu tu tujuan ni program i. Asa ndang holan perantara = “jembatan” ni kategorial dewan i tu huria. Pingkiran sisongon on ingkon paimbaruonta do i.

Tahamauliatehon do nang semangat ni angka ruas na gabe parsidohot di angka dewan dohot seksi alai sieahanta do pe partording ni panghobasion na pabangkithon parsidohoton ni sude ruas ni dewan/seksi di angka na mamingkirhon dohot mangulahon program.

7.       PARSERMONAN PARHALADO

Tahamauliatehon do tu Tuhan i, deba jala gumodang sian tonga-tonganta parhalado na mangharingkothon parsermonan na ta mulai pukul 19.00 setiap ari Selasa. Alai siparungkilhononta do pe haririmpas ni sude hita parhalado mandohoti parsermonan i. Sian godang ni hita parhalado adong do hita 31 halak (Parhalado: na aktif St. 23 hlk, Cst. 5 hlk, na marsahit St. 1 hlk, izin St. 1 hlk, na so hantus St.1 hlk). Mamereng sian jumlah Parhalado Sintua dohot calon Sintua na aktif 28 halak, hape na mangihuti parsermonan rata-rata 16-18 halak do setiap Minggu. Sipareahanta ma tu tingki na naeng ro haradeon ni rohanta mandohoti parsermonan i.

8.       Domu tu hinauli dohot hasasaut ni program sihobasanta na umporlu sian i saluhutna ima: Panjouon ni Tuhan i tu Hita: Dipasahat Tuhan i do tu hita partingkian gabe parsidohot manghobasi huriaNa. Ala ni i tondi ni panjouon i ima pangoloion mangulahon parsuruon ni Tuhan i.

SIHOL NI ROHA PATULUSHON ULAON PANJOUON

Tahamauliatehon ma tu Tuhan i na mamillit hita marhalado i di huria-Na. Asa rajumanta do i panjouon na khusus jala na mulia di hita, nang pe sipata ingkon marungkil hita. Molo dilehon Tuhan i do pe partingkian kesempatan tu hita idaonta do i na adong dope na niigil ni Tuhan i siulahononta. Hupanghilalahon hami do angka ronsot ni ulaon na ingkon sihobasanta (diparkarejoan, dikantor, dna), na boi mambahen hita marungkil marbagi partingkian. Alai mauliate ma tadok tu Tuhan i marhite gogo, pingkiran, dohot kontribusi boi masitumpahan patulushon panghobasion di huria on. Songon parhalado na manghasiholi hatutulus ulaon panjouan dohot hamajuon ni panghobasionta, tung une do sipauliulionta;

1.       KOMITMEN.

Boi rata on molo taingot padan na ta undukhon di tingki jongjong hita dohot inanta di adopan ni ruas tarlumobi di adopan ni Tuhan i ditingki dijangkon hita gabe parhalado. Marhite i ndang tarjua hita be manghobasi huria-Na dohot mandohoti parsermonan, partangiangan, manghobasi parmingguon, dna.

2.       KONSISTENSI

Pataruhon hita do on tu pencapaian program na maju jala na mar”tondi”. Ai molo ndang hita be na patulushon angka naung rimpun ta hatai, tung so margogo be hita mandok sidononta, baik di parsermonan, partangiangan, mangobasi parmingguon, dna.

3.       KOMPREHENSIF

Ingkon rajumanta do angka parasingan na adong di hita songon hamoraon ni haulionta. Ndang alani parasingan na adong di hita gabe bahir-bahir panghobasionta, alai diparasingan i, sihamonangkononta do tondi na masiurupan, masitumpahon di parsermonan, partangiangan, mangobasi parmingguon, dna. Marhite i jumpang ma di hita mangangkat rap tu ginjang – manimbung rap tu toru.

PANIMPULI

Songon i ma hupasahat hami materi rapot ni evaluasi on, jala hurajumi hami godang do pe na hurang singkhop sipareahanta tu jolo. Jala dibagasan pos ni roha do hami tu Tuhan i, ala ndang nampunanta huriaon-nampuna ni Tuhan i do, jala hajongjonganta songon parhalado partohonan ima pangula ni Tuhan i, marhite i ma pos ni rohanta memereng hatutulus ni angka program si hobasanta di huria on hombar tu lomo ni roha ni Tuhan i.

Satahi ma hita mangadopi saluhut angka dinamika panghobasion di hurianta baik internal dohot  eksternal. Ndang mungkin elahonta angka na masa (une manang so une) pe partingkianna ingkon adopanta do i. Tapatuduhon ma parsitutuon na cerdas, tangguh, tekun, ulet, santun manghobasi ulaon panjouonta na sian Tuhan i.

Tapasahat ma gogo, kontribusi pingkiran, dohot talenta na dumenggan di rapot evaluasi on na berorientasi pamajuhon, pahembangkon, dohot peningkatan kinerja panghobasionta di huria. Tamakna i ma rapot on.

Pengertian evaluasi hanya dapat dilakukan dengan menengok sejenak ke belakang, Tetapi untuk menjalaninya kita harus serius melihat ke masa depan…

Bekasi, Jumat 29 Juli 2011

Pdt. Adven Leonard Nababan

Komentar dimatikan