MINGGU PALMARUM

01.  PANGGILAN BERIBADAH     

L      :   Saudara-saudaraku yang dicinta Kristus, Selamat bersua kembali di dalam kasih Tuhan dan Selamat Hari Minggu bagi kita semua. Horas!

J      :   Horas… Horas… Horas…

L      :   Puji syukur kepada Tuhan yang telah menghantar kita memasuki Minggu Palmarum ini dengan berlimpah berkat dan anugerahNya. Jemaat yang dikasihi Tuhan, marilah kita saling memberi salam kepada yang duduk di sebelah kanan dan kiri kita sambil mengucapkan selamat hari Minggu. Sungguh betapa baiknya Tuhan yang telah mempersatukan kita. Marilah kita  nyatakan ungkapan syukur kita kepada Tuhan dengan menyanyikan “S,bab Tuhan Baik”.

J      :   (Menyanyikan NR. “Sbab Tuhan Baik”)

            Masuk gerbangNya bersyukur dengan penuh pujian

            Bersuka di hadiratNya, nyanyi besarkan agung namaNya

            Puji Dia tiuplah sangkakala, musik dan tarian

            Semua mahkluk di bumi di surga, dengan seg’nap hati naikkan pujian

            Sbab Tuhan baik…, sbab Tuhan baik…, sbab Tuhan baik…

            AnugerahNya kekal selamanya

— dinyanyikan 2 kali —

L      :   Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

J      :   Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.

L      :   Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan! Biarlah mereka tetap berkata: “TUHAN itu besar, Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya!” Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur “Allahku Dahsyat”

J      :   (Menyanyikan)  NR . “Allahku Dahsyat”

            Dari utara ke Selatan terdengar pujian bagi Allah.

            Dari Barat sampai ke Timur nama Yesus disanjung tinggi

            Dari pulau-pulau….lembah-lembah…..gunung-gunung yang tinggi

            KemuliaanNya disaksikan, kebesaranNya dic’ritakan

            Yesus…..Yesus…..nama Yesus……

            Nama Yesus disanjung tinggi  

            Dari pulau-pulau….lembah-lembah..gunung-gunung yang tinggi.

            Allahku dahsyat berkuasa di s’luruh bumi

-7-

            Sujud menyembah tinggikan namaMu 2x

L      :   Kita akan memulai ibadah ini, berdoalah kepada Tuhan, dan mintalah Roh Kudus memenuhi hatiMu, supaya hatimu tentram beribadah kepada Tuhan. Tuhanlah yang menjaga hatimu, sebab hanya bersama Dia, jiwa kita tenang dan tent’ram. Kita nyanyikan “Indah Bersamamu.”

J      :   (menyanyikan) NR. “Indah BersamaMu”             

            Hanya dekat Allahku, rasa tenang hatiku;Kau sertai jalanku, spanjang hidupku

            Hanya dekat padaMu, ada kekuatan baru;

            Kaulah perlindunganku, kes’ lamatanku

            Kuingin s’lalu bersekutu deganMu, menikmati hadiratMu

            Biarkan rohMu, tinggal dalam hidupku

            Sungguh indah bersamaMu, selamanya

 

02.  VOTUM – INTROITUS – DOA

L      :   Dengan mengandalkan kasih dari Allah Bapa, kasih karunia dari Yesus Kristus dan urapan Roh Kudus, kita memasuki ibadah ini,

J      :   Amin.

L      :   Kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku merasa sesak;  karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku.

J      :   Tetapi, kepadaMu aku percaya, ya Tuhan aku berkata : “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada di dalam tanganMu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku !

L      :   Tuhan janganlah biarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepadaMu : luputkanlah aku oleh karena keadilanMu. Haleluya.

J      :   (menyanyikan)  Haleluya, Haleluya, Haleluya

L      :   Marilah kita berdoa : Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, Maha benar dan Maha Kudus, hanya Engkaulah yang kami sembah dalam hidup kami. Ajarlah kami Tuhan untuk bersikap jujur dan rendah hati, setia kepada kasihMu dan melakukannya, karena demikianlah  kami mencintai Engkau, memuliakanMu oleh keadilan dan perbuatan besarMu. Terimalah kami Tuhan, dalam nama anakMu Yesus Kristus. Amin.                                                 — D u d u k —

03.  Bernyanyi  NR.  “Sperti Rusa”

Sperti rusa rindu sungaiMu jiwaku rindu Engkau,

Kaulah Tuhan hasrat hatiku, Ku rindu menyembahMu

Engkau kekuatan dan perisaiku, KepadaMu rohku berserah

Kaulah Tuhan hasrat hatiku, Ku rindu menyembahMu.

— dinyanyikan 2 kali —

04.  HUKUM  TAURAT      

L      :   Saudara-saudara yang kekasih, dengarkanlah Titah IV dari X Hukum Taurat : Ingat dan sucikanlah hari yang dikuduskan itu, lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam enam hari; tetapi pada hari yang ke tujuh ialah Sabbat bagi Allah Tuhanmu.

J      :   Engkau tidak boleh bekerja pada hari itu, juga anak-anakmu laki-laki atau perempuan, pembantumu laki-laki atau perempuan, ternakmu atau orang lain yang berada di tempat kediamanMu. Sebab Allah menciptakan Langit dan Bumi dengan segala  isinya di dalam enam hari.

L      :   Kemudian Ia beristirahat pada hari yang ke tujuh, itulah sebabnya Allah memberkati itu dan menguduskanNya. Apakah artinya bagi kita?

J      :   Maksudnya adalah: Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan menganggap rendah akan ajaran Firman Allah;

L      :   Hendaklah kita menghormati dan menguduskan Firman Allah, dan hendaklah kita tekun mendengar dan mempelajarinya.

L+J :   Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan hukumMu. Amin

05.  Bernyanyi  KJ. 149 “Sang Maha Tabib”

        Sang Maha Tabib t’lah dekat, yaitu Tuhan Yesus.

        Wahai yang sakit dan penat, dengarlah suara Yesus.

        Reff:   Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka.

        Yang terindah s’lamanya, nama Tuhan Yesus.

-5-

—berdiri —-

        Di kancah dosa dan gentar, harapku hanya Yesus.

        Senang hatiku mendengar muzizat nama Yesus.

        Baik di dunia yang fana, baik di sorga yang baka.

        Yang terindah s’lamanya, nama Tuhan Yesus.

 

06.  DOA PENGAKUAN DAN PEMBERITAAN ANUGERAH

L      :   Saudara-saudara yang kekasih, sesungguhnya jika kita melihat perbuatan-perbuatan kita dalam hidup ini, tidaklah layak bagi kita menghampiri pelataran Tuhan. Karena itu, pelanggaran-pelanggaran kita dalam satu minggu ini, biarlah kita utarakan di hadapan Tuhan yang Maha Pengasih. Saat ini tundukkanlah kepalamu, berdoalah kepada Tuhan mengaku segala dosa-dosamu.

                 ~~~doa pribadi diiringi instrument KJ. 29: 1 ~~~

L      :   Ya Tuhan Allah kami yang Mahabaik dan Mahakasih, kami datang kepadaMu dengan merendahkan hati dan membuka hati kami. Selidikilah segenap keberadaan kami yang berdosa ini.

J      :   Menyanyikan KJ. 33 ”SuaraMu Kudengar”

            SuaraMu kudengar memanggil diriku, Supaya ‘ku di Golgota di basuh darahMu!

            Aku datanglah, Tuhan, padaMu; Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

L      :   Setiap hari Minggu kami datang ke gereja, mengikuti kebaktian dan mendengarkan firmanMu. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, kami sering melakukan yang bertentangan dengan FirmanMu. Kami sering tersesat dan menyimpang dari jalanMu. Ya, Tuhan, ampunilah kami umatMu yang sering melanggar HukumMu.

J      :   Kami sering menyanyikan lagu-lagu rohani namun bukan didorong persembahan kepadaMu melainkan untuk menghibur hati kami, sehingga kami kurang bersyukur atas perbuatan-perbuatanMu yang ajaib di dalam hidup kami. Ya Tuhan, kasihanilah kami. Kami juga sering mengandalkan pikiran dan tenaga kami. Terkadang kami bersungut-sungut dan mengeluh ketika kami menghadapi masalah. Kami sering lupa bahwa Tuhan sanggup menolong kami. Ya, Tuhan, ampunilah kami.

J      :   Menyanyikan Reff, KJ. 33 ”Aku datanglah”

            Aku datanglah, Tuhan, padaMu; Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

L      :   Kami sering tidak mengindahkan perintahMu dan tidak menceritakan FirmanMu kepada saudara-saudara kami. Kami melupakan perbuatan Tuhan dalam hidup kami. Ya Tuhan kami, janganlah mengingat dosa dan pelanggaran kami pada masa muda! Tetapi ingatlah kepada kami sesuai dengan dengan kasih setiaMu oleh karena kemurahanMu. Ya, Tuhan, lapangkanlah hatiMu terhadap kami orang berdosa ini.

J      :   Menyanyikan KJ. 33 ”SuaraMu Kudengar”

            Aku datanglah, Tuhan, padaMu; Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

L      :   Marilah kita mendengar janji Tuhan atas pengampunan dosa. Demikianlah Firman Tuhan: Aku telah menghapus dosa segala dosa dan pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin, dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepadaKu, sebab Aku telah menebus engkau. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi.

J      :   Amin.                                                                        — D u d u k —

07.  Bernyanyi  NR “Kaulah Harapanku”

        Bukan dengan kekuatanku, ku dapat jalani hidupku

        Tanpa Tuhan yang disampingku, ku tak mampu sendiri

        Engkaulah kuatku, yang menopangku

        Kupandang wajahMu dan berseru

        Pertolonganku datang dariMu, peganglah tanganku, jangan lepaskan

        Kaulah harapan dalam hidupku.

—dinyanyikan 2 kali—

08.  PEMBACAAN  EPISTEL  :  YOHANES 3:14-15

L      :   Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,

J      :   Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

L      :   “Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya.”

J      :   Amin.

09.  Bernyanyi  NR. “Kau Yang Terindah”

        Kau yang terindah, di dalam hidup ini. Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau.

        Besar perkasa penuh kemuliaan.

        Kau yang termanis di dalam hidup ini. Kucinta Kau lebih dari segalanya.

        Besar kasih setiaMu kepadaKu.

        Kusembah Kau Ya….Allahku. Kutinggikan NamaMu selalu.

        Tiada lutut tak bertelut, menyembah Yesus Tuhan Rajaku.

        Kusembah Kau, Ya Allahku. Kutinggikan namaMu selalu,

        Semua lidah ‘kan mengaku, Engkaulah Yesus Tuhan Rajaku…

— berdiri —-

        Kusembah Kau Ya….Allahku. Kutinggikan NamaMu selalu.

        Tiada lutut tak bertelut, menyembah Yesus Tuhan Rajaku.

        Kusembah Kau, Ya Allahku. Kutinggikan namaMu selalu,

        Semua lidah ‘kan mengaku, Engkaulah Yesus Tuhan Rajaku…

 

10.  PENGAKUAN IMAN

L      :   Marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkanNya:

J      :   Aku percaya………dst…                       — D u d u k

11.  WARTA JEMAAT  DAN  DOA

12.  Bernyanyi NR ”Trima Kasih Tuhan & Yang Terutama” … medley …

  1. A.    TRIMA KASIH TUHAN

            Trima kasih Tuhan untuk kasih setia-Mu, yang kualami dalam hidupku.

Trima kasih Yesus untuk kebaikanMu, sepanjang hidupku.

Trima kasih Yesus ku, buat anugerah yang kau b’ri. 

S’bab hari ini, Tuhan adakan Syukur bagiku.

Wnt: Trima kasih Tuhan untuk kasih setia-Mu, yang kualami dalam hidupku.

Pria: Trima kasih Yesus untuk kebaikanMu, sepanjang hidupku.

Semua: Trima kasih Yesus ku, buat anugerah yang kau b’ri. 

S’bab hari ini, Tuhan adakan Syukur bagiku.

— musik —

            B. YANG TERUTAMA

            Yang terutama di dalam hidup ini, Meninggikan nama Yesus

            Yang terutama di dalam hidup ini, Memuliakan namaNya

            Haleluya, haleluya, Saya mau cinta Yesus 2x

            Yang terutama di dalam hidup ini, Melakukan kehendak Yesus

            Yang terutama di dalam hidup ini, Menuruti FirmanNya…..

            Haleluya, haleluya, Saya mau cinta Yesus 2x

 

13.  SAMBUTAN PEMBACAAN FIRMAN TUHAN

L      :   Saudara-saudara yang terkasih. Sebentar lagi kita akan mendengar Firman Tuhan. Marilah kita mempersiapkan  hati dan pikiran kita untuk mendengarkan FirmanNya sembari kita menyanyikan Nyanyian Rohani: “Kusiapkan Hatiku Tuhan”

J      :   (menyanyikan) NR. “Kusiapkan Hatiku Tuhan”

            Kusiapkan hatiku Tuhan ‘Tuk dengar firmanMu saat ini.

            Ku sujud menyembahMu Tuhan dalam hadiratMu, saat ini.

            Curahkan urapanMu Tuhan bagi jemaatMu saat ini,

            Ku siapkan hatiku Tuhan, ‘tuk dengar firmanMu.

            FirmanMu Tuhan, tiada berubah.

            Dahulu sekarang selama-lamanya tiada berubah.

            FirmanMu Tuhan Penolong hidupKu.

            Ku siapkan hatiku Tuhan ‘tuk dengar firmanMu.

 

14.   KHOTBAH: MATEUS 26: 6-13

 

15.   Bernyanyi: Naung Gumalunsang (koor)

        Nang gumalunsang angka laut, nang ro pe halisungsung i,

        Lao mangharomhon solungki.

        Hot do Tuhan parhata saut, mandok hataNa ingkon saut

        Sai saut doi, sai saut do i, sai saut do i.

        Reff. Ndang be mabiar au disi, mangalugahon solungki

        Ai Tuhanku do donganki.

        Ai tung godang pe musungki, na mangarongom ngolungki,

        Sai dao do i, sai dao do i, sian lambungkii

        Hatop marlojong do solungku, tu labuan hasonangan

        Na so adong be dapat hasusaan i, tudos tu si do pardalananki

        Ditogu Jesus au tusi.

        Sipata naeng lonong do au, so halugaan galumbang i

        Tung ise ma haporusanki i, ingkon hutiop tongtong Jesus i

—musik—(mulak tu reff—)

        Ingkon hutiop tongtong Jesus i

15. PENGUTUSAN KE DALAM HIDUP SEHARI-HARI    

Pdt :   Saudara telah mendengar dan menerima Firman Tuhan. Kembalilah kepada kehidupan dan pekerjaanMu. Turuti dan lakukanlah kehendak Tuhan dengan segenap hati dan jiwamu. Jadikanlah hidupmu sebagai ungkapan syukur  kepada Tuhan.

J      :   Menyanyikan KJ. 362 : ”  Aku milikmu, Yesus Tuhanku ”  

            Aku milikmu, Yesus Tuhanku ; ku dengar suaraMu.

            ‘Ku merindukan datang mendekat dan diraih olehMu.

            Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu.

            Raih daku, raih dan dekatkanlah kesisiMu, Tuhanku

Pdt :   Mencintai dan berbuat keadilan dan hidup dalam hukum Tuhan adalah wujud menyanyikan kebesaran Tuhan. Oleh sebab itu, pulanglah berperilakulah sebagai anak Tuhan yang tidak menyusahkan hidup sesama, tetapi memberi damai dan menguatkan yang terbeban.

J      :   Menyanyikan KJ. ”  Aku milikmu, Yesus Tuhanku “

            Dalam dunia tak seutuhnya kupahami kasihMu, 

            sukacita pun barulah lengkap, bila ‘ku di rumahMu

            Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu.

            Raih daku, raih dan dekatkanlah kesisiMu, Tuhanku

 

16. DOA PERSEMBAHAN – BAPA KAMI – BERKAT 

17.   SALAM SUKACITA

Pdt :   Saudara-saudara yang terkasih, ibadah kita telah selesai. Marilah kita saling bersalaman tangan sebagai tanda sukacita kita atas berkat yang telah kita terima dalam ibadah ini. Sebelum kita pulang marilah kita bangkit berdiri dan menyanyikan Nyanyian Rohani “Walking with Jesus”.

Bernyanyi NR “Walking with Jesus”

Walking with Jesus, Walking every day,

Walking all the way. Walking with Jesus

Walking with Jesus along.

Walking in the sunshine. Walking in the shadow.

Walking every day. Walking all the way.

Walking with Jesus, Walking with Jesus along.

 

—SELAMAT HARI MINGGU —

Komentar dimatikan

DAGING DAN DARAH KRISTUS

DAGING DAN DARAH KRISTUS: MAKAN DAN MINUMLAH…

Johanes 6:55-65

Saudara! Minggu ini, kita sudah memasuki minggu perjalanan Passion di kelender gereja kita, yang menjadi pertanyaan adalah adakah pengorbanan Yesus bagi kehidupan kita sudah semakin mendalam? Atau setiap minggu passion yang ada hanya berlaku sebagai minggu biasa bagi kita. Kalau boleh saya katakan, minggu Passion merupakan “penyataan  iman” yang terbesar bagi kita yang menunjukkan bagaimana Yesus menawarkan “KESELAMATAN”. Sangatlah sulit bagi manusia untuk dapat memahami apa yang ditawarkan oleh Yesus yakni daging dan darahNya. Dia menyuruh agar orang yang ada di sekitarnya untuk memakan dagingNya dan meminum darahNya.

Saudara! ketika Yesus berkata tentang daging dan darahNya, yang dimaksudkanNya adalah “kebersatuan” kita dengan setiap pengajaranNya yang biasa kita sebut dengan FirmanNya. Kita bisa bersatu dengan setiap firmanNya karena kita percaya bahwa setiap perkataanNya adalah benar. Yesus menekankan bahwa barang siapa yang ‘Makan” Dan “Minum” daging dan Darah Yesus maka mereka akan tinggal di dalam Yesus dan Yesus di dalamnya merupakan bentuk kepedulian yang sangat besar yang ditawarkanNya kepada manusia. Suatu bentuk perlindungan dan jaminan bahwa kehidupan dalam kebersatuan denganNya bukan hanya menumbuhkan rasa aman di dunia; tapi juga menjadikan manusia menjadi “tanpa batas” dengan Sang Pencipta. Pemahaman ini juga harus kita kaitkan dengan keberadaan manusia yang sudah salah makan, yang mengakibatkan manusia kehilangan “kehidupan” dan “berkat”. Ini terjadi ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Manusia menjadi terpisah dari Sang Khalik. Manusia terusir dari hadapanNya. Dan kini melalui Yesus, yang telah terputus itu akan disambungkan kembali. Bukankan ini merupakan suatu tawaran yang seharusnya tidak akan pernah kita tolak…….

Saudaraku! Yesus sangat mengenal kita. Saat ini juga, kita semua yang hadir dalam ibadah ini… Dia mengenal kita…Dia mengetahui siapa yang mau percaya…. Dia juga mengetahui siapa yang hanya berpura-pura; siapa yang ragu; bahkan siapa yang menolak keberadaanNYA. Tapi yang pasti adalah ; Yesus menginginkan perubahan; Yesus yang mengenal kita dengan sangat baik menginginkan adanya kesadaran bahwa sering kali kita mencoba untuk “memakan” dan “meminum” makanan yang ditawarkan oleh dunia. Untuk kita yang mau menyadari bahwa keduniawian hanyalah sebuah kehampaan yang menyesatkan. Tapi menyadari bahwa daging dan darah Yesuslah yang mampu mengenyangkan dan menyegarkan kehidupan kita. Tidak ada yang lain. Seorang bayi tidak mempunyai makanan dan minuman apabila berpisah dari ibunya, makanan dan minumannya bersatu dengan kehidupan ibunya yakni air susu ibu. Dan dokter juga sangat menganjurkan itu…. ASI adalah makanan dan minuman terbaik bagi bayi, sama seperti kita FIRMAN dan PERINTAH dari ALLAH adalah makanan dan minuman yang menyehatkan kehidupan kita, MAKAN DAN MINUMLAH….. NISCAYA KITA AKAN HIDUP. Amin.

Komentar dimatikan

ACARA MINGGU LETARE

01. SALAM DAN PANGGILAN BERIBADAH

L      :   Saudara-saudara yang kekasih di dalam Yesus Kristus! Salam sejahtera bagi kita semua dan Horas…. ¡

J      :   Horas… Horas… Horas…

L      :   Saudaraku! Nama Minggu kita hari ini adalah MINGGU LETARE yang berarti BERSUKACITALAH. Kiranya saudara-saudara sekalian bersukacita hari ini… dan sukacita itu akan sempurna apabila kita hidup di dalam Tuhan. Bersukacitalah senantiasa didalam Tuhan, sekali lagi bersukacitalah. Mari saudaraku…kita satukan hati dan pikiran kita menyembah dan memuji Tuhan melalui kidung pujian “Adalah Sukacita di hatiku dan sungai sukacitaku”, kita bangkit berdiri, kita nyanyikan lagu pujian ini sambil bertepuk tangan.

J      :   (menyanyikan:”Adalah Sukacita di hatiku &Sungai Sukacitamu”)

Adalah suka cita di hatiku, di hatiku, di hatiku.

Adalah suka cita di hatiku  Di b’rikan Tuhanku

Aku bersyukur, bersuka cita, Kasih Tuhan diam di dalamku 2x

Sungai sukacitaMu mengalir dalamku, Oh yes, yes, yes, yes

Anggur sukacitaMu melimpah dalamku…

Ku bernyanyi dan bersuka kupuji Hu di setiap waktu.

Karena sungai sukacitaMu, ada dalamku….

Mengalir bersamaMu bersuka di hadapanMu.

MengikutiMu Tuhan dalam kegelapanku.

MelayaniMu Tuhan di s’panjang jalan hidupku.

S’bab hanya Tuhan yang membuat suka citaku penuh.

L      : Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus! Dia telah menyatakan kasihNya kepada kita dalam ibadah sore ini. Kita berkumpul ditempat ini dengan penuh sukacita adalah karena kemurahan Tuhan. Oleh karena itu, bersyukurlah dan datanglah kepelataranNya dengan sorak-sorai, pujilah Tuhan. Sambil berdiri, kita nyanyikan pujian: “O Betapa Indahnya”

J      : (menyanyikan :O Betapa Indahnya)

Oh… betapa indahnya dan betapa eloknya,

Bila saudara seiman hidup dalam kesatuan

Oh… betapa indahnya dan betapa eloknya,

Bila saudara seiman hidup dalam kesatuan

Bak urapan di kepala Harun, yang berjanggut dan jubahnya turun

Seperti embun yang dari Hermon, mengalir ke bukit Sion

Ke sana t`lah dip`rintahkan Tuhan, agar berkat-berkat dicurahkan

Kehidupan untuk selamanya, Oh… betapa indahnya.

dinyanyikan 2 kali…

— duduk —

L      :  Bersorak-sorailah hai semua orang yang penat. Persembahkanlah apa yang layak kamu persembahkan kepada Tuhan. Berdoalah kepadaNya. Bukalah hati dan jiwamu untuk Tuhan, karena Tuhan hadir disini. Marilah dengan segenap hati beribadah kepadaNya, dan kita memohon Roh KudusNya membimbing kita selama ibadah berlangsung.  Kita menyanyikan ”Bagaikan Bejana”

J      :   (menyanyikan :”Bagaikan Bejana”)

Bagaikan bejana siap dibentuk, Demikian hidupku di tanganMu

Dengan urapan kuasa rohMu, Ku dibaharui selalu

Jadikan ku alat dalam rumahMu,  Inilah hidupku di tanganMu

Bentuklah s’turut kehendakMu, Pakailah sesuai rencanaMu

Ku mau s’pertiMu Yesus, Disempurnakan s’lalu

Dalam setiap langkahku, Memuliakan namaMu

…dinyanyikan 2 kali sambil berdiri …

02. VOTUM – INTROITUS – DOA

L      :   Pertolongan kita adalah di dalam nama Allah Bapa, AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

J      : A m I n, terpujilah Tuhan Raja Semesta Alam

L      :   Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya !

J      :  Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya !

L      :   Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku : “Mari kita pergi ke rumah Tuhan”. Heleluya.

J      : (menyanyikan Haleluya)

Heleluya, haleluya, haleluya

L      : Yesus Kristus Tuhan kami ! Engkaulah hidup dan pendamaian kami dengan Allah. Kami memuji namaMu dan mengucapkan terima kasih atas karya penyelamatan Tuhan kepada kami. Sertailah kami dengan kasihMu agar kami selalu mengingat Engkau yang telah menderita dan mati untuk kami dan agar kami menyesali dosa kami. Kuatkanlah hati dan jiwa kami untuk percaya dan hidup di dalam kasih serta tahu memuji dan berterima kasih kepadaMu, dan agar kami setia mengikuti Engkau sampai mati. Ya Tuhan Yesus, padaMu sajalah pujian di tengah jemaatMu yang telah Engkau tebus dengan darahMu yang Kudus, sekarang sampai selama-lamanya. Amin.                                                              … duduk…

03. Bernyanyi NR: “S’GALA PUJI SYUKUR

S’gala puji syukur, Hanya bagimu  Tuhan, Sebab Kau yang layak dipuja

Kami mau bersorak tinggikan namaMu, Haleluya…

Soraklah Haleluya…soraklah haleluya. Haleluya ) 2x

Haleluya kumau nyanyi tentang dia, haleluya.

Ku mau sorak tentang Dia haleluya.

Ku tak dapat hidup tanpa Dia (Hidup tanpa Dia…ho..ho..ho..)

S’karang ku adalah ciptaan baru

Dan ku hidup dalam kes’lamatanNya

Tak ada kutuk mengikatku puji Tuhan.

 

04. PEMBACAAN HUKUM TAURAT.

L      : Saudara-saudara yang kekasih, marilah kita mendengar dan membaca Hukum Tuhan, yang tertulis dalam Mateus 22:37-40. Demikian bunyinya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

J      :   Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

L      :   Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

J      :   Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

L      :   Demikianlah pembacaan hukum Tuhan, oleh karena itu marilah kita sama-sama memohon kekuatan kepadaNya supaya kita dimampukan untuk melakukannya.

L+J: Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami melakukan  yang sesuai dengan hukumMu. Amin

05. Bernyanyi BE No. 432 “Sian Hurungan ni Dosangki”

Sian hurungan ni dosangki ro au tu Ho, Ro au tu Ho.

Tu haluaon di mudarMi Jesus au ro tu Ho

Nasa rohangku malum, hipas, Gabe mamora, nang pe pogos,

Sian jeangku ro au tu Ho, Jesus au ro tu Ho.

— berdiri —

Sian ilangku,  nang ramunhi :,:  Ro au tu Ho :,:

Gabe na ias nang rohangki, Jesus, au ro tu Ho.

Sian holsongku  tu  sonangMi, sian runduthu tu dameMi,

Sian arsakku tu holongMi, Jesus, au ro tu Ho.

06. PENGAKUAN DOSA DAN PEMBERITAAN ANUGERAH

L      :   Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus ! Di dalam kerendahan hati marilah kita mengaku dosa dan memohon pengampunan akan dosa-dosa yang kita lakukan keada Tuhan. Kita berdoa: …. Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang Mahakuasa. Engkau mengasihi kami orang yang hina dan tercela ini. Kami datang kehadapanMu mengaku segala dosa dan kesalahan kami. Di dalam kehidupan ini kami selalu mengingkari perintah-perintahMu dalam perkataan maupun dalam perbuatan. Bila kami melihat apa yang kami perbuat tidak satupun yang dapat menggembirakan hati Tuhan.

J      :   Ya Tuhan kasihanilah kami dan ampunilah dosa-dosa kami, karena kami lebih cenderung memilih kematian daripada hidup

L      :   Tuhan Allah Bapa kami, waktu kami telah semakin dekat kepada akhir jaman. Bila kami merenungkan semakin hari kehidupan kami bukan semakin baik tetapi semakin sulit sehingga kami sangat mudah mengikuti roh-roh jaman ini. Kami sering berpikir, dengan mengikuti kemajuan jaman ini dan roh yang ada di dalamnya dapat membawa kami kepada  kepastian, namun ternyata membawa kami semakin jauh dari Tuhan.

J      : Ya Tuhan kasihanilah kami dan ampunilah dosa-dosa kami, karena kami lebih cenderung memilih kematian daripada hidup

L     :   Ya Tuhan Allah Bapa kami di surga. Kami lebih suka mendengar suara dunia dari pada suaraMu. Setiap hari Engkau menyapa dengan firmanMu, tetapi kami sering menutup telinga kami. Kami tidak menyediakan waktu untuk membaca firmanMu, sebab kami tidak mau melihat firmanMu. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah kami berdosa. Ya Tuhan kasihanilah kami dan ampunilah dosa-dosa kami.

J :   (menyanyikan : “Seperti Yang Kau miliki”)

Bukan dengan barang fana, Kau membayar dosaku

Dengan darah yang mahal, tiada noda dan cela

Bukan dengan emas perak, Kau menebus diriku

Oleh segenap kasih, dan pengorbananMu

Reff.  Ku telah mati dan tinggalkan, cara hidupku yang lama

Semuanya sia-sia, dan tak berarti lagi

Hidup ini kuletakkan, pada mezbahMu ya Tuhan

Jadilah padaku seperti yang Kau ingini.   … (reff dinyanyikan 2x…)

L      :   Saudara-saudara yang telah mengaku dosanya, ingatlah bahwa Tuhan menyambut setiap orang yang jujur mengaku dosa-dosanya. Dengarlah Firman Tuhan tentang berita anugerah pengampunan dosa: Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi Kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu, dan perjanjian damaiKu tidak akan bergoyang, Firman Tuhan yang mengasihani engkau. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi.

J      :   Amin. … duduk…

07.   Bernyanyi  “KECAPLAH DAN LIHATLAH”

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu.

Rasakan dan nikmati Kasih setia Tuhan

Syukur bagiMu Tuhan. S’gala hormat bagiMu Tuhan.

Allah yang mengasihiku. Allah yang mem’liharaku, selamanya.

— dinyanyikan 2 kali—

08. PEMBACAAN FIRMAN TUHAN, EPISTEL: YESAYA 66:10-14

L      :  Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya!

J      :   supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas.

L      :   Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.

J      :   Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem.

L      :   Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Demikianlah pembacaan Firman Tuhan : Yang berbahagia, Dialah orang yang mau mendengar dan melakukan Firman Tuhan

J      :  Amin.

09.     Bernyanyi NR ”KAU YANG TERINDAH”

Kau yang terindah, di dalam hidup ini, Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau.

Besar perkasa penuh kemuliaan, Kau yang termanis di dalam hidup ini.

Kucinta Kau lebih dari segalanya. Besar kasih setiaMu kepadaKu.

Kusembah Kau Ya….Allahku. Kutinggikan NamaMu selalu.

Tiada lutut tak bertelut, menyembah Yesus Tuhan Rajaku.

Kusembah Kau, Ya Allahku. Kutinggikan namaMu selalu,

semua lidah ‘kan mengaku,  Engkaulah Yesus Tuhan Rajaku…

10. PENGAKUAN IMAN RASULI.

L      : Bersama-sama orang percaya di seluruh dunia, marilah kita mengaku Iman Kepercayaan kita.

J          :   Aku Percaya … dst.                                                                          … duduk …

 

11. WARTA JEMAAT DAN DOA

 

12. Bernyanyi BE No. 435: “Marolopolop Tondingki”

Marolopolop tondingki ai  naung  di  tobus Jesus i.

Hamu sude, bege ma I, sai las ro hangku  mandok I

Sonang ni ting ki I,   Dung jumpang Jesus Tuhanki !

Tondi na manga ja ri au,  tarbaen marlas Ni ro ha au !

Sonang ni tingki I, dung jumpang Jesus Tuhanki.

Dihaol holongna rohangki, tung na so boi be mago i.

MataNa do manatap au, pinggolNa tumangihon au.

Sonang ni…

— musik —

Tu Jesus sahat ngolungki saleleng ni  lelengna i.

Rap dohot au endehon ma endengku na imbaru da.

Sonang ni…

13. KHOTBAH :   YOHANES 6:55-65

14. BERNYANYI NR ”BESAR DAN PERKASA”

Besar dan perkasa Allah kita, Besar dan dahsyat Dia )2x

Angkatlah panjimu dan suaramu. Puji Sang Raja.

Besar dan perkasa Allah Kita, Besar dan dahsyat Dia.

Kujatuh cinta padaNya. Tambah dan dalamnya.

Tambah dan dalam lagi ) 2x. Yesus indah dan indahlah semakin indah.

O..oh cintanya antara Allah dan aku.

Ku jatuh cinta padaNya. Tambah dan dalamnya . Tambah dan dalam lagi.

Hanya Yesus )3x Ya AllahKu

Hanya Yesus )3x Ya Rajaku

Hanya Yesus )3x Pujaanku

Oh hanya Yesus)2x kekasihku

— musik —

15. DOA PENUTUP:

-          Persembahan

-          Bapa Kami

-          Berkat

 

16. NYANYIAN SUKACITA.

P :   Saudara-saudara, sebelum kita meninggalkan tempat ini, marilah kita saling bersalaman sambil menyanyikan lagu: MENGIKUT YESUS

Mengikut Yesus keputusanku, mengikut Yesus keputusanku,

mengikut Yesus keputusanku. Ku tak ingkar, ku tak ingkar

Walau sendiri ‘ku ikut Yesus, walau sendiri ‘ku ikut Yesus.

Walau sendiri ‘ku ikut Yesus, ku tak ingkar, ku tak ingkar

— SELAMAT HARI MINGGU —

 

 

 

 

 

Komentar dimatikan

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN KEPADA ALLAH

AKU MAU MEMBERI PERSEMBAHAN PADA TUHAN

Markus 12: 41-44

ANDA DAPAT MEMBER TANPA MENGASIHI

TETAPI  ANDA TIDAK DAPAT MENGASIHI TANPA MEMBERI

Sebuah kata bijak mengatakan: kekayaan tidaklah ditentukan oleh berapa banyak yang Anda miliki, tetapi berapa banyak yang Anda berikan. Dengan kata lain: barangsiapa yang dapat memberi banyak sesungguhnya adalah orang kaya, sebaliknya yang hanya sedikit memberi, berapa banyak pun harta yang dimilikinya, dia digolongkan sebagai orang miskin.

Saudaraku…Apakah yang kamu beri? Sumbangankah atau Persembahan? Hal ini kembali mengingatkan kita pada makna persembahan yang sesungguhnya. Meskipun kedua kata tadi; persembahan dan sumbangan sedikit mirip, namun keduanya memiliki makna yang amat berbeda. Sumbangan diberikan oleh orang yang punya sesuatu kepada orang yang tidak punya atau membutuhkan sesuatu. Misalnya kita sering mendengar istilah sumbangan untuk korban bencana alam atau sumbangan untuk panti sosial. Dalam hubungan kita dengan Tuhan, kita tidak memberikan sumbangan melainkan persembahan. Tuhan tidak membutuhkan sesuatu dari kita karena Ia pemilik segala sesuatu, Ia tidak kekurangan bahkan miskin, seperti firmanNya yang mengatakan : “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya” (Mzm. 24:1).

Kita memberikan persembahan sebagai wujud kita menyembah Tuhan. Selain wujud dari penyembahan kita, persembahan juga adalah wujud dari syukur kita kepada Tuhan. Menarik sekali, saat Allah menegur Israel karena memiliki konsep yang keliru mengenai persembahan, Dia berkata demikian, “persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah” (Mzm. 50:14). Tuhan mau berkata bahwa yang penting bukan jumlah persembahan itu.  Persembahan dapat saja berjumlah banyak atau sedikit tergantung tingkat ekonomi seseorang.  Orang yang kaya dapat memberi banyak, tetapi seorang miskin seperti janda miskin yang dipuji Yesus memberi dengan jumlah sangat minim. Mengapa ia dipuji? Bukan karena sedikitnya pemberian itu, tetapi karena ia masih sanggup memberi walaupun ia masih kekurangan, memberi apa yang ada padanya yaitu nafkahnya. Berapa jumlah persembahan bukan persoalan utama bagi Tuhan karena Ia memiliki segalanya. Yang penting bagi Tuhan adalah hati kita. Apakah kita memberikan persembahan sebagai ungkapan syukur dalam hubungan baik padaNya, ataukah kita memiliki maksud-maksud yang lain. Persembahan dan ungkapan syukur berasal dari hati, yang artinya meliputi seluruh hidup dan hal ini haruslah setiap saat dilakukan. Apa yang telah kita lakukan ? Kristus yang mati di Kayu salib dan bangkit untuk menyatakan kemenangan. Dia lah yang bangkit dan memberkati hidup kita. Sesungguhnya kalau kita mempersembahkan seluruh hidup sebagai ungkapan syukur, tetap tidak sebanding dengan anugerah yang telah kita terima dariNya.

Saudaraku…yang menjadi persoalan adalah, mengapa sebahagian orang tidak mau memberi? Banyak orang secara terbuka ingin meminta apa yang ingin Tuhan beri kepadanya, tetapi terkadang manusia tidak mau terbuka dalam memberi kepada Tuhan sesuai dengan berkat yang diterimanya. Terkadang ada sebahagian orang yang meragukan bagaimanakah bila persembahan itu telah terkumpul, padahal itu bukan lagi urusan kita, yang menjadi tugas kita adalah memberi kepada Tuhan. Kalau pemahaman kita sudah memahami akan arti persembahan, maka seharusnya sikap kita dalam memberikan persembahan akan benar pula. Dalam memberi persembahan seharusnya kita tidak “pelit” kepada Tuhan, karena kita tahu bahwa semua yang kita miliki adalah dari Tuhan. Besar kecilnya persembahan kita memang tidak menjadi ukuran besar kecilnya iman dan rasa syukur kita pada Tuhan, tetapi besar kecilnya iman dan rasa syukur kita kepada Tuhan akan nampak melalui apa yang kita persembahkan PadaNya. Ingatlah Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat kita berikan, bukan pada apa yang kita peroleh. Kebahagiaan tidak tergantung pada jumlah berkah yang telah kita terima sepanjang hidup, namun tergantung pada jumlah berkah yang kita bagi dan berikan. Amin.

Komentar dimatikan

TERIMALAH YESUS DALAM HIDUPMU

TERIMALAH YESUS DI DALAM HIDUPMU

Mateus 12:38-42

Saudaraku!  Hari ini kita merayakan Minggu Reminiscere: “Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu ya Allah”. Ini adalah bunyi doa  tulus dan jujur yang berasal dari dalam hati yang paling dalam atas desakan iman  bahwa hidup tanpa kasih setia Tuhan adalah hidup yang hampa sukacita, sepi kedamaian, dan miskin harapan. Hidup kering serta layu tidak ada gairah. Sebaliknya hidup di dalam kasih setia Tuhan penuh semangat, kaya pengharapan, penuh sukacita, dan damai. Sembari kita merayakan minggu reminiscere adalah waktu yang tepat menundukkan kepala berkatub tangan mendoakan saudara-saudara kita di Jepang:  Begitu dahsyatnya penderitaan yang dialami saudara-saudara kami yang ada di Jepang akibat gempa dan tsunami, di Aceh akibat banjir bandang. Anak-anak kehilangan orangtuanya, orang tua kehilangan keluarganya; banyak dari antara mereka yang meregang nyawa akibat bencana radiasi nuklir Fukushima. Anak-anak menangis mencari orangtuanya, lapar dan haus. Mereka merintih, mengerang, menangis menahan rasa sakit yang tiada tara. Tuhan… janganlah kiranya Engkau marah kepada kami… Kami tidak tahan mendengar dan melihat kengerian tsunami ini… Kasihanilah kami ya Allah… Ampunilah dosa-dosa kejahatan kami.. Pulihkanlah kehidupan saudara-saudara kami yang tertimpa gempa dan tsunami.. Ya Tuhan, ampunilah kami, kasihanilah kami ini… Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu ya Allah.

Saudaraku! Kita tidak memiliki kuasa dan hak atas diri kita. Segala sesuatu yang mengitari hidup kita termasuk diri kita sesungguhnya bukanlah milik kita, namun adalah milik dan kepunyaan Allah. Bila kita dikelilingi oleh banyak keberhasilan dan kegagalan, keberuntungan dan kerugian, kecerdasan dan kebodohan, kekayaan dan kemiskinan, sesungguhnya ini adalah persoalan hak memakai bukan hak milik. Seringkali kita membanggakan diri dalam wujud angkuh dan sombong atas keberanian kita merampas hak milik Allah yang dilegitimasi dalam wajah agama untuk menutupi hasil rampasan dan kejahatan. Pemilik kehidupan adalah Allah. Apa yang menjadi milik Allah jangan pernah mengaku diri sebagai pemiliknya. Bila demikian apa yang menjadi milik kita? Milik kita yang sesungguhnya adalah menghidupi apa yang menjadi milik Allah. Tak lebih dan tak kurang. Bila Tuhan memberi milik-Nya yaitu hidup kepada kita – mari kita menghidupinya, memeliharanya dan memaknainya sesuai kehendak sang pemilik. Bila Tuhan memberi milik-Nya yaitu segala sesuatu yang mengitari kita – mari kita menggunakannya sesuai dengan kehendak sang pemilik itu sendiri. Bila Tuhan memberi milik-Nya yaitu segala kecerdasan untuk membentuk agama – mari kita menggunakan agama mewujudnyatakan ajaran dan kehendak sang pemiliki. Bila tidak demikian kita menipu diri sendiri, menipu hati nurani kita, dan menodai hakikat kemanusiaan kita sebagai ciptaan Allah. Inilah yang diperankan oleh ahli Taurat dan orang Farisi sehingga Yesus berkata kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus”.

Saudaraku! Yesus menghendaki supaya kita menghidupi apa yang menjadi milik Allah yaitu hidup kita di dalam Kristus. Rasa bangga diri yang sering dipertontonkan melalui kesombongan rohani dengan wajah agama tidak perlu diteruskan. Adalah lebih baik dan bijak bila kita membangun insaf diri bahwa hidup kita adalah karena kasih setia Tuhan.  Seruan kita saat ini: Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu ya Allah”. Seruan doa ini kiranya memaksa diri kita keluar dari sikap sombong, angkuh, dan hidup munafik. Namun juga memaksa diri kita menerima Kristus, mempercayai Kristus, dan mengaku Kristus adalah pemilik kehidupan kita. Di dalam hiruk pikuknya peristiwa kehidupan yang kita alami: Apakah saudara menghadapi pergumulan, apakah Anda merasakan penderitaan dan beban berat, apakah Anda menghadapi persoalan karena hidup anak-anakmu tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, mari terimalah Yesus dalam hidupmu. Kita berseru Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu ya Allah. Salam Reminiscere. Amin

Komentar dimatikan

ACARA MINGGU REMINISCERE

1.       PANGGILAN BERIBADAH  & SALAM

L      :   Terpujilah Tuhan Allah yang telah memperkenankan kita bersekutu dalam ibadah minggu Reminiscere hari ini. Kami  mengucapkan selamat datang dan salam sejahtera bagi seluruh jemaat. Kiranya damai sejahtera  Tuhan, memberkati saudara sekalian.

J      :   Selamat hari Minggu dan salam sejahtera  kami ucapkan kepada seluruh Majelis Jemaat. Semoga damai sejahtera Allah menyertai kita sekalian. “Horas, horas, horas.”

L      :   Tuhan telah menunjukkan kasih setianya kepada kita selama satu minggu ini. Dia menyertai, membimbing dan menuntun kita dalam melakukan segala aktifitas maupun  kehidupan kita hari demi hari. Oleh karena itu marilah kita memuji dan memuliakan Dia dengan menyanyikan nyanyian “Datanglah Ke BaitNya.”

Bernyanyi  NR “Datanglah ke BaitNya ”

Datanglah ke baitNya, dengan hati bersyukur

Ke dalam pelataranNya, dengan hati bersuka

Rasakan dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan

Bagi yang berlindung padaNya;,; akan bersorak-sorai 2x

Bersyukurlah  kepada Tuhan, sebab Ia Baik

Bahwasanya ’tuk selamanya, kasih setiaNya

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik

Bahwasanya ’tuk selamanya, kasih setiaNya

L      :   Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!  Kuduskanlah bait Tuhan dengan nyanyian syukurMu!

J      : Bernyanyi  NR  “Ku Datang Ke HadiratMu”

Ku datang ke hadiratMu membawa pujian

Dengan seg’nap hatiku ku memuji Engkau.

Ya Tuhan Allahku, Kau patut ditinggikan.

Sembah Mulialah namaMu di bumi. Sembah Mulialah namaMu.

Reff:

(Ku sembah Kau) 2x  di tempat yang maha tinggi.

S’gala puji hormat kemuliaan bagiMu Tuhan.

(Ku sembah Kau) 2x di tempat yang MahaKudus

Allahku …. Ya Rajaku.

L     :   Marilah kita arahkan hati, roh, pikiran serta seluruh hidup kita kepadaNya. Tuhan itu kudus, oleh karena itu kuduskanlah hatimu. Berdiri di altarNya dengan hati yang suci, marilah bangkit berdiri …., kita sembah Dia yang telah hadir untuk kita.

J      :   (menyanyikan) NR. “Kini Saatnya Berdiri di AltarNya”

Kini saatnya berdiri di altarNya. Sbab Allah Maha Kudus, hadir disini.

Mari memuji angkat tangan menyembah.

Sbab Allah Maha Kudus, hadir disini. Kita masuk tahta suciNya

Bersama para Malaikat, menyembah

Mari puji Yesusku, kita masuk hadiratNya, maha kudus

2.        VOTUM – INTROITUS – DOA

L      :   Di dalam mengucap syukur kepada Tuhan Allah Bapa, AnakNya Yesus Kristus dan Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi, kita buka ibadah ini.

J      :   Amin.

L      :   Ingatlah akan rahmatMu dan kasih setiaMu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.

J      : Janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku. KepadaMu ya Tuhan, kuangkat jiwaku. Janganlah kiranya aku mendapat malu.

L      :   Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya. Haleluya.

J      :   (menyanyikan ”Haleluya,Haleluya,Haleluya”)

L      :   Mari kita berdoa : Yesus Kristus Tuhan kami ! Engkaulah hidup dan pendamaian kami dengan Allah. Kami memuji namaMu dan mengucapkan terima kasih atas karya penyelamatan Tuhan kepada kami. Sertailah kami dengan kasihMu agar kami selalu mengingat Engkau yang telah menderita dan mati untuk kami dan agar kami menyesali dosa kami. Kuatkanlah hati dan jiwa kami untuk percaya dan hidup di dalam kasih serta tahu memuji dan berterima kasih kepadaMu, dan agar kami setia mengikuti Engkau sampai mati.     Ya Tuhan Yesus, padaMu sajalah pujian di tengah jemaatMu yang telah Engkau tebus dengan darahMu yang Kudus, sekarang sampai selama-lamanya. Amin.

— duduk —

3.      Bernyanyi NR “ARBAB”

Jiwaku ingin bernyanyi, serta tubuhku menari-nari

Oooh.. menunjukkan sukacita, tas kasih Tuhan kepadaku

Kan kutiup sangkakala, atau seruling dengan rebana

Oooh.. kan kumainkan kecapi, memuji Tuhan mukalisku

Haleluya ku kan memuji Tuhanku, kan kunyanyikan selamanya

Gendang ceracap atau gong serta rebab, akan kutabuh membesarkan namaNya

Oooh pantun syair dan seloka akan kucipta akan kugubah

Oooh jadi nyanyian yang indah memuji Tuhan mukhalisku

— berdiri —

Da tama endehononku, pamujionku di Debatangku

Oooh… da tama halashononku, denggan basaNa pangolu au

Pujionku ma Jahowa marhite sordam manang tulila

Ooh pangkeonku dohot arbab, mambahen sangap di Tuhan i

Haleluya sai pujionku Tuhan i, pasangaponku goarNa i

Tung saluhut angka uning-uningan i, naeng pangkeonku baen pujian nauli

Oooh paluonku ma sarune rap dohot ogung mardongan odap

Oooh rap dohot parhinaloan, endehononku Tuhanta i.

 

4.    PEMBACAAN HUKUM  TAURAT

L      : Saudara-saudara yang kekasih ! Dengarkanlah Hukum Tuhan bagi kita di Minggu ini, yang tertulis dalam kitab Pengkhotbah 5:1-6 5:1 Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.

J      : Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.

L      : Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.

J      : Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.

L      : Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?

J      : Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.

L      : Demikianlah pembacaan Hukum Tuhan, oleh karena itu marilah kita memohon kekuatan kepada Tuhan.

L&J : Ya Tuhan kuatkanlah kami di dalam melakukan yang sesuai dengan hukumMu. Amin.

5. Bernyanyi KJ. 33 : ”SuaraMu Kudengar”

SuaraMu kudengar memanggil diriku,

supaya ‘ku di Golgota di basuh darahMu!

Aku datanglah, Tuhan, padaMu;

Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

— berdiri —

Kaupanggil diriku, supaya kukenal iman,

harapan yang teguh dan kasihMu kekal.

Aku datanglah, Tuhan, padaMu;

Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

6.        DOA PENGAKUAN DAN BERITA ANUGERAH

L.     :   Saudaraku! Dihadapan takhta rahmat Tuhan, marilah kita tunduk dalam penyesalan. Dari lembah sengsara, marilah kita berseru dan membawa dosa-dosa kita kepadaNya. Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang Mahakuasa. Engkau mengasihi kami orang yang hina dan tercela ini. Kami datang kehadapanMu mengaku segala dosa dan kesalahan kami.

— Organ KJ. No. 29 ”Dimuka Tuhan Yesus”—

L : Ya Allah, Sang Pencipta langit dan bumi kami mengaku dosa: bahwa Ada begitu banyak manusia ciptaanMu di negeri ini yang mati menjadi korban akibat kekerasan maupun konflik yang terjadi. Kasihanilah kami, ya Allah. Ajarilah kami agar lebih menghargai nyawa manusia dan menaruh hormat kepada martabat ciptaanMu. Secara khusus ajarlah kami supaya menghormati hak-hak orang miskin di negeri ini. Mampukanlah gerejaMu mencontoh Kristus membela saudara-saudara Kristus yang miskin, kecil dan menderita dan sengaja dilupakan oleh bangsa ini.

J      :   Kasihanilah kami Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami…

L      :   Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, kasihanilah kami. Bangsa dan negara kami  Indonesia sangat prihatin. Berbagai bencana dan musibah datang silih-berganti, memporak-porandakan kehidupan kami. Lihatlah dan kasihanilah kami, ya Allah. Kami mengaku banyak penderitaan ini akibat kesalahan dan kecerobohan kami sendiri. Kami mengaku dosa: kami tidak perduli kepada keutuhan dan kelestarian alam yang Kauciptakan. Kini kami seluruhnya menuai akibat perbuatan kami: banjir bandang di aceh, gempa dan tsunami di Jepang, kelaparan dan kemiskinan, bahkan hilangnya keanekaragaman hayati ciptaanMu.

— hening/organ KJ.No. 29 ”Dimuka Tuhan Yesus” —

L      :   Ya Allah…! Desaklah kami ikut berjuang demi tegaknya hukum dan keadilan, kemerdekaan dan perdamaian dunia ini. Karuniakanlah kami Roh Kudus, agar kami mempersatukan diri dengan Kristus melawan kuasa-kuasa kelaliman yang merendahkan martabat manusia dan merusak bumi ciptaanMu. Begitu dahsyatnya penderitaan yang dialami saudara-saudara kami yang ada di Jepang akibat gempa dan tsunami, di Aceh akibat banjir bandang. Anak-anak kehilangan orangtuanya, orang tua kehilangan keluarganya; banyak dari antara mereka yang meregang nyawa akibat bencana nuklir yang sulit disembuhkan. Anak-anak menangis mencari orangtuanya, lapar dan haus. Tuhan… janganlah kiranya Engkau marah kepada kami… Kami tidak tahan mendengar dan melihat kengerian tsunami ini… Kasihanilah kami ya Allah… Ampunilah dosa-dosa kejahatan kami..
Pulihkanlah kehidupan saudara-saudara kami yang tertimpa gempa dan tsunami..
Ya Tuhan, ampunilah kami, kasihanilah bangsa kami ini…

J      : Bernyanyi NR ” YESUSKU PENY’LAMATKU”

Yesusku, peny’lamatku, tiada yang s’perti Engkau.

Setiap hari, kumemuji, keajaiban kasihMu Penghibur,

Pelindung, menara kekuatan Biarlah semua yang bernafas

Tak berhenti menyembahMu……

Nyanyi dan bersoraklah bagi Dia, Pujian hormat kuasa bagi raja

Gunung tunduk laut bergelora, Mendengar namaMu

Kubersuka atas perbuatanMu, S’lamanya kukasihi engkau Tuhan

Tiada janji s’perti yang ada padaMu.

L.     :   Saudaraku! Jika pengakuan kita jujur, tulus dari keluhan hati kita yang terdalam, maka dengarkanlah janji Tuhan tentang pengampunan dosa-dosa kita: “Sekalipun dosamu merah seperti kermizi, akan menjadi putih seperti salju. Sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Segala kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi.

L + J    :  Amin. — jemaat duduk —

7.    Bernyanyi  “Kasih Allahku sungguh t’lah terbukti

Kasih Allahku sungguh t’lah terbukti, Ketika Dia serahkan anakNya

Kasih Allah mau berkorban bagi kau dan aku, Tak ada kasih seperti kasihMu

Bersyukur..bersyukur…bersyukurlah, Bersyukur karna kasih setiaMu

Kusembah…kusembah…kusembah dan kusembah

Slama hidupku kusembah Kau Tuhan

— dinyanyikan 2 kali —

8.    PEMBACAAN  EPISTEL  :  ROMA 5:1-5

L      :   Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

J      :   Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

L      :   Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

J      :   dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

L      :   Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Berbahagialah yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya.

J      : Amin.

9.    BERNYANYI 2X  NR “KUCARI WAJAHMU”

Kucari wajahMu temukan kasihMu. Kau bukan Tuhan yang jauh dariku

Kupanggil namaMu kudengar jawabMu, Kau Tuhan yang slalu dengar seruan hatiku

Sungguh indah Kau Tuhan, penuh kasih dan sayang.

Kau tempat Penghiburan.  Bagi setiap hati yang terluka.

Sungguh indah Kau Tuhan, menara perlindungan.

Kau sumber kekuatan, bagi semua orang yang membutuhkan.

— dinyanyikan 2 kali sembil berdiri—

10. PENGAKUAN  IMAN  RASULI

L      : Bersama-sama orang percaya di seluruh dunia, marilah kita    mengaku Iman Kepercayaan kita.

J      : Aku percaya ….dst.

duduk—

11. WARTA JEMAAT DAN DOA SYAFAAT

12.  Bernyanyi KJ. 388 “S’LAMAT DI TANGAN YESUS”

S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya;

Dalam  teduh kasihNya aku bahagia.

Lagu merdu malaikat olehku terdengar

Dari neg’ri mulia: damai sejahtera.

S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya;

Dalam teduh kasihNya aku bahagia.

S’lamat di tangan Yesus, aku tent’ram penuh;

Dosa pun dan cobaan jauh dari diriku.

Duka, cemas dan bimbang, kuasanya tak tetap;

Goda dan air mata akan seg’ra lenyap.

S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya;

Dalam teduh kasihNya aku bahagia.

— musik —

Yesus, Perlindunganku, t’lah mati bagiku;

PadaNya ‘ku percaya: Yesus kekal teguh.

Biar bertabah hati   ‘ku manantikanNya

Sampai hariNya tiba dan fajar merekah.

S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya;

Dalam teduh kasihNya aku bahagia.

 

13.   K H O T B A H   :  MATEUS 12: 38-42

14. Bernyanyi NR “Kau Yang Terindah”

Kau yang terindah, di dalam hidup ini,

Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau.

Besar perkasa penuh kemuliaan.

Kau yang termanis di dalam hidup ini.

Kucinta Kau lebih dari segalanya.

Besar kasih setiaMu kepadaKu.

Kusembah Kau Ya….Allahku. Kutinggikan NamaMu selalu.

Tiada lutut tak bertelut, menyembah Yesus Tuhan Rajaku.

Kusembah Kau, Ya Allahku. Kutinggikan namaMu selalu,

Semua lidah ‘kan mengaku, Engkaulah Yesus Tuhan Rajaku…

 

Wnt: Kau yang terindah, di dalam hidup ini,

Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau.

Besar perkasa penuh kemuliaan.

Pria: Kau yang termanis di dalam hidup ini.

Kucinta Kau lebih dari segalanya.

Besar kasih setiaMu kepadaKu.

Semua: Kusembah Kau Ya….Allahku. Kutinggikan NamaMu selalu.

Wnt : Tiada lutut tak bertelut, menyembah Yesus Tuhan Rajaku.

Semua: Kusembah Kau, Ya Allahku. Kutinggikan namaMu selalu,

Pria : Semua lidah ‘kan mengaku, Engkaulah Yesus Tuhan Rajaku…

— musik —

15. DOA  PERSEMBAHAN,  BAPA  KAMI,  BERKAT

16. Nyanyian Sukacita NR ”Sayang-Sayang”

Sayang–sayang di sayang, Aku disayang Tuhan

Aku diangkat jadi anakNya, Aku di sayang Tuhan.

Glory, glory, glory hallelu..uyah, Glory, glory puji Tuhan

 

Komentar dimatikan

MARTA DAN MARIA

JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT –TULUSLAH BERBAKTI KEPADA TUHAN

(Lukas 10: 38-42)

Saudara tentu pernah menyambut tamu di rumah, bukan? Masih ingatkah apa yang saudara lakukan saat itu? Banyak orang sengaja merepotkan diri berbelanja, memasak, pulang kerja lebih cepat dan merapikan rumah yang selama ini berantakan, hanya agar dapat menyambut tamu dengan kehangatan maksimal. Jelas ini wujud kasih yang besar terhadap tamu-tamu kita. Ketika dikunjungi Tuhan Yesus di rumahnya, Marta melakukan hal yang sama pula. Sebagai tuan rumah yang baik, Marta juga sibuk menghidangkan sesuatu untuk Tuhan Yesus. Lalu kenapa kemudian nampak ada persoalan di dalam pertemuan itu? Kenapa di akhir cerita Tuhan Yesus nampak lebih menghargai Maria daripada Marta?

Rasanya Marta dan Maria masing-masing telah melakukan tugas dengan benar. Yang seorang menemani Tuhan Yesus, yang lain menyiapkan hidangan. Bayangkan betapa hausnya Tuhan Yesus jika Maria dan Marta hanya mendengarkan-Nya berbicara. Tetapi juga betapa kasihannya Dia jika ditinggal sendirian di ruang tamu, sementara tuan rumah sibuk memasak di dapur. Jadi, baik Maria maupun Marta patut dihargai karena kesigapan masing-masing. Sambutan dan pelayanan mereka itu sudah hampir sempurna. Hanya saja ada satu kekurangan, dan itu muncul dari Marta. Bukan karena pekerjaannya, tetapi sikapnya yang terlalu sibuk. Ketika mulai kewalahan melayani, mulai jugalah Marta cemburu dan iri kepada adiknya, Maria, yang hanya duduk mendengar Tuhan Yesus. Ia merasa bekerja sendiri, sibuk sendiri dan capek sendiri, sementara yang lain santai seolah tak peduli. Cemburu dan iri hati ini kemudian melahirkan kemarahan. Sekalipun halus, namun dirasakan Yesus sehingga Ia menasehati dengan lembut: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara”. Paduan cemburu, iri hati dan kemarahan itulah yang kemudian merenggut sukacita dan kerelaan Marta dalam melayani. Sukacitanya berganti sungut-sungut. Kerelaan menjadi tuntutan. Pelayanan berubah menjadi pekerjaan, yang dilakukan separuh hati.

Saudara! Sadar atau tidak pengalaman Marta ini sering terjadi di dalam kehidupan kita: Sukacita hilang ketika kita merasa tidak ada yang peduli dengan pelayanan kita. Kita seolah bekerja sendiri, tidak dipandang dan juga tidak mendapat pertolongan; Sukacita hilang ketika kita merasa pelayanan orang lain lebih ringan daripada pelayanan kita. Kita suka membanding-bandingkan; Sukacita hilang ketika hati kita tidak lagi fokus pada pihak yang kita layani. Sukacita Marta hilang karena ia hanya memikirkan berat pekerjaannya, yang tidak mampu dihadapinya sendiri. Akibatnya, penghargaannya berkurang pada Tuhan Yesus yang hanya duduk dan ngobrol dengan Maria. Sikap Marta ini dinilai sebagai tindakan menyusahkan diri sendiri, sebab bukan makanan yang dicari Tuhan Yesus, melainkan makna persekutuan. Persekutuan itu terjalin antara Tuhan Yesus dan Maria, dan itu lebih utama daripada makanan jasmani; sebab manusia hidup bukan dari roti saja tetapi terlebih oleh firman Tuhan yang mampu menghidupkan jiwa-jiwa yang telah mati.

Saudara! Melayani tanpa sukacita itu melelahkan. Melayani tanpa kerelaan itu merugikan. Melayani tanpa memandang kepada Tuhan tentulah juga sia-sia. Jika begini terus kita hanya mendapat kekecewaan dan kepahitan hati. Oleh karena itu, mari berikan hati kita kepada Tuhan sepenuhnya. Hanya dengan begitu, kita akan mampu melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, bukan semata untuk manusia. Dengan begitu pula, maka tidak ada lagi ruang untuk kecemburuan, iri hati dan kemarahan. Amin.

Komentar dimatikan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.017 pengikut lainnya.