ACARA NATAL I, 25 DES 2010

(Catatan:  Semua Parhalado Jemaat berangkat dari ruang Konsistori setelah berdoa. Kemudian berdiri di depan altar untuk menyampaikan Selamat Hari Natal kepada semua jemaat di pimpinm oleh P= Pemimpin Ibadah)

01. SALAM DAN PANGGILAN BERIBADAH PESTA NATAL

P1  :  Pada hari ini 25 Desember 2010, merupakan puncak dari semua Perayaan Natal memperingati Kelahiran Sang Juruselamat kita Tuhan Yesus Kristus. Semua orang percaya berkumpul mengucap syukur atas kasih karunia Allah yang telah mengirim AnakNya Tuhan Yesus Kristus menjadi Juruselamat Manusia. Kami Parhalado Jemaat ini menyampaikan ucapan selamat hari Natal kepada semua jemaat :

Phl :  Selamat Hari Natal bagi semua jemaat! Anugerah daripada Tuhan Yesus  Kristus dan kasih sayang Allah Bapa dan Persekutuan dengan Roh Kudus kiranya menyertai kamu sekalian hari  ini dan untuk selama-lamanya!”

J     :  Selamat Hari Natal juga bagi semua Bapak/Ibu Parhalado jemaat ini. Anugerah daripada Tuhan Yesus Kristus dan kasih sayang Allah Bapa dan Persekutuan dengan Roh Kudus juga menyertai Bapak/Ibu sekalian!”

P2  :  Untuk mensyukuri Hari yang Kudus ini marilah kita semua saling berjabat tangan di dalam kasih dan persaudaraan!

J     :  (Berdiri dan berjabat-tangan . . . /kemudian duduk di bangku masing-masing).

SL   :  (Mangendehon) “We wish you a Merry Christmas!” 2 x

5   !  1       1  .   2   1    7  !    6    6     .  6   !   2   2    .    3   2     1    !   7

We   wish  you  a Mer-ry  Christ-mas  we  wish you   a  Mer- -ry   Crist-

7    .  7   !  3   3   .    4   3      2   !  1      6    6       6   5  !   1      7       1  .     !!!

mas we wish  you  a   Mer-ry  Christ-mas and  a Hap- -py New Year

S    :  (Endehon: “Selamat Ari Natal):

(Selamat Ari Natal, Selamat Ari Natal, Selamat Ari Natal, dohot Taon Baru) 2x

P1  :  Silakan duduk! Saudara! Marilah kita menyambut hari Natal ini dengan bernyanyi KJ. No. 119 “Hai Dunia Gembiralah”

02. NYANYIAN KJ. No. 119 : “Hai Dunia, Gembiralah”

Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu ! Di hatimu terimalah !

Bersama bersyukur, bersama bersyukur, bersama-sama bersyukur !

— berdiri —

Hai dunia, elukanlah Rajamu , Penebus ! Hai bumi, laut, gunung, lembah,

Bersoraklah terus, bersoraklah terus, Bersorak-soraklah terus !

03. VOTUM-INTROITUS-DOA

P2  :  Marilah kita memulai Ibadah Pesta Natal menyambut kelahiran Tuhan Yesus Kristus ini di dalam Nama Allah Bapa, AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus.

J     :  Amin

P1  :  Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

J     :  ( Menyanyikan :  Reff KJ 101 …)

Glo…ria, in excelsis Deo, Glo…ria, in excelsis Deo

P2  :  Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah! Kami mengucapkan terimakasih kepadaMu karena kasih sayangMu kepada kami. Engkau memberikan AnakMu yang Tunggal itu kepada kami, menyelamatkan kami dari dosa dan kematian yang selama-lamanya. Kami memohon kepada Tuhan, terangilah hati kami yang gelap ini dengan Roh Kudus. Ajarlah kami supaya kami tahu mengucapkan terimakasih kepadaMu supaya kami terhibur juga di dalam kesengsaraan dan pencobaan karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin” (Jemaat duduk kembali)

04. NYANYIAN KJ.No. 101 “Alam Raya Berkumandang”

P1  :  Firman Allah sudah turun dari sorga, Dialah Yesus Kristus yang sudah menjadi daging dan tinggal bersama-sama dengan kita. Mari kita nyanyikan dengan sukacita!

KJ. No. 101 “Alam Raya Berkumandang “

Alam raya berkumandang oleh pujian mulia

Dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema

Reff: Glo…ria, in excelsis Deo, Glo….ria, in excelsis Deo

Sudah lahir Jurus’lamat, itu berita lagunya

Puji dan syukur dan hormat, dipersembahkan padaNya.

Reff: Glo…ria, in excelsis Deo, Glo….ria, in excelsis Deo

05. MEMBACA HUKUM TUHAN

P2  :  Taurat Tuhan bagi kita dalam Ibadah Pesta Natal hari ini tertulis dalam Lukas 2:10-12 demikian bunyinya : “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

J     :  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

P1  :  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”

J     :  Ya Tuhan Allah kuatkanlah kami untuk melakukan segala yang Engkau perintahkan bagi kami. Amin.

06. NYANYIAN KJ No. 106 “Bernyanyilah Merdu”

P2  :  Kelahiran Yesus sangat sederhana, di kandang domba. Namun, Ia adalah orang terhormat dan mulia, Dialah Terang dunia. Terima dan sambut Dia serta mohon pengampunan dosa dariNya!

Bernyanyi KJ. No. 106 : “Bernyanyilah Merdu”

Bernyanyilah merdu, lambungkanlah syukur!

Jurus’lamat  Dunia dan Surya Hidupmu,

Terbaring di palungan di malam yang Kudus

Yesus, Penebus, Yesus, Penebus

—– Berdiri —-

PadaMu yang lembut’ ku datang bertelut

Kau menanggung dosa Seluruh umatMu,

Dan Kau beri sentosa mengganti kemelut

‘Ku sembah sujud, ‘kusembah sujud

07. MOHON PENGAMPUNAN DOSA

P1  :  Saudara-saudara yang terkasih, saat kita merayakan Hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus, selayaknyalah kita mengingat dosa-dosa dan pelanggaran kita serta merendahkan diri di hadapan Tuhan untuk mengaku dosa-dosa kita. Marilah kita berdoa:  Ya, Tuhan Allah Yang Mahakasih dan Mahakudus, kami menyadari begitu besar kasih setiaMu kepada kami. Engkau telah menganugerahkan AnakMu Yang Tunggal, Tuhan Yesus Kristus ke dunia ini. Yesus yang lahir dalam kandang domba yang hina, menderita dan mati di kayu salib sebagai Juruselamat bagi kami. Kini kami datang dalam kerendahan hati mengaku dosa di hadapanMu.

J     :  Tuhan, kasihanilah kami dan ampunilah kesalahan kami!

P2  : Ya Tuhan, sesungguhnya kami tidak layak menerima kasihMu. Kami menyadari betapa sering sikap kami menyimpang dari ajaranMu. Bumi yang indah yang Kau ciptakan bagi kami, kini telah rusak karena keserakahan kami. Kebebasan yang Engkau berikan telah kami salah-gunakan. Kejahatan meraja-lela di mana-mana, sehingga umatMu banyak yang menderita akibat kesalahan kami. Kini kami datang dalam kerendahan hati mengaku dosa di hadapanMu.

J     :  Tuhan, kasihanilah kami dan ampunilah kesalahan kami!

P1  :  Kami kurang perduli akan kelestarian alam dan lingkungan kami. Hutan dan gunung tidak lagi hijau akibat perbuatan kami yang semena-mena. Kini bahaya banjir dan bencana alam pun mengancam hidup kami. Banyak orang yang kehilangan jiwa, keluarga, harta milik bahkan tempat tinggalnya akibat banjir dan tanah longsor di negeri kami. Ya Tuhan! Kini kami datang kepadaMu memohon:

J     :  Tuhan, kasihanilah kami dan ampunilah kesalahan kami!

P2  :  Krisis yang berkepanjangan di tengah-tengah bangsa dan negara kami, dan juga berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini, sering membuat iman kami tersesat, sehingga kami melupakan Engkau. Cahaya iman kami sering menjadi hilang dan kebenaranMu tersingkirkan oleh ulah kami. Peperangan, pembunu-han, pemerkosaan, bunuh diri, dan pergaulan bebas, telah melanda kehidupan dunia ini. Krisis ekonomi yang berke-panjangan, sulitnya memperoleh kesempatan kerja, senantiasa menghiasi kehidupan kami sebagai warga bangsa.  Ya Tuhan! Kini kami datang kepadaMu memohon:

J     :  Tuhan, kasihani dan ampunilah kesalahan kami!

P1  :  Kerasnya persaingan hidup kadang-kadang membuat kami tidak perduli akan sesama. Kami hanya mengasihi diri kami, bahkan menutup diri terhadap realitas di sekeliling kami. Kami juga sering terlalu banyak bicara, banyak mengkritik tapi hanya sedikit berbuat. Kami ingin diperhatikan tapi kurang memperhatikan orang lain. Ya, Tuhan, kami bersalah di hadapan-Mu, kasihanilah kami.

J     :  Menyanyikan ” YESUSKU PENY’LAMATKU

Yesusku, peny’lamatku, tiada yang s’perti Engkau.

Setiap hari, kumemuji, keajaiban kasihMu

Penghibur, Pelindung, menara kekuatan

Biarlah semua yang bernafas, Tak berhenti menyembahMu……

Nyanyi dan bersoraklah bagi Dia, Pujian hormat kuasa bagi raja

Gunung tunduk laut bergelora, Mendengar namaMu

Kubersuka atas perbuatanMu, S’lamanya kukasihi engkau Tuhan

Tiada janji s’perti yang ada padaMu.

P2  :  Allah yang Mahamurah dan Mahapengasih mengampuni engkau. Dosa-dosamu diampuniNya. Pelanggaranmu  dihapuskanNya. Percayalah kepadaNya. Inilah janji keselamatanmu: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha tinggi.

J     :  Amin.

—– Duduk —–

7.   Menyanyikan KJ No. 99 : 1 ” Gita Sorga Bergema “

Gita sorga bergema, lahir Raja Mulia, Damai dan sejahtera

Turun dalam duunia, Bangsa, bangsa bangkitlah, dan bersoraklah serta

Permaklumkan Kabar Baik: Lahir Kristus, T’rang ajaib!

Gita Sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

Raja Damai yang besar, Surya Hidup yang benar,

Menyembuhkan dunia dalam naungan sayapNya,

Tak memandang diriNya bahkan maut dit’rimaNya,

Lahir untuk memberi hidup baru abadi !

Gita sorga bergema, ” Lahir Raja mulia ! “

08. MEMBACA EPISTEL : 1 JOHANES 2:28-3:1-3

P1  :  Epistel di Perayaan Natal hari ini tertulis dalam Kitab 1Johanes 2:28-3:1-3 marilah kita baca secara bergantian

P2 : Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

J      :   Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

P1   :   Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

J      :   Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

P2   :   Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

P1   :   Berbahagialah orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan melaksanakannya  dalam hidupnya masing-masing!

Semua: “Amin!”

09. KOOR  :

10. NYANYIAN KJ NO. 123 “Slamat,Slamat Datang”

P1  :  Melalui kelahiran Yesus, Juruselamat dunia, pintu sorga telah dibukakan buat orang percaya; ia akan mendapatkan kasih karunia dan keselamatan yang kekal. Mari kita sambut Yesus dengan nyanyian berikut :

Bernyanyi Kj. No. 123 : 1 + 3 ” S’lamat, S’lamat Datang”

S’lamat, s’lamat datang, Yesus Tuhanku!

Jauh dari sorga tinggi kunjunganMu

S’lamat datang Tuhanku, ke dalam dunia

Damai yang Kau bawa tiada taranya. Salam, Salam!

—– Berdiri —–

Nyanyian malaikat nyaring bergema; gembala mendengarnya di Efrata

Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!

Dalam kandang domba kau dapat bertemu.” Salam, salam!

11. PENGAKUAN IMAN

P2  :  Marilah kita menyaksikan iman kepercayaan kita bersama dengan semua orang percaya di seluruh dunia ini. Tahatindangkon ma haporseaonta i, rap ma hita mandok:

P+J :  Aku percaya kepada Allah Bapa   . . . “ dst

………….Duduk……………….

12. KOOR:

13. WARTA JEMAAT

14. MENYANYIKAN KJ No. 110 “Di Betlehem Tlah Lahir”

P1  :  Dalam iman, marilah kita menuju kandang domba Betlehem untuk menemui bayi Yesus. ‘Iman’, itulah kandang domba bagi kita, di dalam iman kita menyambutNya sebagai Allah, berilah hatimu sebagai persembahan yang kudus bagiNya, mari kita sambut dengan nyanyian berikut!

Bernyanyi KJ.No.110:“Di Betlehem t’lah lahir

Di Betlehem t’lah lahir, seorang Putera

Semoga ‘ku menjadi abadi milikNya

Sungguh, sungguh, abadi milikNya

Hatiku kubenamkan di dalam kasihNya

PadaNya kuserahkan diriku s’lamanya

Sungguh, sungguh, diriku s’lamanya

~ ~ ~ ~ Organ ~ ~ ~ ~

Ya, Yesus, Kau kucinta sepanjang hidupku

Bagiku makin indah cahaya kasihMu

Sungguh, sungguh, cahaya kasihMu

Tandanya kuaminkan jaminan janjiMu

Padamu kutitipkan seluruh hatiku

Sungguh, sungguh, seluruh hatiku

~ ~ ~ ~ Organ ~ ~ ~ ~

15. KHOTBAH  : LUKAS 2  : 1 – 7

16. MENYANYIKAN  KJ,No. 109 “Hai Mari Berhimpun”

P2  :  Ketika Yesus lahir, sebuah bintang yang aneh muncul menandakan kelahiran Sang Juruselamat. Sambutlah Dia agar hatimu tenang di kala menghadapi berbagai tantangan hidup. Sembahlah Dia Juruselamatmu dan beri persembahan yang layak untuk Dia Raja Sorga.

Bernyanyi KJ No. 109 : 1 – 6 ” Hai Mari Berhimpun “

Hai mari, berhimpun dan bersuka ria ! Hai mari semua ke Betlehem !

Lihat Yang Lahir Raja bala sorga ! ( Sembah dan puji Dia, 3X), Tuhanmu !

Wnt: Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t’lah turun menjadi manusia.

Allah sendiri dalam rupa insan ! ( Sembah dan puji Dia, 3X), Tuhanmu !

Pria: Gembala dipanggil dari padang raya menuju paluanganNya yang rendah.

Kita pun turut bergegas ke sana ! ( Sembah dan puji Dia, 3X) Tuhanmu !             ~ ~ musik ~ ~

Wnt: Cahaya abadi dari Allah Bapa, kentara berwujud di dunia

Pria : Anak Ilahi berbalutkan lampin

Semua: Sembah dan puji Dia, 3X), Tuhanmu !

Demi kita ini, Ia sudah lahir, peluk Dia dalam iman teguh

Cinta kasihNya patut kita balas, (Sembah dan puji Dia 3X), Tuhanmu

17. PENGUTUSAN

Pdt :  Pujilah Tuhan, karena kasih setiaNya telah dinyatakan kepada kita dan kepada dunia dunia. Kristus telah lahir ke dunia menyatakan pendamaian Allah dengan manusia. Setiap orang yang percaya kepadaNya dibebaskan dari dosa dan  maut

J     :  Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepadaNya.

Pdt :  Beritakanlah, Raja Damai telah lahir dan hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. Berdamailah dengan dirimu dan berdamailah dengan sesama. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, kembalilah ke dalam kehidupan dan pelayananmu sehari-hari dalam damai dan sejahtera. Lakukanlah yang baik, jangan yang jahat, supaya engkau memperoleh berkat Tuhan.

J     : Menyanyikan Kj. No. 119 : ” Hai Dunia, Gembiralah”

Hai dunia, elukanlah Rajamu, Penebus! Hai bumi, laut, gunung, lembah,

Bersoraklah terus, bersoraklah terus, Bersorak-soraklah terus.

18. DOA PERSEMBAHAN – DOA NATAL – BAPA KAMI – BERKAT.

19. BERJABAT TANGAN

Komentar dimatikan

NATAL UMUM 24 DESEMBER 2010

01. PANGARADEON

A. Sude parhobas marpungu di ruang Konsistori

B. Prosesi (mamasuhi Gereja)

1.      Siboan Lilin Natal : Galak

2.      Pemimpin Liturgis/Paragenda

3.      Parjamita

4.      Sude Parhalado

C. Mardalan barisan prosesi:

… Di tingki mardalan barisan prosesi adong ma na mangendehon Nyanyian Song Leader BE. HKBP No.616:1 “Uli na i di borgin na badia…

Uli na i di borgin na badia humirdophirdop do bintang disi.

Di borgin i do tubu Sipalua di panggagatan di Betlehem i.

Portibi on dangol gok haholomon marnida sondang ni Tuhanta i.

Uli na i marende do suruan di borngin i do tubu Kristus i

Di borngin i do tubu Kristus i.

O Holy Night the stars are brigtly shining it is the night of the dear Saviour’s birth. Long lay the world in sin and error paining till He appeared and the soul felt it’s wort. The thrill of hope the weary world rejoices for yonder breaks a new and glrorius morn. Fall on your kness o hear the angel voices oh night divine oh night when Christ was born. Oh night o holy night, o night divine.

I. HATA PATUJOLO

L1  : Selamat Ari Natal ma di hita saluhutna! Hamuna dongan sahaporseaon, tama do hita mandok mauliate tu Jahowa bornginon, ai dipapungu asi ni rohaNa do hita laho manghalashon parningotan di ari hatutubu ni Tuhanta Jesus manobus dosa ni portibi on. Beta hamu ma… itaendehon ma Jahowa, itasomba ma Kristus partanobatoan ni hatuaonta.

H    :  Ria ma hita mandapothon Jesus naung tubu I, itaolophon ma Ibana marhitehite puji-pujian  dohot unduk serep ni rohanta. Beta hamu itaendehon ma Jahowa, itaolophon ma partanobatoan ni hatuaonta.

L2  :  Taparade ma dirinta asa tasomba Tuhantai dibagasan dame dohot las ni roha. Tabaritahon ma hata on: “Nunga tubu Kristus! Nunga songgop hadameon!” asa saluhut jolma taruli di las ni roha naung pinarade ni Kristus. Andorang so tapungka kebaktianta, jumolo ma hita martangiang dibagasan rohanta be, martangiang ma hita. ………Amen. Marende ma hita!

1. Marende BE No.57  “Nunga Jumpang Muse”

Nunga jumpang muse ari pesta i, hatutubu ni Tuhanta Jesus i

Tuat do Ibana sian surgo i mebat tu hita on

Hasangapon di Debata dame dame ma di jolma

Lasniroha ni Debata hajolmaon muse.

Beta ale dongan tu Betlehem i, itasomba ma dakdanak na disi

Na tinongos ni parasi roha i, Debata Ama i

Hasangapon, du………                                   (jongjong)

Somba nami ma di Ho na tubu on Ho siboan dame tu portibi on

Sai pasaorhon ma tu rohanami on dameMi o Jesus

Hasangapon, du………

2. VOTUM – INTROITUS – TANGIANG

L1      : Marhitehite Goar ni Debata Ama dohot Goar ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus dohot Goar ni Tondi Parbadia, na tumompa langit dohot tano on.

J     :   Amen

L2      : Marolopolop tu Debata ma ho, ale sandok tano on, endehon hamu ma hamuliaon ni GoarNa, marmulia ma bahen hamu puji-pujianNa.

J     :   Pinuji ma Debata Jahowa, sasadasa do mambahen halongangan.

L1  :   Ai naung tubu do di hamu saborngin on, di huta ni si Daud, Sipalua i, ima Kristus Tuhan i.

J     :   Pinuji ma Debata Jahowa, sasadasa do mambahen halongangan.

L2  :   Beta hita manungkap dohot marsomba, marsinggang ma hita tu jolo ni Jahowa Sitompa hita, ai Ibana do Debatanta jala hita bangso na pinarmahanNa. Pajojor hamu ma di tongatonga ni angka sipelebegu hamuliaonNa i, di tongatonga ni saluhut bangso angka na binahenNa i. Haleluya.

J     :   (Mangendehon) Haleluya, haleluya, haleluya

L1  :   Martangiang ma hita: Ale Tuhan Debata Amanami na di Banuaginjang, Ama ni Jesus Kristus Tuhannami na tubu di huta Betlehem! Sai pinuji ma goarMu na badia i, ala naung ditingkir Ho hami bangsoM. Ditogutogu Ho do hami sian haholomon tu hatiuron, marhitehite parbarita na Uli, na ro tu tano Batak. Dipadomu Ho do hami, na holang hian sian Ho, gabe saor muse tu Ho. Gok halalas ni roha do hami ala ni i, di na nijouM hami laho manghaporseai Ho, asa dapotan hangoluan na salelenglelengna hami sude Huriam HKBP di sandok portibion. Sai jalo ma hamauliateon ni rohanami, marhitehite AnakMu Tuhan Jesus Kristus Tuhannami.     —hundul—

03. Marende BE No.598  “Bege Ende ni Suruan”

Kristus Raja sian surgo tuat tu portibi on

Tubu sian si Maria lao manobus hita on

Debata na so tarida gabe daging songon hita

Nunga raphon hita be Jesus i, Immanuel

Ende ni suruan i, sangap ma di Tuhan i.

Jesus Raja Hadameon sondang hatigoran i

Panondang ni hangoluan di saluhut jolma i

Dirumari do diriNa lao manobus manisia

Asa unang mate be ala ni dosana be

Ende ni suruan i, sangap ma di Tuhan i.

04. LITURGI NATAL

L1  :  Dimulana i nunga adong Hata i, jala saor tu Debata do Hata i, jala Debata do Hata i. I ma na saor tu Debata dimulana i. Saluhutnai marhite sian Hata i do, umbahen na manjadi; jala ndang adong nanggo sada sian naung jadi i, na so marhite sian Ibana.

Naposo/Remaja:

Dung i ro ma uju i parenta sian Kesar Augustus, ingkon suratan nasa jolma di gomgomanna. Pamilangon parjolo ma i, uju digomgomi si Kirenius tano Siria.

L2  :  Jadi borhat ma sasude, asa disurati, ganup tu bona ni pinasana.

Ama:   Borhat ma nang si Josep, na sian Galilea, sian Nasaret, nangkok tu luat Judea, tu huta ni si Daud, na margoar Betlehem, ala sian pomparan jala marga ni si Daud ibana,

L1  :  Pasurathon dirina rap dohot si Maria, oroanna i, naung gabegabean.

InaJadi di na disini nasida, gok ma ari ni hangoluanna. Ditubuhon ma anak buhabajuna, diborhos ma, dipeakkon ma tu bagasan panggagatan, ala so adong inganan na asing di parmianannasida.

L2  :  Jadi adong ma marborngin di ladang na disini angka parmahan, mangingani pinahannasida.

Ama: Jadi didapothon sada surusuruan ma nasida, jala marsinondang ma sangap ni Tuhan i humaliang nasida, gabe mabiar situtu ma.

L1  :  Alai didok surusuruan i ma tu nasida: Unang mabiar hamu; ai barita halalas ni roha godang do huboan tu hamuna, parsaulian ni sandok bangso i.

Sude: Ai naung tubu do di hamu saborngin on, di huta ni si Daud, Sipalua i, i ma Kristus, Tuhan i!

L2  :  On ma partinandaan di hamu: Posoposo do dapotonmuna, na binorhos peak di panggagatan.

L1  :  Jala tompu ma adong dongan ni surusuruan i torop angka parangan parbanua ginjang, dipuji nasida do Debata, mandok:

Sude: Hasangapon ma di Debata di ginjang, dame ma di tano on, di angka jolma halomoan i.

05. KOOR:

06. Marende BE No. 53 “Di Betlehem Do Tubu”

Tu holong ni rohaNa hubonom rohangkon

Hulehon di Ibana sude na di au on

Olo, olo, sude na di au on.

—jongjong—

Burju naeng lehononku ti Ho rohangkinon,

Asi rohaM Tuhanku urupi au tongtong

Olo,olo, urupi au tongtong.

07. MANOPOTI DOSA & BAGABAGA HASESAAN NI DOSA

L1  :   Huria ni Tuhanta, jongjong do hita nuaeng di adopan ni Debata   Nabadia, dibagasan unduk dohot serep ni roha, tatopoti ma dosanta di jolo ni Debata. Jumolo ma hita martangiang na hohom di bagasan rohanta be.

(Martangiang na hohom huhut diiringi organ BE, No. 182:1)

L2  :   Ale Amanami jala Debatanami na di banuaginjang, parasiroha na sumurung mida hami. Huparhatutu hami do dosa dohot pangalaosionnami na godang i di joloM. Tatap ma hami marhitehite asi ni rohaM, jala sesa ma dosa nami saluhutna ala ni panghophopon ni Anak haholongan ni rohaM, Tuhan Jesus Kristus sipangolu hami.

J     :   Asima rohaM Tuhan, mida au pardosa on.

L1  :   Bagabaga ni Debata taringot tu hasesaan ni dosa: Songon on do panghaholongi ni Debata di portibi on, pola do AnakNa na sasada i dilehon, asa unang mate ganup na porsea di Ibana, asa hangoluan na saleleng ni lelengna di ibana. Hasangapon ma di Debata na di ginjang

J     :   Amen.                                                                                        (Hundul)

08. Marende BE No.52 “Hatuaon Do”

Hatuaon do las ni roha do hatutubu ni Jesus i

Mago do jolma ro ma Tuhanta, las be las be ma rohanta i  (2X)

Hatuaon do las ni roha do hatutubu ni Jesus i

Domu do hita tu Debatanta, las be las be ma rohanta i  (2X)

09. KOOR:

10. MANJAHA EPISTEL: JESAYA 42: 5-9

L2  : Turpuk Epistel di Pesta Natalta di borngin on, tarsurat do di Jesaya 42:5-9, songon on ma didok di turpuk i: Songon on do hata ni Debata Jahowa, sitompa langit, dohot na paherbangkonsa, na pajarar tano on ro di angka suansuananna, na mangalehon hosa tu bangso na maringan di atasna dohot tondi tu angka na mardalani disi.

J     :  Ahu, Jahowa na manjou ho marhitehite hatigoran, jala ahu manogu tanganku; sai ramotanku do ho jala lehononku do ho bahen bangso parjanjian, bahen panondang di angka parbegu.

L1  :  Mambungka angka mata ni halak na mapitung, paruarhon sian hurungan halak na tarhurung, sian bagas hurungan halak na maringan di haholomon.

J     :  Ahu do Jahowa, i ma goarhu! Jala ndang lehononku hasangaponku tu na asing manang hamuliaonku tu angka ganaganaan.

L2  :  Panurirangon angka sian na robi, ida ma, nunga ro, jala angka nambura ahu do paboahon; tagan so martumbur dope nunga hupatubegehon tu hamu.

L1  :  I do sahatna. Martua ma na tumangihon hata ni Debata jala na umpeopsa.

Sude:   Amen!

11. KOOR:

12. Marende BE No.602 “Di Natal Na Parjolo i”

Di natal na parjolo i, parmahan marbongin di ladang i

Tu si do ro suruan i, mandok nunga sorang Mesias i

Noel, Noel, Noel, Noel, tubu raja ni Israel

Antong marende hita on, di Raja ni langit nang tano on

Napaluahon hita on sian huaso ni portibi on

Ref.: Noel, Noel,…..

13. PERENUNGAN – PAGALAK LILIN – MANGHATINDANGHON HAPORSEAON

(…L = Liturgist, J = Jemaat, Pj = Parjamita, S = Sude…)

L2  :   Nunga ro Tuhanta manopot bangsoNa jala mamboan haluaon. Ido na tapestahon di borngin on. Alai haholomon do jotjot manghuphupi tano on jala lam tu jorbutna do pangela ni sibolis i mangihoti torop jolma, disegai do tondi, haporseaon dohot panghirimon sogot. Digunturi na marrumatangga, disegai nang roha ni ianakhon asa tois tu hata ni Debata. Alani i tama do hita di pesta Natal borngin on pahusorhusorhontai dibagasan rohanta be.

J     :   Tung godang do tutu ale Tuhan, parungkilon na hubolus hami, topot ma tutu sandok ngolunami asa sumuang las ni rohanami.

L1  :   Lam godang pe angka parungkilon namasa di tongatonga ni ngoluon, torop angka na pengangguran, torop angka na pesimis di disihirimon torop angka na pogos di arta lumobi di partondion, torop na mangadopi pardangolan na marragam, alai ingot ma, ala ni i do umbahen na tuat Jesus sian banua ginjang sorang tu portibi on, asa disondangi sandok ngolunta, antong songon dia pe rumang ni parngoluan na niadopanmu nuaeng, di arsak manang las ni roha, sai ungkap ma tongtong roham asa sorang Ibana di bagasan ngolum.

J     :   Sorang ma Ho tutu ale Tuhan tu bagasan rohanami, sondangi ma ngolunami.

Solo: (Mangendehon BE No.616 : 3   “Ulina i di borngin na badia”)

Uli na i sude marlas ni roha,  Ala naung songgop harajaonNai

Huria i ria do ro marsomba, Mamuji Raja na sun sangap i

Ibana do panondang hangoluan, Na mangalehon pangkirimon i

Uli na i marende do suruan di borngin i do tubu Kristus i

Di borngin i do tubu Kristus i.

§  Di tingki marende solo, ro ma Parjamita tu langgatan mangadop ruas,

§  Dungi ro ma muse sude parhalado huhut maniop lilinna be mangadop tu parjamita laos jongjong ma saluhutna ruas.

§  Galahan ni parjamita ma lilin na tiniop ni parhalado jala

§  Borhat ma parhalado manggalahi lilin ni ruas di ganup bangku,

§  Dung galak sude, diintopi ma lampu jala dohonon ni parjamita ma,

Pj   :   (Dung mintop lampu) Nunga galak be lilin di tongatonganta, ima hataridaan ni panondang i. Jangkon ma sondang na sian Tuhantai, las ma roham manjalo, laos tendehon ma hatutubuna i.

J     :   (Mangendehon BE No.54        “Sonang ni bornginnai”)

Sonang ni bornginna i uju ro Jesus i, sonang modom do halak sude

Holan dua na dungo dope, mangingani anakna Jesus Tuhantai

Denggan ni bornginnai uju ro Jesus i, tu parmahan di betlehem i

Dipaboa na di surgoi, nunga ro sipangolu Jesus Tuhantai.

Godang ni tua disi, di naro Jesus i, tung malua pardosa muse

Sian hamagoanna sude, ala ro sipangolu Jesus Tuhantai

Pj   :   Hamuna angka dongan, las ma roham nunga saor be Tuhanta Jesus sipaluai tu portibi on, jangkon ma Ibana sian ungkap ni roham jala hatindanghon ma Ibana di ngolum.

J     :   Ido tutu, haluaon dohot las ni roha do diboan Tuhanta Jesus marhite hatutubuNa di Betlehem i, alani i hobas ma hita manghatindangkon Jesus sipalua i marhite gulmit ni ngolunta be.

L1  :   Antong rap dohot donganta sahaporseaon di sandok portibi on tahatindangkon ma haporseaontai, rap ma hita mandok:

J     :   Ahu porsea ……..du.                                                                   (Hundul)

14. KOOR:

15. Marende BE No.62 “Halalas ni Roha Godang”

Halalas ni roha godang nahubaritahon on,

Nunga tubu sipalua di hita jolma on

Hasangapon di Debata laos dame, dame, dame ma di jolma

Lomo ni roha ni Debata do hita jolma on

Ai saborngin on do binsar bintang di naholomi

Sumondangi hagolapon nadirohanta i,

Hasangapon di Debata…..du.

— organ —

Sai sondangi ma rohangku ale Tuhan Jesus i

Asa dohot au maruli di hatutubum i,

Hasangapon di Debata…..du.

Halalas ni roha godang sai songgopi rohangki

Asa dohot au ummalo mamuji goarm i,

Hasangapon di Debata…..du.

16. JAMITA : 1JOHANES 4:13-16

17. Marende BE No.605  “Las Ma Roham”

Las ma roham Tuhanta ro, gumomgom sasude

Ungkap roham jangkon rajam

Marende ma sude, marende ma sude

Marende marende ma sude

Tano nang laut harangan i, nang awang awang i

Hauma i nang sunge i, olophon Raja i

Olophon Raja i, olophon , olophon Raja i.

— organ —

Bura binaen ni dosa i, marujung ma disi

Ai nunga ro Mesias i, mamboan dame i

Mamboan dame i, mamboan, mamboan dame i.

Ibana do Rajanta i, parasiroha i

Natigor i na bonar i, parholongroha i

Parholongroha i, parholong, parholongroha i

18. PARSURUON DI NGOLU SIGANUP ARI   — jongjong—

Pdt :   Nunga tahalashon hatutubu ni Jesus i. Andorang so mulak hita sian parpunguan on, tama do hita marpadan tu Tuhan i, i ma padan mamaritahon barita haluaon i. Taingot ma pambahen ni angka parmahan i uju manjalo barita las ni roha i. Mulak do nasida, alai ndang dipasip nasida barita i, masipandohan do nasida :

J     :   Beta ma hita tu Betlehem, taida ma na masa on na pinabotohon ni Tuhan i tu hita.

Pdt :   Dung dijalo nasida barita las ni roha i, borhat do angka parmahan i marsomba tu Jesus. Hita pe tama do sombaonta Ibana marhite hata, parange dohot parngoluanta. Marhite Pesta Natal on tama do lam ringgas hita marsomba tu Ibana jala lam tapatimbul Ibana di rohanta :

J     :   Dipatimbul rohangku do Tuhan i

Pdt :   Dung disomba angka parmahan i Jesus na tubu i, dibaritahon nasida do boaboa hatutubu i. Jala sude na umbegesa longang be do siala na hinatahon ni angka parmahan i. Hita pe tama do mamaritahon haluaon na binoan ni Jesus i, asa longang portibi on ala panindangionta.

J     :   Tuhan, suru ma hami mamaritahon habalgaon ni holongMui. Amen.

H    :   (mangendehon BE.  605 “Las Ma Roham”)

Las ma roham, Tuhanta  ro, Gumomgom tano on.

Ungkap roham jangkon rajam, Marende ma sude, marende ma sude.

Marende, marende, ma sude

19.     TANGIANG DOHOT ENDE PASAHAT PELEAN    Jongjong

Pdt :   Tapasahat ma peleanta tu Debata, martangiang ma hita !

Ale Debata, Amanami na di banua ginjang. Hupuji hami ma Ho, ala saut  sude tahiM naung sinangkapMu andorang so ojak dope hasiangan on. Na so tarlehon portibi on, dilehon Ho do tu hami.  Ai anakMu na sasada i dilehon Ho bahen haluaonnami….

 

Angkup  ni i, Ho do na umpasupasuhon angka silehon-lehon na denggan na huharingkothon hami di ngolunami. Sian na nilehonMi hupasahat hami nuaeng gabe sombanami tu Ho. Jalo ma i, jala pasupasu asa manumpak tu na uli di panghobasion ni huriaM di parsamean STT HKBP, marhitehite Kristus Jesus Sipalua i, tangihon ma hami. Amen

H    :   (mangendehon)  BE. 49 : 7  “Sai Ro Ma Tu Bara”        BL. 47

Antong, rohanami ma peleanMi, O Jesus, hasian, sai jalo ma i,

Ias jala sonang ma baen angka i, tongtong gabe domu ma tu rohaMi.

20. TANGIANG ALE AMANAMI, PASUPASU

Komentar dimatikan

JAGALAH HATI…

RENUNGAN MINGGU ADVEN III

(Roma 2:1-11)

JAGALAH HATI…

JANGAN DI NODAI…

JAGALAH HATI…

LENTERA HIDUP INI…

Istri saya tuli,” keluh seorang suami kepada dokter pribadinya (dokter THT). “saya harus bicara berkali-kali padanya, barulah ia mengerti”. Sang dokter lantas memberi usul: “bicaralah dengan jarak sepuluh meter. Jika tidak ada respons, coba dari jarak lima meter, lalu dari jarak satu meter, dari situ kita akan tahu tingkat ketuliannya”. Si suami mencobanya. Dimulai dari jarak 10 meter, ia bertanya kepada istrinya dengan keras: “kamu masak apa malam ini?” Namun tidak terdengar jawaban. Ia mencoba dengan jarak 5 meter, bahkan satu meter, tetap saja tidak ada respons. Akhirnya ia bicara di dekat telinga istrinya: “Masak apa malam ini?” Si istri menjawab: “Inilah yang keempat kali aku katakan: “saya masak ikan bakar!”. Ternyata, sang suami yang tuli.

Banyak manusia susah melihat dirinya sendiri, susah menilai dirinya sendiri, susah mengintropeksi diri, susah meneliti dirinya sendiri sehingga manusia cenderung melihat, menilai bahkan menghakimi orang lain. Anehnya, manusia cenderung melihat kekurangan orang lain dan hal-hal yang tidak baik dari orang lain. Begitu mudahnya orang mendaftarkan kekurangan, keburukan, kelemahan dan hal-hal yang tidak baik dari orang lain, sebaliknya, begitu susahnya orang mengakui hal-hal yang baik dari orang lain. Manusia cenderung melihat dan mengandalkan kelebihannya untuk memandang rendah orang lain serta merasa dia lebih hebat dari sesamanya. Anehnya, tidak sedikit manusia sekarang yang sebenarnya kesalahannya sebesar balok di depan matanya, namun dia mampu melihat kesalahan yang hanya selumbar di mata sesamanya dan cenderung menghakimi sesamanya. Ini merupakan ciri khas orang yang munafik. Itu sebabnya, mulai saat ini, mari kita semua bercermin kepada Firman Tuhan agar kita mengetahui apa yang kurang, yang tidak pantas, yang salah pada diri kita hingga kita bisa membenahi diri sedini mungkin. Juga, kita bisa bercermin dan melihat hal-hal yang baik yang diberikan Tuhan untuk kita pelihara dan kita pakai untuk memuliakan Dia.

Jangan keraskan hatimu! Apakah yang dapat diraih ketika masing-masing orang mengeraskan hatinya kepada Allah? Tidak ada selain menuai rasa cemas, gelisah, dan kehilangan jiwa, dan pada akhirnya melihat hidup kosong tanpa makna. Setiap orang harus sadar bahwa kekuatan, kekuasaan, kecerdasan analisis yang terbungkus di dalam ke-aku-an tidak pernah menjadi solusi terhadap segala peristiwa yang terjadi. Malah ketika seseorang mengagung-agungkan ke-aku-annya tanpa pernah membuka hati kepada Allah, maka yang segera muncul adalah kecemasan, kegelisahan melanda kehidupan. Sebagai orang percaya yang harus dibangun adalah membuka hati kepada Allah, berlindung di dalam kekuatannya . Sambutlah dia dan bukalah hatimu, persiapkanlah jalan bagi Dia yang mau datang dan bersihkanlah hidupmu. Mulailah untuk membaharui hidup dengan hati yang bersih, pikiran yang bersih dan jalan yang bersih. Jagalah hati…jangan di nodai….; Jagalah hati…lentera hidup ini….!(Amsal 4:23) Selamat Adven

Comments (1) »

MERAYAKAN MINGGU ADVEN

KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT: HIDUP SENANTIASA BERJAGA-JAGA

LUKAS 21:25-33

 

Memahami perayaan Adven dalam liturgi…

Adven adalah masa menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang ke-dua kali dan sekaligus mempersiapkan Natal (kisah kelahiran Yesus) atau Epifania (kisah awal pelayanan Yesus).  Makna kedua hari raya tersebut mengandung arti eschatology, di mana gereja-gereja mengungkapkan kerinduannya akan kedatangan Tuhan pada masa Adven dan kesiapannya menyambut Natal. Adven pertama ditetapkan gereja menjadi awal tahun liturgy, dan pada umumnya pembacaan Alkitab terdiri dari tiga bagian, yaitu: Perjanjian Lama, Surat Rasuli dan Injil. Leksionari (daftar bacaan alkitab: Mingguan, Bulanan, Tahunan) menyusun rangkaian penantian pada masa empat Minggu Adven.  Adven I hingga 16 Desember menekankan aspek  eskatologis yang mengarahkan pandangan kepada kedatangan Kristus ke dua kali. Mulai 17 Desember hingga 24 Desember tema bacaan lebih mengarah kepada penantian kelahiran Yesus.

Adven pertama diisi dengan thema sikap gereja dalam menantikan kedatangan Yesus Kristus yang ke dua kali untuk membebaskan umat manusia. Adven kedua diisi dengan tema pertobatan menuju langit baru dan bumi baru bagi segala bangsa, seluruh umat manusia, sesuai dengan keadilanNya. Adven ke tiga merupakan ajakan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. KedatanganNya tidak sejajar dengan kelahiranNya, namun dapat dilihat sebagai kedatanganNya yang kedua kali.  Adven keempat mengarah kepada kelahiran Tuhan di Betlehem.

Ada tiga makna thema-thema minggu Adven yang selalu dirayakan oleh gereja-gereja, yaitu: pertama: Mengingat waktu dulu ketika Yesus dilahirkan di Betlehem. Kedua: Menyambut kedatanganNya pada masa kini dengan sikap yang berjaga-jaga dan bertobat. Dan ketiga adalah menantikan kedatanganNya kembali dalam kemuliaan dengan perbuatan-perbuatan baik dalam tanggung jawab sosial dan moral. Allah di dalam Yesus Kristus akan datang dan kedatanganNya dinantikan oleh umat. Kedatangan Kristus yang kedua kali dilihat sebagai titik akhir dari kisah kehidupan umat dan inilah kepenuhan waktu keselamatan atau pesta lestari kehidupan orang percaya. Hari Tuhan adalah hari keselamatan. Segala keluhan dan jeritan akan berakhir, segala pergumulan dan derita akan berakhir, segala kepedihan dan kesesakan akan berakhir. Demikianlah ditetapkan thema-thema perayaan Adven yang dirayakan oleh Gereja sesuai dengan tahun  liturgi kalender gerejawi. Sehingga ketika Gereja merayakan Adven dari dalam dirinya muncul pemaknaan citra dan karakter Kristus yang menghamba demi dan untuk keselamatan seluruh umat.

Mempercayai apa yang diketahuinya dan mengetahui apa yang dipercayainya…

Barangkali saudara pernah mendengar sebuah pepatah yang mengatakan bahwa perjalanan terjauh dalam hidup setiap manusia sesungguhnya berjarak tak lebih dari satu meter, yaitu: perjalanan dari kepala ke hati (from head to heart). Perjalanan dari pengetahuan ke perasaan, dari intelektualitas ke spiritualitas. Inilah perjalanan setiap manusia untuk mengutuhkan hidupnya, yaitu bukan hanya mempercayai apa yang diketahuinya, namun juga untuk mengetahui apa yang dipercayainya. Lazimnya orang berkata inilah usaha mempertemukan iman dan pengetahuan. Disamping itu ada perjalanan lain bahwa manusia tidak hanya diundang untuk berjalan dari kepala ke hati, namun juga dari kepala dan hati menuju tangan (from head and heart to hand). Menuju tindakan, aksi, atau karya. Inilah usaha untuk membuktikan apa yang kita percayai dan kita ketahui ke dalam karya nyata dan cara hidup. Kecakapan intelektualitas tidaklah memadai tanpa kecakapan spiritualialitas yang mewujud di dalam karya kreatif Kristus menanti kedatangan Anak Manusia. Konsepsi hidup mananti kedatangan Anak Manusia bukan hanya mempercayai apa yang diketahuinya, namun juga untuk mengetahui apa yang dipercayainya. Tidak sekedar  banyak tahu tentang kedatangan Anak Manusia, namun benar-benar percaya kepada kedatangan Anak Manusia itu sendiri. Karena Kedatangan Anak Manusia bukan olahan  logika, tetapi di atas alam  logika yang  daripada-Nya kehidupan lestari dinyatakan melalui dan di dalam iman.

Peristiwa fenomenal sebagai tanda datangnya Kristus yang kedua kali…

Saudara! Sebagai umat percaya tentu opsesi kita adalah terus bergerak maju dalam barisan prosesi menuju pesta lestari kehidupan. Waktu di mana umat manusia berjalan saat ini adalah proses menuju titik akhir peradaban seluruh alam ciptaan, di mana kesempurnaan waktu terjadi dan berlangsung pada saat kedatangan Kristus kedua kali. Seluruh umat rindu dan menantikannya. Ide ini sekaligus meluruskan paham sosialisasi waktu yang bergerak dalam ranah circle, namun sesungguhnya bergerak lurus (linier) dari titik awal menuju titik akhir. Lukas memberi kontribusi pengertian titik akhir ini melalui sebutan kedatangan Kristus pada kedua kalinya, dan kedatanganNya adalah pasti sekalipun waktunya seorangpun tidak tahu, Anak pun tidak, selain Bapa sendiri. Desakan alam logika untuk mengetahui waktu atau saat kedatangan Kristus pada kedua kalinya dijawab melalui fenomena  alam ciptaan, baik yang ada di atas bumi maupun yang ada di dalam bumi ini, dan dibawah bumi semua menceritakan kemuliaan Allah. Matahari, bulan, dan bintang menceritakan kemuliaan Allah dalam bentuk dan rupanya sendiri; bangsa-bangsa dan manusia yang ada di dalamnya menunjukkan keterbatasannya memahami kemuliaan Allah melalui aktualisasi diri yang dikuasai rasa takut, gelisah dan kematian, karena kuasa kemuliaan, dan kekudusan Allah hendak dinyatakan dalam kehidupan. Persitiwa ini adalah gambaran diri manusia sebagai orang berdosa, najis, kotor, dan kehilangan kemuliaan Allah yang tidak layak menerima kemuliaan Allah tanpa karya kreatif Kristus yang melayakkan manusia berada dalam posisi orang-orang yang dibenarkan dan diselamatkan. “Apabila kamu melihat pohon ara bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat… jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat”.

Tanda dinyatakan- karya apa yang harus diukir…

Peristiwa penting dalam kehidupan karena tanpa peristiwa kehidupan akan sepi dan miskin kreasi dan inovasi, namun yang terpenting adalah karya apa yang akan diukir dalam peristiwa, memaknai persitiwa? Dengan membangun paradigma seperti ini maka seluruh peristiwa yang terjadi dalam kehidupan bukan untuk diratapi, dicela, dihakimi, dll, namun membangkitkan motivasi mengukir karya kreatif memaknai kehidupan. Manusia sebagai karya kreatif Kristus ditempatkan di dalam peristwa, namun bukan sebagai hamba peristiwa, melainkan sebagai tuan atas peristiwa yang berlaku bebas mengukir dan memaknai peristiwa. Tanda kedatangan Kristus yang kedua kali sudah dinyatakan melalui peristiwa fenomenal alam ciptaan, tetapi bagi Injil Lukas yang terpenting bukan peristiwanya, namun sikap apa yang perlu dibangun disaat tanda-tanda peristiwa itu terjadi? “Apabila semuanya itu terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (ay 28). Tujuan injil Lukas melalui kisah peristiwa ini adalah supaya setiap orang membangun sikap BERJAGA-JAGA. Berjaga-jaga dalam pengertian membangun insaf diri terhadap realitas manusia  yang memiliki tabiat keberdosaan, dan sekaligus  berupaya bangkit bergerak dalam ranah kehendak  Kristus. Sikap berjaga-jaga ditandai dengan munculnya kesadaran baru dan motivasi baru untuk memaknai realitas kehidupan yang sepi pengharapan dan miskin sukacita. Melaui kesadaran baru itu karya kreatif Kristus diperankan dalam pemahaman citra Kristus menjadi citra kehidupan, karakter Kristus menjadi karakter kehidupan, dan karya Kristus menjadi karya kehidupan.  Ketika ini dilakoni, maka habitus baru akan terpatri dalam kehidupan dan pesta lestari kehidupan akan dirayakan melalui, di dalam, dan oleh iman.

Orientasi kekelan bukan orientasi kefanaan

Saudara! Nas khotbah ini ditutup dengan kalimat penyataan: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (ay.33). Esensi perkataan ini memiliki dimensi ganda: Menekankan kepastian akan kedatangan Kristus yang kedua kali sebagai penyempurnaan dari segala sesuatu dan kepenuhan dari segala waktu. Dimensi kedua menekankan orientasi kekekalan sebagai obsesi setiap orang percaya dengan kerinduan jiwa bersatu dan menyatu di dalam firman. Kedua dimensi ini bergerak secara bersamaan dan saling melengkapi sebagai gerak iman yang dinamis menjangkau totalitas kehidupan, sehingga melaluinya pengharapan tidak mengecewakan. Kehidupan yang berorientasi kepada pemilikan segala sesuatu yang fana akan menimbulkan pengharapan yang mengecewakan, namun kehidupan yang berorientasi kepada kekekalan yaitu perkataan Kristus atau firman Allah akan mengalami kekekalan itu sendiri atau Kerajaan Allah. Sehingga adalah bijaksana bila manusia masa kini mengarahkan hidupnya kepada kekekalan itu, supaya ketika yang kekal itu datang manusia ada dan berada bersamasama dengan yang kekal.

 

Antara idealisme dan realisme menyikapi kedatangan Kristus…

Menyikapi kedatangan Kristus kedua kalinya tidak cukup di dalam ranah idealis sekalipun itu sangat diperlukan, namun idealisme tanpa realisme yang terjadi adalah penghianatan. Demikian halnya realisme tanpa idealisme yang terjadi adalah kepalsuan. Kepada para Murid Yesus menyampaikan tanda-tanda kedatanganNya dan mengajarkan sesuatu yang amat fundamental yaitu membangun sikap berjaga-jaga. Bagaimana memadukan antara idealisme dan realisme begitu rupa sehingga tetap idealis dan realis tanpa terjerembab menjadi oportunis? Satu-satunya yang perlu dibangun adalah kejujuran mental. Artinya jujur luar dalam, terutama terhadap diri sendiri. Yang jujur adalah mental kita, bukan cuma akting kita. Kejujuran mental adalah jujur terhadap hati nurani sejauh mana kita memaknai kehidupan dalam batas waktu penantian kedatangan Kristus kedua kalinya? Sejauh mana kita membangun sikap berjaga-jaga dalam proses waktu menuju titik akhir?

Idenya adalah seluruh umat rindu menantikan kedatangan Kristus sebagai hari keselamatan. Realitas kini dan di sini banyak umat hidup dalam pesta pora sekular, bersukacita dalam tarian kemesuman, terlarut dalam nikmat hawa nafsu, dan pelbagai roh keberdosaan yang menjadikan manusia jauh dari sikap berjaga-jaga. Dalam domain bangsa atau negara masing-masing faksi membangun dirinya sendiri, kepentingan kelompoknya, memaksakan idenya sendiri, miskin simpati dan empati. Sekalipun ada ranah hukum yang mengikat dan mengatur, namun ranah itu terkadang diabaikan dan sengaja tidak dipedulikan. Dalam wilayah sosial tenggang rasa dan kepedulian semakin lemah, jurang antara simiskin dan sikaya semakin lebar, dan terkadang interaksi sosial semakin kabur. Dalam ranah ke-agamaan masing-masing orang membentengi diri dengan simbol-simbol dan bergerak dalam fanatisme yang sempit, sehingga toleransi umat beragama menjadi sebuah utopia. Terkadang atas nama agama kekerasan dipertontonkan bahkan bunuh diri dan membunuh dianggap sebagai martir. Antara idealisme dan realisme yang sering terjadi adalah sikap ambivalensi. Bagaimana memadukan keduanya sehingga tetap idealis dan realis? Yang perlu dibangun adalah sikap jujur: jujur terhadap hati nurani, jujur terhadap diri sendiri sebagai orang berdosa sekaligus orang yang dibenarkan dan diselamatkan.

Saudara! Kerajaan Allah sudah dekat. Pernyataan ini mengajak setiap orang untuk bergegas memperbarui cara hidupnya, memperbaiki tingkah lakunya kepada tingkah laku dan karakter Kristus. Adanya kejujuran dalam diri untuk menghidupkan sikap penyesalan, membangun tobat diri, dan mengarahkan cara hidup kepada cara hidup Kristus. Minggu Adven kedua ini mengajak semua orang untuk membangun penyesalan diri dan sekaligus membangkitkan dalam dirinya semangat baru mengukir karya kreatif Kristus sebagai fakta dari sikap berjagajaga. Saat ini bukanlah waktu untuk bersungut-sungut, menghakimi, menyalahkan orang lain, namun adalah waktu untuk bangkit memperbarui diri, mengukir karya konstruktif, membangun kehidupan kepada gerak Kerajaan Allah yang sudah dekat. Mari saudara, maknai minggu-minggu Adven dengan karya kreatif yang memihak kepada kehidupan. Bangun insyaf diri, lakukan apa yang mendatangkan kebaikan kepada semua orang, dan selalu senyum menghadapi peristiwa…Amin. Selamat Adven.

 

Comments (1) »

ACARA MINGGU ADVEN KE II

 

01. PANGGILAN BERIBADAH

L      :   Kembali kita bersukacita didalam Tuhan, dimana hari ini kita memasuki Minggu Advent ke-II. Suatu persiapan dan pembenahan akan diri kita masing-masing untuk menyambut kedatangan Juruselamat. Sebagaimana thema dari Advent ke-II adalah : “Pertobatan menuju langit baru dan bumi baru bagi segala bangsa”. Hal itu lah yang mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik. Untuk itu, Gereja dan seluruh Majelis mengucapkan : Selamat hari Minggu dan Salam bagi kamu sekalian yang diberkati Tuhan.

J      :   Selamat hari Minggu dan salam Advent.

L      : Tuhan tidak membatasi waktu kepada kita kapan untuk menyembah dan bersujud kepadaNya, biarlah semua orang datang dengan kerelaan sesuai dengan waktu yang sudah dipersiapkannya, dengan kerinduan dan dengan sadar mengenal pertolongan Tuhan baginya. Dan di sore ini juga, biarlah hati kita bersukacita memuji dan memuliakan kebesaranNya yang ajaib.

J      :   Kami hendak memuji Tuhan pada segala waktu, karena Tuhan jiwaku bermegah, biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

L      :   Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyurkan namaNya. Sebagaimana Firman Tuhan mengatakan : “Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku dan melepaskan aku dari segala kegentaranku”. Demikianlah orang-orang yang hidup didalam Tuhan. Marilah saudaraku, kita bangkit berdiri, kita puji Dia lewat nyanyian :  “S’gala Puji Syukur”

J     : S’gala puji syukur, hanya bagimu  Tuhan

Sebab Kau yang layak dipuja

Kami mau bersorak tinggikan namaMu, Haleluya…

Reff :

Soraklah Haleluya…soraklah haleluya. Haleluya ) 2x

Haleluya kumau nyanyi tentang Dia,

Haleluya, ku mau sorak tentang Dia

Haleluya, Ku tak dapat hidup tanpa Dia (Hidup tanpa Dia…ho..ho..ho..)

S’karang ku adalah ciptaan baru

Dan ku hidup dalam kes’lamatanNya

Tak ada kutuk mengikatku puji Tuhan.

—musik—(dinyanyikan 1x lagi)

L      :   Sungguh betapa mulianya nama Tuhan diseluruh bumi! keagunganNya yang mengatasi langit dinyanyikan.

J      :   Sehingga berbahagialah orang yang berlindung kepadaNya.

L      :   Hanya kepadaNya sajalah kita berdoa dan menyembah, menyampaikan segala sesuatu yang kita alami untuk memohon akan penyertaanNya. Kini kita akan memasuki hadiratNya sebagaimana kerinduan kita untuk menerima berkatNya. Bersiaplah saudaraku, sendengkanlah telingamu, dengarkanlah sabdaNya dan datanglah kepadaNya. Kita naikkan pujian hanya kepadaNya, lewat nyanyian : “HANYA DEKAT KASIHMU BAPA ”

J     : Hanya dekat kasihMu Bapa, jiwakupun tentram

Engkau menerimaku dengan sepenuhnya.

Walau dunia melihat rupa, namun Kau memandangku

Sampai kedalaman hatiku

Reff:

Tuhan inilah yang kutahu, Kau mengenal hatiku

Jauh melebihi semua yang terdekat sekalipun

Tuhan inilah yang kumau, Kau menjaga hatiku

Supaya kehidupan memancar senantiasa

02. VOTUM / INTROITUS / DOA

L      :   Dengan mengucap syukur kepada Tuhan, maka ibadah ini dibuka : Di dalam nama Allah Bapak, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

J      :   Amin. Hadirlah Engkau ya Tuhan di hati kami.

L      :   Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu. Haleluya.

J      :  (menyanyikan “Haleluya-Haleluya-Haleluya)

L      :   Marilah kita berdoa :

Ya Allah Bapa kami yang ada di surga ! kami mengucapkan terimakasih kepadaMu karena Engkau melalui AnakMu Tuhan Yesus Kristus telah mengajarkan kepada kami, bahwa langit dan bumi akan binasa, tetapi FirmanMu kekal selama-lamanya. Pada hari penghukuman kelak segala perbuatan manusia akan nyata di hadapanMu. Kasihanilah kami, tetapkanlah hati kami mempercayai FirmanMu melalui Roh Kudus. Tolonglah kami supaya bertekun dalam doa sehingga kami senantiasa bersukacita menantikan Engkau, supaya kami beroleh kehidupan yang kekal. Amin.

(jemaat duduk)

03. Nyanyian Pujian : Karya Terbesar

Kasih yang terindah, hati yang mulia

Hanya kutemukan di dalam-Mu, Yesusku

Pujian dari hatiku, selalu di setiap waktuku

Tiada pernah berubah, kasih-Mu

Reff    :   Karya terbesar dalam hidupku

pengorbananMu yang s’lamatkanku

Engkaulah harta yang tak ternilai                    2 X

Yang kumiliki dan kuhargai

Yesus Engkau kukagumi

—dinyanyikan 2 x —

04. PEMBACAAN HUKUM TUHAN

L      :   Saudara dan saudari yang terkasih dalam Kristus, kini saatnya kita mendengarkan hukum Tuhan, yaitu yang tertulis dalam kitab Yesaya   40:3-4. Beginilah dikatakan :

Ada suara yang berseru-seru : “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

Wnt:  Setiap lembah harus di tutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan.

Pria:   Tanah yang berbukit-buklit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran.

L      :   Demikian pembacaan Hukum Tuhan. Marilah kita berdoa memohon kekuatan dari Tuhan untuk melakukan yang sesuai dengan hukumNya!

J      :   Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami melakukan sesuai dengan hukumMu. Amin.

05. Nyanyian Pujian : “Yesus Penyelamatku”

Yesusku, penyelamatku tiada yang s’perti Engkau

Setiap hari, ku memuji keajaiban kasihMu

Penghibur, penolongku menara kekuatan

Biarlah semua, yang bernafas, tak berhenti menyembahMu

Reff : Nyanyi dan bersoraklah bagi Dia,

pujian hormat kuasa bagi Raja

Gunung tunduk laut bergelora, mendengar namaMu

Ku bersuka atas perbuatanMu,

s’lamanya ku kasihi Engkau Tuhan

Tiada janji s’perti yang ada padaMu

—musik— (jemaat bangkit berdiri)

My Jesus my savior, Lord there’s none like You

All my days, I want to praise

The wonders of Your mighty love

My comfort, my shelter tower of refuge and strength

Let every breath, all that I am

Never cease to worship You

Reff : Shout to The Lord all the earth, let us sing

Power and majesty praise to the King

Mountains bow down and seas will roar

At the sound your name…

I sing for  joy and the word of Your name

Forever I’ll be love You, forever stand

Nothing compares to the promise I have in You

06. PENGAKUAN DAN PENGAMPUNAN DOSA

L      :   Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus! Di dalam kerendahan hati marilah kita mengaku dosa dan memohon pengampunan akan dosa-dosa yang telah kita lakukan, kita berdoa :

Ya Tuhan Allah Bapa kami, yang Mahakudus dan Mahamulia ! Kasih setiaMu selalu ada dan menyertai hidup kami. Namun hati dan jiwa kami masih mau terarah pada perbuatan dan hal-hal yang kurang berkenan dihadapanMu. Kami masih selalu mencari-cari kesenangan pada diri kami. Kami selalu terbuai akan hal – hal duniawi.

J      :   Jalan hidup kami selalu penuh dengan pelanggaran, tergoda oleh maut dan dosa. Ya Tuhan… betapa hinanya hidup kami ini yang telah dicemari oleh dosa dan kegelapan.

L      :   Kami mencemari hidup kami yang telah Engkau selamatkan. Hanya kedalam tangan pengasihanMu ya Tuhan, kami berserah dan memohon akan pengampunan dosa-dosa kami.

J      : (Menyanyikan lagu rohani : KJ. No. 29 : 1, “Di muka Tuhan Yesus”)

Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku

Ku bawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus

Wnt:  Ya Allah, didalam kehidupan ini kami masih lebih sering menghakimi daripada mengampuni, membenci daripada mencintai, menghina daripada memuji, mempermalukan daripada meneguhkan, menjebak daripada mempersatukan, membantah daripada mengalah. Oh Tuhan…sungguh besarnya kesalahanku, kasihanilah  aku Tuhan…

Pria:   Kami masih memilih untuk menyakiti daripada mengasihi, bermalas-malasan daripada berbuat, menyerah daripada berupaya, tidak mau tahu daripada memperhatikan.

Wnt:  Perkataan dan perbuatan kami yang keras telah melukai hati teman.

Pria:   Kami masih mau kurang menghargai sesama, dimana hal itu telah memisahkan diri kami dari hidup saling mengasihi, sebagaimana yang Kau ingini.

L      :   Ya Bapa Tuhan kami yang di surga. Engkau Mahakasih dan benar. BerkatMu melimpah dan kekal selama-lamanya. Kasihanilah kami yang hina ini ya Tuhan. Lupakanlah segala kejahatan dan dosa kami. Kami sering berbuat dosa terhadap Engkau dan membangkitkan amarahMu karena kami sering melanggar hukumMu. Limpahkanlah kasih sayangMu kepada kami, dan berkatilah kami dengan pertolonganMu. Ya Tuhan Allah sumber kebahagiaan kami, ampunilah segala dosa dan pelanggaran kami di dalam AnakMu Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kami. Amin.

J      :   (Menyanyikan lagu rohani : Sejauh Timur dari Barat)

Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku

Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku

Jauh ke dalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku

Tiada Kau perhitungkan kesalahanku

Reff :

Betapa besar kasih, pengampunanMu Tuhan

Tak Kau pandang hina hati yang hancur

Ku berterima kasih kepadaMu ya Tuhan

Pengampunan yang Kau beri pulihkanku

L : Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus ! Beginilah janji Tuhan tentang pengampunan dosa kita : “Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar, Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajahKu terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, Firman Tuhan, Penebusmu !

Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha tinggi.

J      :   Amin.

(jemaat duduk)

07. BERNYANYI BE. No. 39 : 1 + 2 “Beha ma Panjalongku”

Beha  ma panjalongku Di Ho O Tuhanki ?

Beha ma panomungku Di Ho o Rajangki ?

Sondangi ma rohangku na holom na bodo

Ai naeng patupaonku Las ni rohaM di Ho

Pangisi ni SionMu Do mangolophon Ho

Lao songon i rohangku Lao mandapothon Ho

Na ringgas do rohangku Mamuji goarMi

Na daulat do sangkaphu Patulus rohaMi

08. PEMBACAAN NAS EPISTEL : MAZMUR 118:14-21

L      :   TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.

J      :   Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,

L      :   tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!”

J      :   Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.

L      :   TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.

J      :   Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

L      :   Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

J      :   Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

L      : Demikianlah pembacaan firman Tuhan, “Berbahagialah orang yang mau mendengar firman Allah serta memeliharanya”.

J      :   Amin.

09. NYANYIAN ROHANI : BAPA SENTUH HATIKU

Betapa ku mencintai segala yang t’lah terjadi

Tak pernah sendiri, jalani hidup ini, selalu menyertai

Betapa ku menyadari, didalam hidupku ini

Kau s’lalu memberi rancangan terbaik, oleh karena kasih

Reff    :   Bapa sentuh hatiku, ubah hidupku

Menjadi yang baharu, bagai emas yang murni

Kau membentuk bejana hatiku

Bapa ajarku mengerti, sebuah kasih

Yang selalu memberi, bagai air mengalir

Yang tiada pernah berhenti

—-musik—-  (Jemaat berdiri)

Betapa ku menyadari, didalam hidupku ini

Kau s’lalu memberi rancangan terbaik, oleh karena kasih

Reff   :   Bapa sentuh hatiku, ubah hidupku

Menjadi yang baharu, bagai emas yang murni

Kau membentuk bejana hatiku

Bapa ajarku mengerti, sebuah kasih

Yang selalu memberi, bagai air mengalir

Yang tiada pernah berhenti

KasihMu ya Tuhan tak pernah berhenti

10. PENGAKUAN IMAN

L      :   Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya :

J      :   Aku percaya…dst.

(jemaat duduk)

11. WARTA JEMAAT DAN DOA

12. BERNYANYI KJ NO. 84 : 1 — “Ya Yesus, Dikau kurindukan” (Persemb. IA+IB)

Ya Yesus, Dikau kurindukan, lipurkan lara batinku;

seluruh hatiku terbuka menyambut kedatanganMu.

Bahagia, Terang sorgawi, Engkau harapan dunia:

Terbitlah, Surya Mahakasih, dan jiwaku terangilah!

Hatiku biar Kaujadikan palunganMu yang mulia

dan dalam aku Kaucerminkan terang sorgawi yang baka,

sebab dengan kehadiranMu keluhan batinku lenyap.

Kiranya lahir dalam aku dan tinggallah serta tetap!

Puaskanlah, ya Jurus’lamat, seluruh kerinduanku.

Dengan rendah, jernih dan taat hatiku siap bagiMu;

Hendak padaMu kuabdikan perananku di dunia;

Cemas da duka Kausingkirkan: ya Yesus, mari, masuklah!

13. KHOTBAH : LUKAS 21: 25-33

14. NYANYIAN ROHANI : “ KAU YANG TERINDAH

Kau yang terindah, di dalam hidup ini. Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau.

Besar perkasa penuh kemuliaan. Kau yang termanis di dalam hidup ini.

Kucinta Kau lebih dari segalanya. Besar kasih setiaMu kepadaKu.

Kusembah Kau Ya….Allahku. Kutinggikan NamaMu selalu.

Tiada lutut tak bertelut, menyembah Yesus Tuhan Rajaku.

Kusembah Kau, Ya Allahku. Kutinggikan namaMu selalu,

semua lidah ‘kan mengaku, Engkaulah Yesus Tuhan Rajaku…

Wnt: Kau yang terindah, di dalam hidup ini.

Pria : Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau.

Wnt: Besar perkasa penuh kemuliaan.

Pria: Kau yang termanis di dalam hidup ini.

Wnt: Kucinta Kau lebih dari segalanya.

Pria:  Besar kasih setiaMu kepadaKu.

Semua: Kusembah Kau Ya….Allahku. Kutinggikan NamaMu selalu.

Tiada lutut tak bertelut, menyembah Yesus Tuhan Rajaku.

Kusembah Kau, Ya Allahku. Kutinggikan namaMu selalu,

semua lidah ‘kan mengaku, Engkaulah Yesus Tuhan Rajaku…

 

15. DOA PENUTUP

  1. Persembahan
  2. Doa Bapa Kami
  3. Berkat

16. NYANYIAN SUKACITA

P     :   Untuk menyempurnakan sukacita kita, maka marilah kita berjabat tangan satu sama lain, sambil menyanyikan lagu : “Tuhan Menetapkan”

Tuhan menetapkan langkah langkah orang

Yang hidupnya berkenan kepadaNya

Apabila Ia jatuh tak sampai tergletak, S’bab Tuhan menopang tangannya

Tangannya, tangannya,

S’bab Tuhan menopang tangannya

Apabila ia jatuh tak sampai terg’letak

S’bab Tuhan menopang tangannya.

 

 

Komentar dimatikan

ACARA IBADAH AKHIR TAHUN GEREJANI (PERINGATAN ORANG MENINGGAL)

1. PANGGILAN BERIBADAH

L    :  Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan! Slamat Hari Minggu! Selamat beribadah di gereja kita. Hari ini kita memasuki Minggu Akhir Tahun Gerejawi, dan pada hari ini kita akan membacakan nama-nama warga jemaat kita yang telah meninggalkan kurun waktu satu tahun kalender gerejawi. Mari, pusatkanlah hati dan pikiran, serta jiwamu memuji namaNya yang kudus itu. Kita kumandangkan lagu pujian ”Kubawa Hidupku Skarang”

J     :  (menyanyikan NR Kubawa Hidupku Skarang”)

Kubawa hidupku s’karang ke tempat KudusMu Tuhan.

Di mezbahMu kuserahkan,  Seluruh hidupku.

Penuhi hatiku s’karang dengan urapan yang baru.

Ajar aku lebih lagi mendengar suaraMu.

Jadikan aku Tuhan, rumah doaMu.

Agar semua suku bangsa, datang menyembahMu.

Jadikan aku Tuhan, rumah doaMu.

Agar semua suku bangsa, datang menyembahMu.

L    :  Minggu kita hari ini, adalah Minggu akhir Tahun Gerejawi. Satu tahun sudah kita lampaui kalender gerejawi. Minggu depan kita akan memasuki Minggu-minggu Advent. Kita diingatkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini akan berakhir. Tidak seorangpun dari antara manusia yang dapat menghindarinya. Akan tetapi, kendati semua yang ada akan berakhir, namun Tuhan menjanjikan langit dan bumi yang baru kepada semua orang yang percaya kepadaNya. Inilah pengharapan kita. Inilah yang kita nantikan sekarang. Kita sambut, janji Tuhan dengan nyanyian penyerahan diri “Kubawa Hidupku Skarang”

J     :  (menyanyikan NR Kubawa Hidupku Skarang”)

Kubawa hidupku s’karang ke tempat KudusMu Tuhan.

Di mezbahMu kuserahkan,  Seluruh hidupku.

Penuhi hatiku s’karang dengan urapan yang baru.

Ajar aku lebih lagi mendengar suaraMu.

Jadikan aku Tuhan, rumah doaMu.

Agar semua suku bangsa, datang menyembahMu.

Jadikan aku Tuhan, rumah doaMu.

Agar semua suku bangsa, datang menyembahMu.

L    :  Pada hari ini, kita akan mengenang Saudara-saudara kita yang telah mendahului kita menghadap ke hadirat Allah. Mereka yang meninggal dalam kurun waktu satu tahun gerejawi, dari 23 November 2009 – 21 November 2010, kita kenang, dan nama-nama mereka dibacakan sebagai pertanda bagi kita semua, bahwa kitapun akan mengalami hal yang sama dengan mereka. Tidak seorangpun dari antara manusia yang dapat mengetahui kapan dan dimana dia akan mengakhiri hidupnya. Yang pasti hanya satu, semua makhluk hidup akan mengalami kematian. Oleh sebab itu; Marilah, kita semua bangkit berdiri, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus yang telah mengalahkan kuasa dosa dan sengat maut. Kita menyanyikan lagu pengharapan yang membawa kita kepada keyakinan bahwa kita akan menikmati hidup bahagia di dalam Kerajaan Tuhan. “Yesusku Peny’lamatku”

J     :  (menyanyikan NR ”YESUSKU PENY’LAMATKU”

Yesusku, peny’lamatku, tiada yang s’perti Engkau.

Setiap hari, kumemuji, keajaiban kasihMu

Penghibur, Pelindung, menara kekuatan

Biarlah semua yang bernafas, Tak berhenti menyembahMu……

Nyanyi dan bersoraklah bagi Dia, Pujian hormat kuasa bagi raja

Gunung tunduk laut bergelora… Mendengar namaMu

Kubersuka atas perbuatanMu… S’lamanya kukasihi engkau Tuhan

Tiada janji s’perti yang ada padaMu.

— dinyanyikan 2 kali —

2. VOTUM – INTROITUS – DOA

L    :  Di dalam nama Allah Bapa, Anaknya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin. Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaanNya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.

J     :     Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.

L    :  Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. Haleluya.

J     :  (menyanyikan “HALELUYA, HALELUYA, HALELUYA”)

L    :  Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa ! Engkau telah memanggil dan mempersatukan kami di dalam jemaatMu yang kudus, dengan mereka  yang telah mendahului kami meninggalkan dunia ini  di dalam Kristus. Engkau telah mengangkat kami menjadi milik Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami.

J     :  Kasihani dan kuatkanlah hati kami melakukan kehendakMu, sehingga kami dipersatukan dengan saudara-saudara kami yang telah menang, yang berada di sisiMu.

L    :  Teguhkan iman kami sampai akhir hidup kami, agar kami dapat memasuki tempat yang penuh ketenangan, yaitu kehidupan kekal yang Engkau persiapkan bagi mereka yang mengasihi Engkau. Di sanalah kami memuji dan memuliakan Namamu selama-lamanya, karena Anakmu, Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami.

L+J :  Tuhan, kami puji namaMu, bersama-sama dengan orang yang telah engkau panggil duduk di sebelah kananMu melalui anakMu Tuhan Yesus Kristus. Amin.

( d u d u k )

3.   BERNYANYI KJ. 441 ”Ku Ingin Menyerahkan”

Ku ingin menyerahkan seluruh hidupku, sekalipun tak layak,

kepada Tuhanku. Kubunuh keinginan dan hasrat hatiku, supaya

hanya Tuhan mengisi hidupku.

KasihNya menentukan waktuNya tepat memanggil aku pulang,

yang rindu dan penat. Di sorga kusampaikan pujian, syukurku,

sebab dib’ri ujian di dalam hidupku.

4. KONFESSI HKBP TENTANG ORANG YANG MENINGGAL

L   :      Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan! Pada minggu mengenang saudara-saudara kita yang meninggal ini, ada baiknya kita perdalam pemahaman kita tentang orang yang meninggal, sebagaimana tertera dalam Konfessi HKBP:

J    :      Kita percaya dan menyaksikan : Manusia ditetapkan  untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi. Mereka itu akan berhenti dari kelelahannya. Dan Yesus Kristuslah Tuhan dari orang-orang yang mati dan yang hidup.

L    :  Dalam kita mengadakan peringatan kepada orang yang mati, kita mengingat pula akhir hidup kita sendiri dan menguatkan pengharapan kita pada persekutuan orang-orang percaya, yang menetapkan hati kita di dalam pergumulan hidup ini.

J     :  Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran animisme  yang  mengatakan : “Roh-roh dari orang-orang mati masih dapat bergaul dengan manusia”.

L    :  Demikian pula ajaran yang mengatakan: “Roh dari yang mati tinggal di kuburnya”. Juga kita tolak ajaran dari tentang api ujian yang harus dialami  beberapa lama untuk membersihkan roh orang mati, sebelum tiba kepada hidup yang kekal dan orang dapat melakukan missa untuk orang mati dan mendoakan orang mati itu supaya lebih cepat terlepas dari api  itu.

J     :  Demikian pula doa kepada roh dari orang-orang kudus yang mengharapkan bahwa kekuatan dan kekudusan orang itu dapat turun dari kuburan, pakaian, barang atau tulang-.

L+J:  Ya Tuhan Allah kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan hukumMu. Amin

5. K O O R  :

6. BERNYANYI BE 474 : 1 – 2  ”Ingkon Jesus Do Donganku”

Ingkon Jesus do donganku sahalakhu lilu do

Raphon Jesus boi au manang talu musu i na ro

Ndang mabiar au di si Tuhan Jesus donganki

Sai ihuthononku Jesus oloanku na ma i

— J o n j o n g —

Ingkon Jesus do donganku molo marsitaonon au

Tu Ibana hutingganghon na sa na pasorat au

Ndang mabiar au di si Tuhan Jesus donganki

Sai ihuthononku Jesus oloanku na ma i

7.  PENGAKUAN DOSA DAN BERITA ANUGERAH

L    :  Saudara-saudara! Di dalam kerendahan hati dan penuh penyesalan, marilah kita datang menghadap tahta pengasihan Tuhan. Mengaku segala dosa yang kita lakukan dan memohon pengampunan akan dosa-dosa kita, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa di dalam hati kita masing-masing.

—hening, organ menyanyikan KJ.33 “SuaraMu Kudengar”—

L    :  Ya Tuhan Allah yang Maha kuasa dan maha besar, pengasih dan penyayang. Kami orang berdosa dan hina ini datang ke hadapanMu yang kudus dan mulia, dengan mengaku dan meminta ampun atas segala dosa dan kejahatan kami. Di dalam hidup ini, betapa sering kami mendukakan Tuhan, melalui perkataan, pikiran dan perbuatan kami yang tidak benar. Kami tidak mengasihi Engkau dengan segenap hati, dengan segenap kekuatan dan dengan segenap akal budi kami. Kami lalai melakukan perintah-perintahMu dan kami hanya asyik dengan keinginan-keinginan kami. Ya Tuhan, kasihanilah kami dan ampunilah dosa-dosa kami.

J     :  (menyanyikan KJ. 33 ”Suaramu Kudengar”)

SuaraMu kudengar memanggil diriku,

supaya ‘ku di Golgota di basuh darahMu!

Aku datanglah, Tuhan, padaMu; Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

L    :  Ya Tuhan Allah yang Maha Murah dan Maha pengasih. Di dalam persekutuan dengan keluarga, kami sering berkata: Kami mengasihi saudara kami, anak-anak kami dan orangtua. Ketika mereka telah Engkau panggil, kami menangis mengingat mereka. Tetapi ketika mereka masih hidup, kami tidak memperlihatkan kasih kepada mereka. Oleh karena itu, sekarang kami datang kehadapanMu, memohon keampunan dosa kami. Tolonglah kami agar kami dapat bertobat dan meninggalkan segala kejahatan kami, karena Yesus Kristus Anak Allah yang tunggal.

J     :  (menyanyikan Reff. KJ. 33 ”Suaramu Kudengar”)

Aku datanglah, Tuhan, padaMu; Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

L    :  Ya Tuhan Allah penebus dosa! Saat ini kami menundukkan kepala, memohon belas kasihan dariMu. Disaat kami mengenang orang tua, anak-anak, saudara-saudara kami yang sudah meninggalkan kami dari dunia ini, kami bersedih dan menangis mengingat cinta kasih mereka. Kiranya saat-saat seperti ini, kami jadikan sebagai pengembangan citra kemanusiaan yang berpihak kepada Tuhan, serta peneguhan komitmen dan tekad untuk mengembangkan cinta kasih kepada sesama. Ampunilah dosa pelanggaran yang kami lakukan kepada orang tua kami, anak-anak kami, saudara-saudara kami dan sesama kami. Ya Kristus kasihanilah kami…

J     :  (menyanyikan Reff. KJ. 33 ”Suaramu Kudengar”)

Ya Yesus, Kau beri jaminanMu tetap,

kepada orang beriman janjiMu kan genap!

Aku datanglah, Tuhan, padaMu; Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

L    :  Saudara-saudara yang telah mengaku dosa, dengarkanlah janji Tuhan, tentang pengampunan dosa kita. “Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanMu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup”. Kembalilah kepadaku sebab aku telah menebus engkau. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi.

J     :  Amin.                  ( d u d u k )

8. BERNYANYI  BE. 353 :  ”Di Surgo Hasonangan”

Di Surgo hasonangan i, inganan na sun denggan i

Tu si naeng laho muli au. Asa rap dohot Jesus au

Ndang parmianan tano on, sai surgo i do na tongtong

Ai rura partangisan on, di ginjang sonang rohangkon

9.  PEMBACAAN E P I S T E L : YEHEZKIEL  39:1-7

L      :   Epistel bagi kita pada Minggu Peringatan orang meninggal hari ini diambil dari kitab Yehezkiel 39:1-7, marilah kita baca secara bergantian : Dan engkau, anak manusia, bernubuatlah melawan Gog dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal.

J     :  Dan Aku akan menarik dan menuntun engkau dan Aku akan mendatangkan engkau dari utara sekali dan membawa engkau ke gunung-gunung Israel.

L    :  Aku akan memukul tangan kirimu sehingga busurmu jatuh dan membuat panah-panahmu berjatuhan dari tangan kananmu.

J     :  Di atas gunung-gunung Israel engkau akan rebah dengan seluruh bala tentaramu beserta bangsa-bangsa yang menyertai engkau; dan engkau akan Kuberikan kepada burung-burung buas dari segala jenis dan kepada binatang-binatang buas menjadi makanannya.

L    :  Engkau akan rebah di padang, sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

J     :  Aku mendatangkan api ke atas Magog dan ke atas orang-orang yang diam di daerah pesisir dengan aman tenteram, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

L    :  Dan Aku akan menyatakan nama-Ku yang kudus di tengah-tengah umat-Ku Israel dan Aku tidak lagi membiarkan nama-Ku yang kudus dinajiskan, sehingga bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Yang Mahakudus di Israel. Berbahagia orang yang mendengar Firman Allah dan melakukannya dalam hidupnya.

J     :  Amin!

 

10. BERNYANYI  KJ. 445 : 1 – 2  “ HARAP AKAN TUHAN “

Harap akan Tuhan, hai jiwaku, Dia perlindungan dalam susahmu.

jangan resah, tabah berserah, karna habis malam pagi merekah,

Dalam derita dan kemelut Tuhan yang setia, penolongmu.

— berdiri —

Harap akan Tuhan, hai jiwaku, Dia perlindungan dalam susahmu,

walau sendu hatimu remuk, Tuhan mengatasi tiap kemelut,

Ya Tuhan, tolong ‘ku yang lemah setiaMu kokoh selamanya.

11. PENGAKUAN IMAN

L :  Marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya.

L+J : Aku percaya kepada ………..dst

— Duduk —

12. WARTA JEMAAT

13. PERINGATAN ORANG YANG TELAH MENINGGAL

L    : Saudara yang dikasihi Kristus ! Di minggu penghujung tahun Gerejawi ini, kita  di ajak untuk mengingat saudara-saudara kita yang telah meninggal. Pada saat ini kita akan mendengar nama-nama warga jemaat kita yang telah meninggal selama satu tahun Gerejawi ini. Saat ini, ketika kita mengingat saudara yang paling kita kasihi yang telah meninggal, bukan berarti supaya kesedihan kita kembali muncul, melainkan untuk mengingatkan kita bahwa kita juga akan mengalami kematian seperti mereka sesuai rencana Allah, juga agar kita mengingat bahwa ada kehidupan dibalik kematian bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus Tuhan kita. Oleh karena itu, “Berbahagialah orang mati  di dalam Tuhan, sejak sekarang ini”. Sungguh, kata Roh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.

J     :  (menyanyikan)   KJ. 368 :PADA KAKI SALIBMU

Pada kaki salibMu, Yesus, ‘ku berlindung;

Air hayat Golgota pancaran yang agung.

SalibMu, salibMu yang kumuliakan

Hingga dalam sorga k’lak ada perhentian.

Pada kaki salibMu kasihMu kut’rima;

Sinar Bintang Fajar t’rang yang memb’ri cahaya.

SalibMu, salibMu yang kumuliakan

Hingga dalam sorga k’lak ada perhentian

P    :  Inilah nama-nama warga jemaat kita yang meninggal sepanjang satu tahun Gerejawi.

Pembacaan nama-nama yang meninggal dunia

- Jumlah yang meninggal …Orang, yaitu:  Anak-anak: …orang;   Bapa : …  orang; Ibu: …orang.

Aku melihat orang-orang mati, besar dan  kecil,berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam  kitab-kitab itu.

J     : (menyanyikan BE.No. 335: “Loas Au, Asa Lao)

Loas au asa lao Tu Jesusku tu na dao

Ai malungun do rohangku Mandapothon Debatangku

Asa di lambungNa au Asa di lambungNa au

Jesuski, Sondang i Sitorusi ombun i

O andigan ro tingkingku, Asa borhat ma tondingku

Lao marnida bohiMi?, Lao marnida bohiMi?

L :  Semua kita akan mengalami kematian, tanpa mengenal perbedaan yang kecil dan besar, yang tua dan yang muda, yang kaya dan yang miskin, yang kuat  dan yang lemah. Semua akan mati pada waktu yang ditentukan Allah dan pada hari penghakiman akan menerima upah dari yang kita kerjakan. Untuk itu, marilah kita berdiri untuk menghadap Allah, berdoa di dalam hati kita masing-masing, agar kita selalu ingat pada Tuhan dan memanggil namaNya sampai akhir hidup kita.

(–berdoa di dalam hati, organ BE No. 353 “Disurgo Hasonangan I–)

L    :  Barang siapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian, Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan BapaKu dan dihadapan para MalaikatNya. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Amin.

( d u d u k )

15. BERNYANYI  KJ. 274 : 1 ….  “BILA NANTI YESUS DATANG”

~ ~ ~ (Persembahan I A + I B)  ~ ~ ~

Bila nanti Yesus datang menata intanNya,

Tiap orang yang percaya, kepunyaanNya.

Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai intan permata dimahkotaNya

Dikumpulkan, disatukan permata tercinta

Yang dibasuh, disucikan dengan darahNya.

Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai intan permata dimahkotaNya

~ ~ ~ o r g e n  ~ ~ ~

Anak-anak yang percaya dirangkul olehNya

Dan menjadi mutiara kesayanganNya

Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai intan permata dimahkotaNya

Hai semua, tua muda, terimalah Dia ! Bagi kita tersedia tempat mulia.

Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai intan permata dimahkotaNya

~ ~ ~ o r g e n  ~ ~ ~

16. K H O T B A H  : 2 KORINTUS 5 : 1 – 10

17. BERNYANYI  KJ. 388 : 1  “S’LAMAT DI TANGAN YESUS”

~ ~ ~  (Persembahan II) ~ ~ ~

S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya;

Dalam teduh kasihNya aku bahagia.

Lagu merdu malaikat oleh ku terdengar,dari negri mulia: damai sejahtera.

Reff : S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya;

dalam teduh kasihNya aku bahagia

~ ~ ~  o r g e n  ~ ~ ~

S’lamat di tangan Yesus, aku tent’ram penuh;

Dosa pun dan cobaan jauh dari diriku.

Duka, cemas dan bimbang, kuasanya tak tetap;

Goda dan air mata akan seg’ra lenyap.

Reff. S’lamat…

~ ~ ~  o r g e n  ~ ~ ~

Yesus, perlindunganku, tlah mati bagiku;

PadaNya ‘ku percaya: Yesus kekal teguh.

Biar bertabah hati ‘ku menantikanNya sampai hariNya tiba dan fajar mereka.

Yesus, perlindunganku, tlah mati bagiku;

PadaNya ‘ku percaya: Yesus kekal teguh.

~ ~ ~  o r g e n  ~ ~ ~

18. P E N G U T U S A N                                                          

P    :  Pulanglah dengan mengandalkan kuat kuasa Allah, tetaplah pada pengharapanmu kepada Kristus sumber kehidupan. Yesus berkata : Akulah kebangkitan dan hidup, barang siapa percaya kepadaku, Ia akan hidup walaupun ia sudah mati.

J:    (menyanyikan)  KJ. 362 : 2 “AKU MILIKMU, YESUS TUHANKU”

Aku hambaMu, Kausucikanlah oleh kasih kurnia,

hingga jiwaku memegang teguh kehendakMu yang mulia.

Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu.

Raih daku, raih dan dekatkanlah kesisiMu,Tuhanku.

P    :  Oleh karena itu jangan pernah takut atau gentar, karena Tuhan menyertaimu dengan Roh yang membangkitkan kekuatan. Selanjutnya kami tidak mau saudara-saudara  bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.

J     :  (menyanyikan)  KJ. 362 : 2 “AKU MILIKMU, YESUS TUHANKU”

Aku hambaMu, Kausucikanlah oleh kasih kurnia,

hingga jiwaku memegang teguh kehendakMu yang mulia.

Reff : Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu.

Raih daku, raih dan dekatkanlah kesisiMu,Tuhanku.

13. DOA PENUTUP:

-          PERSEMBAHAN,

-          DOA SYAFAAT SETELAH KHOTBAH,

-          DOA BAPA KAMI,

-          BERKAT

Komentar dimatikan

ACARA UJUNG TAON PARHURIAON (PARNINGOTAN NA MONDING)

01. JOUJOU MARPARSAORAN TU DEBATA

U    : Hamu dongan sahaporseaon. Asi ni roha ma di hamu dohot dame sian Debata Amanta i dohot sian Kristus Jesus Tuhanta i. Sadarion 21 Nopember 2010, sahat ma hita tu Minggu Ujung Taon Parhuriaon. Nunga itabolus sataon parhuriaon, naeng masuk ma hita tu minggu-minggu Advent, managam haroro ni Tuhanta paduahalihon dohot mangarade diri mamestahon Pesta Parningotan Hatutubu ni Tuhanta Jesus Kristus.

Ndang tagamon so godang na masa na taadopi be di bagasan na sataon on. Pasingki-pasorin ro arsak, parungkilon, sahit, suang songoni las ni roha songgop tu ngolunta. Sipata jut rohanta alani na masa, alai laos di tingki na asing, mengkel do hita ala las rohanta. Ndang adong hape na hot di tano on. Nunga tibu hian i nian dipasingothon Tuhanta tu hita. Na jotjot do hita lupa di hata ni Tuhanta dohot dibagabagaNa.

Antong, hamu angka dongan! Na marsalpuan do angka taon, marsorin do angka na masa, alai na hot do anggo hata ni Tuhanta. Asa, molo tapatupa sadarion, marningot angka donganta naung jumolo marujung ngolu i, na paingothon hita do i dibagabaga ni Tuhan Jesus na mandok:

H    :  Ida ma, sai donganKu do hamu rasirasa ro ajal ni hasiangan on.

U    : Pangkirimon na mangolu diparjumpangan ni angka na porsea, angka naung jumolo i rap dohot na mangolu nuaeng nang haduan, di Harajaon ni Tuhanta na pinarade ni Jesus Kristus, i do na tapatupa sadarion. Antong, tapuji ma Tuhanta, marende ma hita ”NA MULAK JESUS I

Marende BE. 541 : 1 – 3, 5  ”Na Mulak Jesus i”    BL.373

Na mulak Jesus i dihasangapon i, mangalap na badia i tu hasongangan i

Hutundalhon ma, na dipudingki, Jesus ma haposanki di haroroNa i

So tung na tading au di haroroNa i, so tung ditiop rohangkon na olo sega i

Hutundalhon ma, na dipudingki, Jesus ma haposanki di haroroNa i

— Jongjong —

Tinggil ma pinggolhi di soaraNa i, so tung so begeonku i di haroroNa i

Hutundalhon ma, na dipudingki, Jesus ma haposanki di haroroNa i

 

01. VOTUM-INTROITUS-TANGIANG

U    :  Marhitehite Goar ni Debata Ama dohot Goar ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus, dohot Goar ni Tondi Parbadia. Amen. Songon duhutduhut do saluhut daging jala songon bungabunga ni duhutduhut i do saluhut hasangapon ni jolma. Nunga malos duhutduhut i, jala nunga marurus bunga i.

H    :  Alai na hot do Hata ni Debata ro di saleleng ni lelengna.

U    :  Sai burju ma ho rasirasa mate, dung i lehonongku ma tu ho tumpal hangoluan i. Haleluya.

H    :  (Mangendehon) : Haleluya, Haleluya, Haleluya.

U    :  Martangiang ma hita! Ale Amanami, Tuhan ni angka na mate dohot na mangolu. Marpungu hami di ari on marningot angka dongannami naung jumolo borhat maninggalhon portibi hasusaan on, mamungka sian Minggu Parningotan di na monding 23 November 2009 sahat tu parningotan  sadari on. Ndada na manungguli lungun ni roha hami di parningotan on, na marningot denggan ni basaM do tu angka dongannami naung parjolo borhat mandapothon Ho, uju rap hami di rura partangisan on. Mauliate Tuhan ala marhite parningotan on disungguli Ho hami marpanghirimon di hangoluan sogot dohot diparsaoran sogot dohot dongan naung jumolo borhat i. Angkup ni, marhite parningotan on dipaingot Ho hami asa unang lalap di portibi on, ai surgoi do sambulonami. Antong padungo hami asa hobas mandapothon Ho marhitehite pangoloionnami di HataM. Amen.                 …… hundul…..

02. Marende BE  336:3-4   “Sonang ma modom” BL.45

Molo soara ni Tuhan Jesus i, na manorusi sude tanoman i.

Ro manungguli angka naung mate. Hehe nasida marhasangapon.

Hamuliaon di Ho O Debata, ala pambaenMu di hami on sude;

Mate do hami ala ni dosa. Mangolu hami dibaen AnakMu.

 

03. PATIK : KONFESSI II HKBP BINDU 15

U    :  Tahatindangkon jala tahaporseai do; Hamatean i do ujung ni ngolu ni jolma di portibi on, maradian ma ibana sian sandok ulaonna. Adong haluaon di angka na porsea paboa Jesus Kristus naung hehe i do pangoluhon jolma i sian na mate, Rom 14:7-9

H    :  Martua do na mate dibagasan Tuhan i na satia ro diujungna.

U    :  Dipatupa huria do parningotan di angka na monding laho padungohon haporseaonta marningot ajalta sandiri huhut pahothon pangkirimon di hamonangan ni Kristus manaluhon hamatean, songon i nang pangkirimon di banua ginjang sambulo ni tondinta dohot hadodomu ni na porsea i dohot Tuhan Debata sahat tu na ro Jesus Kristus paduahalihon. Marhite poda on taondolhon do pangkirimon di haluaon ni jolma sian angka na mate di bagasan Jesus Kristus.

H    :  Taalo do pingkiran na mandok boi na mangolu manjalo pasupasu sian na mate.

U    :  Taalo do pingkiran na mandok paboa na adong pardomuan ni na mate dohot na mangolu marhite tangiang (Mendoakan arwah-arwah). Taalo do pingkiran na mandok ingkon pajongjong tugu laho pasangaphon na monding, dalan pangalapan pasupasu tu pinomparna. Jala marhite poda on tatulak do sude rumang ni na pinodahon ni ugamo hasipelebeguon lumobi poda taringot tu tondi na mandok Tading do tondi ni na mate i, jala tondi ni na mate i gabe begu dohot sumangot.

H    :  Di parningotan di na monding siparateatehononhon do mandok mauliate tu Debata.

U    :  Di na marningot ulaon na denggan uju di ngoluna, alai ndang na mangigil pasupasu dohot tanda siarsiaran sian na monding i. Antong rap ma hita mangido gogo sian Tuhanta laho mangulahon patikNa i.

H    :  Ale Tuhan Debata, sai pargogoi ma hami mangulahon na  hombar tu patikMi, Amen!

04. KOOR

05. Marende BE 348:3-4    “Lobi timbona dope” BL.42

U    : Nunga sahat tu hita Patik ni Debata marhitehite Konfessi ni hurianta HKBP. Tahalomohon ma PatikNa i jala taulahon asa dipasupasu Ibana hita di bagasan ngolunta : tiur langkanta, bulus rohanta mandalani ariari ni ngolunta. Taparhatopot ma i marhite ende na mangihut : “Lobi Timbona”

Lobi timbona dope sian bintang, Ndang hahuaon ni musu be ho.

Sahat tu ho ma di si hamonangan. Marolopolop tongtong nama ho,

Marolopolop tongtong nama ho.

……. Jongjong ……

Lobi timbona dope sian bintang surusuruan na manomu ho,

Endehononna ma ho ala monang sian sitaonon na porsuk ho ro.

Sian sitaonon na porsuk ho ro.

06. TANGIANG HASESAAN NI DOSA + BAGABAGA HASESAAN NI DOSA

U : Na jongjong do hita nuaeng di jolo ni Debata, na umboto saluhut. Tatopoti ma dosanta na godang i tu adopan ni Debata. Martangiang ma hita! Ale Debata, Amanami na di banua ginjang, Pargogo na so hatudosan! Pardenggan basa do Ho, jala ro di salelengleleng na do asi ni rohaM. Sai marpamuati ma rohaM di hajahatonnami, jala sai unang be ingot angka dosanami, ai jotjot do hami mardosa maradophon Ho,  jala jotjot do husungguli hami rimasMu marhite sian pangalaosionnaMi, di HataM.

H  :      ASI MA ROHAM DI HAMI ALE DEBATA, SAI SESAMA SALUHUT DOSANAMI.

U  :      Ndang hibul hujangkon hami AnakMu di bagasan ngolunami, ai jotjot do ndang huulahon hami lomo ni rohaM, baliksa angka na hinasogohon ni rohaM do na hupatupa hami, gabe manghorhon hasusaan di masyarakat, bangso nang negaranami on. Jotjot do ndang gabe sira dohot panondang ngolunami, baliksa tahe laho manopot huriaMi sipata sai marsidalian do hami. Tartait do rohanami holan tu hariburon dohot hagiot ni portibion, gabe lupa do hami mangguruhon: hapistaran na marguna di hajolmaon.

H  :      ALE TUHAN TOMPA MA ROHA NA IAS DIBAGASAN HAMI, JALA SESA MA SALUHUT DOSANAMI NA GODANG I.

U    :  Ale Debata Amanami parasiroha na sumurung! Marunduk ni roha ma hami nuaeng di joloM. Lomos do rohanami mangadopi angka hamaolon dohot marnida angka na masa di tonga-tonga ni bangso nami on: bencana alam, demonstrasi, angka hajahaton na martamba-tamba dohot krisis ekonomi, gabe sipata mambahen hami muramura mandele, sipata lupa do hami martangiang dohot manangihon hataM. Sai pingkiran dohot gogonami do hupangasahon hami.

H    :  ASI MA ROHAM DI HAMI, SAI MARPANGULAHI MA ROHAM DI DOSANAMI I, MARPAMUATIMA ROHAM DI DOSA NI BANGSO NAMI ON.

L    :  Sesa ma saluhut hageduhonnami dohot pangalaosionnami marhitehite pangulunami na sasada i, AnakMu Tuhan Jesus Kristus. Sai pahot ma asi ni rohaM di hami marhitehite panindangion dohot hagogoon ni Tondi Parbadia asa tarapul situtu rohanami manjou Ho, asa pantun, tigor jala daulat hami marpangalaho, bahen hasangapon di goarMu na badia i.

H    :  Mangendehon BE.  182 : “Haholongan Na Badia”

Husolsoli do rohangku, na gok dosa i tongtong ;

Ai Godang ariaringku na hubahen ambolong.

Mangihuthon Ho Tuhanku, ima las ni rohangki

Ima naeng padanhononku, dok ma amen mi disi.

L : Tangihon hamu ma bagabaga ni Debata taringot tu hasesaan ni dosa: Songon on do Hata ni Tuhan Jahowa: Nunga diarsahi ho Ahu marhite sian angka dosam, jala nunga dilojai ho ahu marhite sian angka hajahatonmu. Ahu tutu, Ahu sandiri manalesei angka pangalaosim ala ni hadirionKu, jala ndang be hupaingotingot angka dosam. Hasangapon ma di Debata na di ginjang !

H    :  Amen

07. Marende BE.354:1-2 “Sai tong maimaima do”  BL. 134

U    : Ingkon mulak do Jesus tu portibion mangalap angka na badia i, i ma angka na porsea jala tongtong marsihohot dihabengetonna. Tundalhon ma angka na mangihoti roham; arta, sangap dohot roha portibion, asa unang tading ho di haroro ni Jesus i, haposi ma ibana. Taendehon ma ende “Sai tong maimaima do”:

Sai tong maimaima do rohanta i di Jesus;

Ibana haluaon do di angka na tinobus.

Ro do muse Tuhanta i, mardongan hasangapon i,

sai ro ma Ho O Jesus, sai ro ma Ho O Jesus.

Marlas ni roha ma disi sudena naung tinobus,

Masihol situtu do i di Jesus i partobus.

Ro do muse Tuhanta i, mardongan hasangapon i,

Sai ro ma Ho O Jesus, sai ro ma Ho O Jesus

08. KOOR:

09. EPISTEL : HESEKIEL 39:1-7

U    :  Ia ho ale anak ni jolma, manurirangi ma ho dompak Gog jala dohononmu ma: Songon on do hata ni Tuhan Jahowa: Ida ma, na ro ma ahu marlulu dompak ho ale Gog, induk sian Ros, Mesek dohot Tubal!

H    :  Jala ahu paundarhon ho jala ahu mangela ho dohot panangkokkon ho sian ujung ni utara sahali, huhut parohon ho tu atas ni angka dolok Israel.

U    :  Jala ahu mameuthon siormu sian tanganmu hambirang ahu huhut mameuthon angka sumbiami sian tanganmu siamun.

H    :  Ingkon di atas ni angka dolok Israel ho marragean rap dohot sude parduaan ni paranganmu, ro di bangso angka na hinaram; tu angka pidong panoro, parhabong na marragamragam dohot tu binatang di harangan lehononku ho sohalanna.

U    :  Ingkon di atas sisik ni ladang i ho marragean, ai ahu mangalumbahon songon i hian, ninna Tuhan Jahowa.

H    :  Jala ahu manongoshon sada api tu bagasan Magog dohot tu tongatonga ni halak na maringan marsonangsonang di angka pulo, asa tung ditanda nasida, ahu do Jahowa.

U    :  Jala ahu pabotohon goarhu na badia i di tongatonga ni bangsongku Israel, jala ndang be marlea bahenonku goarhu na badia i, asa tung ditanda angka bangso parbegu, ahu do Jahowa, na badia di tongatonga ni Israel!

I do sahatna. Martua  do angka na tumangihon hata ni Debata jala umpeopsa.

H    :  Amen.

10. KOOR :

11. Marende BE 539:1+3  “ Sai hutagam do Tuhanku” BL.371

U    : Martiti do saluhutna nasa natinompa ni Tuhanta : Hatop manang lambat, ingkon ro do ajal ni ngolunta. Ala ni ndang taboto sadia ganjang umurta. Sadarion, di na tabege hata ni Tuhanta, tapaujung ma paraloanta tu dosa i, tahamonangkon ma silang: Sai Hutagam do Tuhanku”:

Sai hutagam do Tuhanku sai masihol rohangki,

Di haroro ni Tuhanku songon na nidokNa i.

Sai mardongan olopolop huriaM managam Ho,

Maranata, ro o Tuhan, amen sai tibu ma ro

……. Jongjong ……

Sai rade ale tondingku, tagam panjouonNa i.

Sai tu langit au manomu ho di Jesus Tuhanmi.

Sai mardongan olopolop huriaM managam Ho,

Maranata, ro o Tuhan, amen sai tibu ma ro

12. MANGHATINDANGKON HAPORSEAON

U    : Rap dohot donganta sahaporseaon di sandok portibion, rap ma hita mandok tangiang haporseaonta ta I, Ahu porsea

H    : Ahu porsea…du.                                                                                   -– hundul—

13. KOOR :

14. TINGTING + TANGIANG

15. KOOR:

16. PARNINGOTAN DI NA MONDING

A. Marende BE. 520 : ”Partangisan do hape”

Partangisan do hape anggo hasiangan on;

Holso, arsak, sahit pe, Sai manosak do tongtong

Ingkon songgop hamatean tu sudena jolma i;

Ai sude do na manean Uhum ala dosa i.

Unang marsak hita be naung mananda Jesus i;

Ai inganan na rade dapot ho di surgo i.

Tatadingkon pe luhutna. Na diatas tano on;

Dapotonta di lambungNa hasonangan na tongtong

Pdt :  Hamu angka dongan sahaporseaon di bagasan Goar ni Tuhanta Jesus Kristus. Sadari on, ingotonta do angka donganta naung jumolo monding sian tongatonganta di bagasan sataon parhuria on. Ndang na mangarungkari lungun manang sidangolon hita nuaeng disi. Ai tapatupa pe parningotan di angka naung monding i, na paingothon hita do i, paboa hita pe monding do muse songon donganta naung monding i, jala tahaporseai do, ndada hamatean ujung ni pardalananta, tung dalan hangoluan do i. Songon nidok ni Apostel Paulus tu huria Korintus: ”Ai apala Tuhan i ma na tuat sogot sian banua ginjang, mardongan soara ni sintua ni surusuruan ni Debata, dohot mardongan sarune ni Debata, dung i, hehe ma jumolo angka na mate, angka na marhitehite Kristus”.

H    :  Marende BE. 525: Na laho Ma Au”

Na laho ma au tu na sonang diginjang,

Disurgo tutu sai na sonang ma au

O, ho donganki, na gok dosa, gok arsak,

Sai dohot ma ho, sai tu surgo ma lao.

Sai ro dohot ho, dohot ho, dohot ho,

Sai dohot ma ho, sai tu surgo ma lao.

Pdt : Angka on ma goar ni ruas ni hurianta na marujung ngolu di bagasan sataon parhuriaon on: … dijaha huria ma goar-goar ni na monding.( …… Manjaha…..).

Asa torop ni ruas ni hurianta na marujung ngolu, ima : ….halak

Naposo bao: ….halak Ama: ….halak

Pdt :  Nunga maradian nasida sian nasa ulaonna di portibi on. Alai nang pe ingkon ampe tu ganup jolma hamatean i, songon naung masa tu angka haholongan ni rohanta naung jumolo i. Dibagasan pangaramotion ni Debata do nang angka i saluhutna. Ai Kristus do Tuhan ni na mangolu dohot na mate.

R  :    Ingkon sude do pe jolma mamolus hamatean i. Ndang mardia imbar manang ise pe, na metmet nang na magondang, na mora nang na pogos, na sangap nang na lea, na gogo dohot na gale.

Pdt : Didok di Pangungkapon 20:12 ”Dung i huida ma angka naung mate i, angka na metmet nang angka na balga, jongjong di jolo ni habangsa i; jadi diungkap ma angka buku. Dung i diungkap ma sada buku na asing, i ma buku hangoluan, gabe diuhumi ma angka na mate i marguru tu na tarsurat di bagasan angka buku i, hombar tu na niulanasida be”

Antong rim ma hita jongjong. Dibagasan unduk dohot serep ni roha, martangiang ma hita be di bagasan rohanta, asa tongtong ingot hita pasahathon dirinta tu Tuhanta, sahat ro di hasusuda ni bohalta be, laso mangendehon ”Loas Au, Asa Lao”

H    :  (mangendehon BE.No. 335: “Loas Au, Asa Lao)

Loas au asa lao Tu Jesusku tu na dao

Ai malungun do rohangku Mandapothon Debatangku

Asa di lambungNa au Asa di lambungNa au

Jesuski, Sondang i Sitorusi ombun i

O andigan ro tingkingku, Asa borhat ma tondingku

Lao marnida bohiMi?, Lao marnida bohiMi?

Pdt : Martangiang ma hita: Ale Tuhan Debata, huingot hami do sadarion angka dongannami naung jumolo monding sian hami. Songon duhutduhut do tutu saluhut daging, jala songon bungabunga do saluhut hasangapon ni jolma. Nunga malos duhutduhut i jala nunga marurus bungabunga i, alai na hataMi ro di salelenglelengna. Ajarajari jala pargogoi ma hami asa marsihothot di haporseaonnami, asa burju hami rasirasa mate, asa dohot hami parjambar di tumpal hangoluan i. Amen.

H u n d u l —

17. Marende BE 535:1…   “Ise do alealenta” BL.183        (P.Pelean 1A-IB)

Hamatean parhitean lao manopot Jesuski,

dohot au ingkon mamolus asa sahat au tusi,

Nang pe pinadaodao dompak hamatean i,

Lam jonok do hapengani, langkangki tu ajalhi.

Alani sai golomonku sitaluhon musungki

I ma Jesus Sipalua naung mamolus songon i.

Nang pe sai mangogaoga bolis si pangago i.

Ndang adong be huasona ala Jesus donganki

— music —

Molo i hugolomgolom, sabam  sonang rohangki,

Nang marnigot angka dongan, naung jumolo lao tusi.

Ai denggan tohapnasida di banuaginjang i,

Na marende do nasida raphon pardisurgo i.

 

18. JAMITA : 2KORINTUS 5:1-10

19. Marende BE 522:1…  “Surgo i sambulonta do i “ BL. 359     (P.Pelean II)

Surgo i sambulonta do i, ndang adong siaeon disi.

Na mamuji tongtong na disi, pinalua ni Tuhanta i.

Surgo i surgo i, ndang adong be siaseon disi,

Surgo i, surgo i, surgo i ndang adong be sisaeon disi.

Na marloksa naung sahat tusi, tu inganan na sai denggan i.

Aut naung domu ma au dohot i, gok ma las ni rohangku disi

Surgo i, surgo i . . . .

—musik —

Na mangkirim rohangku dison, paima sahat tusi nang au on

Taiti au ale Tuhan tusi, asa rap dohot Ho au disi.

Surgo i,  surgo i . . . .

Holan sada nama holsongki, unang tading haholonganki.

Na tu au pinalumehonmi, nang nasida sai togu tusi

Surgo i,  surgo i . . . .

— music —

20. MANGHANGOLUHON HATA NI DEBATA

Pdt : Alai naeng ma botoonmuna tangkas ale angka dongan taringot tu angka naung monding i, asa unang marsak hamu songon angka na leban na so marpanghirimon i, surgo i do na hot tongtong, parsatongkinan do anggo portibi on.

 

 

R    : (mangendehon)  BE. 539 : 1 “Sai Hutagam Do Tuhanku”

Sai hutagam do Tuhanku, sai masihol rohangki

Di haroro ni Tuhanku, songon na nidokNa i

Sai mardongan olopolop huriaM managam Ho

Maranata, ro o Tuhan, Amen, sai tibu ma ro

Pdt : Na manghirim do hita malua sian panguhuman ni Debata na bolon i, asa di hita hangoluan sisaleleng ni lelengna. Ai dung sahat tu panguhuman i, patedekhononNa ma pambahenan ni saluhut manisia. Ai di banua ginjang do sambulonta, sian i do tapaimaima Sipangolu hita, i ma Tuhan Jesus Kristus.

R    :  (mangendehon)  BE. 539 : 2  “Sai Hutagam Do Tuhanku”

Reff : Sai mardongan olopolop huriaM managam Ho

Maranata, ro o Tuhan, Amen, sai tibu ma ro!

Pdt :  Didok Tuhanta Jesus Kristus: ”Magira ma Au ro, tiop ma na di ho, unang adong mambuat tumpalmi! Sai burju ma ho rasirasa mate, dungi lehononKu ma tu ho tumpal hangoluan i!

R    :  (mangendehon) BE. 539 : 3  “Sai Hutagam Do Tuhanku”

Sai rade, ale tondingku, tagam panjouonNa i,

Sai tu langit an manomu ho di Jesus Tuhanmi.

Sai mardongan olopolop huriaM managam Ho,

Maranata, ro o Tuhan, Amen, sai tibu ma ro!

21. TANGIANG PANUTUP:

Komentar dimatikan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.670 pengikut lainnya.