MARTA DAN MARIA

JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT –TULUSLAH BERBAKTI KEPADA TUHAN

(Lukas 10: 38-42)

Saudara tentu pernah menyambut tamu di rumah, bukan? Masih ingatkah apa yang saudara lakukan saat itu? Banyak orang sengaja merepotkan diri berbelanja, memasak, pulang kerja lebih cepat dan merapikan rumah yang selama ini berantakan, hanya agar dapat menyambut tamu dengan kehangatan maksimal. Jelas ini wujud kasih yang besar terhadap tamu-tamu kita. Ketika dikunjungi Tuhan Yesus di rumahnya, Marta melakukan hal yang sama pula. Sebagai tuan rumah yang baik, Marta juga sibuk menghidangkan sesuatu untuk Tuhan Yesus. Lalu kenapa kemudian nampak ada persoalan di dalam pertemuan itu? Kenapa di akhir cerita Tuhan Yesus nampak lebih menghargai Maria daripada Marta?

Rasanya Marta dan Maria masing-masing telah melakukan tugas dengan benar. Yang seorang menemani Tuhan Yesus, yang lain menyiapkan hidangan. Bayangkan betapa hausnya Tuhan Yesus jika Maria dan Marta hanya mendengarkan-Nya berbicara. Tetapi juga betapa kasihannya Dia jika ditinggal sendirian di ruang tamu, sementara tuan rumah sibuk memasak di dapur. Jadi, baik Maria maupun Marta patut dihargai karena kesigapan masing-masing. Sambutan dan pelayanan mereka itu sudah hampir sempurna. Hanya saja ada satu kekurangan, dan itu muncul dari Marta. Bukan karena pekerjaannya, tetapi sikapnya yang terlalu sibuk. Ketika mulai kewalahan melayani, mulai jugalah Marta cemburu dan iri kepada adiknya, Maria, yang hanya duduk mendengar Tuhan Yesus. Ia merasa bekerja sendiri, sibuk sendiri dan capek sendiri, sementara yang lain santai seolah tak peduli. Cemburu dan iri hati ini kemudian melahirkan kemarahan. Sekalipun halus, namun dirasakan Yesus sehingga Ia menasehati dengan lembut: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara”. Paduan cemburu, iri hati dan kemarahan itulah yang kemudian merenggut sukacita dan kerelaan Marta dalam melayani. Sukacitanya berganti sungut-sungut. Kerelaan menjadi tuntutan. Pelayanan berubah menjadi pekerjaan, yang dilakukan separuh hati.

Saudara! Sadar atau tidak pengalaman Marta ini sering terjadi di dalam kehidupan kita: Sukacita hilang ketika kita merasa tidak ada yang peduli dengan pelayanan kita. Kita seolah bekerja sendiri, tidak dipandang dan juga tidak mendapat pertolongan; Sukacita hilang ketika kita merasa pelayanan orang lain lebih ringan daripada pelayanan kita. Kita suka membanding-bandingkan; Sukacita hilang ketika hati kita tidak lagi fokus pada pihak yang kita layani. Sukacita Marta hilang karena ia hanya memikirkan berat pekerjaannya, yang tidak mampu dihadapinya sendiri. Akibatnya, penghargaannya berkurang pada Tuhan Yesus yang hanya duduk dan ngobrol dengan Maria. Sikap Marta ini dinilai sebagai tindakan menyusahkan diri sendiri, sebab bukan makanan yang dicari Tuhan Yesus, melainkan makna persekutuan. Persekutuan itu terjalin antara Tuhan Yesus dan Maria, dan itu lebih utama daripada makanan jasmani; sebab manusia hidup bukan dari roti saja tetapi terlebih oleh firman Tuhan yang mampu menghidupkan jiwa-jiwa yang telah mati.

Saudara! Melayani tanpa sukacita itu melelahkan. Melayani tanpa kerelaan itu merugikan. Melayani tanpa memandang kepada Tuhan tentulah juga sia-sia. Jika begini terus kita hanya mendapat kekecewaan dan kepahitan hati. Oleh karena itu, mari berikan hati kita kepada Tuhan sepenuhnya. Hanya dengan begitu, kita akan mampu melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, bukan semata untuk manusia. Dengan begitu pula, maka tidak ada lagi ruang untuk kecemburuan, iri hati dan kemarahan. Amin.

Komentar dimatikan

ACARA MINGGU ESTOMIHI

01. SALAM DAN PANGGILAN BERIBADAH

L    : Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus! Salam sejahtera dan selamat datang dalam persekutuan Minggu ini.  Hari ini kita memasuki Minggu Estomihi yang berarti JADILAH BAGIKU GUNUNG BATU TEMPAT PERLINDUNGAN. Hanya Tuhan tempat perlindungan kita, Dialah Allah yang memberi kehidupan kepada kita. Oleh karena itu marilah kita satukan hati dan pikiran kita untuk beribadah kepada Tuhan, dan menyanyikan pujian: “Bertemu dalam kasihNya”

J    : (menyanyikan “Bertemu dalam kasihNya”)

Bertemu dalam kasihNya, berkumpul dalam anugerahNya

Bersukacita semua di dalam rumah Tuhan

Oh… saudaraku dan saudariku, Yesus cinta dan mengasihiMu

Mari bersukacita semua, di dalam rumah Tuhan.

— dinyanyikan 2 kali —-

L    : Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!

J    : (menyanyikan “Bersama Malaikat di Surga”)

Bersama Malaikat di surga, nyanyikan kidung pujian

Bermazmur bagiMu, muliakan namaMu, Yesus aku mau memujiMu.

Hosana, hosana, aku memujiMu

Haleluya-haleluya aku menyembahMu

L    :  Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya! Mari kita bangkit berdiri….

J    :  (menyanyikan “Bersama Malaikat di Surga”)

Bersama Malaikat di surga, nyanyikan kidung pujian

Bermazmur bagiMu, muliakan namaMu, Yesus aku mau memujiMu.

Hosana, hosana, aku memujiMu, Haleluya-haleluya aku menyembahMu

— berdiri —

Tanganku kuangkat padaMu, masuk dalam hadiratMu

Rasakan kasihMu, kujadi milikMu, Yesus aku menyembahMu

Hosana, hosana, aku memujiMu, Haleluya-haleluya aku menyembahMu

02. VOTUM-SALAM-DOA

L    :  Pertolongan kita adalah di dalam nama Allah Bapa dan AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi.

J     :  Amin

L    :  Salam, hai engkau yang dikarunia I, Tuhan menyertai engkau!

J     :  Dan menyertai engkau juga.

L    : Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar…

J     :  Suara permohonanku.

L    :  TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku…

J     :  Kepada-Nya hatiku percaya.

L    :  Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku,

J     :  Dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.

L    :  TUHAN adalah kekuatan umat-Nya

J     :  Dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!

L    :  Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya. Haleluya.

J     :  Menyanyikan: Haleluya-Haleluya-Haleluya

L    : Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, Bapa yang selamalamanya. Kasih sayangMu sajalah yang menyertai kami dari permulaan sampai sekarang ini, dan hanya karena kasihMu, Engkau memberikan kabar kesukaan bagi kami. Kasihanilah kami, bukalah hati kami dan berilah Roh Kudus, supaya kami mengerti pimpinan dan bimbinganMu yang agung itu. Tetapkanlah firmanMu didalam hati kami, supaya hati kami damai, senang dan baharu oleh karena AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.                                       … duduk…

03. Bernyanyi KJ No. 18 “Allah Hadir Bagi Kita”

Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat,

melimpahkan kuasa RohNya bagai hujan yang lebat.

Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!

Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

Allah hadir, sungguh hadir di jemaatNya yang kudus;

biar kasih kurniaNya meyegarkan kita t’rus.

Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!

Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

04. PEMBACAAN HUKUM TAURAT:

L    : Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus! Marilah kita mendengar dan membaca hukum Tuhan yang tertulis dalam Efesus 5: 1-4, yang berbunyai demikian:  Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

J     : Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

L    : Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur

J     : Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

L    : Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

J     :  supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

L    : Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

J+L: Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan hukumMu dan perintah-perintahMu. Amin.

05. Bernyanyi: “Bila Kau Rasa Gelisah”

Bila kau rasa gelisah di hatimu, bila kelam kabut tak menentu hidupmu

Ingat masih ada seorang pnolong bagimu, Yesus tak pernah jauh darimu

Bila cobaan menggodai dirimu, bila sengsara menimpa keadaanmu

Ingat Yesus tidak pernah meninggalkanmu, Yesus slalu pedulikan kamu

… berdiri…

Reff. Berseru dan memanggil namaNya, berdoa Dia kan segra menghampiri dirimu

Percaya Yesus tak jauh dariMu, Yesus hanya sejauh doa.

06. PENGAKUAN DAN PENGAMPUNAN DOSA

L    : Saudara-saudara, di dalam kerendahan hati marilah kita secara jujur datang sujud kehadapan Tuhan untuk mengaku segala dosa-dosa kita. Kita berdoa: Allah Mahakuasa dan Mahamurah. Berilah kami kekuatan batin agar kami dapat mengaku dosa-dosa kami. Berilah kami keberanian agar kami merasa malu terhadap dosa-dosa yang kami lakukan. Buatlah kami agar kami merasa malu mengapa dosa-dosa kami tidak membinasakan kami seperti dosa-dosa orang lain.

J    :  Ya Tuhan berilah kami belas kasihanMu dan ampunilah dosa-dosa kami.

L    :  Ajarlah kami agar dapat menangisi luka dan duka nestapa yang diderita orang lain lantara dosa yang kami buat. Anugerahkanlah Ya Tuhan, agar kami benar-benar mau hidup sadar serta menyadari bagaimana mungkin kami telah membiarkan kejahatan yang mengerikan ini mengakar dalam diri kami dan dalam dunia hidup kami. Ya Tuhan berilah kami belas kasihanMu dan ampunilah dosa-dosa kami.

— hening —-

L : Kami menghadap Engkau ya Allah! Memohon anugerah belas kasihanMu agar di dalam hati, kami dapat merasakan ngerinya kebusukan dosa. Kami menghadap Engkau Ya Tuhan yesus Sang Penebus, agar kami dapat ambil bagian pada beban berat yang Engkau sandang untuk segala dosa kami. Kami menghadap Engkau, Ya Bapa pencipta segala yang ada, agar Engkau merenggut kami dari alam kelupaan yang hitam pekat dan mengisi jiwa kami dengan cahaya, supaya kami mampu berjuang membebaskan diri dari dosa yang telah kami lakukan. Ya Tuhan kasihanilah kami dan ampunilah kami.

J     :  Allah Mahasuci, aku sedih karena apa yang telah aku lakukan,

dan telah aku lalaikan…

Allah Mahasuci, aku sedih lantaran aku membuat diriku tidak tertib

dan hidup terpecahpecah…

Allah Mahasuci, aku sedih atas kejinya dosa di bumi dan kesia-siaan serta kehampaan segala pikiran manusia melakukan kehendakMu…

Allah Mahasuci, sudilah Engkau menarik aku ke dalam diriMu yang suci itu, Ampunilah dosa-dosaku….

L    :  Kristus sang Putra Allah, sucikanlah kami.. Kristus sang Anak Domba Allah, selamatkanlah kami…, Air dari lambung kristus, bersihkanlah kami… Janganlah kiranya Engkau membiarkan kami terpisah daripadaMu. Ya Tuhan kasihanilah kami dan ampunilah dosa-dosa kami.

J    : (menyanyikan : El Shadday)

Tak usah kau takut Allah menjagamu, Tak usah kau bimbang Yesus Pliharamu

Tak usah kau susah Roh Kudus hiburmu, tak usah kau cemas Dia  memberkatimu

El shadday, El shadday Allah maha kuasa. Dia besar, Dia besar.

El shadday, El shadday Allah maha kuasa, BerkatNya melimpah El shadday.

L    : Sungguh Allah maha Besar, setia dan penuh kemurahan. KasihNya tak berkesudahan bagi orang yang mau berseru kepadaNya. Oleh karena itu dengarkanlah janji Tuhan akan keampunan dosa-dosa kita. Sekalipun dosamu merah seperti kermizi, akan mjenjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi.

J     : Amin.                                                                                       …duduk…

07. Bernyanyi NR “YESUS KEKASIH JIWAKU”

Yesus kekasih jiwaku, sungguh kupercaya padaMu

Karena kasihMu padaku, Kau tebus dosaku

Dari terbitnya matahari, dan sampai terbenamnya

Ku angkat lagu pujian, tinggikan namaMu

Dengan gendang, kupuji-kupuji, dengan kecapi, ohh…

Kubernyanyi haleluya, Yesus kekasihku

—dinyanyikan 2 x—

08. PEMBACAAN EPISTLE : 1KORINTUS 13:1-3

L    :  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

J     :  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

L    :  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Wnt   :  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Pria :  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

L    :  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

Wnt   :  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Pria :  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

L    :  Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

Wnt   :  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Pria :  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

J     :  Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

L    :  Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Demikian pembacaan firman Tuhan. Yang berbahagia dialah orang yang mau mendengar dan melakukan firman Tuhan.

J     :  Amin.

09. Bernyanyi NR “ Bahasa Kasih”

Andai kata kudermakan yang luhur mulia, jika tanpa kasih cinta, hampa tak berguna

Ajarilah kami bahasa kasihMu, agar kami dekat padaMu ya Tuhanku

Ajarilah kami bahasa kasihMu, agar kami dekat padaMu

Pria: Kasih itu lemah lembut, serta sederhana

Wnt: Kasih itu rendah hati, sabar menderita

Semua: Ajarilah kami…

— berdiri —

Wnt: Andai kata kupahami bahasa semua

Pria: Hanyalah bahasa kasih kunci tiap hati

Semua: Ajarilah kami…

10. PENGAKUAN IMAN RASULI

L    :  Saudara-saudara, bersama orang Percaya di seluruh dunia, marilah kita mengaku iman kepercayaan kita. Kita sama-sama mengucapkannya:

J     : Aku Percaya … dst.                                               … duduk …

11. WARTA JEMAAT – DOA SYAFAAT

12. Bernyanyi Bernyanyi NR ”Yang Terutama”

Yang terutama di dalam hidup ini, Meninggikan nama Yesus

Yang terutama di dalam hidup ini, Memuliakan namaNya

Reff : Haleluya, haleluya…. Saya mau cinta Yesus 2x

Yang terutama di dalam hidup ini, Melakukan kehendak Yesus

Yang terutama di dalam hidup ini, Menuruti FirmanNya…..

Reff: Haleluya…

13. KHOTBAH : LUKAS 10:38-42

14. Bernyanyi BERNYANYI NR. : ”Yesusku Penylamatku”)

Yesusku, peny’lamatku, tiada yang s’perti Engkau.

Setiap hari, kumemuji, keajaiban kasihMu

Penghibur, Pelindung, menara kekuatan

Biarlah semua yang bernafas, Tak berhenti menyembahMu……

Nyanyi dan bersoraklah bagi Dia, Pujian hormat kuasa bagi raja

Gunung tunduk laut bergelora…,Mendengar namaMu

Kubersuka atas perbuatanMu…, S’lamanya kukasihi engkau Tuhan

Tiada janji s’perti yang ada padaMu.

Wnt      : Yesusku, peny’lamatku, tiada yang s’perti Engkau.

Setiap hari, kumemuji, keajaiban kasihMu

Pria       :  Penghibur, Pelindung, menara kekuatan

Biarlah semua yang bernafas, Tak berhenti menyembahMu……

Semua  : Nyanyi dan bersoraklah bagi Dia, Pujian hormat kuasa bagi raja

Gunung tunduk laut bergelora…,Mendengar namaMu

Kubersuka atas perbuatanMu…, S’lamanya kukasihi engkau Tuhan

Tiada janji s’perti yang ada padaMu.

musik —

Pria       : Yesusku, peny’lamatku, tiada yang s’perti Engkau.

Wnt      : Setiap hari, kumemuji, keajaiban kasihMu

Pria       : Penghibur, Pelindung, menara kekuatan

Wnt      :  Biarlah semua yang bernafas, Tak berhenti menyembahMu……

Semua  :  Nyanyi dan bersoraklah bagi Dia, Pujian hormat kuasa bagi raja

Gunung tunduk laut bergelora…,Mendengar namaMu

Kubersuka atas perbuatanMu…,S’lamanya kukasihi engkau Tuhan

Tiada janji s’perti yang ada padaMu.

15. DOA  PERSEMBAHAN,  BAPA  KAMI,  BERKAT

A. DOA PERSEMBAHAN

L    : Ya Kristus, Engkau telah mempersembahkan diriMu sebagai korban keselamatan dan penghapusan dosa kami. TubuhMu telah dipecah-pecahkan dan darahMu telah ditumpahkan, agar kami dibebaskan dari dosa dan beroleh kehidupan yang kekal. Terimalah diri kami apa adanya sebagai persembahan dan upah pengorbananMu. Kami adalah milikMu yang telah Kautebus  dengan darahMu yang kudus tak bercela. Di sini kami menyampaikan persembahan kami sebagai tanda dan ungkapan penyerahan diri kepadaMu. Terimalah persembahan ini dan berkatilah agar dapat dipergunakan oleh gerejaMu untuk perluasan kerajaanMu di dunia ini. Ya, Kristus, tolonglah kami menjadikan pengorbanan dan persembahanMu di Golgota sebagai sumber inspirasi dan sumber motivasi untuk hidup memberi, berbagi dan berkorban bagi sesama kami.  AMIN.

J    :  Menyanyikan : Tuhan Karuniamu Roh dan Jiwaku semua…dst

B. DOA SYAFAAT

L    : Ya Allah, kami mau berdoa bagi anak-anak muda, yang Kauciptakan untuk dunia masa depan gemilang. Berilah kepada pemudaMu hati yang berani, agar mereka mengubah apa yang harus diubah di dunia ini. Jadikanlah mereka orang-orang gagah berani, yang tidak pernah takut menghadapi tantangan hidup, tidak pernah mundur melakukan yang benar, dan tidak gentar memasuki kehidupan asing dan baru.

J    : DENGARLAH DOA KAMI YA TUHAN…

L    : Namun berikanlah juga pemudaMu hati tulus, agar mereka mau menerima ikhlas apa yang memang tidak bisa diubah lagi dalam hidup ini, karena itu harus diterima dengan kebesaran jiwa: orangtua yang melahirkan, suku, ras atau warna kulit, atau mungkin jenis kelamin dan kondisi fisik bawaan lahir. Namun, berikanlah anak-anak mudaMu kearifan agar mereka mampu membedakan mana yang harus diubah  dan mana yang harus diterima ikhlas dalam hidup ini, mana yang dapat diubah cepat dan mana yang hanya bisa diubah secara perlahan.

J    : DENGARLAH DOA KAMI YA KRISTUS…

L    : Ya Tuhan, kami ingin anak-anak muda kami kritis, termasuk kepada dirinya sendiri, kepada teman sebayanya dan anggota kelompoknya, dan kepada orangtua, guru, pendeta dan pemimpin persekutuannya. Namun kami juga ingin mereka tidak hanya tahu mengkritik, tetapi mampu melakukan dan mencipta  lebih baik. AMIN. Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat…

J    : (Menyanyikan… Kar`na Engkau punya kerajaan…dst)

C. BERKAT:

16. SALAM SUKACITA:

L :   Saudara-saudara, Tuhan sudah menyatakan kasihNya kepada kita hari ini. Kasih Tuhan yang telah kau terima hari ini nyatakanlah itu kepada keluargamu, sahabat-sahabatmu dan kepada sesamamu. Salamlah saudara-saudaramu yang ada di kiri kananmu, sambil menyanyikan lagu : “Adalah Sukacita di Hatiku”

ADALAH SUKACITA DI HATIKU

Adalah suka cita di hatiku, di hatiku, di hatiku. Adalah suka cita di hatiku

Di b’rikan Tuhanku Aku bersyukur, bersuka cita

Kasih Tuhan diam di dalamku 2x .

 

 

Komentar dimatikan

YESUS SANG TABIB KESEMBUHAN HIDUPMU

YESUS SANG TABIB KESEMBUHAN HIDUPMU

Mateus 8:5-13

IMAN SANG PRAJURIT : PEDULI DAN MENJADI KESEMBUHAN BAGI ORANG LAIN

Hari ini kita sudah memasuki Minggu pertama bulan Februari, setelah satu bulan kita melewati tahun 2011 ini. Pusparagam warna kehidupan sudah kita lewati, jalani, dan terus bergerak maju menata kehidupan berikutnya. Berbagai informasi media sudah kita baca dan dengar: Banjir lahar merapi masih terus mengancam kehidupan saudara-saudara kita sebangsa. Persoalan hukum masih terus dipergumulkan demi tegaknya keadilan, serta berbagai fenomena alam masih menghiasi rasa kuatir, takut, penderitaan kehidupan warga bangsa. Bumi ini semakin rusuh! Ketegangan yang sangat mengganggu relasi sosial sepertinya bangkit dari kubur, kekerasan semakin intensif dilakoni sebagian orang, kelompok, antar kampung  tanpa ada rasa malu. Saudara-saudara di Kairo (Mesir) sepertinya kehilangan rasa aman mendiami tanah Firaun  akibat demonstrasi berdarah yang terjadi dalam Minggu-minggu ini. Exodus menjadi pilihan terbaik menghindari mulut kematian yang haus tumpahan darah. Betapa bumi yang kita diami saat ini sepertinya tidak bersahabat lagi… mengerang, meringis, perih, karena rasa sakit yang tak tertahankan. SIAPA YANG PEDULI TERHADAP PENYAKIT LUMPUH KAMI – SIAPA YANG MAU MENYEMBUHKAN KAMI?

Saudara! Ya… kita tidak mungkin terus larut dalam erangan rasa sakit itu, apapun jenis penyakit harus berupaya bangkit dan bangkit mencari sang tabib penyembuh kehidupan. Seorang perwira datang dan bermohon kepada Yesus: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Sang perwira melarutkan diri dalam penderitaan hambanya dan pada saat yang sama bangkit bergerak maju menunjukkan kepedulian melalui  tindakan konkrit menjumpai tabib ilahi yaitu Yesus. Sang perwira bukanlah seorang Yahudi atau keturunan Abraham. Dia adalah orang ”luar” kaum Yahudi, namun percaya kepada Yesus. Sikap percaya yang diperankan sang perwira direspon oleh Yesus: Aku akan datang menyembuhkannya.” Segala upaya pencarian yang diperankan melalui sikap sungguh, tulus, jujur, dan ikhlas (baca= iman) akan menghasilkan mutu sukses yang tiada tara. Sang perwira masuk dalam ranah sukses itu. Dia mengenal sungguh siapa diri-nya dihadapan Yesus: tidak layak! Namun pengenalan seperti ini merupakan awal dari nilai sukses diri, di dalamnya bekerja percikan iman yang teraktualisasi dalam sikap rendah hati: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”. Peran rendah hati sang perwira yang menjadikan Kristus sebagi poros kehidupan mengangkat dirinya pada tingkat pengakuan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel”. “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya”.

Saudaraku! SIAPA YANG PEDULI TERHADAP PENYAKIT LUMPUH KAMI – SIAPA YANG MAU MENYEMBUHKAN KAMI? Bumi kita saat ini sakit lumpuh akibatnya sulit untuk melangkah. Pencapaian ekonomi yang lebih baik sepertinya semakin lemah. Cita-cita bangsa menuju masyarakat adil dan makmur sepertinya sudah mengkristal dalam gumpalan  pengharapan yang mengecewakan. Hidup aman, tenteram di mana tanah atau bumi dipijak dan langit dijungjung sepertinya semakin rusuh. Adakah sang prajurit berhati tulus, jujur, ikhlas, rendah hati memohon kepada Yesus? Adakah sang prajurit tampil dalam lakon pengenalan diri tidak layak di hadapan Kristus? Adakah prajurit yang betul-betul bertanggungjawab dan peduli untuk kesembuhan hambanya? Adakah prajurit yang rela hati berserah diri menjadikan Kristus sebagai poros kehidupannya? Siapapun tidak arif bila menghilangkan tanggungjawab terlebih melimpahkan tanggungjawab itu kepada orang lain. Aku, Anda, saudara dan kitalah prajurit Kristus itu, diutus Kristus menjadi kesembuhan bagi orang lain, bagi  bangsa ini, bagi bumi ini.

Sebagai prajurit Kristus dalam misi kesembuhan yang kita perankan adalah bertumpu pada Kristus. Sebagai ganti bertumpu, kita bisa memakai kata berpegang. Ibarat berjalan di lorong yang licin, entah menurun atau mendaki, kita berpegang pada orang yang dapat diandalkan. Itulah iman. Iman adalah berpegang pada Kristus dalam melangkah. Langkah demi langkah waktu mujur atau malang, pada waktu sehat atau sakit, pada waktu cerah atau mendung, kita berpegang erat kepada Kristus. Akan tetapi, dapatkah kita berpegang erat ? itulah soalnya. Sering kali tangan kita sendiri sudah lemah, Tangan kita tidak kuat lagi berpegang erat. Pegangan tangan kita mudah kendur lalu lepas. Tetapi untunglah, yang dibutuhkan pada saat-saat seperti itu bukanhlah agar kita memegang Kristus, melainkan agar Kristus memegang tangan kita. Karena itu keselamatan bukan bergantung pada kuat atau lemahnya cara kita memegang Kristus, melainkan pada cara Kristus memegang tangan kita. Ia memegangi tangan kita dengan erat dan kuat. Itulah Iman. Iman bukanlah kita memegang tangan Kristus, melainkan membiarkan Kristus memegangi kita. Iman adalah membuka diri para Kristus agar Dia memegangi kita. Berjalanlah dengan bertumpu kepada Iman dan biarkanlah Tuhan memegangi hidupmu supaya hidupmu sembuh dan menjadi kesembuhan bagi orang lain. Amin.

 

 

Komentar dimatikan

PERKAWINAN DI KANA

PERKAWINAN DI KANA:

Anda menghadapi kesulitan? Yesuslah Jawabannya

Yohanes 2: 1-12

Saudara-saudara! Tidak ada hidup yang lebih nikmat selain dari hidup yang dapat merasakan kehadiran Tuhan di dalam seluruh aspek kehidupan. Bentuk kehidupan seperti ini akan membuahkan motivasi baru, semangat baru sekaligus inspirasi baru untuk memaknai proses perjalanan kehidupan pada masa kini dan masa depan. Alasannya bahwa Tuhan dilihat hadir sebagai pembela, penyelamat, dan pelindung di setiap waktu maupun keadaan. Memiliki cara pandang seperti ini menghasilkan cakrawala berpikir, bahwa hidup tak terpisahkan dengan Tuhan dan hidup sesungguhnya adalah milik Tuhan yang kepadaNya manusia harus sujud. Namun sebaliknya hidup yang sepi merasakan kehadiran Tuhan akan menghasilkan cakrawala berpikir bahwa hidup ini adalah hasil usaha sendiri yang kepadanya manusia harus mengabdi dan berbakti. Ketika usaha sendiri diabdikan maka segala bentuk cara akan menjadi pilihan: lurus atau serong, putih maupun hitam, bersih atau kotor, tidak dipersoalkan.

Saudaraku! Melihat dan merasakan kehadiran Tuhan di dalam seluruh aspek kehidupan akan membentuk manusia untuk mengedepankan ketajaman mata rohaninya berlaku taat dan setia kepada Tuhan. Tidak ada sikap pura-pura, tidak ada sikap seolah-olah, tidak ada sikap mendua, dan tidak ada sikap ambique, namun semuanya jelas, utuh, kokoh, dan konsisten. Sikap seperti inilah yang ditunjukkan oleh Maria (ibu Yesus) pada peristiwa pesta perkawinan di Kana. Kesulitan muncul ketika pemilik pesta kekurangan anggur (menurut tradisi Yahudi bahwa adalah kehinaan bagi pemilik pesta bila mereka tidak dapat memberikan anggur kepada undangannya). Di saat kesulitan muncul Ibu Yesus datang menjumpai Yesus dan berkata: “Mereka kehabisan anggur”. Ibu Yesus mengedepankan ketajaman mata rohaninya (iman) dengan berkata kepada murid-murid Yesus: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu”. Yesus bertindak dan para murid melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan Yesus, dan hasilnya keheranan bagi semua undangan: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik: akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang”. Inilah kesaksian setiap orang bahwa tidak ada hidup yang lebih nikmat selain dari hidup yang dapat merasakan kehadiran Tuhan di dalam seluruh aspek kehidupan.

Saudaraku! Yesus adalah jawaban dari setiap kesulitan yang kita hadapi. Kehadiran-Nya di dalam kehidupan selalu mendatangkan sukacita dan kepuasan batin. Setiap orang yang menerima-Nya dan berlaku taat kepada-Nya akan merasakan jamahan Tuhan menyelamatkan hidupNya. Setiap orang yang percaya dan berlaku setia kepada-Nya akan beroleh jalan keluar dari setiap  kesulitan atau persoalan yang dihadapi. Pesta Perkawinan di Kana akan menjadi rasa malu yang sangat jika Kristus tidak hadir di sana – kehadiran-Nya mengubah kekurangan menjadi kelimpahan, mengubah rasa malu menjadi kehormatan, mengubah kehinaan menjadi kemuliaan, dan mengubah cacian menjadi sanjungan. Inilah realitas hidup setiap orang percaya, taat, yang selalu mengundang Yesus hadir di dalam perayaan pesta kehidupan. Undanglah Yesus dalam setiap persoalan, kesulitan, pergumulan hidupmu – maka Anda akan memperoleh jawaban dan kepuasan batin. Berlaku taatlah kepada perintah-Nya – maka Anda akan melihat hal-hal menakjubkan dalam kehidupanmu, dan percayalah selalu kepada-Nya – maka jiwa Anda akan dipuaskan dalam karya kreatif Kristus yang menyelamatkan. Yesus adalah Jawaban dari setiap persoalan, kesulitanmu – percayalah kepada-Nya dan lakukanlah perintah-Nya. Amin.

 

 

Komentar dimatikan

HARI IBU

SELAMAT HARI IBU

 

Waktu kamu berumur 1 tahun,
Dia menyuapi dan memandikanmu..
Sebagai balasannya.. kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun,
Dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya.. Kamu kabur waktu dia memanggilmu.

Waktu kamu berumur 3 tahun,
Dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang..
Sebagai balasannya,, kamu buang piring berisi makananmu ke lantai..

Waktu kamu berumur 4 tahun,
Dia memberimu pensil warna…
Sebagai balasannya,,, kamu corat-coret tembok rumah dan meja makan..

Waktu kamu berumur 5 tahun,
Dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
Sebagai balasannya,,, kamu memakianya bermain di kubangan lumpur

Waktu kamu berumur 6 tahun,
Dia mengantarmu pergi ke sekolah…
Sebagai balasannya,, kamu berteriak “NGGAK MAU…!”

Waktu kamu berumur 7 tahun,
Dia membelikanmu bola…
Sebagai balasannya,,, kamu melemparkan bola ke jendela tetangga..

Waktu kamu berumur 8 tahun,
Dia memberimu es krim…
Sebagai balasannya,,, kamu menumpahkannya dan mengotori seluruh bajumu..

Waktu kamu berumur 9 tahun,
Dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu…
Sebagai balasannya,,, kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar..

Waktu kamu berumur 10 tahun,
Dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun…
Sebagai balasannya,,, kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam..

Waktu kamu berumur 11 tahun,
Dia mengantar kamu dan teman-teman kamu ke bioskop…
Sebagai balasannya,,, Kamu minta dia duduk di barisan lain..

Waktu kamu berumur 12 tahun,
Dia melarangmu bermain game terus karena nilaimu turun…
Sebagai balasannya,,, kamu tunggu dia keluar rumah untuk bermain diam-diam

Waktu kamu berumur 13 tahun,
Dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya….
Sebagai balasannya,, kamu bialng dia tidak tahu mode

Waktu kamu berumur 14 tahun,
Dia membayar biaya untuk perpisahan sekolahmu selama liburan..
Sebagai balasannya,,, kamu nggak pernah meneleponnya sekalipun setelah tiba disana..

Waktu kamu berumur 15 tahun,
Pulang kerja dia ingin memelukmu…
Sebagai balasannya,, kamu kunci pintu kamarmu..

Waktu kamu berumur 16 tahun,
Dia mengajari kamu mengemudi mobil..
Sebagai balasannya,, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya…

Waktu kamu berumur 17 tahun,
Dia membelikan dunk*n donut kesukaanmu setengah lusin…
Sebagai balasannya,,, kamu makan semuanya tanpa menyisakan satu potong pun..

Waktu kamu berumur 18 tahun,
Dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya,,, kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai larut malam / subuh..

Waktu kamu berumur 19 tahun,
Dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama..
Sebagai balasannya,,, kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama teman-temanmu

Waktu kamu berumur 20 tahun,
Dia bertanya,”Dari mana seharian ini??”..
Sebagai balasannya,, kamu menjawab, “Ah, cerewet banget sih, pingin tahu urusan orang.”

Waktu kamu berumur 21 tahun,
Dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu…
Sebagai balasannya,, kamu bilang, “Aku nggak mau seperti kamu.”

Waktu kamu berumur 22 tahun,
Dia memelukmu dan haru ketika kamu lulus dari perguruan tinggi..
Sebagai balasannya,, kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri..

Waktu kamu berumur 24 tahun,
Dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu…
Sebagai balasannya,, kamu ceritain ke temenmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 25 tahun,
Dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan..
Sebagai balasannya,, kamu mengeluh, “Aduh gimana sih, kok bertanya seperti itu..”

Waktu kamu berumur 26 tahun,
Dia membantumu membiayai pernikahanmu..
Sebagai balasannya,,, kamu pindah kota lain yg jaraknya lebih dari 500km…

Waktu kamu berumur 28 tahun,
Dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu…
Sebagai balasannya,, kamu katakan ,”Sekarang zamannya udah beda dari zaman dulu..”

Waktu kamu berumur 35 tahun,
Dia memintamu untuk menemaninya membelikan kado buat ulangtahun saudara dekatmu…
Sebagai balasannya,, kamu jawab,”Aku sudah sibuk dengan keluargaku, ajaklah saudaraku yang lain.”

Waktu kamu berumur 45 tahun,
Dia sakit-sakitan sehingga membutuhkan perawatanmu…
Sebagai balasannya,, kamu baca tentang pengaruh negative orang tua yg numpang tinggal di rumah anaknya..
… Dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang.. dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan… Dan itu menghantam HATIMU bagiakan pukulan godam..

Maka…
Jika Orangtuamu Masih Ada.. Berikanlah Kasih Sayang Dan Perhatian Lebih Dari Yang Pernah Kamu Berikan Selama Ini..
Jika Orangtuamu Sudah Tiada.. Ingatlah Kasih Sayang Dan Cintanya Yang Telah Diberikannya Dengan Tulus Tanpa Syarat Kepadamu..
Karena mereka adalah sumber inspirasi bagimu, Jika mereka tak ada, Kamu pun tak akan ada seperti kamu sekarang ini..

Komentar dimatikan

Damai dan Indahnya Natal

Copy of Xmas_song_card

Aku dilahirkan di sebuah kandang,

Supaya kamu dapat belajar untuk memandang suci semua tempat dimana pun.

Aku dilahirkan miskin,

Supaya kamu dapat mengenal Aku sebagai sumber utama segalanya

Aku dilahirkan lemah,

Supaya kamu tidak pernah boleh takut kepadaKu

Aku dilahirkan untuk mengasihi,

Supaya kamu tidak pernah boleh meragukan cinta kasihKu

Aku dilahirkan pada malam hari,

Supaya kamu percaya bahwa Aku dapat member terang kepada segala kenyataan hidup

Aku dilahirkan sebagai manusia,

Supaya kamu dapat tidak pernah boleh menjadi malu atas dirimu sendiri

Aku dilahirkan untuk diadili,

Supaya kamu dapat mengetahui bagaimana menghadapi kesulitan-kesulitanmu

Aku dilahirkan dalam kesederhanaan,

Supaya kamu berhenti untuk menjadi bertingkah

Aku dilahirkan sebagai bagian dari kehidupanmu,

Untuk membawa setiap orang ke rumah BapaKu.

 

 

Komentar dimatikan

ACARA KELUARGA TAON BARU PKL 00

ACARA TAHUN BARU KELUARGA

PUKUL oo.00

 

1.   PANGGILAN  BERIBADAH

P     :   Saudara-saudara yang kekasih! Kini tibalah saatnya kita memasuki Tahun yang baru yang dianugerahkan Tuhan bagi kita. Syukur kepada Tuhan yang telah menyertai dan memelihara hidup kita pada tahun yang lalu dan menghantar kita memasuki tahun ini dalam suasana suka cita berkumpul bersama dengan keluarga dan saudara-saudara yang kita kasihi. Saya mengucapkan, “Selamat Tahun Baru bagi kita sekalian, kiranya damai sejahtera Allah menaungi hidup kita.”

J      :   Ya, Selamat Tahun  Baru. Semoga damai sejahtera Kristus bersemayam di tengah-tengah  kehidupan kita, di dalam menjalani tahun yang baru ini.

P     :   Sebagai ungkapan syukur kita atas penyertaan dan anugerah Tuhan, sekaligus mohon tuntunan Tuhan, marilah kita mempersiapkan hati untuk beribadah, agar Tuhan memberangkatkan kita dengan sukacita memasuki tahun baru, tahun 2011 ini.

Untuk mengawali ibadah ini, marilah kita angkat pujian dari  BE. 70 : 1- 3   “O Jesus, Sipangolu Au”

Bernyanyi  BE. 70 : 1 – 3   “O Jesus, Sipangolu Au”

Naung salpu taon na buruk i, Ho ma hupuji Tuhanki.

Ai diramoti Ho tongtong, Tondingku dohot dagingkon  ) 2x

O Jesus, sai asi rohaM, Paian denggan ni basaM.

Muse di taon na’mbaru on. Di nasa huriaM tongtong  ) 2 x

Sai tong paian hataMi, Na mangapuli roha i

Alai pangago sasude padao ma sian hami be ) 2x

2.   VOTUM – INTROITUS – DOA

P     :   Dengan mengucap syukur kepada Allah Bapa dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi, kita mulai ibadah ini. Amin. Tuhan adalah kekuatan umatNya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapiNya.

J      :   Selamatkanlah kiranya Keluarga kami dan berkatilah milikMu sendiri, gembalakanlah kami dan dukunglah kami untuk selama-lamanya.

P     :   Dan bergembiralah karena Tuhan ; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya dan Ia akan bertindak.

J      :   Ya Tuhan, peliharalah kami, sebab kami orang  yang Kau kasihi. Selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

P     :   Marilah kita berdoa ! Ya Tuhan Allah, kami bersyukur kepadaMu karena Engkau mengasihi dan menuntun hidup kami hingga kami dapat memasuki tahun yang baru ini. Engkau yang memelihara dan menyelamatkan hidup kami dari segala pergumulan dan kesulitan, Engkau yang memampukan kami melewati tahun 2010 yang baru berlalu dan memasuki tahun 2011 ini. Berkatilah seluruh anggota keluarga ini dan pekerjaan kami masing-masing, yang kami kerjakan karena NamaMu. Berkatilah juga FirmanMu yang ditaburkan hamba-hambaMu ke dalam hati kami, sehingga kehidupan kami selalu diperbaharui. Tolonglah keluarga kami, agar kami menerima keselamatan yang dari padaMu dan hidup dalam terang FirmanMu karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

3.    Bernyanyi  BE.  69 :  3   “Ungkap Bahal Na Umuli”

Jesus sai urupi hami Dohot di taon baru on

Paimbaru gogonami Mangihuthon Ho tongtong

Pasupasu ma muse Na porsea sasude

Taon parasinirohaon Baen di au sandok taon on

Lam pahot ma hasesaan Ni dosangku di au on

Holan Ho do Jesuski Tuk pasaehon dosangki

4.    PERNYATAAN IMAN

P     :   Allah berjanji akan memberangkatkan kita dengan sukacita dan damai, maka Dia menginginkan agar kita meyakininya. Jangan ragu, jaminan sukacita ada di tangan Tuhan. Aku akan memberitakan kepada semua orang hingga mereka turut percaya akan janji Tuhan ini.

J      :   Aku percaya kepada Allah yang memperhatikan hidupku. Dia memberi jaminan  sukacita bagiku maka aku juga akan membawa damai dan sukacita bagi keluargaku dan bagi semua orang.

P     :   Jangan takut, aku akan menyertai engkau sepanjang zaman Firman Tuhan. Janji Tuhan ini tetap dari dahulu, sekarang dan sampai selamanya. Sukacita dan damai sejahtera telah Tuhan sediakan bagi keluarga kita. Yesus Kristus Dialah Juruslamat kita.

J      :   Aku percaya bahwa Roh Kudus akan membimbing dan menuntun kita. Roh Kudus akan memberi kekuatan dan pengharapan. Terpujilah namaNya. Amin.

5. Bernyanyi BE.  64 : 1 + 5  “Naung Moru Do Muse Sataon”

Naung moru do muse sataon, Huhut lam suda bohalhi;

Beha do au nasailaon,  ture do pangalahongki? Lam ganda haporsaeonku,

Nang holong ni rohangku pe. Di Jesus dohot Debatangku,

Nang di donganku sasude?

Dibahen i antong hupuji. Denggan basam sadari on,

Ai pineakkon rujiruji, ido na dapot sai tontong. O Jesus, na marholong roha,

Ingkon hupuji goarMi, Dibaen saluhut denggan basa, Tu ahu pinasahatMi.

6.    RENUNGAN  : JANGAN TAKUT TUHAN MENYERTAI KITA

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus! Pada tahun yang lalu banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan keluarga kita. Ada suka cita, ada pula dukacita. Ada keberuntungan ada pula kerugian. Selama kita hidup dinamika melalui berbagai peristiwa pasti kita alami, namun apapun dinamika kehidupan yang penting bukanlah peristiwanya tetapi bagaimana kita memaknai setiap peristiwa itu.

Semua ini kita alami supaya kita melihat kehadiran dan campur tangan Tuhan yang senantiasa melindungi kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan kita harus yakin bahwa Tuhan akan memberangkatkan kita dengan sukacita meninggalkan tahun 2010, dan akan dihantarkan memasuki tahun 2011 dengan damai dengan iman yang bertambah teguh, sesuai dengan Firman Tuhan yang telah diajarkan kepada kita. Allah sang pencipta dan Maha mengetahui segala sesuatu yang terjadi di tengah-tengah kita. Firman Allah adalah menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita, tetapi juga mampu menegur dan mengingatkan kita. Oleh sebab itu jangan seorang pun di antara kita yang meragukan kuasa Firman Tuhan.

Mari kita hidup bersekutu dengan Tuhan, sebab di dalam Tuhan ada jaminan sukacita dan damai. Tuhan  Allah memberangkatkan  dan menghantar kita pada saat ini untuk memasuki tahun yang baru yaitu tahun 2011. Hal ini hendaklah kita yakini dan percayai di dalam sukacita maka kita akan selamat. Mari kita minta kepada Tuhan, agar Roh Tuhan memelihara dan menjaga, agar hati kita tidak mudah jatuh ke dalam keputus-asaan apabila kita harus menghadapi berbagai tantangan. Tuhan tidak akan membiarkan kita tersesat, melainkan Dia akan menyelamatkan kita, percayalah! Jangan takut, dan bimbang, Tuhan menyertai kita. Tuhan, Dialah jaminan hidup kita dan jaminan masa depan kita. Karena itu kita pelihara FirmanNya dan kehendakNya. Untuk segala hak yang kita terima dari Tuhan, baiklah kita mengucap syukur dan berterima kasih kepadaNya. Di awal tahun ini kita harus bertekad dan berjanji bahwa : Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan. Amin.

7. Bernyanyi  BE. 69 : 1 + 4  “Ungkap Bahal Na Umuli” ~ Mengumpulkan Persembahan-

Jesus sai urupi hami, Dohot di taon baru on; Paimbaru gogonami,

Mangihuthon Ho tongtong; Pasupasu ma muse, Na porsea sasude

Sai apuli ma rohangku, Dohot holong ni rohaM. Jala jalo tangiangku,

Ala denggan ni basaM; Jea sasude padao,  Asa unang marsak au.

8.   Mengucapkan Selamat Tahun Baru Dan Kesan dan Pesan :

  • Masing-masing anggota keluarga,
    • Nasihat dari orang tua.

9.   Doa  Syafaat

10. Bernyanyi  BE.  66 : 1+3  “Debata Baen Donganmi”

Debata baen donganmi! Lao mangula ulaonmu.

Baen Ibana haposanmu.   Sai paserep rohami.

Debata baen donganmi, Debata baen donganmi.

Debata baen donganmi! Sai na saut do ulaonmu,

Sai na tulus do sangkapmu, Jala sonang rohami.

Debata baen donganmi, Debata baen donganmi.

8. DOA PENUTUP: DOA BAPA KAMI – AMIN.

Komentar dimatikan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.779 pengikut lainnya.