HIDUP OLEH ROH

YA ROH KUDUS BAHARUILAH HIDUP KAMI

Roma 8: 14-18

 

Saudara, dunia kita semakin kacau, alam semesta semakin rusak, sebagai akibat dari prilaku manusia yang selalu cenderung  mencari keuntungan sesaat demi kepentingan diri sendiri. Manusia semakin egois dan mencari kesenangan diri sendiri, kurangnya keperdulian pada sesama membuat semakin lebar jurang pemisah di antara sesama manusia. Realita hidup ini memberi peringatan serta perenungan mendalam bagi kita dan hendaknya  kita terus berdoa supaya Roh Kudus memperbaharui kehidupan ini. Harapan itu masih ada dan selalu terbuka dimana Tuhan telah datang ke dunia ini untuk membaharui kehidupan manusia yang rusak. Roh Allah telah mendiami setiap pribadi umatNya sehingga mereka dipimpin oleh Roh  untuk dapat bersaksi dan menyatakan kebenaran serta memperingatkan manusia atas dosa-dosa dan kejahatanya. Kejahatan dan dosa tidak akan membawa kehidupan manusia pada kehidupan yang bahagia namun justru menuju pada kehancuran.

Saudara, semakin banyak orang yang dipimpin oleh keinginanya sendiri, sadar atau tidak disadari akan membawanya pada situasi yang mengerikan, ia sering  melampiaskan keinginanya dengan cara yang tidak benar.Adadi antara kaum muda-mudi  gara-gara putus pacar menjadi stress, kehilangan pekerjaan menjadi sakit, belum mendapat jodoh akhirnya ia  hidup dalam pergaulan bebas. Mereka tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri karena ia dipimpin oleh nafsunya sendiri. Tidak demikian orang yang dipimpin oleh Roh Allah, ia selalu sadar dan bersikap serta membuat keputusan yang benar dan tepat walaupun situasi itu sulit, ia tidak mencari jalan pintas  tetapi berpengharapan bahwa hidup dan keadaan ini pasti berubah dan dibaharui oleh kuasa Roh Tuhan ke arah hidup yang lebih baik. Ia tidak mudah putus asa apalagi sampai menghancurkan dirinya sendiri. Kita sedih melihat keadaan sekarang ini di mana para pemimpin yang selalu sibuk mengurus kepentingan sendiri dan kelompoknya,  mereka hampir kehilangan wibawa di masyarakat yang dipimpinya, keadaan ini orang  semakin bersikap apatis (tidak mau tahu). Sepertinya masyarakat kehilangan pemimpinnya, sehingga mereka sendirilah yang berjuang untuk hidupnya. Masih segar di ingatan bahwa dengan bersatunya masyarakat, elemen masyarakat menolak kenaikan harga BBM sehingga pemerintah tidak menaikkan harga sesuai dengan rencana semula, walaupun masih terbuka kemungkinan untuk menaikkanya. Setiap orang tidak terkecuali pemimpin hendaklah sama-sama berpikir untuk kesejahteraan bersama tanpa menonjolkan kepentingan orang atau kelompok tertentu.

Saudara, keadaan yang kita alami sering membuat hidup kuatir, ketakutan semakin merambah alam pikiran, ini membuat rasa cemas, bimbang dan akhirnya dapat membuat kehilangan arah serta banyak  menguras energi berpikir. Kita sering diperbudak oleh diri dan kepentingan sendiri, kita sulit melepaskan diri dari perbudakan tersebut, namun Tuhan menjadikan kita menjadi anak Allah, supaya jangan takut. Roh membantu kita untuk keluar serta bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah, kita bukan lagi milik dunia tetapi sudah milik Allah. Sebagai anak Allah kita memperoleh hak  ahli waris sesuai dengan janji Allah. Bersama dan mau dipimpin oleh Roh menjadikan kita tahan uji dalam penderitaan dan dipermuliakan bersama-sama dengan Kristus. Janji Tuhan akan dipenuhi dan dinyatakan kepada orang-orang yang mau tetap setia kepadaNya.

Saudara, kehidupan akan dipermuliakan oleh Tuhan di dalam RohNya, sebab Dia yang menjadikan kita anak-anakNya supaya memperoleh kehidupan dan masa depan yang dijanjikan Tuhan kepada kita yakni kehidupan kekal. Tetaplah berdoa supaya Tuhan tetap mendiami kehidupanmu  menuju pembaharuan yang sudah dikerjakan oleh Tuhan bagi kita. Ya Roh Kudus Baharuilah Hidup Kami. Salam Miserikordias Domini. Amin.

 

About these ads

2 Tanggapan so far

  1. 1

    Pestamin EM Sidabutar said,

    Syalom, terima kasih Amnag atas kiriman renungannya.
    Kalau boleh amang tolong dikirimkan renungan tentang ” Idola Anak Muda Kristen ” karena sekarang ini banyak anak-anak kristen yang tidak mengidolakan Kristus dan cendrung mereka mengidalakan selibritis, dan meniru hal-hal yang tidak benar.
    Terima kasih Amang

    (St. PEM Sidabutar-Denpasar)


Comment RSS

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.779 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: