Archive for Oktober, 2009

SAUDARAKU DI PADANG MENANGIS

AKU MEMBERI TELADAN KEPADA KAMU
“HIDUP SALING MELAYANI

(Yoh. 13:12-17)

Saudara! Air mata Tasikmalaya sepertinya belum kering, kini deraian air mata kembali membasahi kota Padang Pariaman dan sekitarnya. Dalam hitungan detik kota Padang Pariaman porak-poranda diluluhlantahkan gempa dahsyat. Tangisan, jeritan, raungan terdengar menahan rasa sakit yang begitu perih; hati teriris melihat deretan tubuh yang terbujur kaku; anak-anak kehidupan yang mempersiapkan diri untuk masa depannya tertimbun puing-puing bangunan yang sangat mengerikan; sang ayah kehilangan istri dan anaknya, sang istri kehilangan suami dan anaknya, dan sang anak kehilangan orangtuanya. Sang ibu memeluk anaknya sambil berlari ketakutan, anak-anak menangis sambil berlari ke mana saja. Rumah yang dibangun berbulan-bulan, bahkan tahunan dalam hitungan detik roboh rata dengan tanah, tatapan kosong menghiasi wajah-wajah polos, wajah-wajah pucat karena rasa takut yang begitu mendalam, Sungguh peristiwa ini membuat dada terasa sesak, hati pilu dan teriris. Negeri ini kembali menangis dan menangis. Ya Tuhan kapan derita ini akan berakhir? Kapan air mata ini berhenti? Ya Tuhan janganlah kiranya Engkau marah kepada kami, sebab kami tidak tahan terhadap amarah-Mu. Kasihanilah kami, dan tolonglah umat-Mu yang sedang menjerit ini.

Saudara! Betapa hidup ini penuh makna dan rasa ketika setiap orang berada dalam peran karya kreatif Kristus hidup saling melayani. Orientasi karya ini menjadi kontribusi positif memaknai kehidupan demi dan untuk kehidupan itu sendiri. Hidup akan terasa indah, penuh harmoni, utuh, damai dan penuh kesan. Tidak ada rasa diabaikan, superioritas, imperioritas, semua berada dalam posisi sesama manusia yang berdaulat dan bermartabat untuk dicinta dan mencinta, diperhatikan dan memperhatikan, dipedulikan dan memperdulikan, dipahami dan memahami, diberi dan memberi, dilayani dan melayani. Kehidupan dilakoni bukan dalam gerak diskriminatif, namun berjalan dalam gerak kesamaan (equality) manusia sebagai alat (tools) transformasi karya kreatif Kristus. Harga kemanusiaan bukan ditentukan oleh deret hitung status rendah dan tinggi, lemah dan kuat, emperan da gedongan, pula bukan ditentukan oleh miskin dan kaya, namun ditentukan perlakuan manusia melihat manusia sebagai manusia. Betapa indahnya kehidupan bila realitas ini diperankan oleh setiap orang. Hidup akan berseri, bersahaja, dan dicinta setiap insan.

Saudara! Hidup saling melayani, inilah teladan yang disampaikan Yesus kepada murid-muridNya. Sesungguhnya membasuh kaki bukanlah aktivitas seorang Guru, namun adalah kerja seorang budak sebelum tamu memasuki rumah. Dalam tradisi Yahudi seorang tamu yang berkunjung haruslah dibasuh kakinya sebelum memasuki rumah, karena sang tamu berjalan dengan memakai sandal kakinya kotor karena debu atau becek. Oleh karenanya seorang budak yang berada dirumah tuannya wajib membasuh kaki sang tamu sebelum memasuki rumah. Kini Yesus mengambil aktivitas itu membasuh kaki murid-muridNya dengan menekankan substansi kehidupan dalam ranah etos kehidupan, yaitu: sikap rendah hati, saling melayani, dan keteladanan. Namun lebih dari itu Yesus hendak menekankan substansi kehidupan dalam ranah Kerajaan Allah, yaitu baptisan. Sesungguhnya setiap orang yang mau memasuki rumah kerajaan Allah haruslah dibasuh, disucikan atau dibaptis di dalam nama Bapa,Anak, dan Roh Kudus. Kedua hal ini bukanlah kontradiktif, namun terpadu dan menyatu. Bertitik tolak dari iman kristiani bahwa setiap orang yang menerima baptisan (hidup baru) dari dalam dirinya akan muncul dan memancar lakon etos kehidupan: rendah hati, saling melayani, dan keteladanan. Inilah makna dari aktivitas pembasuhan kaki yang diperankan Yesus bukan hanya bergerak dalam ranah etos kehidupan, tetapi juga dalam gerak ranah iman yaitu pesta lestari kehidupan.

Saudaraku! Hidup rendah hati, saling melayani, dan memberi teladan adalah tuntutan mendesak masa kini. Tuntutan ini bukan hanya dalam domain bangsa, tetapi juga dalam lingkungan persekutuan hidup bergereja, dan keluarga. Kenapa tidak! Betapa bumi ini sepertinya menjadi ladang kematian ketika sikap rendah hati, saling melayani, dan keteladanan lemah diperankan oleh setiap orang. Masing-masing merendahkan orang lain, menuntut dilayani, dan memaksa orang tanpa pernah memberi teladan. Martabat kemanusiaan semakin rendah di saat manusia jatuh dalam menilai sesamanya dari presfektif deret hitung pemilikan hal-hal lahiriah. Hidup menjadi resah dan bergulat dengan kegelisahan karena desakan jiwa saling melayani rendah dan desakan jiwa dilayani diperkuat. Betapa hati ini miris melihat kehidupan ketika sikap kemegahan, orientasi diri dipertontonkan ditengah-tengah kemelaratan, kelaparan, derita pilu sesama manusia. Di dalam realitas ini bukankah sesungguhnya sikap saling melayani yang harus kita perankan? Bukankah sikap keteladanan yang menjadi sikap kita?

Sungguh dibanggakan sikap warga bangsa saat ini untuk menggoreskan nilai-nilai kemanusiaan dalam menunjukkan kepeduliannya terhadap saudara-saudara yang tertimpa bencana alam gempa di Sumatera Barat. Dapat merasakan kepedihan, dukacita yang sangat dalam dari sesama manusia di Sumatera Barat. Semua kelompok, organisasi, lembaga, pengusaha turut ambil peran meringankan beban derita anak bangsa di Sumatera Barat. Bantuan mengalir, dompet dibuka, mengamen dilakukan demi merajut harapan masa depan sesama manusia di sumatera Barat. Betapa indahnya kehidupan saling melayani dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan tanpa dibatasi sekat-sekat perbedaan yang ada. Mari kita bangkit… mengukir karya hidup saling melayani supaya bumi tahu bahwa kita adalah sesama manusia membangun kehidupan yang lebih cerah, ceria, dan bermakna. Amin.

Komentar dimatikan

Ac Minggu XVIII Set. Trinitatis

01. PANGGILAN BERIBADAH

L : Selamat Hari Minggu dan Horas bagimu saudara dan saudariku. 

J : Selamat hari Minggu, Horas.
L : Saudara dan saudariku, biarlah di sore hari ini kita bersyukur pada Tuhan karena kasihNya yang besar, penyertaan dan pertolonganNya yang kekal untuk selama-lamanya.
J : Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu, karena Tuhan jiwaku bermegah, biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
L : Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyurkan namaNya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Kita bangkit berdiri, kita puji Dia lewat nyanyian : “Allah Ditinggikan Dengan Sorak-sorai”
L+J : Allah ditinggikan dengan sorak-sorai
Allah ditinggikan dengan sangkakala
Allah ditinggikan dengan sorak-sorai
Bersoraklah bagi Tuhan, bersoraklah bagi Tuhan
Reff :
Biar sangkakala berbunyi, tepuk tangan puji Tuhan
Allah di agungkan, Allah di agungkan
Allah di agungkan tinggi
— dinyanyikan 2 kali–
J : Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatanMu yang ajaib.
L : Sungguh tak terhitung berkatMu ya Tuhan. Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi namaMu yang Maha tinggi. Mari kita puji Tuhan dengan nyanyian “Satukanlah Hati Kami”
J : (menyanyikan NR “Satukanlah Hati Kami”)
Satukanlah hati kami, tuk memuji dan menyembah
Oh Yesus Tuhan dan Rajaku
Eratkanlah tali kasih di antara kami semua
Oh Yesus Tuhan dan Rajaku
Bergandengan tangan, dalam satu hati
Bergandengan tangan dalam satu iman
Saling mengasihi di antara kami
Keluarga kerajaan Allah
—musik—(dinyanyikan 1x lagi)
L : Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu diseluruh bumi! keagunganMu yang mengatasi langit dinyanyikan.
J : Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung kepadaNya.
L : Kami datang, untuk turut serta menyembahMu. Memasuki hadiratMu, untuk turut serta menerima berkatMu. Saudara dan saudariku, marilah kita naikkan pujian hanya kepadaNya, lewat nyanyian : “Ku bawa korban Syukur ”
J : (menyanyikan NR “Kubawa Korban Syukur”)
Saat ku masuk ke hadiratMu, ku tersungkur dan sembahMu
Ku persembahkan korban syukurku, yang terbaik bagiMu
Ku bawa korban syukurku, Ke tempat kudusMu Tuhan
Hatiku limpah dengan syukur, S’bab Tuhan baik, s’bab Tuhan baik
— dinyanyikan 2 kali sambil berdiri—

02. VOTUM / INTROITUS / DOA

L : Dengan mengucap syukur kepada Tuhan, maka ibadah ini dibuka : Di dalam nama Allah Bapak, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
J : Amin. Hadirlah Engkau bagi kami ya Tuhan.
L : Allah lah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa kita. Untuk itu saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi, haleluya.
J : (menyanyikan BE. No. 853 “Haleluya”)
Haleluya…haleluya…haleluya…haleluya…
Haleluya…haleluya…haleluya…haleluya…
Haleluya…haleluya…haleluya…haleluya…
L : Marilah kita berdoa :
Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di surga ! Kami mohon kepadaMu, berilah RohMu yang Kudus ke dalam hati kami dan biarlah kasih dan kebenaran yang dikerjakan oleh AnakMu Yesus Tuhan kami tetap tinggal di dalam hati kami. Bimbinglah kami di saat pencobaan, agar hidup kami tetap benar didalam iman yang teguh kepadaMu. Ya Tuhan, kuatkanlah kami, agar hidup seturut dengan perintahMu. Tuntunlah hidup kami, untuk selalu memandang akan pertolongan yang Kau beri, melalui AnakMu Yesus Kristus, Tuhan dan penyelamat kami. Amin.
(jemaat duduk)

03. Nyanyian Pujian : Karya Terbesar
Kasih yang terindah, hati yang mulia
Hanya kutemukan di dalam-Mu, Yesusku
Pujian dari hatiku, selalu di setiap waktuku
Tiada pernah berubah, kasih-Mu
Karya terbesar dalam hidupku
pengorbananMu yang s’lamatkanku
Engkaulah harta yang tak ternilai 2 X
Yang kumiliki dan kuhargai
Yesus Engkau kukagumi

04. PEMBACAAN HUKUM TUHAN
L : Saudara dan saudari yang terkasih dalam Kristus, kini saatnya kita mendengarkan hukum Tuhan serta mengetahui apa yang Tuhan inginkan dari orang-orang yang beriman padaNya :
Saudara-saudara, Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
J : Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga RohNya yang kudus kepadamu.
L : Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Hal ini di ingatkan pada saudara-saudara supaya lebih sungguh-sungguh lagi melakukannya.
Demikian pembacaan Hukum Tuhan. Marilah kita berdoa memohon kekuatan dari Tuhan untuk melakukan yang sesuai dengan hukumNya!
J : Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami melakukan sesuai dengan hukumMu. Amin

05. Nyanyian Pujian : “Yesus Penyelamatku”
Yesusku, penyelamatku tiada yang s’perti Engkau
Setiap hari, ku memuji keajaiban kasihMu
Penghibur, penolongku menara kekuatan
Biarlah semua, yang bernafas, tak berhenti menyembahMu
Nyanyi dan bersoraklah bagi Dia, pujian hormat kuasa bagi Raja
Gunung tunduk laut bergelora, mendengar namaMu
Ku bersuka atas perbuatanMu, s’lamanya ku kasihi Engkau Tuhan
Tiada janji s’perti yang ada padaMu
—musik— (jemaat bangkit berdiri)
My Jesus my savior, Lord there’s none like You
All my days, I want to praise
The wonders of Your mighty love
My comfort, my shelter tower of refuge and strength
Let every breath, all that I am,Never cease to worship You
Shout to The Lord all the earth, let us sing
Power and majesty praise to the King
Mountains bow down and seas will roar
At the sound your name…
I sing for joy and the word of Your name
Forever I’ll be love You, forever stand
Nothing compares to the promise I have in You

06. PENGAKUAN DAN PENGAMPUNAN DOSA

L : Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus! Di dalam kerendahan hati marilah kita mengaku dosa dan memohon pengampunan akan dosa-dosa yang telah kita lakukan, kita berdoa :
Ya Tuhan Allah Bapa kami, yang Mahakudus dan Mahamulia ! Engkau, melalui firmanMu telah mengingatkan supaya selalu sadar dan berjaga-jaga, sebab lawan kami, si iblis, selalu berjalan berkeliling, sama seperti singa yang mengaum-aum yang mau menelan kami.
J : Walau kami sadari bahwa roh memang penurut, tetapi daging kami sering lemah dan tak kuat. Kami sering jatuh dalam dosa dan pelanggaran oleh keinginan-keinginan nafsu lahiriah kami.
L : Sering sekali hidup kami terbuai oleh perbuatan-perbuatan daging yang membuat hidup kami tercemar dihadapanMu. Adanya rasa benci, iri hati yang berlebihan, tidak bersahabat, dendam, berpura-pura baik bahkan masih banyak lagi yang kami lakukan seturut dengan keinginan kami. Ya Tuhan kasihani dan ampunilah kami.
J : Bangunkanlah hati dan jiwa kami, supaya kami dapat meninggalkan segala perbuatan kami yang jahat dan kami beroleh hidup yang baru didalam Yesus Kristus Tuhan kami.
J : (Menyanyikan lagu rohani : Bagai sekuntum bunga)—hanya reff!
Betapa rindu hatiku padaMu Tuhan, selama ini aku jauh dari sisiMu
Dan berikanlah rahmatMu padaku oh Tuhan…tuntunlah jalan hidupku.
L : Alam yang Kau ciptakan dengan baik dahulu, kini banyak mengalami kerusakan. Khususnya akibat gempa yang ada bagi saudara sebangsa kami di Padang. Semuanya menangis ketakutan ketika melihat banyaknya reruntuhan, banyaknya korban nyawa dan materi. Mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Kini kami datang menghadap padaMu ya Bapa, menghayati keberadaan kami di bumi ini sebagai ciptaanMu. Ampunilah kami dari segala dosa dan pelanggaran kami, agar jiwa kami beroleh keselamatan daripadaMu. Ya Tuhan, dengarlah seruan dan permohonan kami, serta selamatkanlah kami.
J : (Menyanyikan lagu rohani) : “Sejauh Timur dari Barat ”
Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh ke dalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku
Betapa besar kasih, pengampunanMu Tuhan
Tak Kau pandang hina hati yang hancur
Ku berterima kasih kepadaMu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri pulihkanku
L : Saudara dan saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus ! Beginilah janji Tuhan tentang pengampunan dosa kita: Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah anugerah kasih setia. Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Mari datang padaNya, hiduplah seturut dengan perintahNya. Kemuliaan bagi Bapa ditempat yang Maha tinggi.
J : Amin.
(jemaat duduk)

07. Bernyanyi BE. No. 437 : 1 + 2 “Tung na muba do rohanku”

Tung na muba rohangku dibaen Tuhanki, Dung Jesus maringan di au
Nunga sonang au on tung dame rohangki, Dung Jesus maringan di au
Dung Jesus maringan di au, dung Jesus maringan di au
Tung na sonang do au dung tu Jesus au lao, Dung Jesus maringan di au
—musik—
Wanita : Au na lilu hian dapot sambulonki, dung Jesus maringan di au
Pria : Nunga sae dosangki dibaen mudarNa I, dung Jesus maringan di au
Semua : Dung Jesus maringan di au, dung Jesus maringan di au
Tung na sonang do au dung tu Jesus au lao, Dung Jesus maringan di au

08. PEMBACAAN NAS EPISTEL : KEJADIAN 39:1-10

L : Marilah kita membaca Firman Tuhan, yang ditetapkan untuk kita pada Minggu ini, yang tertulis dalam kitab Kejadian 39 : 1 – 10. Kita membacanya dengan responsoria :
Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
J : Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
L : Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
J : Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
Pria : Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.
Wanita: Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: “Marilah tidur dengan aku.”
L : Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu : “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,
J : Bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”
L : Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
Demikianlah pembacaan firman Tuhan, “Berbahagialah orang yang mau mendengar firman Allah serta memeliharanya”.
J : Amin.

09. Bernyanyi KJ. No. 355 : 1 + 3 ( Yesus memanggil)
Yesus memanggil mari seg’ra, ikutlah jalan slamat baka
Jangan sesat dengar sabdaNya, “Hai marilah seg’ra”
Sungguh nanti kita kan senang, bebas dosa hatipun tentram
Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal
—-musik—(jemaat berdiri)
Jangan kau lupa Ia serta, printah kasihNya patuhilah
Mari dengar lembuat suaraNya, AnakKu datanglah
Sungguh nanti kita kan senang, bebas dosa hatipun tentram
Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal

10. PENGAKUAN IMAN
L : Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya :
J : Aku percaya…dst.
(jemaat duduk)

11. WARTA JEMAAT DAN DOA
12. Bernyanyi : Kusiapkan Hatiku Tuhan (Persembahan IA+IB)
Kusiapkan hatiku Tuhan tuk dengar firmanMu saat ini
Ku sujud menyembahMu Tuhan masuk hadiratMu saat ini
Curahkan urapanMu Tuhan bagi jemaatMu saat ini
Ku siapkan hatiku Tuhan, tuk dengar firmanMu
Reff : FirmanMu Tuhan, tiada berubah
Dahulu, sekarang, selama-lamanya tiada berubah
FirmanMu Tuhan, penolong hidupku
Kusiapkan hatiku Tuhan tuk dengar firmanMu
—–musik—-
Wanita : Hupahibul rohangkon Tuhan, umbege hataMi sadarion
Ro do au tu joloMi Tuhan marsomba tu joloM, sadarion
Pria : Lehon di huriaMi Tuhan Tondi Parbadia i, sadarion
Sai usehon TondiMi Tuhan bagas tu rohangkon
Reff (semua)
HataMi Tuhan, ndang na olo salpu i
Nuaeng sadarion, ndang olo salpu i, salelengnai
hataMi Tuhan, partogi di ngolungkon
hupahibul rohangkon Tuhan umbege hataMi
—-musik—-(kembali ke atas)

13. KHOTBAH : YOHANES 13 : 12 – 17

14. Bernyanyi KJ. No. 58 : “ Maha Kasih Yang Ilahi ”

Maha kasih yang Ilahi, nikmat sorga turunlah
Mendiami hati kami, Kau mahkota kurnia
Yesus Kau berlimpah rahmat, sumber kasih yang besar
Datanglah membawa s’lamat bagi kami yang gentar
—musik—
Ya hembuskan Roh kasihMu dalam hati yang resah
B’ri sejahtera janjiMu, agar kami warisnya
Yesus Alfa dan Omega, nafsu dosa jauhkanlah
Diri kami b’ri merdeka, dalam Dikau s’lamanya
—musik—
Penebus yang mahakuasa, b’rilah kami hidupMu
Datang dan senantiasa tinggal dalam umatMu
Hingga beserta malaikat, yang mengabdi menyembah
Kami turut memuliakan kasihMu selamanya
—musik—
Sempurnakan ciptaanMu, basuh noda dan cela
Tunjukkanlah bumi baru yang penuh bahagia
Makin mulia, makin suci, diri kami ubahlah
Sampai nanti kami puji, Dikau dalam t’rang baka

15. DOA PENUTUP
a. Persembahan
b. Doa Bapa Kami
c. Berkat

16. NYANYIAN SUKACITA
P : Untuk menyempurnakan sukacita kita, maka marilah kita berjabat tangan tangan satu sama lain, sambil menyanyikan lagu : “Bersama Yesus”
Bersama Yesus lakukan perkara besar
Bersama Yesus tidak ada yang sukar
Bersama Yesus ada jalan keluar
Untuk masalahmu, untuk masalahku,
Untuk masalah kita semua
Yesus Anak Domba Allah
Juru selamat umat manusia
Yesus tabib yang ajaib
Dia menyembuhkan, Dia menguduskan
Dia membenarkan, Dia Raja s’gala raja

Komentar dimatikan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.713 pengikut lainnya.