Pemberdayaan Liturgi HKBP

LITURGI HKBP

I. PENGERTIAN LITURGI

A. ARTI LITURGI: BHS YUNANI = LEITOURGIA (LAOS = BANGSA, RAKYAT; ERGON = KARYA, KERJA).

  • Kerja nyata rakyat kepada bangsa atau negara berupa membayar pajak, membela negara,atau wajib militer.
  • Leitourgia berarti kerja atau pelayanan yang dibaktikan bagi kepentingan bangsa.

 B.    DARI ASAL USULNYA LEITOURGIA MEMILIKI ARTI:

  • Profan politis bukan arti kultis
  • Abad ke-4 seb.m, diperluas menyebut berbagai macam  pelayanan
  • Abad ke-2 seb.m, septuaginta menerjemahkan dengan kata abodah, yaitu pelayanan para imam dan orang lewi kepada Tuhan

 II. LITURGI DALAM PERJANJIAN LAMA

A.      DALAM PERJANJIAN LAMA, YAITU ABODAH, MENGANDUNG DUA PENGERTIAN:

  •  Sher’et yaitu ungkapan perasaan, pengabdian diri, kesetiaan kepada majikan
  • Abh’ad yaitu ketaatan hamba (budak,abdi) kepada tuannya
  • Dipakai dalam pengertian profan dan religius yaitu ibadah yang diarahkan kepada Allah, secara khusus suku lewi untuk kepentingan umat (bil.16:9)

 B.  DALAM PERJANJIAN LAMA (SEPTUAGINTA):

  • Leitourgia adalah ibadah pelayanan para imam kaum lewi
  • Latreia menggambarkan ibadah seluruh umat israel

 

III. LITURGI DALAM PERJANJIAN BARU

A.      DALAM PERJANJIAN BARU:

  • Leitougia menjelaskan makna imamat Yesus Kristus,yaitu pelayanan yang lebih agung dari pelayanan imam lewi di PL (ibr.8:6; 9:21; 10:11)

 B.    ISTILAH IBADAH DALAM PB:

  • Latreia (pelayanan atau ibadah): menyatakan kewajiban menerapkan hidup beribadah bagi umat (flp.3:3)
  • Proskunein menyatakan penyembahan sujud kepada tuhan (mat.4:10; luk.4:8)
  • Thusia menyatakan persembahan kurban yang ditunjukkan melalui perbuatan (ikor.10:20,ibr 13:15)
  • Prosphora sama dengan thusia yaitu tindakan mempersembahkan kurban yang ditujukan kepada kristus (ibr.19:10)
  • Threskeia menyatakan tindakan pelayanan keagamaan atau ibadah (kis.26:5, kol.2:18)
  • Sabein menunjuk ke ibadah (mat. 15: 9; mrk.7:7)
  • Homologein mempunyai arti luas, yaitu: pengakuan dosa (1joh.1:9), mengaku dengan mulut atau ucapan bibir (rm. 10:9; ibr.13:15)

 C.    GEREJA REFORMASI MENGGUNAKAN LITURGI:

  • Pada abad ke-17 dan 18 dengan arti ibadah gereja
  • Gereja katolik roma pada abad ke-18, liturgia dimasukkan dalam dokumen resmi
  • Konsili vatikan membakukan istilah liturgia untuk menyebut peribadahan gereja.

 

IV. ISTILAH LITURGI MASA KINI

A.      ISTILAH YANG DIPAKAI MASA KINI:

1.    Liturgi sebutan untuk ibadah kristen

2.    Ibadah (arab=ebdu atau abdu= hamba)artinya:

  • Perbuatan menyatakan bakti kepada tuhan
  • Pelayanan kepada tuhan
  • Sikap beriman seharihati tidak terbatas pada perayaan gereja

3.    Kebaktian (sansekerta=bhakti) artinya:

  • Perbuatan baik, setia dan hormat
  • Sikap memperhambakan diri
    • Sikap hidup sebagai pelayan tuhan menyangkut tabiat, karakter, pola pikir dan tindakan

 B.      LITURGI – IBADAH – KEBAKTIAN, MAKNANYA SEJAJAR SEKALIPUN PEMAHAMAN SEHARIHARI ADA PERBEDAAN:

  • Liturgi   dikaitkan dengan disiplin ilmu teologi
  • Kebaktian  digunakan untuk menunjuk perayaan peribadahan
  • Ibadah  digunakan untuk perayaan agama apa pun

 

V. TEOLOGI LITURGI

A.         LITURGI MENUNJUK PADA:

  • Perayaan karya keselamatan Allah yang dilaksanakan Kristus bersama gereja dalam Roh Kudus
  • Perjumpaan Allah dan manusia serta umat dengan Allah yang berlangsung di dalam Kristus dan Roh Kudus

 B.      EMPAT DIMENSI TEOLOGIS LITURGI:

  1. Sebagai liturgi trinitatis: misteri karya keselamatan Allah ketika putra menyerahkan diri kepada Bapa dalam Roh Kudus. Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.
  2. Sebagai perayaan misteri paskah: karya penebusan manusia sempurna di dalam paskah, yaitu maut dikalahkan dan hidup dirayakan. Puncak karya keselamatan itu terwujud dalam paskah. Paskah dalam liturgi berlangsung dalam bentuk simbol melalui sakramen kudus.
  3. Sebagai tindakan Kristus dalam gereja: subyek atau pelaku liturgi adalah Yesus Kristus dan gereja sebagai tubuhnya. Dalam liturgi Kristus bertindak melalui dan bersama gerejea, sekaligus dalam liturgi gereja bertindak melalui dan bersama Kristus
  4. Sebagai fungsi dasar gereja: liturgi sebagai sarana untuk menyatakan dirinya, menampakkan dirinya dan melaksanakan dirinya sebagai gereja. Panggilan umat adalah untuk menyembah Allah yang nyata dalam liturgi.

 C.      TEOLOGI LITURGI:

  •  Pernyataan karya keselamatan Allah dalam Kristus dan tanggapan manusia terhadap Allah melalui liturgi. (pernyataan dan respon)
  • Pelayanan Allah kepada manusia maupun pelayanan manusia kepada Allah
  • Allah berbicara melalui firmannya dan manusia menjawabnya melalui nyanyian dan doa

 D.      CAKUPAN TEOLOGI LITURGI

  • Liturgi dirayakan pada posisi vertikal dan horizontal: Allah dan sesama
  • Liturgi dirayakan oleh gereja tidak pernah terpisah dari kehidupan seharihari, menyangkut karkater atau perilaku, perbuatan dan totalitas kehidupan
  • Perayaan liturgi bukan hanya menunjuk pada pelayanan kultis, namun mencakup seluruh lini kehidupan
  • Liturgi bukan hanya berbicara tentang tata ibadah, namun membicarakan totalitas kehidupan dalam pelayanan kepada Allah dan pelayanan kepada sesama

 

VI. KEBAKTIAN MINGGU HKBP

A.      SEJARAH SINGKAT PRAKTIK PERIBADAHAN HKBP

  1. SECARA HISTORIS BERASAL DARI TIGA JALUR:
  • Hasil misi pekabaran injil RMG bercorak uniert (Lutheran, Roma Katolik, Calvinis)
  • Pergumulan gereja HKBP sendiri (HKBP manjungjung baringinna, 12 juli 1940)
  • Pengaruh budaya atau adat batak (preparatio evanggelica)

 2.    PRAKTIK PERIBADAHAN DARI HASIL MISI:

  • Roma Katolik: nyanyian berjiwa pietis
  • Calvinis: nyanyian-nyanyian Mazmur, pembacaan Hukum Taurat
  • Uniert: nyanyian koor (gregorian)

 B.      PERKEMBANGAN PRAKTIK PERIBADAHAN HKBP

  • Tahun 1903 agenda sudah disusun, namun pelaksanaannya tidak seragam di semua gereja
  • Tahun 1904 agenda gereja batak yang ditulis jung dan steinsieck berasal dari prusia disusun 23 orang ahli teologi gereja lutheran dan reformiert (calvinis) ditetapkan dua liturgi untuk kebaktian:

1.    Khusus pendeta: pembacaan votum dan introitus,   berita pengampunan dosa, dan berkat

2.    Khusus guru jemaat dan penatua: nyanyian, hukum taurat, dan epistel

  • Tahun 1906 agenda cetakan ke-2 disusun oleh Johannes Warneck dan tidak ada pembedaan liturgi antara pendeta dan penatua, hanya formulasi doa berkat yang berbeda tahun 1906/1907 lahir tata gereja yang memuat pelaksanaan kebaktian minggu, pernikahan, penguburan, katekisasi sidi, pendidikan umum, dan kedua sakramen.
  • Pada masa Nomensen tata ibadah tidak menjadi fokus perhatian, yang ditekankan adalah pengkristenan orang batak dengan cara: bernyanyi, berdoa dan pemberitaan firman Tuhan, membicarakan firman Tuhan selama mungkin, dan tanya jawab tentang alkitab.
  • Rapat pendeta HKBP 1957 mendiskusikan liturgi 1861-1940 yang tidak seragam, karena agenda HKBP Mentawai pengakuan dosa lebih dulu dari pembacaan hukum taurat.
  • Agenda tahun 1984 memuat 18 tata kebaktian untuk melaksanakan setiap jenis kebaktian dan ini telah diberlakukan sejak hkbp manjungjung baringinna 12 juli 1940
  • Tahun 1988 muncul agenda na metmet yang memuat: pandidion na hinipu, pamasumasuon di huta, pananomon na mate
  • Keputusan sinode agung ke-49 tahun 1988 kebaktian minggu secara resmi diselenggarakan dalam dua bahasa (Batak dan Indonesia)
  • Tahun 1991 rapat pendeta HKBP di seminarium sipoholon dimuat keputusan memperhatikan keterlibatan jemaat dalam ibadah dalam hal pembacaan epistel secara responsorial
  • Sinode godang HKBP tahun 1998 di pematang siantar, merekomendasikan komisi liturgi untuk terbuka menjawab tuntutan jemaat mengenai pembaruan liturgi. Dimungkinkannya gereja loka membuat liturgi alternatif, kontemporer secara kontekstual, tanpa menghilangkan unsur-unsur liturgi yang ada
  • Aturan & peraturan HKBP 2002 pasal 23, kepada komisi liturgi dan ibadah diberi mandat: meneliti liturgi yang dibutuhkan jemaat sesuai perkembangan zaman; menyusun liturgi sesuai kegiatan yang belum diatur dalam agenda

Catatan:

  • Agenda yang dipakai HKBP sekarang tidak jauh berbeda dari agenda tahun 1940
  • HKBP membuka diri terhadap pembaruan tata ibadah

 

VII. PEMAHAMAN UNSUR-UNSUR IBADAH HKBP

1.       NYANYIAN-NYANYIAN:

  • Nyanyian pembuka sebelum votum: nyanyian pujian (pujipujian), dan nyanyian doa dan permohonan
  • Nyanyian setelah votum: nyanyian kepercayaan (haporseaon)
  • Nyanyian setelah pembacaan HT: nyanyian peneguhan, pengakuan dosa dan belas kasihan Kristus
  • Nyanyian setelah pengakuan dosa: nyanyian pujian syukur karena Tuhan telah mengampuni dosa
  • Nyanyian setelah pembacaan epistel: nyanyian sambutan akan firman Tuhan
  • Nyanyian setelah pengakuan iman: nyanyian yang sesuai dengan isi khotbah
  • Nyanyian setelah khotbah: nyanyian sesuai tema khotbah, pengaminan akan firman Tuhan, pengutusan

 

A.      NYANYIAN DALAM LITURGI:

  • Fungsinya merangkai setiap unsur-unsur liturgi yang ada, sehingga membentuk satu perayaan liturgi
  • Nyanyian adalah ekpresi hati umat mengungkapkan jati dirinya dalam pujian dan ucapan syukur
  • Dimensi nyanyian dalam liturgi: aklamasi (jawaban iman), proklamasi (pemberitaan), dan credo (pengakuan)

 

  1. UPAYA PEMBARUAN DALAM NYANYIAN LITURGI
  • Bersahutsahutan, misal: bila nyanyian tiga bait dinyanyian dgn cara bait satu semua jemaat, bait dua laki-laki, bait tiga perempuan.
  • Melantunkan (pendarasan=ruminasi): semua jemaat bernyanyi secara bersamaanantifonal: bernyanyi bersahutan antara dua kelompok penyanyi. Lazimnya berbalasan antara kiri dan kanan, atau lelaki dan perempuan.
  • Responsoria: nyanyian bersahutan antara satu dgn sekelompok orang (digunakan gereja sejak awal)
  • Alternatim: bergilir antara dua atau beberapa kelompok untuk setiap bait. Mis: bait satu untuk paduan suara, bait dua untuk pemuda, dll.
  • Gregorian: bernyanyi dlm bentuk koor

 

CARA INI DIPAKAI OLEH GEREJA MAIN STREAM DAN JUGA MARTIN LUTHER DAN DIKATAKAN NYANYIAN JEMAAT HARUS DINYANYIKAN BERVARIASI

 1.       VOTUM-INTROITUS-DOA

A. VOTUM = VOTE = PERNYATAAN

  • Pernyataan kehadiran Allah dalam ibadah yang diungkapkan dalam doa bahwa segala sesuatu berlangsung di dalam nama Alllah Bapa, Anak dan Roh Kudus, (kol.3:17)
  • Pernyataan bahwa umat yang hadir dalam ibadah adalah sebagai persekutuan orang percaya
  • Gereja katolik biasa mengucapkan formula ini sambil membuat tanda salib

 B. INTROITUS = INTRO

  • Prosesi atau perarakan masuk (sebagaimana umat israel melakukan perarakan menuju tanah perjanjian)
  • Dilakukan dari pintu utama menuju altar atau mimbar
  • Abad 19 gereja lutheran melaksanakan introitus dengan cara bernyanyi gregorian (paduan suara) sebagai tanda masuk pelayanan disambut dengan gloria (haleluya)
  • HKBP melaksanakannya melalui pembacaan alkitab yang dihubungkan dengan tahun gerejawi disambut dengan nyanyian haleluya. Bedanya gereja lutheran melaksanakannya sebelum votum – hkbp setelah votum. Gereja reformiert melaksanakannya sebelum votum.

 C.  DOA

  • Pemilihan rumusan doa dihubungkan dengan nama Minggu dan tahun gereja

2.       PEMBACAAN HUKUM TAURAT

  • Cermin bagi umat bagaiman bersikap dan berperilaku  yang berporos dalam dua sumbu yaitu mengasihi tuhan dan sesama manusia
  • Umat diingatkan akan tanggungjawab orang percaya dalam hidup seharihari secara vertikal dan horizontal
  • Hukum taurat tidak boleh dibacakan tanpa inti hukum (mat. 22:37-40)
  • Hkbp tidak selalu dari Hukum Taurat (kel. 20:1-17), namun diperbolehkan dari konfessi, siasat gereja, dan nas alkitab bernada imperatif. Sekalipun itu diperbolehkan perlu diperhatikan supaya pemilihan nas alkitab jangan terlalu panjang, sifatnya imperatif dan mengandung inti hukum

 3.       PENGAKUAN DOSA DAN BERITA ANUGERAH

A. DOA PENGAKUAN DOSA

  • Umat mengaku bahwa dirinya berdosa kepada Tuhan dan sesama (yes. 59:1-6), sehingga sangat penting permohonan pengampunan dosa dalam liturgi
  • Umat tidak dapat terus berjalan tanpa dosannya diampuni oleh Tuhan, karena dosa itu pemisah hubungan antara Tuhan dan manusia. Supaya hubungan itu dipulihkan maka dari manusia perlu pengakuan bahwa dirinya berdosa.

 B. BERITA ANUGERAH (ABSOLUSI)

  • Esensi adalah pemberitaan anugerah Allah di dalam Kristus yang telah mendamaikan dirinya dengan manusia, penguatan, penghiburan, sukacita, dan pengharapan bagi manusia (2tes, 2:15,17)

 C.      PELAKSANAAN DI HKBP:

  •  Rumusan pengakuan dosa bersifat umum, masih mengikuti rumusan lama (tradisional)
  • Guna menghindari rumusan ini menjadi kebiasaan, diperlukan membuat rumus-rumus baru yang disesuaikan dengan situasi jemaat, menyangkut isu yang berkembang, pekerjaan, keadilan, lingkungan, hak-hak manusia, dll.
  • Setelah berita anugerah umat menyambutnya dengan gloria (kemuliaan bagi Allah…) amin.
  • Pada awalnya gloria adalah nyanyian jemaat atas berita anugerah, bukan pembacaan yang dibacakan pemimpin liturgis
  • Sebaiknya gloria ini dinyanyikan sebagai sambutan jemaat atas berita anugerah. Bila mungkin digubah dengan melodi batak

 4.       PEMBACAAN EPISTEL

  • Pembacaan diambil dari PL dan PB surat-surat Rasul, mengikuti tradisi gereja abad pertama.
  • Pembacaan dikaitkan dengan nas khotbah
  • Fungsi pembacaan ini adalah ajaran, penguatan, tuntunan hidup baru, pengharapan, dan penghiburan

 5.       PENGAKUAN IMAN

  • Substansi adalah umat mengaku keberadaan Allah, tindakan Allah, sumber dan akhir kehidupan, yang mengatur ciptaan dan memberi kehidupan manusia di akhirat.
  • Fungsinya adalah menunjukkan identitas diri kepada dunia sebagai orang beriman
  • Mengungkapkan bahwa melalui karya Allah manusia diselamatkan
  • Mengungkapkan kesatuan orang percaya di dlm dunia
  • HKBP mengikuti pola Luther, menempatkan pengakuan iman sebelum khotbah – calvinis setelah khotbah, kenapa? Luther melihat pi sebagai doa setelah epistel sebagai amanat hidup baru umat datang mengaku. Calvinis melihat pi sebagai jawaban terhadap khotbah.
  • Pada masa reformasi PI digubah ke dalam prosa atau nyanyian, dan Luther sendiri menyuruh jemaat me nyanyikan PI (deutsce messe, 1525)
  • Mungkinkan HKBP melakukan itu? Menyanyikan PI yang digubah dalam bhs Batak?
  • Mungkinkah HKBP mengucapkan rumusan pengakuan iman Niceanum, Constantinopolitanum dan Athanasium, disamping PIR?

 6.       DOA SYAFAAT

  • Syafaat (Arab=syafaah, Ibrani=syofet, Inggris= intercession) artinya : perantara, berada antara pelayanan mimbar dan altar (antara pemberitaan firman dan persembahan atau misa). Luther melakukan seperti itu
  • HKBP melakukan sesuka hati? Ada sebelum khotbah, setelah warta jemaat, ada yang sama sekali tidak melakukan. Dalam liturgi doa syafaat harus dilakukan
  • Di agenda HKBP ada rumusan doa syafaat setelah doa persembahan. Inilah yang benar.
  • Mungkinkah HKBP membuat rumusan baru doa syafaat menambah rumusan lama di agenda? Disesuaikan dengan pergumulan warga jemaat atau isu yang berkembang secara lokal, nasional, dan global.

 7.    DOA EPIKLESE, PEMBACAAN ALKITAB, KHOTBAH

  • Epiklese = doa permohonan akan pimpinan (penerangan) Roh Kudus, menuntun umat mendengar firman Allah
  • Rumusan doa epiklese tidak panjang, namun pendek, tegas, dan agung
  • HKBP tidak konsisten? Bila pendeta: memakai rumusan  berkat, damai sejahtera Allah…, bukan doa epiklese; bila non pendeta: mengucapkan doa, namun panjang.
  • Sebaiknya HKBP bagaimana? Mengucapkan doa epiklese sebelum pembacaan alkitab dan khotbah, rumusannya tidak terlalu panjang, namun pendek, tegas dan agung

 8.    DOA PENUTUP

A.      DOA PERSEMBAHAN

Mendoakan persembahan yang telah terkumpul sebagai pemberian Allah sekaligus ucapan syukur jemaat kepada Allah. Juga di dalamnya terkandung persembahan  hidup warga jemaat

B.      DOA BAPA KAMI

Mengikuti rumusan doa yang diajarkan Yesus Kristus kepada para murid (Mat. 6:9-13)

C.      BERKAT

Mengikuti rumusan doa berkat yang ada di dalam kitab Bilangan 6:22-27. Maknanya adalah jaminan bahwa Tuhan yang melindungi dan memberkati umat miliknya, dan jemaat menyambutnya dengan amin.

 

VIII. TRILOGI TATA IBADAH

A.      TATA IBADAH:

  • Tata = kaidah, sistem, prinsip, norma supaya ada keteraturan (”…harus berlangsung dengan sopan dan teratur, 1kor. 14:40)
  • Tata ibadah disusun supaya teratur dan berlangsung dengan sopan

 B.      PRINSIP MEMBANGUN TATA IBADAH:

  • Keutuhan (saling menyambung dengan unsur-unsur lainnya)
  • Timbal balik (pernyataan dan respon, berbicara dan menjawab)
  • Seimbang (nyanyian, doa, khotbah)

  

IX. KONSEPSI RANGKAIAN UNSUR IBADAH HKBP

  1. Nyanyian pujian sebagai tanda kesiapan jemaat memulai ibadah. Dilanjutkan dengan…
  2. Votum sebagai pernyataan atau proklamasi bahwa ibadah dilangsungkan di dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Allah sendiri yang mengumpulkan jemaat dalam ibadah, dan jemaat menyambutnya dengan gloria kecil sebagai pujian atas kemurahan Allah yang telah memanggil dan mengumpulkan jemaat. Doa dilantunkan sebagai tanda penyerahan kepada Allah. Dilanjutkan dengan..
  3. Nyanyian pujian di mana jemaat diingatkan akan berkat Tuhan yang selalu nyata dalam hidup. Dilanjutkan dengan…
  4. Pembacaan hukum taurat sebagai cermin bagi jemaat, evaluasi diri, sekaligus melihat apa yang Tuhan kehendaki di dalam kehidupan setiap hari. Dilanjutkan dengan…
  5. Nyanyian pujian memohon kemurahan Allah atas dirinya yang gagal melakukan kehendak Allah. Dilanjutkan dengan…
  6. Pengakuan dosa: setelah jemaat bercermin kepada hukum taurat, maka jemaat menyadari dosa-dosanya. Jemaat hanya dapat beribadah atas dasar pengakuan dan penyesalan, dan jemaat sadar bahwa hanya Allah sendiri yang dapat mengampuni dosanya. Kemudian atas penyesalan maka Allah memberi jaminan pengampunan, dan merangkul umatnya di dalam kasih setianya. Dilanjutkan dengan…
  7. Nyanyian pujian sebagai respon jemaat terhadap pengampunan Allah, sebagai ungkapan syukur jemaat atas kemurahan Allah. Dilanjutkan dengan…
  8. Pembacaan epistel: jemaat sudah diampuni kini saatnya mendengar firman Tuhan sebagai tuntunan hidup baru dengan janji berbahagialah… dan jemaat mengamininya. Dilanjutkan dengan…
  9. Nyanyian pujian sebagai respon jemaat terhadap tuntunan hidup baru, dan sebagai tekad untuk melakukan hidup baru. Dilanjutkan dengan…
  10. Pengakuan iman percaya: sebagai ikrar jemaat bahwa hidup baru bisa diwujudkan di dalam pengakuan terhadap Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Karena hidup baru itu adalah miliknya dan pemberiannya. Pengakuan ini diucapkan dengan berani, tegas, sungguh, tulus, tanpa paksaan. Dilanjutkan dengan…
  11. Pembacaan warta jemaat. Intinya pemberitahuan kepada jemaat pelayanan gereja supaya jemaat peduli dan mendoakan pelayanan gereja. Dilanjutkan dengan…
  12. Nyanyian pujian sebagai ungkapan hati jemaat telah siap mendengar firman Tuhan. Dilanjutkan dengan…
  13. Doa epiklese-pembacaan alkitab-khotbah: diawali permohonan penerangan Roh Kudus, pemberitaan kerajaan Allah yang di dalamnya ada pengajaran, penghiburan, penguatan, dan keselamatan. Dilanjutkan dengan…
  14. Persembahan diikuti dengan nyanyian pujian: persembahan merupakan tanda pengucapan syukur atas berkat Tuhan terutama atas pendamaian dengan Tuhan melalui pengorbanan Kristus. Jemaatnya memberikannya dengan penuh puji melalui nyanyian. Dilanjutkan dengan…
  15. Doa penutup: mendoakan persembahan yang telah terkumpul, sekaligus doa untuk mempersembahkan keseluruhan hidup. Jemaat mengungkapkannya melalui nyanyian Tuhan karuniamulah… sebagai pengakuan bahwa apa yang dimiliki adalah pemberian Tuhan. Dilanjutkan dengan…
  16. Doa Bapa Kami sebagai doa umat yang diajarkan oleh kristus, di dalamnya termuat pujian, permohonan, penyerahan diri, dan pengakuan untuk dinyatakan di dalam kehidupan setiap hari. Dilanjutkan dengan…
  17. Berkat sebagai pengutusan jemaat setelah mengalami persekutuan yang indah dengan Tuhan dan sesama di dalam ibadah. Jemaat diutus bahwa Tuhan adalah jaminan hidup bagi umat. Dilanjutkan dengan…
  18. Doa majelis di konsistori sebagai ungkapan syukur majelis kepada Tuhan atas kemurahan Tuhan, membimbing, memakai majelis memimpin ibadah…

 

KIRANYA BERMANFAAT HORAS…

SANTO JAYA PUNCAK,

SABTU O9 MEI 2009

 

PDT.ADVEN LEONARD NABABAN

 

About these ads

1 Response so far

  1. 1

    I always emailed this website post page to all my associates, as if like to read it afterward my contacts will too.


Comment RSS

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.720 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: