Belajar Menafsirkan Alkitab (Hermeneutika)

 

01.  Pengertian :

Ø      Hermeneutic (bhs Inggris) dari bahsa Yunani (hermeneuo) yang artinya menginterpretasi, menjelaskan, atau menterjemahkan. Tujuannya adalah: untuk membawa pembaca mengerti akan berita yang disampaikan oleh penulis Alkitab. (Kis 10:8; 15:12, 14; 21: 19).

 

Ø      Hermeneutik adalah suatu bagian teologi yang bersifat ilmiah  dan seni untuk menjelaskan, menterjemahkan dengan tujuan mencari maksud yang ingin disampaikan oleh penulis Alkitab.

 

Ø      Istilah lain yang dekat dengan hermeneutic adalah “exegesis” (penafsiran). Kata ini pada dasarnya berarti: “memimpin keluar arti”. Dalam hal ini exegesis bukan ”memasukkan” gagasan pribadi ke dalamnya, tetapi exegesis berarti membaca ”keluar” arti dari suatu dokumen atau nas.

 

Ø      Disamping kata ”exegesis” istilah lain yang ada hubungannya dengan hermeneutik adalah  ”aisegese”. Kata ini pada dasarnya berarti: ”memimpin ke dalam arti”, kebalikan dari exegesis. Artinya membaca ”ke dalam” arti dari suatu dokumen.

 

02.  Prinsip dan Metode penafsiran Alkitab secara umum:

Ø      Analisa teks : Mencari naskah Alkitab yang paling baik atau paling tepat sesuai dengan kata naskah aslinya. (Yunani, Ibrani).

 

Ø      Analisa Isi Alkitab : Dalam hal ini diperlukan:

 

-          Pembacaan Alkitab dengan seksama dan konsentrasi. Tidak cukup membaca hanya satu kali saja tetapi membaca sampai memahami, mengerti pokok pikiran yang terkandung di dalamnya.

-          Selalu mengajukan pertanyaan terhadap nas yang dibacanya, seperti apa, kapan, siapa, megapa dll.

-          Mencari kata kunci, atau kata penting dalam bacaan itu.

-          Membaca ayat-ayat sejajar sesuai dengan kode-kode yang tertulis (Alkitab menjelaskan Alkitab), biarlah Alkitab sendiri yang berbicara.

 

Ø      Analisa Sejarah dan Latar belakang, dalam hal ini perlu diperhatikan:

-          Penentuan penulisan kitab

-          Unsur-unsur Geografis (di mana terjadinya peristiwa, pemberian ajaran atau tempat para pembaca tinggal.

-          Unsur waktu

-          Unsur Agama sekitar

-          Unsur kebudayaan dan kebiasaan

-          Unsur politik dan ekonomi

 

Ø      Analisa konteks : Latin = contextus yaitu: Con = bersama-sama, menjadi satu. Textus = tersusun. Kata Konteks di sini dipakai untuk menunjukkan hubungan yang menyatukan bagian Alkitab yang ingin ditafsir dengan keadaan atau peristiwa yang terjadi.

 

03.  Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab secara Khusus

Ø      Bahasa kiasan: adalah suatu cara komunikasi (lisan atau tertulis) yang menyampaikan suatu berita dengan cara memperbandingkan, atau mengasosiasikan dengan hal lain. (Mis: Gal 2:9 = Yakobus, Kefas, Yohanes yang dipandang sebagai sokoguru)

Ø      Perumpamaan: adalah cerita-cerita yang dipakai dengan maksud untuk menjelaskan suatu ajaran moral atau kebenaran rohani. Tujuannya supaya para pembaca lebih mudah mengerti kebenaran rohani atau kerajaan Allah.

Ø      Allegori: Perumpamaan yang bersifat dogeng, legenda yang ditafsirkan menjadi pesan rohani.

About these ads

1 Response so far

  1. 1

    Adven Leonard Nababan said,

    Ilmu hermeneutik hanya membantu kita untuk melihat Alkitab secara kontekstual dan diaktualisasikan juga secara kontekstual. Penulisan Alkitab selalu terkait dengan situasi pada zamannya: keadaan sosial, ajaran, agama atau sistim kepercayaan yang ada, termasuk sisi kultural sangat mempengaruhinya. Oleh karenanya perlu melihat semuanya supaya jangan salah arah dalam memahami apa yang disampaikan Alkita. Benar dan saya setuju, hermeneutik maupun dogma tidak pernah menyelamatkan, yang menyelamatkan adalah Kristus yang kita terima di dalam dan melalui iman. Salam


Comment RSS

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.697 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: