ORANG YANG LEMAH DAN ORANG YANG KUAT

HIDUP SALING MENERIMA DAN SALING MENGHARGAI
ROMA 14: 1-12

wallcoo.com_Sky-picture-80Menyesuaikan diri dengan beranekaragam watak dan kemauan orang bukanlah perkara gampang. Namun sulit atau gampang menjadi Kristen tidak bisa tidak, berarti harus hidup dalam persekutuan, atau harus hidup dengan orang lain. Sebab walaupun iman bersifat pribadi, tetapi orang beriman tak mungkin hidup sendiri dan menyendiri. Ketika setiap orang menyerahkan diri kepada Kristus seketika itu pula ia terikat dengan saudara-saudara seiman yang berbeda watak, kemauan, selera, karakter, termasuk orang-orang yang tidak kita sukai, orang yang tidak kita kenal, dan orang yang berbeda dari kita. Hidup saling menerima dan saling menghargai lintas ras, lintas suku, dan lintas agama, lintas selera akan membuat hidup menjadi lebih indah, kaya dan mengasyikkan. Betapa membosankan kehidupan sekiranya bila hanya satu warna, kelabu bagaikan gurun pasir, bukan penuh pesona bagaikan kebun bunga.

Saudaraku! Bagaimana seharusnya hidup dalam kebersamaan dengan orang lain membangun persekutuan? Prinsip yang pertama adalah mempunyai pengakuan yang tulus bahwa hidup adalah persekutuan. Mau hidup berarti harus mau bersekutu. Sebagai mahluk sosial tidak mungkin hidup terisolasi, menyendiri atau terpisah dari orang lain. Prinsip yang kedua adalah memiliki kedewasaan diri untuk menerima (acceptable) orang lain. Mau hidup berarti harus mau menerima perbedaan. Berbeda itu mengasyikkan, berseri dan indah, namun membeda-bedakan itu menggelisahkan, kering dan layu. Konten hidup saling menerima yang pertama adalah kesetaraan (Equal). Sikap superioritas dan imperioritas tidak diberi tempat prioritas. Kedua adalah memahami (understanding). Mampu menerima kelemahan dan kelebihan orang lain. Sikap menghakimi dan melihat diri paling benar adalah virus yang mematikan dalam persekutuan. Ketiga adalah pengampunan atau memaafkan (forgiveness). Kemuliaan dari hidup adalah pengampunan yang selalu mengalir. Tindakan inilah yang dilakukan Kristus sehingga manusia memperoleh hidup dan kehidupan.

Saudaraku! Bentuk hidup seperti inilah yang disuarakan nas hotbah minggu ini. Membangun Hidup Bersama Supaya Sama-Sama Hidup. Rasul Paulus begitu lugas menyampaikan pesan ini bahwa Allah sedikit pun tidak diskrimintif. Tuhan tidak pernah secara apriori mengunggulkan sebuah kelompok atau ras tertentu atau suku tertentu. Itu disebabkan karena karya penebusan Kristus sifatnya universal, holistik, bukan parsial atau lokal. Tuhan di dalam diri Yesus Kristus mati dan bangkit bukan untuk satu orang atau untuk kelompok tertentu, tetapi untuk semua orang tanpa pembeda-bedaan. ”Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup”. Bila demikian apa yang dimenangkan ditengah-tengah pluralisme kehidupan? Jadikanlah manusia sebagai sesama manusia tanpa pernah memandang apriori kepada manusia karena perbedaan. Dendam jangan pernah terpelihara dalam hidupmu; bibit permusuhan jangan biarkan menguasai hidupmu, benci jangan relakan bersarang di dalam hatimu. Ingatlah ini: Tidak ada hidup yang lebih indah daripada hidup yang rela mengampuni, mengasihi, membantu, mendukung dan menyemangati. Bangunlah hidup bersama supaya sama-sama hidup daripadanya ada kedamaian hati dan jiwamu. Amin

Leave a comment »

SEJARAH SINGKAT HKBP CIMAHI JL.SISINGAMANGARAJA

SEJARAH SINGKAT GEREJA HKBP CIMAHI
RESSORT JL. SISINGAMANGARAJA

PEMBENTUKAN DAN PENDIRIAN (1953)

10639734_10202535190522292_3095323474783160803_nGereja HKBP Cimahi dibentuk pada tanggal 25 Mei 1953 di awali dengan jumlah anggota jemaat kurang lebih 20 kepala keluarga. Mereka umumnya merupakan orang-orang Batak perantauan generasi pertama yang datang ke kota Cimahi dengan tokoh utama bapak Gr. R. Sitorus yang pada saat itu dipilih menjadi Guru Huria pertama yang di dampingi oleh tokoh lain yang sekaligus juga menjadi anggota Parhalado pertama yaitu St. Situmeang, St. Major B. Hutagalung, St. Tarihoran, St. J.M. Sinurat, St. D. Sinaga, St. PM Siregar, St. Marbun, Letnan Radjagukguk, dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Sebelum Gereja HKBP didirikan, orang-orang Batak yang ada di Cimahi, umumnya mengikuti kebaktian dan menjadi anggota jemaat Gereja Kristen Pasundan, yang didirikan pada tahun 1952 di Cimahi, tetapi setelah keluarga-keluarga Batak bertambah banyak dan merasa mampu, mereka memisahkan diri dan membentuk HKBP Cimahi, jemaat GKP pada saat itu merasa kehilangan karena jemaatnya berkurang, yang pada saat itu juga jumlahnya masih sedikit1.

Gereja HKBP Cimahi pada mulanya menjadi Huria pagaran dari Gereja HKBP Bandung (Sekarang ini HKBP Jl. Martadinata) yang pada saat itu dipimpin/dilayani oleh Bapak Pdt. M. Pakpahan, tetapi sering pula dilayani oleh Bapak Pendeta Pattinasarani, Pdt. P. Lumban Toruan dan Pdt. Washinton Simanjuntak dari C.P.R.A.D. (Corps Pelayanan Rohani Angkatan Darat) dari Kodim, dimana mereka banyak menyemangati dan mendorong pembentukan Gereja ini.

KEBERADAAN GEREJA LAIN DI CIMAHI

Sebelumnya di daerah Cimahi disamping GKP telah berdiri beberapa Gereja seperti Gereja Katolik di Baros, Gereja Protestan di Pasir Komeli, Gereja Elim di Gg. Lurah, Gereja Pingster Beweging di jalan Babakan, dan Christelyke Militer Thuis khusus untuk militer yang berbahasa Belanda2. Pada akhir tahun 50 keberadaan sebuah Gereja yang patut di catat adalah keberadaan persekutuan (parmingguan) yang dilakukan oleh orang-orang Batak di Cimahi yang menjadi cikal bakal terbentuknya HKBP Jalan Lurah Cimahi, sebab keberadaan Gereja (parmingguon) ini memiliki keterkaitan dengan HKBP Cimahi.

Keberadaan dari persekutuan ini bermula dari anggota Batalyon 316 yang dikirim oleh pemerintah Indonesia sekitar tahun 1950 untuk bertugas di Jawa Barat sejumlah kurang lebih 1.000 anggota3. Sebagian dari para anggota ini pada saat yang hampir bersamaan dengan pembentukan HKBP Cimahi telah membentuk Gereja dalam bentuk persekutuan atau parmingguan di Daerah Garut dan Cililin dimana mereka bertugas dengan tokoh utama bapak St. L. Sianturi. Parmingguon ini sama seperti Gereja HKBP Cimahi menjadi bagian pelayanan Gereja HKBP Bandung.

Setelah tugas anggota Batalyon 316 selesai, kegiatan Gerejani yang sudah dilakukan di Garut dan Cililin dilanjutkan di Cimahi dengan membentuk parmingguon di Jalan Lurah Cimahi tepatnya di Kantor/balai desa Cimahi (sekarang Kantor Kelurahan Mekar), pada tahun 1958, kemudian pada tahun 1959 pindah ke sebuah bangunan bekas Gudang milik toko Ambarawa yang terletak di jalan lurah Cimahi yang sekarang menjadi Gereja HKBP Cimahi, yang berarti pada saat itu disamping keberadaan Gereja HKBP Cimahi ada sebuah parmingguon di jalan lurah (yang pada akhirnya ini menjadi Gereja HKBP Jl. Lurah) yang sebahagian besar anggotanya adalah mantan anggota batalyon 316. Tetapi tidak dapat dipungkiri ada beberapa dari anggota Batalyon 316 yang kemudian bergabung ke HKBP Cimahi. Beberapa diantaranya dan menjadi tokoh HKBP Cimahi Adalah Bapak St. L. Sianturi yang pada akhimya pemah menjadi wakil guru Huria di HKBP Cimahi sekitar tahun 1976 -1985, dan Bapak St. A. Siagian salah satu anggota Parhalado yang pensiun, dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

USAHA PENGGABUNGAN

Mengingat dan mencermati keanggotaan kedua Gereja ini yang tidak begitu besar jumlah anggotanya. Dahulu tepatnya pada tahun 1960, pernah ada usaha untuk menggabungkan anggota kedua Gereja menjadi satu yang diprakarsai oleh Bapak St. T. Simangunsong, Bapak St. Simanungkalit dan Pendeta M. Marpaung, dan Parhalado yang lain yang dilakukan melalui sebuah pesta partangiangan untuk berjanji akan bersatu. Tetapi barangkali Tuhan menghendaki lain dimana harus terbentuk dua Gereja HKBP di Cimahi yang pada kenyataannya memang kedua Gereja sekarang ini cukup berkembang, paling tidak dilihat dari jumlah anggota dan sudah memiliki gedung Gereja sendiri yang pada akhimya menjadi satu Ressort.

PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA GEREJA

1. Pembelian Gedung Unasco

Pada saat berdirinya Gereja ini belum memiliki gedung Gereja, Baru pada tahun 1975 melalui usaha Panitia Dana Gereja yang dibentuk pada saat itu Gereja membeli sebuah gedung yaitu gedung kesenian Unasco seharga kurang lebih Rp. 7 juta yang terletak di jantung kota Cimahi tepatnya di daerah alun-alun, di depan sebuah mesjid yang pada saat ini telah menjadi sebuah mall yaitu Cimek (cimahi mekar).

Pada saat itu HKBP Cimahi masih satu ressort atau bagian dari ressort Bandung jalan Martadinata. Tetapi pada tahun 1976 HKBP Cimahi menjadi satu ressort dengan Jemaat Induk HKBP Jalan Lurah, bersama dengan HKBP Bandung Barat dengan Kantor Ressort di HKBPJl. Lurah.

Hingga sampai tahun 1982 dengan kondisinya yang sederhana, yang menyerupai sebuah gudang yang tentu saja tidak begitu rapi, gedung ini dipakai sebagai tempat kebaktian dan kegiatan-kegiatan Gereja lainnya.

2. Pembangungan Gereja Jl. Sisingamangaraja Cimahi (1982)

Sejalan dengan semakin banyaknya orang Batak yang datang ke Cimahi yang mengakibatkan semakin banyaknya anggota Gereja Cimahi dan pertumbuhan kota Cimahi yang semakin ramai, kemudian Walikota Cimahi menyarankan agar tidak memakai gedung Unasco sebagai tempat kebaktian (Gereja) dan mencari tempat lain, dengan alasan selain berada di pusat kota dan berdekatan dengan sebuah mesjid kurang begitu nyaman menjadi sebuah Gereja.

Pada saat itu kebetulan ada seorang anggota masyarakat yang berminat untuk membeli tanah dan gedung tersebut dengan rencana untuk membangun tempat pembelanjaan. Maka di juallah gedung tersebut dengan harga kurang lebih 40 juta. Hasil penjualan tanah dan gedung tersebut berdasarkan saran dari Walikota agar digunakan untuk membeli tanah di pojok Jl. Sisingamangaraja yang di atasnya kemudian didirikan bangunan Gereja yang proses pembangunannya dilakukan oleh pihak pembeli dan HKBP sebagai pemakai (tukar guling).

3. Peresmian Gereja Oleh Ephorus (1983)

Menyadari bahwa di dalam pembangunan gedung Gereja secara manusiawi merupakan proses yang sulit, dan keberhasilannya tidak akan di dapat tanpa adanya campur tangan Tuhan, maka selesainya pembangunan Gereja, dilakukanlah sebuah Pesta Peresmian/Pangompoion yang dipakai sebagai sarana untuk mengucap syukur pada Tuhan atas berkatnya terhadap semua jemaat yang berhasil membangun Gereja dan sekaligus untuk mengukuhkan eksistensinya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Gereja HKBP secara keseluruhan.

Untuk tujuan di atas pada tahun 1983 dilakukanlah Pesta Peresmian/Pangompoion yang mengundang berbagai pihak yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam. pembangunan Gereja, melalui pembentukan Panitia yang dipimpin oleh Bapak St. CH. Sitindaon. Ketika itu hadir Ephorus HKBP Ds. G. H. M. Siahaan, Bapak Praeses Jawa Kalimantan, para Pendeta HKBP yang ada di Jawa Barat, Perwakilan pemerintah Kotip Cimahi dan perwakilan dari Gubernur jawa Barat.

4. Perluasan Lahan Gereja (1992)

Sudah barang tentu prasarana (dalam bentuk lahan) Gereja menjadi hal yang penting untuk mengantisipasi perkembangan jemaat yang semakin besar pada masa yang akan datang. Untuk itu pada tahun 1992 Gereja membeli tanah yang terletak dibagian belakang Gereja seluas 35 tumbak dari penduduk setempat yang kebetulan pemiliknya pada saat itu menjualnya. Dana untuk pembelian lahan tersebut dilakukan melalui pengumpulan dana dari anggota melalui pelaksanaan pesta Huria yang dimotori Parhalado bersama dengan panitia pembangunan yang pada saat itu dipegang oleh Bapak Mayor T. Simanungkalit, yang diatasnya saat ini berdiri gedung sekolah minggu.

5. Pembangunan Aula Gereja (1993)

Pada saat Gereja dibangun tahun 1982, disamping gedung utama Gereja disisi sebelah kanan (utara) Gereja dibuat pula sebuah ruangan yang ukurannya relatif kecil yang pada saat itu dapat dipakai sebagai kantor dan tempat tinggal dimana ketika itu sempat dipakai sebagai tempat tinggal sementara dari seorang anggota Parhalado yang melayani sebagai Diakonis Ibu Iramin br. Siburian dan Bvr. Ibu Boru Siagian.

Kemudian pada tahun 1993 mengingat semakin banyaknya kegiatan seperti kegiatan NKHBP, Punguan Ina, Ama, Sekolah minggu, bangunan ini direnovasi dan diperluas dengan maksud agar penggunaannya dapat lebih luas yang digunakan untuk kantor Gereja sekaligus bilut parhobasan Parhalado, ruang pertemuan untuk rapat-rapat, kegiatan latihan paduan suara NHKBP, Punguan Ina, Punguan Ama dan lain-lain dan juga tempat kebaktian pada-waktu-waktu tertentu bilamana peserta kebaktian tidak muat di gedung utama Gereja seperti pada hari besar Kristen seperti hari Raya Natal, Hari Raya Paskah, dan disamping penggunaan seperti di atas sering pula dipakai sebagai tempat acara pesta seperti pesta Natal Punguan Marga dari anggota Jemaat, Pesta adat dalam ukuran kecil oleh anggota jemaat

6. Perluasan Lahan dan Pembangunan Bilut Partangiangan Gereja (1994)

Pada tanggal 12 april 1994 dibawah koordinasi Ketua Pembangunan dilakukan pesta Huria untuk mengumpulkan dana membeli seluas tanah untuk meluruskan lahan milik Gereja disisi kiri (selatan) kearah belakang.

Melalui pesta ini terkumpulah dana yang dapat membeli lahan tambahan seluas kurang lebih 5 tumbak seharga Rp. 7 juta, sehingga lahan milik Gereja bertambah luas dalam bentuk persegi dan sekaligus dapat digunakan sebagai jalan kearah belakang yang dapat dipakai sebagai tempat parkir kenderaan

Selanjutnya mengingat anggota jemaat yang semakin banyak, kegiatan yang semakin meningkat yang terlihat dan semakin penuhnya Gereja sehingga gedung aula seringkali dipakai sebagai tempat kebaktian untuk menampung anggota jemaat yang tidak tertampung di gedung utama, rapat-rapat, acara-acara pesta kecil, dirasakan perlu memperluas Bilut Partangiangan maka pada bulan Desember tahun 1994 dilakukan perluasan bilut partangiangan yang hingga sampai saat ini masih digunakan, kearah belakang gedung utama Gereja yang ada saat ini.

7. Pembangunan Gedung Sikola Minggu (1996)

Menyadari anak-anak sekolah minggu sebagai generasi penerus yang perlu dibina agar kelak menjadi anak-anak yang sikap dan perilakunya sesuai dengan pesan Kristus, kemudian semakin banyaknya jumlah anak-anak yang berbeda usia, kelas, sejalan dengan pertumbuhan anggota ruas yang semakin besar dimana untuk pembinaan diperlukan pemisahan antara kelompok usia sesuai dengan kelasnya di sekolah formal, memerlukan sarana dan prasarana untuk pendidikan mereka, maka Parhalado huria bersama-sama dengan anggota ruas mengadakan perencanaan melalui suatu rapat dalam rangka pembangunan gedung sekolah minggu di lahan yang tersedia di belakang Gereja untuk mengumpulkan dana yang diperlukan dalam pembangunan Gedung Sekolah Minggu tersebut dilakukan melalui Dinner party ,tok-tok ripe, Pesta Kebangunan Sekolah Minggu, malam dana I dengan mengundang para artis di gedung Saparua, Malam Dana II di Ball Room Hotel Papandayan Bandung (4 Oktober 1997).

8. Perluasan Lahan (tahun 1998)

Kelebihan Dana yang diperoleh dari rangkaian kegiatan pencarian dana untuk gedung sekolah minggu selanjutnya sebagian digunakan untuk membeli lahan disebelah kiri gedung sekolah minggu pada tahun 1998 seluas 22 tumbak Lahan tambahan yang dibeli tahun l998 sedang dilakukan penembokan.

9. Renovasi Gereja (Tahun 2000)

Penyempurnaan gedung Gereja dipikirkan menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan pelayanan terhadap umat maka pada tahun 2000 melalui mobilisasi dana dari ruas, pesta huria Gereja direnovasi dalam bentuk Flafon Gereja di naikkan atau ditinggikan dan diperluas kesamping sebagaimana dengan keadaan pada saat ini.

10. Perluasan Lahan (2003)

Dengan pertimbangan bahwa semakin luas sarana yang dimiliki Gereja akan semakin baik dalam upaya pengembangan umatnya. Untuk itu selanjutnya direncanakan akan membeli lahan yang terletak disamping sebelah kiri Gereja.

Untuk itu rencana pesta Jubileum tahun 2003 disamping bertujuan untuk melakukan pesta olop-olop dan mengucapkan terima kasih pada Tuhan atas berkatnya HKBP Cimahi telah berdiri selama 50 tahun adalah juga untuk membeli tanah sebelah kiri Gereja seluas kurang lebih 20 tumbak.

11. Perluasan Lahan dan Pembangunan Rumah Dinas Gereja (2005)

Pada akhir tahun 2004 Gereja membeli/memperluas lahan kearah samping sebelah selatan dan pada tahun 2005 menambah assetnya dengan membangun sebuah Rumah Gereja yang nantinya dapat digunakan oleh Pendeta dalam upaya meningkatkan pelayanannya terhadap umat.

PERKEMBANGAN ANGGOTA DAN ANGGOTA MAJELIS (PARHALADO)

A. KEADAAN DAN PERKEMBANGAN ANGGOTA.

Perkembangan anggota Gereja HKBP Cimahi dari tahun ke tahun dari sejak pendirian Gereja ini meningkat secara terus menerus. Perkembangan ini dapat dipastikan sejalan dengan pertumbuhan orang Batak yang berdomisili di Kota Cimahi dan sekitamya.

Pada saat ini anggota Gereja HKBP Cimahi sejumlah kurang lebih 450 KK (Oktober 2006) yang diawali pada saat pembentukan kurang lebih 20 KK. Kemudian berkembang tahun demi tahun sejalan dengan pertumbuhan penduduk orang Batak yang ada di Cimahi sebagaimana ditunjukan dalam tabel 1.

Tabel 1 : Perkembangan Anggota HKBP Cimahi

Tahun                                        Jumlah
1953                                             20 KK
1960                                             50 KK
1965                                             70 KK
1970                                            90 KK
1975                                            130 KK
1980                                            160 KK
1990                                            200 KK
1995                                             275 KK
2000                                           310 KK
2003                                            340 KK
2004                                            375 KK
2005                                            412 KK
Oktober 2006                          450 KK

B. KEADAAN DAN PERKEMBANGAN PARHALADO

Kepimimpinan dalam lingkungan Gereja HKBP kita kenal dengan Parhalado sebagai sebuah team yang di dalamnya adalah Bapak Pendeta, Guru jemaat ( guru huria), dan para Penatua (Sintua), dengan tugas memimpin kebaktian, mengurus asset Gereja, melakukan pembinaan pada anggota dan lain-lain yang pembagian tugas dilakukan secara fleksibel sebagaimana aturan HKBP. Kemudian kepemimpinan lainnya adalah para pengurus seksi-seksi yang sengaja dibentuk untuk membantu Parhalado dalam tugas-tugas khusus seperti ketua Pembangunan, ketua seksi Ama, ketua seksi Ina, Ketua NHKBP, dan guru-guru Sekolah Minggu.

PENDETA.

Sejauh ini para Pendeta yang pemah bertugas memimpin dan melayani di Gereja HKBP Cimahi dari sejak pembentukan hingga sampai saat ini, diantaranya adalah:

1. Pendeta M. Pakpahan,
2. Pendeta M. Marpaung,
3. Pendeta F. Simatupang,
4. Pendeta R. Sihombing, Bapak Pdt. M.Pakpahan, Pdt. M. Marpaung, Pdt. F. Simatupang, Pdt. RSihombing, melayani di HKBP Cimahi, ketika HKBP Cimahi masih bagian dari ressort Bandung, sampai sekitar tahun 1976,
5. Pendeta P. Sirait STh, SH. Pendeta resort pertama HKBP Cimahi yang meliputi HKBP Cimahi jalan Lurah, HKBP Jalan Sisingamangaraja, dan HKBP Bandung Barat,
6. Pendeta W.D. Sipahutar. Pendeta Resort yang kedua meliputi HKBP Jalan Lurah, HKBP Jalan Sisingamngaraja dan HKBP Bandung Barat,
7. Pendeta R. Lumban Raja. Pembantu pendeta ressort HKBP Cimahi dan Bandung Barat, Pendeta E. Simbolon . Pendeta Ressort yang ke tiga HKBP Jalan Lurah, HKBP Jl. Singamangaraja, dan HKBP Bandung Barat,
8. Pendeta ASP. Hutauruk. Pembantu pendeta ressort HKBP Cimahi dan Bandung Barat,
9. Pendeta D.P Panjaitan. Pendeta ressort yang ke empat yang meliputi HKBP Jalan Lurah dan Jalan Singamangaraja (HKBP Bandung Barat menjadi satu resort),
10. Pendeta J. B. H. Sianipar. Pendeta resort HKBP Cimahi pada saat ini yang meliputi HKBP Jalan Lurah dan HKBP Jalan Sisingamangaraja,
11. Pendeta N. A. Silalahi, STh. Secara khusus memimpin Gereja HKBP Cimahi yang merupakan pimpinan Jemaat pada saat ini.

Guru Huria.

Dari awal pembentukan Gereja HKBP Cimahi Guru Huria yang merupakan penugasan dari kantor pusat yang memiliki pendidikan khusus sebagai Guru Huria HKBP belum pernah memimpin dan melayani di Gereja ini. Selama ini Guru Huria dipegang oleh seorang wakil Guru Huria.

Selama 50 tahun ini wakil Guru Huria yang yang pemah bertugas di HKBP Cimahi jalan Sisingamangaraja hingga sampai sekarang adalah :

1. Bapak Gr. R. Sitorus.
2. Bapak St. Simanungkatit.
3. Bapak St. A Simanungkatit.
4. Bapak St. Nababan.
5. Bapak St. L. Sianturi.
6. Bapak St. IM. Sitorus (1995-1999).
7. Bapak St. Dj. Radjagukguk. (1999-2004).
8. Bapak St. N. Sinaga (2004)

SINTUA (PENATUA).

Sampai saat ini para Sintua yang pernah melayani di Gereja HKBP Cimahi baik yang masih aktif dan yang sudah pensiun serta sebagian telah meninggal dunia adalah :

1. Gr. Sitorus. Melayani sejak tahun limah puluhan hingga sampai tahun tujuh puluhan,
2. St. Situmeang. Melayani sejak tahun lima puluhan sampai tahun enampuluhan,
3. St. J.M Sinurat. Melayani sejak tahun lima puluhan sampai tahun enampuluhan,
4. St. Mayor. B. Hutagalung. Melayani sejak tahun limah puluhan sampai tahun enam puluhan,
5. St. Tarihoran. Melayani sejak tahun lima puluhan sampai tahun enampuluhan,
6. St. D. Sinaga. Melayai sejak tahun lima puluhan sampai enampuluhan,
7. St. P.M. Siregar. Melayani sejak tahun lima puluhan sampai tahun enampuluhan,
8. St. Marbun. Melayani sejak tahun lima puluhan sampai tahun enampuluhan,
9. St. Nababan. Melayani sejak tahun lima puluhan sampai tahun tujuh puluhan,
10. St. Simanungkalit. Melayani sejak tahun limah puluhan hingga sampai tahun tujuh puluhan,
11. St. Napitupulu. Melayani sejak tahun lima puluhan hingga sampai tahun tujuh puluhan,
12. St. Siringo-ringo. Melayani sejak tahun lima puluhan hingga tahun tujuh puluhan,
13. St. S.B. Pasaribu. Melayani sejak tahun lima puluhan hingga tahun tujuh puluhan,
14. St. A. Simanungkalit. Melayani sejak tahun lima puluhan hingga sampai tahun tujuh puluhan,
15. St. P. Sianturi. Melayani sejak tahun enam puluhan sampai tahun tujuh puluhan,
16. St. Dj. Sitorus. Melayani sejak tahun enam puluhan hingga tahun tujuh puluhan,
17. St. P. Silalahi. Melayani sejak tahun enam puluhan hingga sampai tahun tujuh puluhan,
18. St. L. Sianturi. Melayani sejak tahun enam puluhan sampai tahun sembilan puluhan,
19. St. I.M. Sitorus. Melayani sejak tahun tujuh puluhan hingga sampai tahun 1999,
20. St. Dj. Harianja. Melayani sejak tahun tujuh puluhan hingga sampai tahun 1987,
21. St. L. Sinaga. Melayani sejak tahun tujuh puluhan hingga tahun delapan puluhan,
22. St. CH. Sitindaon. Melayani sejak tahun 1976 hingga sampai sekarang,
23. St. A. Siagian. Melayani sejak tahun 1976 hingga sampai sekarang,
24. St. Dj. Radjagukguk. Melayani sejak tahun 1982 hingga sampai sekarang,
25. St.V. Limbong. Melayani sebagai sintua sejak tahun 1978 di resort Limbong —Sagala dan di HKBP Cimahi sejak tahun 1985 sampai sekarang.
26. St. R. Pardede. Melayani sejak tahun 1988 sampai sekarang,
27. St. M. Sitohang. Melayani sejak tahun 1988 hingga sampai sekarang,
28. St. Ny. E. R. N. br. Siboro. Melayani sejak tahun 1988 hingga sampai sekarang,
29. St. Ny.J. br. Aritonang. Melayani sejak tahun 1988 hingga sampai sekarang,
30. St. N.M. Sinaga, Melayani sejak 1990 hingga sampai sekarang,
31. St. PD. Nababan. Melayani mulai tahun 1992 sampai dengan sekarang,
32. St. P. Silalahi. Melayani sejak tahun 1997 hingga sampai sekarang,
33. St. Y.M. Nainggolan. Melayani sejak tahun 1997 hingga sampai sekarang,
34. St. A. Simanjuntak. Melayani sejak tahun 1997 hingga sampai sekarang,
35. St. Ir. F. Hutauruk. Melayani sejak tahun 1997 hingga sampai sekarang,
36. St. C. Manullang. Melayani sejak tahun 2003 hingga sampai sekarang,
37. St. Manosor Simanjuntak. Melayani sejak tahun 2003 hingga sampai sekarang,
38.

PENUTUP

Mencermati sejarah perkembangan Gereja ini sejak pendirian terlihat dengan jelas bahwa sejak tahun 1953 sampai dengan tahun 1975 merupakan masa-masa yang sulit, sebab selama kurang lebih 25 tahun, Gereja ini masih menumpang di Gereja GKP. Selanjutnya selama kurang lebih 7 tahun memakai gedung Kesenian Unasco yang sangat sederhana. Tetapi sejak pindah ke Jalan Sisingamangaraja tahun 1982 hingga sampai sekarang perkembangan Gereja ini dilihat dan perkembangan fisik cukup pesat, teristimewa sejak tahun 1992 dimana terjadi perluasan lahan beberapa kali, pembangunan Aula Gereja tahun 1993, pembangunan bilut partangiangan tahun 1994, pembangunan gedung sekolah minggu tahun 1996.

 

10624997_10202535190922302_1655042939142549622_n 10639734_10202535190522292_3095323474783160803_n 10583911_10202540878824496_839790470988820709_n

Comments (2) »

MEMORI SERAH TERIMA

315504_1998046872109_950708863_n

MEMORI SERAH TERIMA
PENDETA RESORT HKBP PERUMNAS II BEKASI
PDT.ADVEN LEONARD NABABAN, D.MIN
—————————————————————————————————–
Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Yohanes 21: 16c
PERJALANAN PANJANG MEMAKNAI PELAYANAN

Kami mengucap syukur kepada Tuhan! Tepatnya bulan April 2007 saya diperkenankan membaktikan diri sebagai Pendeta Diperbantukan di HKBP Perumnas II Bekasi, dan selanjutnya bulan September 2009 menjadi Pendeta HKBP Resort Perumnas II Bekasi. Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengucap syukur kepada Tuhan saat ini. Dia hadir disetiap waktu membentuk, menopang, meneguhkan, dan memaknai perjalanan Pelayanan hamba-Nya di HKBP Resort Perumnas II Bekasi. Kehadiran-Nya menorehkan ide-ide kreatif membangun karya, sumber inspirasi inovatif memaknai pelayanan, daya pendorong meretas kontribusi positif, dan sumber pengharapan yang tidak mengecewakan.

Sesuai Surat Keputusan Ketetapan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan, No. 923/Pdt/SK/10/2013 tertanggal 13 Nopember 2013, Pendeta Resort HKBP Perumnas II Bekasi ditetapkan menjadi Pendeta HKBP Resort Bandung Riau Martadinata Distrik XVIII Jabartengdiy. Surat Keputusan Ketetapan ini tidak dapat terlaksana karena pergumulan yang terjadi di HKBP Bandung Riau Martadinata, (Pendeta Resort HKBP Bandung Riau Martadinata tidak bersedia melaksanakan dan menjalankan Surat Keputusan Ketetapan Ephorus HKBP yang menempatkan Pendeta HKBP Resort Bandung Riau Martadinata menjadi Pendeta HKBP Resort Cimahi Jln. Sisingamangajara). Berbagai upaya telah dilaksanakan HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy untuk mencari solusi penyelesian pergumulan HKBP Bandung Riau Martadinata, untuk melaksanakan Surat Keputusan Ketetapan pimpinan HKBP, namun sampai bulan Juli 2014 belum menemukan hasil yang diharapkan, sekalipun Pendeta Resort HKBP Bandung Riau Martadinata sudah menerima dua kali Surat Soso-soso pelaksanaan SK dari Kantor Pusat HKBP. Di dalam Doa kepada Tuhan kami berseru dan mengharapkan supaya pergumulan yang ada di HKBP Bandung Riau Martadinata dapat terselesaikan dengan mengedepankan Cinta Kasih dan kedamaian Kristus sebagi pemilik dan kepala Gereja.

Atas dasar pergumulan HKBP Bandung Riau Martadinata yang tidak bersedia melaksanakan surat Keputusan Ketetapan mutasi Pendeta, maka saya menerima SK yang baru sekaligus pembatalan SK sebelumnya, sesuai surat keputusan ketetapan no. 167/Pdt/SK/05/2014, tertanggal 10 Mei 2014. Pendeta Resort HKBP Perumnas II Bekasi ditetapkan menjadi Pendeta HKBP Resort Cimahi Jl. Sisingamangaraja. Sekalipun banyak hal yang seharusnya kami pertanyakan dengan adanya perubahan ini, namun selaku pendeta kami akan selalu mengedepankan TOHONAN Ke-Pendetaan dengan berkata dan bersikap YA kepada TUHAN yang memilih dan mengutus hamba-Nya. Bagi saya Bekasi, Bandung, dan Cimahi adalah persoalan tempat, bukan nilai. Namun yang membuat saya bernilai adalah kebesaran hati saya di dalam kesetiaan melakukan pelayanan yang bermakna disetiap tempat. Doakanlah kami.

HKBP PERUMNAS II BEKASI

Hadirnya program AEK SANTETEK di Gereja ini memberi makna tersendiri di hati warga jemaat. Sudah banyak warga jemaat yang merasakan manfaat darinya: Pemberdayaan ekonomi warga jemaat mengembangkan usaha kecil dan bantuan pengobatan warga jemaat yang kurang mampu. Pengelolaan program ini perlu mendapat perhatian supaya tepat sasaran dan benar-benar berdaya guna untuk pembangunan jemaat.

PERSEMBAHAN PERPULUHAN sudah menjadi perilaku baik di Gereja ini. Setiap Minggu pertama awal bulan jemaat memberikan persembahan perpuluhan secara spontanitas. Memaknai setiap pemberian berasal dari Tuhan sudah menjadi praksis ibadah di sini. Bagaimana pun praksis ibadah seperti ini akan semakin hidup apabila pemahaman secara teologis selalu disegarkan dalam bentuk Penelahaan Alkitab, Khotbah, Diskusi yang tersosialisasikan.

PELAYANAN ZENDING BERBASIS HURIA MANGURUPI HURIA sudah diretas dan akan diteruskan. Bekerjasama dengan Kantor Pusat HKBP melalui penandatanganan MOU, HKBP Perumnas II Bekasi semenjak bulan Juli 2014 telah memberikan bantuan kepada empat orang pendeta yang melayani di empat Gereja HKBP yang jarang mendapatkan pelayanan di daerah pelosok Bonapasogit, yaitu: HKBP RAMBASIALA Resort GAROGA; HKBP HORHONAS Resort HUTARAJA UGAN; HKBP PARHORBOAN Resort RURAJULU SIHOMBING; HKBP SIHATANDOHAN Resort PARIK SABUNGAN. Setiap bulan Gereja HKBP Perumnas II Bekasi memberikan bantuan “parbalanjoon” masing-masing sebanyak RP. 1.000.000 (satu juta rupiah) kepada pendeta yang melayani di sana. Di samping bantuan “parbalanjoon” juga akan diberikan masing-masing uang cuti dan natal sebanyak nominal di atas. Program ini baru diretas dan saya pikir sangat baik dijadikan menjadi program tetap Gereja HKBP Perumnas II Bekasi.

Melalui Panitia PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA telah diupayakan melaksanakan renovasi gedung gereja menjadi tingkat dua. Gambar renovasi gedung gereja tersebut sudah ada dan sudah disosialisasikan kepada jemaat. Namun pelaksanaan renovasi ini tidak dapat ditindaklanjuti karena belum mendapatkan surat izin renovasi dari Pemerintah Kota Bekasi. Melihat perkembangan pelayanan HKBP Perumnas II Bekasi, serta ruang gedung gereja yang sangat terbatas, pelaksanaan renovasi gedung gereja ini dirasa sangat mendesak dan prioritas dijadikan sebagai program berkesinambungan (sustainable). Perhatian utama adalah mengurus persetujuan dari warga sekitar lingkungan gereja, (KTP masyarakat disekitar lingkungan gereja).

PENATAAN SISTEM PELAYANAN DAN KEUANGAN yang rapih tersusun sudah menjadi komitmen dalam pengembangan pelayanan berkualitas. Penataan sistem pelayanan ini bukan direduksi atas keinginan, namun didasarkan kepada Aturan Peraturan dan panduan pelayanan HKBP, serta pengalaman di dalam pelayanan secara kontekstual. Penataan sistem keuangan yang semakin rapih tersusun: pemasukan, pengeluaran, pelaporan, penandatanganan, pertanggunganjawab antara Pendeta, Parartaon, Bendahara, Parhalado, Seksi-seksi, dan jemaat perlu mendapat perhatian yang tetap segar melalui uraian tugas yang tercerahkan dan kordinatif. Sudah menjadi kebiasaan baik yang perlu diteruskan bahwa setiap perumusan dan pelaksanaan program selalu melibatkan warga jemaat.

HKBP CIBITUNG RESORT PERUMNAS II BEKASI

Pelayanan Marturia, Koinonia, dan Diakonia telah terlaksana dan dilaksanakan oleh pendeta sebagai uluan huria bersama parhalado. Mengingat HKBP Cibitung sudah diresmikan menjadi Persiapan HKBP Resort Sola Gratia Cibitung pada hari Minggu, 13 Juli 2014, maka dirasa sangat perlu pendampingan, arahan, serta sosialisasi Peresmian Resort: Pembentukan dan pemilihan Parhalado Resort; Sekretaris Bendahara Resort; Utusan Sinode Distrik; Utusan Sinode Godang; Keuangan Resort. Tentang waktu pelaksanaan peresmian Resort biarlah dibicarakan dan disepakati secara bersama oleh Panitia Peresmian Resort, Majelis HKBP Cibitung, Majelis HKBP Setu, dan Parhalado Resort HKBP Perumnas II Bekasi.

HKBP AGAPHE CIKARANG RESORT PERUMNAS II BEKASI

Sudah menjadi kerinduan Gereja ini untuk memperbesar gedung ibadah dengan upaya membeli Ruko yang ada di samping gereja sekarang. Melalui Panitia Pembangunan dan Parhalado telah melakukan usaha-usaha pencapaian target nominal pembelian Ruko, namun sampai sekarang belum terpenuhi. Memperhatikan kebutuhan warga jemaat dalam kenyamanan beribadah (sangat sempit), maka pembelian ruko ini sifatnya mendesak. Melihat potensi ekonomi warga jemaat sangat memungkinkan untuk pencapaian dan pemenuhan biaya pembelian Ruko ini. Untuk pencapaian tersebut perlu diberi catatan: Pembangunan kordinasi antara panitia pembangunan dengan Parhalado dan warga jemaat; sinergitas program huria yang terencana, sengaja, dan terlaksana; komunikasi yang terjaga dengan baik antara Panitia dan Parhalado, dan semangat yang terpadu serta menyatu secara bersama.

Penataan pelayanan secara organisatoris dan fungsional juga membutuhkan perhatian demi pencapaian kualitas pelayanan yang semakin baik. Pembangunan Administrasi dan sistim pelayanan belum berjalan secara optimal dan maksimal. Sangat bijaksana apabila pemberdayaan parhalado dalam hal pemahaman administrasi, pengenalan organisasi HKBP dan fungsional para pelayan HKBP perlu ditindaklanjuti dalam program secara umum.

HKBP SETU RESORT PERUMNAS II BEKASI

Semangat kebersamaan dan ketekunan di dalam pelayanan menjadikan gereja ini berkembang dan bertumbuh dengan pesat. Setelah di “ojakhon” menjadi huria “na gok” pada Minggu 31 Maret 2014, kini HKBP Setu telah menyatukan komitmen dengan HKBP Cibitung untuk mempersiapkan diri menjadi Resort yang baru, yaitu HKBP Resort Sola Gratia Cibitung. Pendalaman pemahaman pentingnya pembangunan Resort ini yaitu peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan, pengembangan pelayanan berorientasi pemberdayaan warga jemaat, dan kemandirian pelayanan dana dan daya, perlu tersosialisasi kepada jemaat.

Pergumulan berat yang dihadapi oleh gereja ini pada bulan Maret 2013 (yaitu: perobohan gedung gereja oleh Pemkab Bekasi), menjadikan warga jemaat menyatu dalam semangat pelayanan saling menguatkan, menopang, dan membantu. Memaknai pergumulan yang telah dimenangkan; upaya dan usaha pengurusan surat izin (IMB) gereja supaya diteruskan melalui pendekatan formal dan informal kepada Pemerintah desa, masyarakat sekitar dan seluruh “stake holder” yang ada. Dalam hal pelayanan Koinonia, Diakonia, dan Marturia sepenuhnya terlaksana dan dilaksanakan oleh pendeta sebagai uluan huria dan parhalado setempat yang terkordinasi dengan Resort HKBP Perumnas II Bekasi.

HKBP SUMBER JAYA TAMBUN RESORT PERUMNAS II BEKASI

Mengedepankan pelayanan Mingguan dan harian (Ibadah Minggu, dan Partangiangan Wilayah) merupakan wajah dari gereja ini. Pemahaman tentang penatalayanan gereja secara organisatoris dan fungsional (administrasi, program, pemberdayaan dewan dan seksi, surat-menyurat, buku bolon, keuangan, dll), masih dalam proses pembinaan yang digemari secara bersama. Secara umum penyelengaraan pelayanan di gereja ini masih tergantung kepada HKBP Ressort Perumnas II Bekasi yang terkordinasi dengan uluan huria HKBP Sumber Jaya Tambun (uluan huria masih dari unsur Parhalado).
Pada Minggu 10 Agustus 2014, status gereja ini sudah menjadi huria na “Gok” dan direncanakan akan dilayani oleh seorang pendeta. Rencana ini perlu dimotivasi sepenuhnya mengingat perkembangan dan kebutuhan warga jemaat yang harusnya terlayani. Pendampingan, arahan, dan pembinaan masih diperlukan untuk pencapaian pelayanan yang lebih baik di gereja ini.

TESTIMONI PELAYANAN

Hari ini Minggu 31 Agustus 2014, saya bersama keluarga berdiri di sini untuk pamit kepada seluruh warga jemaat HKBP Ressort Perumnas II Bekasi untuk melanjutkan pelayanan saya sebagai hamba Tuhan ke HKBP Resort Cimahi Jl. Sisingamangaraja sesuai dengan Surat Keputusan Ketetapan Pimpinan HKBP.

Tujuh tahun empat bulan waktu yang cukup panjang membaktikan diri dalam pelayanan di HKBP Perumnas II Bekasi dan HKBP Resort Perumnas II Bekasi. Banyak pengalaman bersama Tuhan di tempat ini. Pelayanan yang dinamis diwarnai berbagai dinamika membentuk saya menjadi seorang hamba yang utuh di dalam genggaman Tuhan yang Maha Agung. Segala kecakapan dan kebodohan, segala keberhasilan dan kegagalan, segala kebolehan dan kelemahan tidak memiliki makna tanpa pencerahan hikmat dari Tuhan. Dialah (Tuhan) yang membentuk saya menjadi seorang pribadi yang mampu melihat makna dari setiap dinamika baik dan tidak baik dalam perjalanan pelayanan di sini. Apa yang sudah saya lakukan, kerjakan dan ukir di tempat ini adalah bakti saya kepada jemaat di sini, dan ibadah saya kepada Tuhan. Di dalam doa saya berkatub tangan biarlah itu diberkati Tuhan. Bila ada pelayanan saya yang berhasil, itu tidak perlu diberikan pujian karena pujian hanya tertuju kepada Tuhan. Namun, ada banyak kekurangan dalam pelayanan yang saya lakukan selama di sini, pinta saya mohon di maafkan.

Pada kesempatan yang singkat ini, ijinkan kami mengucapan terima kasih kepada:

1. Seluruh warga jemaat HKBP Resort Perumnas II Bekasi atas persekutuan yang telah terbangun di dalam Tuhan selama ini. Kesan saya: kalian semua adalah jemaat yang tangguh berjuang meraih kebangkitan dari sisa-sisa kerapuhan, kelemahan, keletihan dan kepenatan hidup. Segala dinamika kehidupan lahiriah berusaha di sublimasi dengan mengembangkan dan memperbesar lingkaran kehidupan spritualitas yang tercerahkan. Perjuangan seperti ini sangat mulia. Pesan saya: yang menentukan dalam hidup adalah bukan seberapa banyak dan sedikit yang kita miliki, namun makna apa yang kita ukir kepada orang lain dari setiap apa yang kita miliki. Tuhan yang penuh kemurahan menyertai amang – inang semuanya.

2. Seluruh Parhalado HKBP Perumnas II Bekasi atas kebersamaan pelayanan yang kita alami dan maknai selama ini. Dinamisasi pelayanan terkadang menganggu kenyamanan sifat-sifat kemapanan, dan terkadang memunculkan dinamika yang tidak perlu dipelihara. Namun syukur kepada Tuhan apabila kesempatan seperti itu bisa kita alami dan maknai, di dalam gerak bersama memenangkan tugas panggilan membangun pelayanan yang semakin berkualitas di Gereja ini. Pesan saya: Nilai seseorang ditentukan oleh keberaniannya meminggung tanggungjawab, mencintai pekerjaannya, dan selalu memihak kepada karya yang menghidupkan.

3. Seluruh Parhalado Resort yang berupaya memberi kontribusi positif dalam pembangunan pelayanan di HKBP Resort Perumnas II Bekasi. Sinergitas pelayanan dalam domain Ressort adalah salah satu asset yang harus kita rawat secara terus menerus, tentu ini akan berjalan dengan baik apabila masing-masing orang dapat melihat bahwa posisi pelayanan di setiap struktur adalah untuk bakti kepada sesama dan ibadah kepada Tuhan. Pesan saya: Nilai hidup tidak ditentukan oleh besar-kecilmu, tetapi oleh makna yang diberikan kepada kehidupanmu.

4. Semua sahabat saya Pendeta di Ressort Perumnas II Bekasi yang telah mengalami kegembiraan dan ketidakgembiraan dalam kebersamaan kita selama ini. Pentingnya kordinasi dalam pelayanan sudah menjadi tampilan wajah yang telah kita ukir dalam pelayanan kita selama ini. Dan saya yakini: kegairahan kita membangun kordinasi, komunikasi, evaluasi, dan konsolidasi yang tertata dengan baik dalam pelayanan adalah salah satu kunci pembangunan pelayanan yang bermartabat dan penuh makna. Pesan saya: Go to the people, live with them, love them. Start with what they are know, Build with what they ara have – but with the better leaders.

5. Praeses dan seluruh Pelayan Distrik XIX Bekasi yang selalu giat mensosialisasikan visi dan misi HKBP ke tingkat Resort dan Huria-huria. Keterpaduan pelayanan Distrik dengan Resort-resort selama ini, menjadi salah satu ciri dari Distrik XIX Bekasi yang dikordinasikan oleh Amang Praeses Pdt.Manarias Sinaga,M.Th, dan saya berpikir ini perlu diapresiasi. Distrik XIX Bekasi adalah salah satu distrik yang baru lahir di HKBP, namun sekalipun demikian Distrik ini sudah dapat menunjukkan tanggungjawab yang besar dalam peran organisme HKBP. Pesan saya: Peristiwa pelayanan tidak memiliki makna tertentu, namun kitalah yang merumuskan makna atas semua peristiwa pelayanan.

Akhirnya untuk seluruh pelayanan yang saya sudah lakukan di HKBP Ressort Perumnas II Bekasi, dan pelayanan yang akan saya lakukan di HKBP Ressort Cimahi Jl. Sisingamangaraja, tidak ada jalan yang harus saya tempuh, kecuali saya berdoa kepada Tuhan: kiranya diberi Roh keberanian untuk mengubah apa yang bisa saya ubah, dan diberi kerendahan hati untuk dapat menerima apa yang tidak bisa saya ubah. Dan untuk membedakan keduanya, saya berdoa kiranya Tuhan memberi saya Roh Mahabijaksana.

Selamat bertemu dan melayani untuk Amang, Abang, Tulang saya
Pdt.Oloan Nainggolan bersama inang dan keluarga.

Selamat perpisahan kami untuk:
Sekolah Minggu, Remaja Naposobulung, Amang dan Inang semuanya.
Kalian semuanya ada di dalam hati dan kenangan kami yang tidak mungkin dilupakan….

 

Bekasi, 31 Agustus 2014

Salam

Pdt. Adven Leonard Nababan, D.Min

 10261938_10200739311403743_763851089_n (1)

 

Comments (2) »

BERITA ACARA SERAH TERIMA JABATAN

 

10639734_10202535190522292_3095323474783160803_n

BERITA ACARA SERAH TERIMA
PENDETA RESSORT HKBP PERUMNAS II BEKASI
DISTRIK XIX BEKASI
================================================

Pada hari ini Jumat, Dua Agustus Tahun Dua Ribu Empat Belas, pukul Sebelas Waktu Indonesia Barat, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Pdt. Adven Leonard Nababan, D.Min
Jabatan : Pendeta HKBP Resort Perumnas II Bekasi, Distrik XIX Bekasi, yang selanjutnya mutasi sesuai Surat Keputusan Ketetapan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan, No. 167/Pdt/SK/05/2014, tertanggal 10 Mei 2014. Selanjutnya disebut Pihak I

Nama : Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th
Jabatan : Pendeta HKBP Resort Cimahi Jln. Sisingamangaraja, Distrik XVIII Jabartengdiy, yang selanjutnya menjadi Pendeta HKBP Resort Perumnas II Bekasi, sesuai Surat Keputusan Ketetapan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan, No. 166/Pdt/SK/05/2014, tertanggal 10 Mei 2014. Selanjutnya disebut Pihak II

Telah melaksanakan Serah Terima Jabatan Pendeta Ressort dan keadaan pelayanan Huria Kristen Batak Protestan Resort Perumnas II Bekasi sebagaimana tersebut dalam lampiran dibawah ini:
a. Buku Panduan HKBP Resort Perumnas II Bekasi tahun 2014
b. Program HKBP Resort Perumnas II Bekasi tahun 2014
c. Program Anggaran/keuangan HKBP Resort Perumnas II Bekasi tahun 2014
d. Laporan Keuangan HKBP Resort Perumnas II Bekasi hasil verifikasi sampai bulan Juni tahun 2014
e. Memori Serah Terima

Pihak I mengaku telah menyerahkan Jabatan Pendeta HKBP Resort Perumnas II Bekasi dan keadaan pelayanan sebagaimana tersebut dalam butir di atas, dan Pihak II mengaku telah menerima Jabatan Pendeta Resort serta keadaan pelayanan beserta dan sesuai lampiran tersebut di atas.

Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat dengan sebenarnya, yang telah dibacakan dan dipahami selanjutnya ditanda tangan di hadapan Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, beserta para saksi, yang untuk pengesahan dan penyaksiannya turut membubuhkan tanda tangannya masing-masing.
Jika ada kesalahan atau kekeliruan kami masing-masing akan memperbaiki sesuai dengan semestinya.

Tindasan atau Copynya dibuat tujuh serupa untuk:

a. Majelis HKBP Distrik XIX Bekasi
b. Para Saksi
c. Pihak I
d. Pihak II

Kami yang melaksanakan Serah Terima

                Pihak I                                                                          Pihak II

Pdt.Adven Leonard Nababan, D.Min                           Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th

                                              Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi

                                                 Pdt. Manarias Sinaga, M.Th

Saksi :

1. ______________________________ ______________________

2. ______________________________ ______________________

3. ______________________________ ______________________

 

10325231_10202541017187955_1008268348858374843_n 10440924_10202541020748044_5543892348986841494_n

10583911_10202540878824496_839790470988820709_n

10624997_10202535190922302_1655042939142549622_n

Comments (2) »

PGIS – KOTA BEKASI

SERUAN PASTORAL PGIS – KOTA BEKASI
PEMILU CAPRES DAN CAWAPRES

09 JULI 2014
===========================

PILIHLAH PEMIMPIN BERHATI NEGARAWAN:
JUJUR – DAPAT DIPERCAYA – TAKUT AKAN TUHAN – BENCI SUAP,
DAN BERKOMITMEN UNTUK PERJUANGAN KEBEBASAN BERAGAMA

 

Saudara-saudara umat Kristiani!

Pada tanggal 09 Juli 2014 yang akan datang, bangsa Indonesia akan melaksanakan Pesta Demokrasi yaitu Pemilihan Presiden dan wakil presiden. Kita tahu bahwa moment ini sangat penting dan menentukan bagi bangsa Indonesia. Dikatakan penting karena merupakan suksesi di tingkat Eksekutif secara Konstitusi demi kelangsungan perjalanan Bangsa ke depan. Dikatakan sangat menentukan karena di sinilah masyarakat menggunakan hak pilihnya demi mencapai cita-cita luhur bangsa yaitu masyarakat adil, makmur dan maju, serta berdaulat.

Kehadiran umat Kristiani di Negara yang kita cintai ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Bangsa Indonesia. Bagaimanapun juga Tuhan sudah menjadikan umat Kristiani sedarah, sedaging dan senasib dengan Bangsa ini, maka umat Kristiani mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk membangun bangsa ini melalui pilar kebangsaan: PANCASILA – UNDANG-UNDANG DASAR – NKRI – BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Kristiani pada khususnya mesti menjadi warga Negara yang bertanggungjawab. Artinya turut bertanggungjawab atas maju mundurnya kesatuan dan persatuan Negara ini. Tanggungjawab itu hanya dapat dilakukan apabila kita mempunyai keinsyafan kenegaraan, dan keinsyafan kenegaraan hanya dapat tumbuh jika terdapat keinsyafan kebangsaan. Kehadiran warga Kristiani dalam konteks bernegara dan berbangsa adalah sebagai Keluarga Besar, tidak ada seorang pun dikecualikan. Semuanya mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Umat kristiani bukan warga Negara kelas dua atau kelas tiga. Kita sebagai warga Kristiani sekaligus warga bangsa mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan orang-orang lainnya apa pun sukunya dan agamanya.

Saudara-saudara umat Kristiani!

Atas dasar pemikiran di atas hubungannya dengan Pesta Demokrasi yang akan dilangsungkan pada tanggal 09 Juli 2014 yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, maka MPH PGIS kota Bekasi, menyerukan kepada seluruh umat Kristiani:

01. Supaya semua umat Kristiani mendoakan Pemilu ini pada setiap kebaktian Minggu, dalam doa Syafaat, agar Pemilu dapat berjalan dengan baik, tidak ada gangguan dari siapa pun dan dari pihak mana pun.

02. Supaya semua umat Kristiani dapat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Golongan Putih (Golput) bukanlah pilihan.

03. Berikanlah suara kepada mereka yang memiliki pikiran dan hati JUJUR membangun bangsa ini di dalam bingkai PANCASILA, UNDANG-UNDANG DASAR 45, BHINNEKA TUNGGAL IKA, dan NKRI.

04. Pilihlah Capres dan Cawapres yang DAPAT DIPERCAYA dan TAKUT AKAN TUHAN. Di mana kata sesuai dengan tindakan, dan janji sesuai dengan bhakti. Jangan terlena dengan indahnya retorika dan janji-janji.

05. Jangan pilih yang melakukan KORUPSI, tetapi pilihlah mereka yang benci akan pengejaran suap. Jangan terlena dengan pemberian uang dari siapa pun, dan oleh siapa pun. Kita tidak mau apa yang semestinya adalah hak rakyat diambil oleh mereka yang memiliki moralitas rendah demi kepentingan faksi dan demi kepentingan pribadi. Bumi Indonesia adalah bumi yang kaya dan subur, namun karena kerakusan dan korupsi, bangsa ini sulit terbangkit dari kemiskinan. Kita mau bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat, menjadi suatu bangsa bersih dari KORUPSI, dan dipimpin oleh orang-orang yang menjungjung tinggi nilai-nilai luhur yaitu masyarakat yang adil, aman, makmur, dan sejahtera.

06. Pilihlah orang-orang yang memiliki komitmen memperjuangkan KEBEBASAN BERAGAMA dan BERIBADAH. Kita melihat dan merasakan khususnya di Kota dan Kabupaten Bekasi bahwa ada umat Kristiani dan umat ber- agama lainnya sulit melakukan ibadah karena adanya larangan dari kelompok-kelompok tertentu. Semestinya negara harus menjaga, memelihara dan menjamin Kebebasan Beragama. Kita berharap orang yang duduk di lembaga eksekutif memiliki integritas tinggi menjaga dan merawat pluralisme serta memiliki komitmen untuk KEBEBASAN BERAGAMA, apa pun agamanya dan kepercayaannya.

07. Berikanlah hak pilihanmu kepada orang yang dapat mengerti keadaan rakyatnya, yang dekat dengan rakyat, dan mau turun berjuang untuk rakyat. Karena bangsa dan negara ini dibangun adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Demikian seruan ini kami sampaikan, siapa pun yang kita pilih akan menentukan maju mundurnya bangsa ini ke depan. Kiranya umat Kristiani yang ada di Kabupaten dan Kota Bekasi diberkati oleh Tuhan menentukan dan menetapkan hak pilihnya dalam Pemilu yang akan datang.

Bekasi: Kamis Juni 2014

MAJELIS PENGURUS HARIAN (MPH)
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA SETEMPAT (PGIS)
KOTA BEKASI

 

Ketua Umum                                                                                 Sekretaris Umum
Pdt. Adven Leonard Nababan, D.Min                        Pdt. Sihar Siagian, M.Th

 

Comments (2) »

Seruan Pastoral PGIS Bekasi

SERUAN PASTORAL PGIS – KOTA BEKASI
untuk PEMILU 09 April 2014
dan PEMILU bulan September 2014
===========================

 

PILIHLAH PEMIMPIN BERHATI NEGARAWAN:

JUJUR – DAPAT DIPERCAYA – TAKUT AKAN TUHAN – BENCI SUAP,

DAN BERKOMITMEN UNTUK PERJUANGAN KEBEBASAN BERAGAMA

 

Saudara-saudara umat Kristiani!

Pada tanggal 09 April 2014 yang akan datang, bangsa Indonesia akan melaksanakan Pesta Demokrasi yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan DPD, serta bulan September 2014 Pemilihan Presiden dan wakil presiden. Kita tahu bahwa ke dua moment ini sangat penting dan menentukan bagi bangsa Indonesia. Dikatakan penting karena merupakan suksesi di tingkat Legislatif dan Eksekutif secara Konstitusi demi kelangsungan perjalanan Bangsa ke depan. Dikatakan sangat menentukan karena di sinilah masyarakat menggunakan hak pilihnya demi mencapai cita-cita luhur bangsa yaitu masyarakat adil, makmur dan maju, serta berdaulat.

Kehadiran umat Kristiani di Negara yang kita cintai ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Bangsa Indonesia. Bagaimanapun juga Tuhan sudah menjadikan umat Kristiani sedarah, sedaging dan senasib dengan Bangsa ini, maka umat Kristiani mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk membangun bangsa ini melalui pilar kebangsaan: PANCASILA – UNDANG-UNDANG DASAR – NKRI – BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Kristiani pada khususnya mesti menjadi warga Negara yang bertanggungjawab. Artinya turut bertanggungjawab atas maju mundurnya kesatuan dan persatuan Negara ini. Tanggungjawab itu hanya dapat dilakukan apabila kita mempunyai keinsyafan kenegaraan, dan keinsyafan kenegaraan hanya dapat tumbuh jika terdapat keinsyafan kebangsaan. Kehadiran warga Kristiani  dalam konteks bernegara dan berbangsa adalah sebagai Keluarga Besar, tidak ada seorang pun dikecualikan. Semuanya mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Umat kristiani bukan warga Negara kelas dua atau kelas tiga. Kita sebagai warga Kristiani sekaligus warga bangsa mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan orang-orang lainnya apa pun sukunya dan agamanya.

Saudara-saudara umat Kristiani!

Atas dasar pemikiran di atas hubungannya dengan Pesta Demokrasi yang akan dilangsungkan pada tanggal 9 April 2014 yaitu Pemilihan wakil-wakil Rakyat yang akan duduk di lembaga Legislatif, dan bulan September 2014 yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, maka MPH PGIS kota Bekasi, menyerukan kepada seluruh umat Kristiani:

 

  1. Supaya semua umat Kristiani mendoakan Pemilu ini pada kebaktian Minggu, 06 April 2014 dalam doa Syafaat, agar Pemilu dapat berjalan dengan baik, tidak ada gangguan dari siapa pun dan dari pihak mana pun.
  2. Supaya semua umat Kristiani dapat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Golongan Putih (Golput) bukanlah pilihan.
  3. Berikanlah suara kepada mereka yang memiliki pikiran dan hati JUJUR membangun bangsa ini di dalam bingkai PANCASILA, UNDANG-UNDANG DASAR 45, BHINNEKA TUNGGAL IKA, dan NKRI.
  1. Pilihlah wakil-wakil Rakyat yang akan duduk di Parlemen yaitu mereka yang DAPAT DIPERCAYA dan TAKUT AKAN TUHAN. Di mana kata sesuai dengan tindakan, dan janji sesuai dengan bhakti. Jangan terlena dengan indahnya retorika dan janji-janji.
  2. Jangan pilih partai atau caleg yang melakukan KORUPSI, tetapi pilihlah mereka yang benci akan pengejaran suap. Jangan terlena dengan pemberian uang dari partai apa pun, dan dari caleg siapa pun. Kita tidak mau apa yang semestinya adalah hak rakyat diambil oleh mereka yang memiliki moralitas rendah demi kepentingan faksi  dan demi kepentingan pribadi. Bumi Indonesia adalah bumi yang kaya dan subur, namun karena kerakusan dan korupsi, bangsa ini sulit terbangkit dari kemiskinan. Kita mau bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat, menjadi suatu bangsa bersih dari KORUPSI, dan dipimpin oleh orang-orang yang menjungjung tinggi nilai-nilai luhur yaitu masyarakat yang adil, aman, makmur, dan sejahtera.
  3. Pilihlah orang-orang yang memiliki komitmen memperjuangkan KEBEBASAN BERAGAMA dan BERIBADAH. Kita melihat dan merasakan khususnya di Kota dan Kabupaten Bekasi bahwa ada umat Kristiani dan umat ber- agama lainnya sulit melakukan ibadah karena adanya larangan dari kelompok-kelompok tertentu. Semestinya negara harus menjaga, memelihara dan menjamin Kebebasan Beragama. Kita berharap orang yang duduk di lembaga legislatif memiliki integritas tinggi menjaga dan merawat pluralisme serta memiliki komitmen untuk KEBEBASAN BERAGAMA, apa pun agamanya dan kepercayaannya.
  4. Berikanlah hak pilihanmu kepada orang yang dapat mengerti keadaan rakyatnya, yang dekat dengan rakyat, dan mau turun berjuang untuk rakyat. Karena bangsa dan negara ini dibangun adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Demikian seruan ini kami sampaikan, siapa pun yang kita pilih akan menentukan maju mundurnya bangsa ini ke depan. Kiranya umat Kristiani yang ada di Kabupaten dan Kota Bekasi diberkati oleh Tuhan menentukan dan menetapkan hak pilihnya dalam Pemilu yang akan datang.

 

Bekasi: Kamis 03 April 2014

 

 

MAJELIS PENGURUS HARIAN (MPH)

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA  SETEMPAT (PGIS)

KOTA BEKASI

 Ketua Umum                                                                   Sekretaris Umum

 

Pdt. Adven Leonard Nababan, D.Min                            Pdt. Sihar Siagian, M.Th

 

Comments (2) »

TAHUN 2014: SETIA KEPADA TUHAN – BERMAKNA BAGI SESAMA

KERENDAHAN HATI, KESETIAAN, DAN INTEGRITAS KUNCI SUKSES 2014MAKNAI TAHUN 2014 DENGAN:

KARYA KREATIF KRISTUS…

HIDUP DI DALAM KERENDAHAN HATI…

MEWUJUD DI DALAM KESETIAAN (KETAATAN)…

SALING MENGHORMATI DAN SALING MENERIMA 

LINTAS BUDAYA, SUKU DAN AGAMA

RAYAKAN HIDUP BAHWA:

HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN…

HARI ESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI…

DAN MENGUCAP SYUKURLAH SENANTIASA…

538570_2969621960879_92574814_n

Komentar dimatikan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.690 pengikut lainnya.