Seruan Pastoral PGIS Bekasi

SERUAN PASTORAL PGIS – KOTA BEKASI
untuk PEMILU 09 April 2014
dan PEMILU bulan September 2014
===========================

 

PILIHLAH PEMIMPIN BERHATI NEGARAWAN:

JUJUR – DAPAT DIPERCAYA – TAKUT AKAN TUHAN – BENCI SUAP,

DAN BERKOMITMEN UNTUK PERJUANGAN KEBEBASAN BERAGAMA

 

Saudara-saudara umat Kristiani!

Pada tanggal 09 April 2014 yang akan datang, bangsa Indonesia akan melaksanakan Pesta Demokrasi yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan DPD, serta bulan September 2014 Pemilihan Presiden dan wakil presiden. Kita tahu bahwa ke dua moment ini sangat penting dan menentukan bagi bangsa Indonesia. Dikatakan penting karena merupakan suksesi di tingkat Legislatif dan Eksekutif secara Konstitusi demi kelangsungan perjalanan Bangsa ke depan. Dikatakan sangat menentukan karena di sinilah masyarakat menggunakan hak pilihnya demi mencapai cita-cita luhur bangsa yaitu masyarakat adil, makmur dan maju, serta berdaulat.

Kehadiran umat Kristiani di Negara yang kita cintai ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Bangsa Indonesia. Bagaimanapun juga Tuhan sudah menjadikan umat Kristiani sedarah, sedaging dan senasib dengan Bangsa ini, maka umat Kristiani mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk membangun bangsa ini melalui pilar kebangsaan: PANCASILA – UNDANG-UNDANG DASAR – NKRI – BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Kristiani pada khususnya mesti menjadi warga Negara yang bertanggungjawab. Artinya turut bertanggungjawab atas maju mundurnya kesatuan dan persatuan Negara ini. Tanggungjawab itu hanya dapat dilakukan apabila kita mempunyai keinsyafan kenegaraan, dan keinsyafan kenegaraan hanya dapat tumbuh jika terdapat keinsyafan kebangsaan. Kehadiran warga Kristiani  dalam konteks bernegara dan berbangsa adalah sebagai Keluarga Besar, tidak ada seorang pun dikecualikan. Semuanya mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Umat kristiani bukan warga Negara kelas dua atau kelas tiga. Kita sebagai warga Kristiani sekaligus warga bangsa mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan orang-orang lainnya apa pun sukunya dan agamanya.

Saudara-saudara umat Kristiani!

Atas dasar pemikiran di atas hubungannya dengan Pesta Demokrasi yang akan dilangsungkan pada tanggal 9 April 2014 yaitu Pemilihan wakil-wakil Rakyat yang akan duduk di lembaga Legislatif, dan bulan September 2014 yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, maka MPH PGIS kota Bekasi, menyerukan kepada seluruh umat Kristiani:

 

  1. Supaya semua umat Kristiani mendoakan Pemilu ini pada kebaktian Minggu, 06 April 2014 dalam doa Syafaat, agar Pemilu dapat berjalan dengan baik, tidak ada gangguan dari siapa pun dan dari pihak mana pun.
  2. Supaya semua umat Kristiani dapat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Golongan Putih (Golput) bukanlah pilihan.
  3. Berikanlah suara kepada mereka yang memiliki pikiran dan hati JUJUR membangun bangsa ini di dalam bingkai PANCASILA, UNDANG-UNDANG DASAR 45, BHINNEKA TUNGGAL IKA, dan NKRI.
  1. Pilihlah wakil-wakil Rakyat yang akan duduk di Parlemen yaitu mereka yang DAPAT DIPERCAYA dan TAKUT AKAN TUHAN. Di mana kata sesuai dengan tindakan, dan janji sesuai dengan bhakti. Jangan terlena dengan indahnya retorika dan janji-janji.
  2. Jangan pilih partai atau caleg yang melakukan KORUPSI, tetapi pilihlah mereka yang benci akan pengejaran suap. Jangan terlena dengan pemberian uang dari partai apa pun, dan dari caleg siapa pun. Kita tidak mau apa yang semestinya adalah hak rakyat diambil oleh mereka yang memiliki moralitas rendah demi kepentingan faksi  dan demi kepentingan pribadi. Bumi Indonesia adalah bumi yang kaya dan subur, namun karena kerakusan dan korupsi, bangsa ini sulit terbangkit dari kemiskinan. Kita mau bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat, menjadi suatu bangsa bersih dari KORUPSI, dan dipimpin oleh orang-orang yang menjungjung tinggi nilai-nilai luhur yaitu masyarakat yang adil, aman, makmur, dan sejahtera.
  3. Pilihlah orang-orang yang memiliki komitmen memperjuangkan KEBEBASAN BERAGAMA dan BERIBADAH. Kita melihat dan merasakan khususnya di Kota dan Kabupaten Bekasi bahwa ada umat Kristiani dan umat ber- agama lainnya sulit melakukan ibadah karena adanya larangan dari kelompok-kelompok tertentu. Semestinya negara harus menjaga, memelihara dan menjamin Kebebasan Beragama. Kita berharap orang yang duduk di lembaga legislatif memiliki integritas tinggi menjaga dan merawat pluralisme serta memiliki komitmen untuk KEBEBASAN BERAGAMA, apa pun agamanya dan kepercayaannya.
  4. Berikanlah hak pilihanmu kepada orang yang dapat mengerti keadaan rakyatnya, yang dekat dengan rakyat, dan mau turun berjuang untuk rakyat. Karena bangsa dan negara ini dibangun adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Demikian seruan ini kami sampaikan, siapa pun yang kita pilih akan menentukan maju mundurnya bangsa ini ke depan. Kiranya umat Kristiani yang ada di Kabupaten dan Kota Bekasi diberkati oleh Tuhan menentukan dan menetapkan hak pilihnya dalam Pemilu yang akan datang.

 

Bekasi: Kamis 03 April 2014

 

 

MAJELIS PENGURUS HARIAN (MPH)

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA  SETEMPAT (PGIS)

KOTA BEKASI

 Ketua Umum                                                                   Sekretaris Umum

 

Pdt. Adven Leonard Nababan, D.Min                            Pdt. Sihar Siagian, M.Th

 

Comments (2) »

TAHUN 2014: SETIA KEPADA TUHAN – BERMAKNA BAGI SESAMA

KERENDAHAN HATI, KESETIAAN, DAN INTEGRITAS KUNCI SUKSES 2014MAKNAI TAHUN 2014 DENGAN:

KARYA KREATIF KRISTUS…

HIDUP DI DALAM KERENDAHAN HATI…

MEWUJUD DI DALAM KESETIAAN (KETAATAN)…

SALING MENGHORMATI DAN SALING MENERIMA 

LINTAS BUDAYA, SUKU DAN AGAMA

RAYAKAN HIDUP BAHWA:

HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN…

HARI ESOK LEBIH BAIK DARI HARI INI…

DAN MENGUCAP SYUKURLAH SENANTIASA…

538570_2969621960879_92574814_n

Komentar dimatikan

YOHANES PEMBAPTIS

BERTOBATLAH DAN PERSIAPKANLAH JALAN UNTUK TUHAN

MATIUS 3:1-12 

4461349174_52619bff072.jpgSaudara, hari ini kita masuk pada Minggu terakhir Adven. Semua permenungan atas perjalanan hidup ranah batin telah terbungkus dalam pengenalan yang semakin dalam tentang Kristus dan Tuhan yang akan datang itu. Tidak ada yang diharapkan selain berharap kepada Kristus sang penolong, pembebas, dan penyelamat itu. Dari relung hati yang paling dalam kita mempertajam perenungan, apa yang perlu kita persiapkan untuk menyambut Mesias yang akan datang itu?,  nas ini memberi jawaban sebagaimana Yohanes tampil dihadapan kita untuk menyerukan agar semua orang bertobat, sebab Kerajaan Allah sudah dekat, tanpa pertobatan mustahil orang dapat luput dari hukuman yang akan datang itu, kedatanganNya bukan saja untuk  menyelamatkan tetapi juga menghakimi semua orang sesuai dengan perbuatanya. Dengan demikian persiapkanlah jalan untuk Tuhan, biarkanlah Tuhan tinggal di dalam hidupmu sehingga Dia yang akan mengarahkan arah perjalananmu sekarang sampai selama-lamanya,  jangan biarkan hidupmu dikuasai dan dinodai oleh berbagai kenikmatan dunia ini, sebab dampaknya sangat buruk untuk masa depan, lupa memberi waktu untuk berdoa dan beribadah pada  Tuhan. Hal demikian telah terjadi dimana orang begitu mudah berbalik dari jalan Tuhan, meninggalkan Tuhan. Kunci hidup untuk selalu siap sedia adalah sabar, tulus dan setia, di mana Allah menuntut kesetiaan dari kita, sebab apa yang sudah dikerjakan Tuhan yaitu keselamatan kita adalah anugerahNya paling besar  bagi manusia.

Adven adalah:
Terkadang orang seringkali berpikir
secara tidak masuk akal dan bersikap egois.
Tetapi bagaimana pun juga, terimalah mereka apa adanya.
Apabila engkau berbuat baik,
orang lain mungkin akan berprasangka
bahwa ada maksud-maksud buruk
di balik perbuatan baik yang kau lakukan.
Tetapi tetaplah berbuat baik selalu.
Apabila engkau sukses,
engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga
teman-teman yang iri hati atau cemburu.
Tetapi teruskanlah kesuksesanmu.
 

Saudara, seruan bertobat bukan hanya berlaku pada zaman dulu tetapi juga sekarang ini, kita melihat kejahatan yang semakin merajalela hampir di semua aspek kehidupan. Kejahatan semakin nyata dan orang tidak lagi merasa takut berbuat kejahatan. Dunia yang kita tempati inipun terus mempertontonkan hal-hal buruk, sentuhan rasa kemanusiaan semakin menjauh dari para pemimpin ataupun penguasa. Rasa sensivitasnya semakin hilang, cinta kasih semakin pudar. Sekarang momentum advent menjelang Natal menjadi kesempatan bagi kita untuk senantiasa merenung apa yang harus kita perbuat, apakah kita mengikuti sesuai keinginan dunia ini atau keinginan Tuhan?. Bertobatlah, artinya  meninggalkan pola hidup lama berbaliklah pada Tuhan dan hidupilah hidup baru dengan selalu takut akan Tuhan. Sudah saatnya ada perubahan hati dan pikiran sebab bila tidak demikian hidup kita akan semakin dalam masuk pada jurang kehancuran, ibarat kita berada dipinggir jurang, tinggal selangkah kita akan jatuh ke jurang, maka berbaliklah arahkanlah langkahmu ke jalan Tuhan sehingga selamat. Apa yang kita cari, bukankah keselamatan, hidup di dunia ini adalah sementara, tidak ada yang abadi disini, keabadian ada pada Tuhan, dan Dia sendirilah yang mampu menyelamatkan kita dari jurang kehancuran itu. Mari kita memperhatikan keadaan sekeliling kita, ada orang menyombongkan dirinya, merasa lebih hebat dan lebih mampu dari yang lain sehingga ia mensepelekan orang lain. Dihadapan Tuhan bukan soal superior (lebih tinggi), ataupun inferior (lebih rendah), tidak baik orang menyombongkan dirinya karena lebih berada dari orang lain, sebab semua sama dihadapan Tuhan. Bagi Dia bukan soal banyaknya yang dimiliki secara ukuran duniawi tetapi adalah kekayaan hati sebab Allah selalu melihat hati manusia apakah sungguh-sungguh menaruh hati pada  Dia.

Adven adalah:
Apabila engkau jujur dan terbuka,
orang lain mungkin mungkin menipumu.
Tetapi tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.
Apa yang telah kau bangun bertahun-tahun lamanya,
dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.
Tetapi janganlah berhenti, dan tetaplah membangun.
Apabila engkau menemukan kedamaian
dan kebahagiaan di dalam hati,
orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi, tetaplah berbahagia.

Saudara, kita memang terus berjalan di dalam waktu, dan memang tidak seorangpun yang tahu kapan waktunya Tuhan itu datang, tetapi dikatakan, Kerajaan Allah sudah dekat, bertobatlah dan persiapkanlah jalan untuk Dia. Tuhan datang sebagai Raja dengan segala kebesaran dan kemahakuasaanNya, sehingga tidak ada satu orangpun yang luput dari perhatianya. Dia selalu memperhatikan keadaan hidup kita baik dalam dukacita maupun sukacita, segala pergumulan hidup Dia tahu dan Ia mau bekerja disana asalkan kita dengan tulus hati membuka dan mengarahkan hati, jiwa dan pikiran kita kepadaNya. Serahkanlah segala kuatirmu kepada Tuhan maka Ia akan bertindak. TindakanNya melebihi pikiran manusia, Dia yang lebih tahu tentang keadaan hidup  kita daripada kita sendiri, manusia hanya berusaha tetapi yang menentukan arah langkah hidup manusia adalah Tuhan. Jadi sekarang bertobatlah dan persiapkanlah hatimu untuk Tuhan.

Adven adalah:
Kebaikan yang kau lakukan hari ini,
mungkin besok akan dilupakan orang.
Tetapi teruslah berbuat baik.
Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki,
dan itu mungkin tidak akan pernah cukup.
Tetapi tetap berikanlah yang terbaik.
Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan.
Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.
Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir
atas perbuatan baik yang kau lakukan.
Tetapi percayalah bahwa
mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang jujur,
dan Dia dapat melihat ketulusan hatimu.
Ada tiga hal penting dalam kehidupan manusia:
yang pertama adalah berbuat baik,
yang kedua adalah berbuat baik,
dan yang ketiga adalah berbuat baik.

Saudaraku! Di Minggu Adven ke-4 ini kita diajak untuk menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan, karena setiap pohon yang tidak menghasilkan buah akan ditebang dan dibuang. Buah yang kita hasilkan itu bergerak di dalam tiga tindakan yang mangutamakan manusia, yaitu: Masa Adven adalah masa berbagi dan peduli (Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian). Masa Adven adalah masa penerimaan diri dan penguasaan diri (Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu). Masa Adven adalah masa membangun simpati dan empati (Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu). Dengan berlaku sedemikian maka masa-masa Adven memiliki makna di dalam keluarga kita, persekutuan kita dan lingkungan kita. Amen.

 

 

Komentar dimatikan

KESELAMATAN BAGI UMAT TUHAN

ADVEN KE-3: TUHANKU SELAMATKANLAH KEHIDUPAN BUMI YANG PENUH RUSUH INI

Yesaya 35: 1- 10

 images.jpgSaudaraku! Hari ini kita telah tiba pada Minggu Adven ke 3. Permenungan yang sangat dalam akan realitas perjalanan hidup, akan membangkitkan sebuah kesadaran baru tentang ketidakberdayaan, kelemahan, dan kefanaan serta keterbatasan kita untuk menjawab seluruh peristiwa hidup ini. Disamping itu akan membangkitkan pengenalan kita terhadap sang-Ilahi, bahwa tanpa penyertaanNya hidup akan sepi dari sukacita. Untuk itu Minggu Adven ini, mengajak setiap orang untuk membangun pengenalan diri dengan sesadar-sadarnya, dan sekaligus membangun pengenalan yang sungguh terhadap Tuhan dengan rebahan jiwa yang selalu merindu kepada  Tuhan. Hidup seperti ini akan menghasilkan sukacita dan sorak-sorai bagi kita.

Saudaraku! Setiap manusia yang mengalami kehidupan di atas bumi ini, tentu memelihara di dalam salah satu ruang hatinya suatu kerinduan akan kelepasan, kebebasan dan keselamatan. Kelepasan dari ketegangan-ketegangan, kebebasan dari penderitaan yang tak dapat dimengerti, kelepasan dari tuntutan-tuntutan pekerjaan sehari-hari, dan keselamatan dari tuntutan-tuntutan kehidupan bersama secara manusiawi. Kita mau keluar dari kekosongan wujud hidup dan memperoleh suatu kehidupan yang penuh, kita mau keluar dari ketiadaan keputusasaan dan mencapai kejelasan. Apakah ini suatu kemustahilan apabila kita mencari kelepasan, bermimpi tentang kebahagiaan dan pengharapan yang terpenuhi tentang kedamaian dan keselamatan? Apakah suatu kemustahilan apabila manusia yang kepadanya suatu kerinduan besar akan keselamatan itu terpecah di dalam kekecewaan-kekecewaan dan kemudian berpegang pada beriburibu sarana keselamatan yang masih dapat kita dirikan bagi diri sendiri di atas bumi ini? Inilah Adven: Ya…, kita selalu mencari dari kerendahan yang gelap penuh kesusahpayahan saat-saat yang indah puncak kenikmatan hidup yaitu kebebasan, kelepasan, dan keselamatan. Gereja, kebaktian, dan iman termasuk kedalam suasana ini ketika kita dapat memperoleh ketenteraman baru, dan kedamaian bagi jiwa yang tidak tenang.

Saudaraku! Segala kerinduan ini tidak pernah menjadi pengharapan yang mengecewakan apabila pemimpin pembebasan dan keselamatan itu adalah Tuhan. Ia datang dengan memberikan kepada setiap orang apa yang diperlukan di dalam kemiskinannya untuk menjadi bebas. Ia memberikan kebebasan kepada para tawanan, sinar cahaya mata kepada orang-orang buta, pendengaran kepada orang tuli, keringanan kepada orang yang tertindas, topangan kepada orang yang tertunduk. Tuhan membuka keseluruhan hidup kita untuk masa depan ini, yaitu pesta kebebasan – pesta keselamatan kita. Oleh karena itu orang bisa saja miskin, bersedih, dan terpukul, tetapi sekarang sudah berdiri di dalam sukacita Allah, dan turut ambil bagian pada pesta keselamatan itu. Untuk itu tak ada yang terlalu tinggi, tak ada yang terlalu rendah; untuk itu tak seorang pun yang terlalu mulia, tak seorang pun terlalu hina. Allah di dalam Yesus Kristus telah menjadikan diriNya menjadi korban untuk realitas hidup seperti itu, dan itu dilakukan sekali untuk selamanya. Allah di dalam Yesus Kristus telah menerobos kepekatan kegelapan dosa, kematian kepada suatu kelepasan dan terang kemuliaan sorgawi. Peran seperti inilah yang dinyatakan Tuhan Allah di dalam kemanusiaan kita yang fana ini. Inilah hasil permenungan yang dalam tentang Adven: kepastian akan janji yang digenapi dalam Yesus Kristus. Semangatlah dan hiduplah di dalam saling menyemangati.

Saudaraku! Yesus membuat hidup menjadi pesta tanpa akhir. Pesta dengan Yesus dirayakan ketika: satu jiwa dibebaskan dari dosanya, keadilan ditegakkan untuk orang-orang yang diperas, orang lapar mendapat roti kesejahteraan, orang yang telah dicopot hak hukum memperoleh hak azasi kemanusiaannya, orang cacat diterima orang-orang sehat. Kristus hadir dan berdiri membebaskan dan menyelamatkan kita. Dia adalah Allah sang pembebas yang sesungguhnya, dan Dialah Alllah sang Juruselamat abadi yang tidak pernah berubah di dalam perputaran waktu. Pengakuan seperti inilah yang harus diumumkan oleh gereja hingga ajal menjemput, dan sampai bumi ini punah di dalam kefanaannya, bahwa Kristus adalah Tuhan sang pembebas dan penyelamat manusia. Tidak ada pembebas dan penyelamat lain selain dari Dia. Akuilah itu di dalam hidupmu dan jadikanlah itu sebagtai pegangan di dalam pekerjaanmu, relasimu, dan keluargamu maka Anda akan mengalami sukacita dan mujizat-mujizat baru. Selamat Adven. Amin.

 

Komentar dimatikan

RAJA MESIAS DI SION

ADVEN II : ANDA BERGUMUL, MENDERITA, TERTEKAN, DAN TERBEBAN ?

BERSUKACITALAH! KRISTUS TELAH DATANG MENOLONG DAN MEMBEBASKANMU

Zakaria 9:9-10

sawah-3.jpgBagi orang yang terpenjara tidak ada sukacita yang lebih besar selain dari sukacita ketika dia mengetahui bahwa dirinya terbebas dari segala tuntutan. Sukacita dan sorak-sorai akan semakin lengkap ketika dia dinyatakan bebas dan keluar dari penjara. Ini adalah sebuah analogi tentang kehidupan yang terpenjara oleh berbagai pergumulan, penderitaan, perasaan bersalah, ketertindasan, perlakuan tidak adil, dan hak-hak yang terampas. Dalam lingkaran spiritual, ini adalah gambaran dari kegagalan manusia keluar dari tabiat-tabiat keberdosaan yang menjadikan dirinya terperosok ke dalam lumpur kematian. Kondisi ini tentu akan menghasilkan dukacita yang sangat, penderitaan yang memilukan dan rasa gelisah yang tidak menentu.

Saudaraku! Ketika kehidupan berlangsung seperti itu apa yang kita harapkan? Ketika kita gagal membangun hubungan akrab dengan Tuhan yang membuat hidup kita menderita dan gelisah, apa yang kita dambakan? Apakah ada sukacita dari kehidupan yang gagal di dalam kelemahan? Apakah ada soraksorai dari perut kematian yang suram? Apakah ada hidup gegap gempita dari jepitan ketidakberdayaan yang disengaja? Tidak ada sukacita yang lebih besar selain dari sukacita ketika kita mengetahui bahwa ada pembela yang menjamin kebebasan kita dari setiap ancaman dan suntikan bisa racun yang sangat mematikan itu. Pembela sekaligus penjamin kebebasan, keselamatan kita itu ialah Allah sendiri. Di dalam Dia kita selamat dan di dalam Dia kita bersukacita dan bersoraksorai. Dia tahu kelemahanmu, Dia tahu kesusahanmu dan Dia tahu pergumulanmu. Inilah makna Adven yang kita rayakan hari ini – Adven adalah sebuah kepastian tentang kemenangan, kemerdekaan atau keselamatan setiap jiwa yang tertekan, tertindas, bergumul, dan menderita. Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya, Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai. Sebutan Raja yang datang itu pertama disebut adalah Adil, dan ini berarti adanya kehidupan yang mewujud di dalam syalom (horas, damai, sejahtera, penuh harmoni). Kedua adalah Ia akan melenyapkan kereta, kuda-kuda, busur perang. Kereta, kuda-kuda, busur perang adalah simbol dari kekuasaan, kekerasan, dan penindasan. Ini berarti bahwa kedatangan Tuhan akan melenyapkan kekerasan, kekuasaan yang menindas, serta membarui kehidupan untuk situasi dan keadaan yang penuh damai.

Saudaraku! Bersoraksorailah dan bersukacitalah di dalam Tuhan. Apa yang anda pegang dan miliki sekarang ini tidaklah cukup bagimu untuk bersukacita. ”Manang aha pe na dapot, ndang tuk pasonangkon au. Nang arta, nang sangap, sude hamoraon, ndang tau mangalehon di au hasonangan. Alai molo dapot na sasada i, tongtong las rohangku hinorhon ni i”. Keselamatanku datangnya dari Tuhan itulah kunci hidup bersukacita dan bersoraksorai. Pengakuan akan Tuhan sebagai Raja, Adil dan Jaya memberi kuasa di dalam diri untuk tidak ditaklukkan terlebih dikelola oleh situasi, namun berkemenangan mengelola situasi. Inilah kuasa Adven! dan kuasa itu sudah diberikan Tuhan kepada setiap orang percaya (Gereja), dan inilah pesta lestari kehidupan sumber sukacita abadi setiap insan. Sukacita atas kemenangan Tuhan yang berpihak kepada kehidupan. Keberpihakan Allah terhadap kehidupan meretas paradigma baru melihat hidup bukan untuk ditangisi, diratapi, namun untuk dimaknai, dihargai dan dibaktikan. Setiap orang yang memaknai, menghargai dan membaktikan hidup maka sukacita akan mengaliri kehidupannya. Gema keselamatan yang diproklamasikan Allah di tengah-tengah kehidupan akan menghasilkan keberanian, daya juang mengukir karya iman di setiap pergumulan dan tantangan hidup yang kita hadapi saat ini. Adakah hatimu kalut? Pikiranmu kacau? ANDA BERGUMUL, MENDERITA, TERTEKAN, DAN TERBEBAN ? BERSUKACITALAH! KRISTUS TELAH DATANG MENOLONG DAN MEMBEBASKANMU. Jangan takut, sambutlah Rajamu yaitu Tuhan  sumber kemenangan dan keselamatanmu. Amin.

 

Komentar dimatikan

SION SEBAGAI PUSAT KERAJAAN DAMAI

Adven I: Mari Kita Berjalan di dalam Terang Tuhan

SAMBUTLAH YESUS YANG MEMBAWA DAMAI DAN SUKACITA

Yesaya  2:1-5

nice 2Saudara! Adven adalah masa menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang ke-dua kali dan sekaligus mempersiapkan Natal (kisah kelahiran Yesus) atau Epifania (kisah awal pelayanan Yesus).  Makna kedua hari raya tersebut mengandung arti eschatology, di mana gereja-gereja mengungkapkan kerinduannya akan kedatangan Tuhan pada masa Adven dan kesiapannya menyambut Natal. Adven pertama ditetapkan gereja menjadi awal tahun liturgi.  Adven I hingga 16 Desember menekankan aspek  eskatologis yang mengarahkan pandangan kepada kedatangan Kristus ke dua kali. Mulai 17 Desember hingga 24 Desember tema bacaan lebih mengarah kepada penantian kelahiran Yesus.  Adven pertama diisi dengan thema sikap gereja dalam menantikan kedatangan Yesus Kristus yang ke dua kali untuk membebaskan umat manusia. Adven kedua diisi dengan tema pertobatan menuju langit baru dan bumi baru bagi segala bangsa, seluruh umat manusia, sesuai dengan keadilanNya. Adven ke tiga merupakan ajakan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. KedatanganNya tidak sejajar dengan kelahiranNya, namun dapat dilihat sebagai kedatanganNya yang kedua kali.  Adven keempat mengarah kepada kelahiran Tuhan di Betlehem. Demikianlah makna perayaan Adven yang dirayakan dalam liturgi.

Saudara, kita telah memasuki minggu Advent pertama, sebagai awal tahun baru gerejawi, ini menandaskan kepada kita bahwa Dia yang kita nantikan akan segera datang, Dia membawa damai dan cinta kasih bagi kehidupan kita bersama. Apa yang perlu disiapkan?, adalah kesiapan hati dengan tulus, taat dan benar sehingga jiwa kita selalu bersukacita menyambut kedatanganNya, walaupun ada situasi atau keadaan  yang kurang baik, ada derita ataupun pergumulan hidup, sukacita kita tidak akan diambilnya. Misi kedatanganNya sangat jelas yaitu memperbaharui keadaan hidup yang sudah rusak, mengubah  keadaan untuk lebih baik, dengan segala kuasa yang dimilikiNya, Ia akan mengubah hidup dari derita menjadi sukacita, di mana tangisan akan berganti sorak-sorai dan diatas semuanya itu, Kristus sebagai solusi yang dapat menjawab secara pasti semua pergumulan hidup. Orang lemah akan ditolong, demikian juga orang yang kehilangan harapan sekarang telah mendapatkanya. Dan mereka  yang telah diselamatkan  akan berdiri tegak menyaksikan kebesaran Tuhan, tidak lagi tertunduk  malu atas lawan-lawannya sebab kemenangan ada di pihaknya. Jadi atas semua kebesaran Tuhan itu, umat diajak untuk memberitakan apa yang sudah diperbuat Tuhan kepadanya supaya mereka yang masih jauh dan yang belum mengenal Kristus, mereka segera datang menyaksikan kemuliaan Tuhan.

Saudara, orang sudah mulai sibuk dengan berbagai acara kegiatan apakah itu acara  natal atau kegiatan lainya,  di berbagai  pusat perbelanjaan sudah mulai nampak diperjual belikan berbagai  bentuk warna-warni dekorasi natal. Memang di masa penantian banyak hal yang kita persiapkan,  tetapi yang terutama dipersiapkan adalah hati,  jiwa dan pikiran yang tetap mengarah pada Kristus sebagai Juruselamat, dan selalu bertanya dalam hati, apa yang baik sudah saya perbuat hari ini. Memperbaharui diri secara terus menerus menjadikan kita menjadi berkat bagi sesama, tidak lagi terjadi perseteruan, tetapi selalu menanamkan rasa simphati kepada saudaranya  yang berduka, dia terus menyebarkan cinta dan damai sejahtera. Sekarang ini kita perlu merenungkan  apa  maksud dibalik semua yang dinyatakan alam kepada  kita, di mana keadaan cuaca tidak menentu, terjadi gunung meletus, badai dahsyat, banjir dan longsor,  nampaknya keadaan kita tidaklah semakin baik dan situasi hidup pun terkadang tidak menentu.  Kita perlu lebih bijaksana  bersahabat dan berdamai dengan semua orang, dan juga kepada alam ciptaan, dengan tidak mengganggu atau merusak alam ini. Di masa advent ini kita masih terus menyaksikan begitu banyak persoalan, terjadi ketidakyamanan karena terjadi perang, rasanya kedamaian masih jauh dari harapan, kerakusan manusia akan harta semakin merajalela sehingga menghalalkan segala cara, terjadilah  KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), saling menjatuhkan dan menyalahkan, orang yang tidak sepaham denganya dianggap sebagai musuh yang harus dibenci dan ditindas.

Saudara,  sabda Tuhan mengigatkan semua umat percaya bahwa Kristus menjadi hakim dan juga wasit  yang akan mengadili setiap kita atas apa yang kita lakukan, maka barangsiapa yang menerima pengajaran Tuhan hidupnya akan diubahkan dan diselamatkan, tetapi orang yang  tidak mau menerima pengajaranNya hidupnya akan dihukum. Tuhan ingin kita sebagai umatNya untuk  terus memperbaharui diri dan mau diproses sehingga terdapat  kemurnian iman percaya kita kepadaNya. Di saat banyak orang bertanya: Kapan derita ini akan berakhir? kapan penindasan ini akan berlalu dan kapan ketidakadilan ini akan berhenti. Kesulitan hidup semakin menekan, ranah hukum sebagai benteng keadilan sekular dapat direkayasa, kemanakah arah mata memandang? sepertinya perubahan kearah yang lebih baik semakin jauh dan tersembunyi.  Ada banyak pertanyaan yang muncul karena realitas berada dalam posisi ambivalen dengan apa yang diharapkan. Semangat untuk berkarya dalam prespektif iman menjadi lemah, dan cenderung memihak kepada pilihan sikap menyerah dan putus asa. Sinkronisasi realitas  dan harapan yang tidak berjalan secara terpadu sering memunculkan rasa kecewa yang amat sangat. Keadaan seperti ini tidak jarang terjadi di dalam kehidupan, dan celakanya  menjadi potensi negative dalam ranah hampa sukacita dan pengharapan. Sebagai umat Kristiani menjawab seluruh keadaan ini dengan berkata “Ya” terhadap Adven dan melaluinya semangat kedekatan kepada Allah, mendengar firman Allah, dan memperoleh pengenalan yang Mahatinggi membangkitkan keteguhan hati melangkah dan memenangkan setiap peristiwa kehidupan. Kedatangan Allah didalam karyaNya meretas kebebasan umat yang miskin harap akan kebebasan dari setiap belengggu kehidupan. Di masa Advent kita tetap dan terus melangkah walaupun banyak tantangan yang menghadang namun dengan tetap memegang pelita yakni FirmanNya hidup akan terus diterangi sehingga kita dapat berjalan di dalam terang Tuhan. Dengan terang itu kita dapat melihat kebaikan dan kebesaran Tuhan, dengan terang kita tidak lagi tersandung dan disana pula kita melihat keselamatan yang telah dikerjakan Tuhan. Jadi sambutlah Yesus Kristus pembawa terang dan damai dengan suasana  hati yang bersuka, jiwa yang tenang dan hidup yang selalu berpengharapan. Amin. 

 

 

Komentar dimatikan

KEDATANGAN TUHAN

MEMENTOMORY: HIDUP DAN MATI MANUSIA

ADA DI TANGAN TUHAN

1 Tessalonika 4:13-18

sawah-padiSaudaraku! Minggu ini kita memasuki akhir tahun gerejawi, mengingatkan kita bahwa ada masa awal dan masa akhir hidup manusia, ternyata tidak ada yang abadi di dalam kehidupan ini selain kehidupan yang diberikan Tuhan bagi orang-orang yang percaya. Dengan demikian kita sedang menyambut dan mempersiapkan diri menerima Tuhan Yesus yang akan membawa kehidupan baru itu. Kita semua akan mati. Hanya itu yang pasti. Segala sesuatu lainnya serba belum pasti atau tidak pasti.Memento mori! Demikianlah bunyi sebuah peribahasa Latin. Artinya: Ingatlah, Anda akan mati! Apa perlunya kita dingatkan bahwa kita akan meninggal dunia? Bukankah kita sudah tahu? Benar, kita sudah tahu. Tetapi di dalam kenyataan, kita sering pura-pura tidak tahu. Mementomori adalah sebuah permohonan yang diungkapkan oleh Pemazmur. Ia memohon kepada Tuhan untuk belajar “menghitung hari”. Ungkapan “menghitung hari’ berarti menyadari bahwa hari-hari kita terdiri dari sebuah jumlah waktu yang terbatas. Oleh sebab itu, pemazmur memohon agar ia mampu bersikap bijak dengan hari-hari yang terbatas itu. Ia memohon agar ia belajar menjalani hidup ini secara bijak. Inilah sikap pemazmur terhadap kematian. Ia tidak menjauhkan diri dan juga tidak mendekatkan diri pada kematian. Yang diperbuatnya adalah menghadapi kematian dengan cara menjalani hidup secara bijak pula.

Saudara, hidup kita di dunia  pasti akan berakhir tetapi kemudian Tuhan akan  memberikan kita hidup kekal, Tuhan sendiri yang memiliki hak mutlak baik hidup di dunia ini maupun di hidup kekal itu, sebab semuanya berada di tangan Tuhan. Memang keadaan kita di dunia ini penuh dengan kesusahan, dan kita selalu berusaha  ingin secepatnya keluar dari keadaan itu tetapi pikiran kita tidak sanggup menjawabnya dan bila kita mengandalkan diri dan pikiran akan terasa sia-sia. Jadi mengandalkan kuasa Tuhan dan terus berharap, serta mengimani Dia maka pada akhirnya ada jawaban. Firman Tuhan mengatakan, bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya”. Tetaplah di dalam Tuhan maka segala sesuatu pada akhirnya  akan mendatangkan sukacita. Pikiran dan rancangan kita denganTuhan tentu sangat berbeda, tetapi kita sungguh percaya bahwa Tuhan akan mendatangkan kebaikan pada akhirnya.  Hidup kita ibarat sebuah perjalanan ada permulaan dan ada akhir, kita terus berjalan menuju suatu akhir dan di masa perjalanan itu ada suka ada duka, keadaan dapat berubah-ubah seketika sebab di depan, kita belum mengetahui apa yang terjadi. Jadi yang terpenting bagi kita adalah kesiapan diri dengan bermodalkan  iman percaya dan berpegang pada Firman Tuhan. Ketika terjadi keadaan yang sangat genting, disana ada tangan Tuhan yang menuntun dan di saat keadaan tenangpun tetaplah waspada dan berhati-hati. Daniel menerima penglihatan atas keagungan Tuhan dimana ia melihat sebuah  keadaan dimana Tuhan sebagai Raja yang Agung dan yang berkuasa memimpin dan mengatur hidup manusia.

Saudaraku! Hari ini kita mengenang orang-orang yang kita kasihi yang telah lebih dahulu meninggal dunia, kalaupun Gereja melakukan ini, itu bukan berarti menyesali apa yang sudah terjadi tetapi kita diingatkan akan hari kematian kita kelak. Mementomory, ingatlah akan hari kematianmu, memang tak seorangpun tahu hari dan waktu kematianya, tetapi selalu siap sedia dan tetap mengingat Tuhan dan percaya kepadaNya, sebab Dialah yang mengatur hidup manusia. Kita tidak berkehendak atas diri kita sendiri tetapi Tuhan berkehendak, jadi baik hidup maupun mati kita adalah milik Tuhan. Sebagai milik Tuhan, manusia harus mempercayakan seluruh hidup dan kehidupanya kepada Tuhan, ia tidak dapat mengandalkan segala milik dan kepunyaanya. Apapun yang kita miliki dan peroleh di dunia ini, semuanya akan tinggal juga di dunia ini, jadi apa yang ada pada kita hendaklah berbuahkan kebaikan bagi semua orang, dan dapat meninggalkan sebuah catatan-kenangan  yang baik atau disebut sebagai “living document” dokumen hidup bagi semua orang. Jadi walaupun hidup sudah berakhir dari dunia ini kita meninggalkan sebuah dokumen kebaikan. Memang hidup kita di dunia ini terasa begitu cepat berakhir, rasa-rasanya ingin lebih lama tetapi waktu terus berjalan, namun yang terpenting bagi kita adalah mempergunakan kesempatan yang singkat ini untuk mempersiapkan diri menyambut Tuhan dengan selalu berbuat baik bagi semua orang. Ingatlah baik mati maupun hidup kita milik Tuhan, dan Dia yang berkuasa atas semua kehidupan kita, maka percayalah pada Tuhan maka Ia akan memberikan hidup kekal bagimu. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.  Amin.

 

Komentar dimatikan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.626 pengikut lainnya.